I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 245 Serangan Raja pelahap darah



Disuatu tempat disalah satu benua kekuasaan fraksi dewa Reiga, banyak dewa-dewi sedang berkumpul karena membahas sesuatu yang sangat penting diantara mereka ada Raiya, Lucy, Nabila, Azazel, dan beberap ratus dewa lainnya. Mereka semua berkumpul karena mendapatkan suatu kabar yang mengejutkan yaitu kematian akan salah satu dewa terkuat dialam bawah Grizz, kematian dari Grizz membuat banyak dewa yang lainnya terkejut itu semua disebabkan karena kekuatan Grizz yang bahkan dapat mengalahkan Lucy dan Nabila, lalu sekarang ini kematian dirinya membuat para dewa-dewi lainnya ketakutan karena mereka tahu kalau jika mereka mati melawan mahluk-mahluk pelahap darah tersebut mereka tidak dapat dibangkitkan lagi karena kekuatan hukum darah monster yang mereka punya.


“Akan kukatakan sekali lagi, tidak ada gunanya kalian semua ketakutan seperti itu jalan satu-satunya agar kita keluar dari masalah ini adalah bertarung melawan mereka” kata Lucy dengan tegas, wajahnya menunjukkan kekesalan dan kegusaran dihatinya.


“Kami tahu intu semua tetapi apa mungkin ada cara lain selain bertarung, misalnya bagaimana kalau kita bernegosiasi dengan mereka” kata salah satu dewa yang kelihatan ketakutan.


“Percuma meminta mereka untuk bernegosiasi, karena sejak awal kita memang tidak memiliki cara untuk berkomunikasi dengan mereka, terlebih lagi tujuan mereka cuman satu yaitu memakan semua mahluk yang ada didunia ini” kata Nabila dengan ekspresi wajah datar dan dengan lingkaran hitam dimatanya, kelihatan jelas kalau dia menangisi kepergian Grizz yang mana pernah mengajarinya bertarung.


“Kalau begitu bagaimana kalau kita memberikan mereka tumbal, karena mereka ingin makan maka kita tawarkan tumbal sebagai penawaran” kata salah seorang dewa yang mana kelihatan diwajahnya dia hampir gila karena ketakutan.


“Hahahahaha… lucu sekali kata-katamu itu, apa kau tidak mendengar perkataan Nona Nabila tadi kita tidak bisa berbicara dengan mereka, dan lagi pula sebanyak apapun kau memberikan tumbal pada mereka dewa adalah makana faforit mereka, karena kita memiliki banyak energy didalam tubuh kita” kata Azazel dia merasa kesal dengan perkataan dewa tersebut dan membalasnya dengan cara menakutnakuti dirinya.


“Apa maksudmu itu, kalau begitu bagaimana sekarang kau mau kami bertarung sampai mati” kata dewa tersebut.


“Hmm…. Aku sama sekali tidak meminta kalian kok, lagi pula kalian tidak punya pilihan selain bertarung” kata Azazel.


“Haaah…???” para dewa-dewi tersebut lalu terkejut dengan perkataan dari Azazel yang mana kelihatan tahu akan sesuatu.


“Aku beritahu pada kalian saat mereka datang menyerang kedalam kuilku mereka dengan ganasnya menyerang gerbang kuilku, dan ketika mereka melihatku yang memiliki kekuatan dewa mereka langsung melihatku dengan tatapan aneh seakan-akan mereka melihat sebuah santapan besar dimata mereka, jadi kalau kau ingin berunding dengan mereka silahkan saja tetapi aku tidak jamin apa kau akan dijamu oleh mereka atau malah menjadi jamuan bagi mereka” kata Azazel, perkataannya membuat para dewa yang ada disana ketakutan karena merasa ngeri dengan deskripsi yang diberikan Azazel pada mereka semua.


Keheningan lalu meresap kedalam pertemuan tersebut para dewa dan dewi yang ada disana tidak pernah membayangkan kalau akan ada hari mereka ketakutan seperti ini, selain bertemu dengan Reiga yang mana pernah menaklukan 4 dari 7 benua, dan disaat mereka sedang terpuruk oleh keputusasaan Raiya dengan tegas memperbaiki suasana disana ‘Taaaakk….” Dia menepuk tangannya untuk mendapatkan perhatian dari para dewa-dewi tersebut.


“Baiklah semuanya aku kini akan membahas bagaimana rencana kita untuk menghadapi seluruh mahluk itu” kata Raiya dengan wajah serius.


Semuanya diam dan mendengarkan perkataan dari Raiya lalu mereka terkejut setelah mendengar strategi milik Raiya yang mana memerintahkan para dewa tersebut untuk langsung maju kemedan perang, namun ketika mereka mendengarkan kalau Reiga akan turun kealam bawah untuk menentaskan masalah tersebut para dewa itu terdiam karena takut akan mengundang amarah Reiga. Setelah para dewa itu tenang karena mengetahui berita turunnya Reiga, Raiya langsung melanjutkan memberitahu tentang bagaimana strategi miliknya dan benar saja walaupun ada beberapa dewa yang keberatan namun mereka tidak punya pilihan karena mereka diberikan pilihan mati dalam pertarungan atau mati ditangan Reiga sendiri.


Setelah selesai memberitahu para dewa tersebut Raiya lalu membubarkan mereka semua, para dewa dan dewi itu pergi dengan wajah beragam ada yang ketakutan jika maju langsung kemedan perang dan ada juga yang melihat harapan begitu mengetahui kalau Reiga akan turun kealam bawah. Setelah para dewa dan dewi yang lainnya pergi meninggalkan Raiya, Lucy, Nabila, dan Azazel, mereka berempat lalu mengambil sebuah minuman dan didalamnya adalah sebuah botol anggur berusia 2.000 tahun yang sangat langkah dan dapat memperpanjang usia jika orang biasa yang meminumnya.


“Semuanya mari kita bersulang untuk kepergian rekan kita” kata Lucy.


Dan besoknya para dewa dan dewi itu dikejutkan oleh kemunculan jutaan pelahap darah yang mana datang dari lautan, dan dibelakang mereka adalah ratusan pelahap darah raksasa yang mana memiliki ketinggian lebih dari 15 meter. Para pelahap darah itu sama sekali tidak memiliki bentuk yang sama dan yang mereka inginkan adalah mereka ingin memakan semua mahluk yang ada dihadapan mereka, sementara itu disisi lain para dewa mulai berkumpul besama mereka semua membawa ratusan pasukan-pasukan yang mana memiliki perlengkapan artefak-artefak kelas sihir tingkat atas.


Semua itu diberikan dan dikumpulkan oleh dewa pedagang yang mana telah mengeluarkan banyak uang untuk melindungi pusat dagang miliknya, para pasukan dari pihak dewa yang awalnya ketakutan mulai bersemangat karena memiliki perlengkapan artefak tingkat sihir yang bagus dimata mereka. Para dewa yang lainnya juga telah menyiapkan mental mereka, karena didepan para pengikut mereka dewa dan dewi itu tidak bisa membuat citra yang memalukan dan membuat kepercayaan pengikut mereka turun.


“Boommsshh…” lalu ditengah ketegangan perang tersebut sesosok pria dengan sisik-sisik merah yang menutupi tubuhnya muncul dterbang ditengah pasukan pelahap darah yang ada, dia dengan santainya melihat para dewa dan dewi itu dengan tatapan penuh nafsu ingin memakan mereka semua.


“Hehehehe…. kelihatannya kali ini aku akan pesta besar” kata raja pelahap darah tersebut.


“Hmmm… bau ini, tidak salah lagi ini adalah bau aura milik Grizz” kata Nabila, dia mencium bau dari aura milik Grizz ditubuh raja pelahap darah tersebut dan dia lalu mengeluarkan aura membunuh yang kuat, para mahluk mistik peliharaannya langsung ketakutan karena merasakan aura miliknya karena mereka tahu sengeri apa kemarahan majikan mereka itu.


“Taaaak…” tiba-tiba Lucy yang mengetahui hal itu langsung menepuk pundak Nabila.


“Jangan kehilangan fokus milikmu itu, atau kau yang akan mati duluan nantinya” kata Lucy dengan mata tegas.


“Aku tahu itu” kata Nabila yang menarik kembali aura membunuh miliknya.


Dibelakang Lucy telah siap ribuan pasukan ghoul yang mana beberapa diantara mereka mengendari ras naga, dan tampa sepengetahuan para pelahap darah tersebut naga silver yang mana sangat ahli mengendalikan air sudah bersiap didalam laut untuk menyerang mereka.


“Baiklah kalau begitu, serang” dengan satu kata dari Lucy, “Bruussshh… Bruussshh… Bruussshh…” para naga silver lalu berkeluaran dari dalam air bersama dengan beberapa dewa/dewi tipe air yang menemani mereka.


“Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” dengan nafas naga milik mereka dan skill-skill kuat milik dewa/dewi tersebut mereka menyerang para pelahap darah tersebut dengan ganasnya, sementara itu para pelahap darah yang mana tidak ahli bertarung didalam lautan menerima serangan telak dan beberapa dari mereka terbunuh dengan mudahnya.


“Hmm… menarik sepertinya aku akan memakan santapan laut dulu sebagai hidangan pembuka” kata raja pelahap darah yang mana sudah ingin bergerak.


Bersambung….