I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 104 Semuanya adalah musuh



Didalam babak kedua sudah terlihat ada beberapa kontestan yang telah menarik banyak perhatian dari para penonton, diantara mereka adalah Lucy, Nabila dan Rial yang baru saja membunuh Zordun mereka bertiga kali ini telah menarik perhatian orang-orang yang menonton sehingga ada beberapa yang bahkan menjadi penggemar mereka. Dan lalu disaat para penonton sedang memperhatikan ketiga kontestan tersebut “Boom… Boomm..” muncul sebuah getaran yang membuat layar pengintai yang dugunakan berguncang.


 Yang digunakan untuk memantau para kontestan adalah sebuah artefak sihir tingkat bawah yang diperoduksi secara masal oleh asosiasi perdagangan, para pengikut Damaskus tidak membayar untuk artefak tersebut tetapi sebagai gantinya mereka harus menyebarkan nama dari asosiasi perdagangan disetiap siaran. Bentuk artefak


tersebut berbentuk seperti serangga bulat dengan satu buah mata sebagai lensa, dan dengan element cahaya gambar tersebut dapat disampaikan bahkan juga suara dari pertarungan sampai kata-kata para kontestan juga dapat didengarkan.


 Dan sekarang ini sebuah gempa yang disebabkan oleh serangan tinju dari seseorang telah menarik perhatian dari para penonton, mereka melihat wujud dari seseorang yang samar-samar ditengah debu asap dan pria tersebut adalah Adamas saint dari dewa Hill. Dengan kekuatannya yang luar biasa Adamas dapat membunuh seekor mahluk


mistik berbentuk gajah yang memiliki 2 belalai dan 8 gading mahluk mistik itu juga berukuran dua kali lipat lebih besar dari gajah biasa, namun dengan sebuah tinju dia dapat dengan mudah membunuh mahluk itu.


 “Trrrooonngg…. Grraaa….” Salah satu mahluk mistik gajah tersebut lalu dengan ganas menyerang Adamas karena dia marah melihat temannya mati dibunuh oleh Adamas, “Wooosshh… Buusshh…” Sekali serangan dari kedua belalai gajah tersebut dapat menghancurkan batu dengan mudah. Namun dengan kekuatan Adamas dia sama sekali tidak menghindari serangan tersebut dia menerima serangan dari belalai itu dengan tubuhnya yang kuat,  dan lalu dia memegang kuat-kuat kedua belalai gajah tersebut dan melemparkannya seakan-akan gajah itu adalah sampah.


 “Booomm… boom… buusshh…” gajah tersebut terhempas beberapa kali dan terjatuh tidak jauh didepan seseorang, “BOOOMMSSHH…. Buurrnn…” gajah yang terhempas tadi lalu tiba-tiba meledak oleh sebuah api misterius. Merasa tertarik dengan api tersebut Adamas lalu dengan sekali lompatan dia dapat mendarat ditempat gajah tadi jatuh, dan pada akhirnya Adamas mengetahui dari mana suber api tersebut berasal dia adalah seorang pria tampan dengan rambut merah dan warna mata keemasan yang sedikit gelap.


“Bau ini seekor kadal besar rupanya” kada Adamas.


“Katakan itu sekali lagi, dan akan kupanggang dirimu itu” kata Dagan yang rupanya adalah orang yang membakar mahluk mistik gajah tersebut.


 Keduanya adalah sama-sama berasal dari ras yang kuat, raksasa dan naga hawa energy dari kedua mahluk tersebut membuat seluruh mahluk mistik dihutan melarikan diri dari sana. Sementara itu para penonton yang melihat Dagan dan Adamas langsung bersorak untuk mereka, para penonton ingin melihat kemampuan dari saint dari dewa raksasa tetapi mereka tidak tahu kalau lawan dari saint tersebut adalah ras naga yang paling brutal dan kuat dari seluruh ras naga yang lainnya ras naga merah.


 “Skill red flame : Rose fire area” dengan skill dari rasnya Dagan lalu memanaskan suhu dari sekitarnya.


 Dalam waktu singkat seluruh area dalam jarak 30 meter telah berubah menjadi pada lahar panas, tetapi panas tersebut tidak terlalu berdampak oleh Adamas dia memiliki kulit raksasa yang terkenal akan kekerasannya terhadap api dan es. Dagan lalu dengan cepat melancarkan serangan tinju yang bertubi-tubi, namun Adamas yang memiliki pertahanan kuat cuman diam saja dipukuli oleh Dagan.


 “Booommsshh…” dan lalu Adamas menghentakan kakinya ditanah karena kekuatan dari hentakan kaki tersebut


membuat Dagan terhempas, namun Dagan tidak langsung menyerah dia langsung menumpulkan kekuatan api dikakinya “Booosshh…” dan dengan cepat menerjang Adamas lalu dengan memusatkan energy panas ketangannya dia meninju Adamas dengan kuat “Boomss..” serangan tinju tersebut sangat kuat kearah perut Adamas yang membuat dia sedikit memuntahkan darah.


 “Uhuukk…. Uhuukk.., lumayan” kata Adamas dia lalu membalas pukulan Dagan.


 “Buussh… buussh… buussh… buussh…” dia memukul Dagan dengan kuatnya, berkali-kali sehingga membuat beberapa sisik Dagan terlepas. Marah karena sisik ditubuhnya terlepas Dagan lalu menghembuskan api dari mulutnya “Buurrnnn…” Adamas lalu terbakar oleh api tersebut namun dia sama sekali tidak merasakan apupun dari api tersebut.


 “Skill transformasi : Naga merah” Dagan lalu menggunakan transformasi dan berubah menjadi seekor naga berwarna merah.


Naga tersebut memiliki empat buah sayap dan dua buah tanduk dikepalanya tubuh naga terebut memiliki garis retakan yang mana terdapat lahar didalamnya, dan dalam sekejap seluruh area disekitar Dagan terbakar karena perubahannya. Adamas lalu mulai sedikit merasakan hawa panas dari Dagan yang telah berubah, dia merasakan kalau Dagan adalah lawan yang sangat kuat dan dia bersemangat melawannya.


 Dan lalu Dagan yang berada dalam wujud naga menggunakan cakarnya yang besar untuk menyerang Adamas, cakarnya memiliki panas api setara dengan sebuah lahar gunung merapi yang mana membuat tubuh Adamas terbakar dan dia juga “Boomssh..” terhempas agak jauh.


 “Hahahaha… luar biasa, sudah lama aku tidak merasakan yang namanya rasa sakit seperti ini” kata Adamas yang tubuhnya terkana luka bakar sedikit dibahu dan kakinya lalu kepalanya yang berdarah akibat cakaran Dagan.


 “Skill Nature weapon : memanggil palu alam” Adamas lalu menggunakan skill, dia memanggil sebuah senjata dari tanah dia berdiri sebuah palu yang terbuat dari batu berwarna hitam yang mana pengangannya dipenuhi oleh lumut.


 Dan dengan palu tersebut Adamas lalu melompat sampai mendekati kepala Dagan dan dia lalu mengayunkan palunya kearah kepala Dagan “Wuuusshh…” namun Dagan yang merasakan aura berbahaya dari senjata palu tersebut langsung mengelak dengan membengkokkan sedikit kepalanya, ketika Adamas mendarat “Boomsshh…” Dagan lalu memukulnya dengan cakar yang dia punya serangan tersebut dapat ditahan oleh Adamas namun membuat dia berlutut sedikit ketanah. Perbedaan kekuatan fisik mereka yang terlalu jauh membuat Adamas kewalahan menghadapi Dagan, tidak bisa bertahan lama dalam menahan serangan Dagan dengan palunya Adamas lalu membelokkan cakar Dagan dan dia lalu bergerak kearah perut Dagan.


 “Rasakan ini..” kata Adamas, “Boossmmhh…” dia lalu menggunakan palunya untuk menyerang perut Dagan yang terbuka lebar.


 “Uuuhuukkk….” Dagan lalu terhempas sedikit keatas dan terjatuh lagi akibat kekuatan serangan Adamas.


 “Bagaimana… sakit rasanya” kata Adamas.


 “Grrrr…. ROOOAAARR…” Dagan yang marah lalu dengan buas menerkan Adamas, dia lalu mengangkat tubuh Adamas dengan rahang naganya.


“Swwiiiinggg… wuuusshh…” lalu Dagan dengan rahangnya melemparkan Adamas cukup jauh darinya.


 “Buuusshh… buuusshh… boommsshh… boommsshh…” dan lalu Dagan menghembuskan dua bola api kearah Adamas, kedua bola api tersebut mengakibatkan ledakan yang cukup besar sehingga membuat seluruh pulau berguncang.


 Para penonton yang dikejudkan oleh Dagan yang merupakan seorang naga hening sementara waktu, dan lalu mereka semua “WOOOOAAAHH….” Bersorak dengan kemampuan yang dimiliki oleh Dagan.


 Sementara itu para peserta yang lainnya dapat merasakan dan melihat sebuah ledakan, mereka langsung mengira kalau hal itu disebabkan oleh mahluk mistik yang kuat. Tetapi hanya para pengikut Reiga yang langsung tahu kalau semua itu adalah perbuatan dari Dagan, mereka semua langsung berkumpul kedekat ledakan tersebut karena mereka penasaran dengan siapa Dagan bertarung sampai-sampai dia harus memakai wujud naganya.


 Sementara itu Dagan yang melihat Adamas sudah terbakar oleh apinya langsung dikejutkan oleh Adamas yang masih bisa berdiri kembali setelah terkena serangan langsung dari kedua bola apinya.


 “HAHAHAHA…. luar biasa kau sampai membuatku menggunakan kartuku yang lain” kata Adamas yang seluruh tubuhnya tertutupi oleh batu dan lumut yang menyelimuti tubuhnya seperti armor.


“Grrrrrrr….” Dagan yang melihat Adamas tetap berdiri lalu langsung terbang menggunakan sayapnya dia menerjang Adamas dari atas langit dengan mulut naga yang sudah dipenuhi oleh api merah.


Bersambung........


Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.....