I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 270 Mengulur waktu bagian 2



Dengan pedang putih yang mana telah diselimuti oleh kekuatan hukum pedang kebenaran dan juga dikendalikan menggunakan aura pedang, Riega dengan mudahnya membuat pedangnya menjadi semakin panjang atau semakin besar, dan hal itu membuat dewa raja pelahap darah raksasa langsung terkejut karena mereka tidak pernah melihat tehnik yang seperti itu.


“Hei…. Mari kita lanjutkan, kalia belum kalahkan” kata Reiga yang mana mulai menikmati pertarungannya.


“Srrraaahh….” Reiga dengan cepatnya menerjang kearah dewa raja pelahap darah raksasa tersebut dengan aura pedangnya yang menyentuh tanah, seluruh tanah terpotong dengan rapih dan juga membuat banyak debu asap yang menutupi pandangan “Srraassshhh…” lalu disaat Reiga sudah sangat dekat dengan dewa raja pelahap darah itu dia langsung mengayunkan pedangnya yang mana telah membesar dua kali lipat dari ukuran aslinya. “Buusshh…” melihat hal tersebut dewa raja pelah darah langsung melompat untuk menghindari serangan dari Reiga, namun ketika Reiga melihat kalau dewa raja pelahap darah itu terbang dengan cepat dia mengubah bentuk auranya menjadi kecil dan mengumpulkan auranya disatu titik “Biiunmmm…” dan dengan kecepatan yang melebihi suara sebuah peluru aura pedang dilemparkan dari jarak yang sangat jauh.


“Crrasstt….” Dewa raja pelahap darah rasasa tersebut langsung terkena serangan langsung yang mana melukai dada dan tangan kananya, serangan tersebut membuat dewa raja pelahap darah langsung sekarat dan bahkan tangan kanannya putus karena tidak dapat diregenerasikan.


“Grrrr….. aku harus lari…. Menjauh pergi…” kata dewa raja pelahap darah raksasa tersebut.


Dia langsung berlari menjauhi Reiga dan terbang mengarah kearah kota-kota terdekat, melihat hal itu Reiga langsung mengetahui tujuan dari dewa raja pelahap darah tersebut, “Buusshh…” Reiga lalu langsung dengan cepat mengejarnya “Wuusshh…” dan menggunakan sayap phoenix iblis miliknya dia langsung berpindah tempat kedepan dewa raja pelahap darah itu untuk menghentikan dirinya.


“Kau pikir aku akan membiarkanmu untuk membantai orang-orang yang tak bersalah” kata Reiga, dia tahu rencana dari dewa raja pelahap darah itu, dia berencana untuk membunuh banyak orang yang ada dikota terdekat dan melahap mereka semua untuk dijadikan nutrisi dan kekuatan.


“Grrrr… Roaaarr…” mengamuk karena rencananya diketahui dewa raja pelahap darah itu langsung menyerang Reiga dengan ceroboh.


“Srrraasstt….” Namun dengan kecepatan yang sangat cepat Reiga menebas perutnya dan membelahnya menjadi dua bagian.


“Skill Unholy flame” lalu menggunakan skill miliknya Reiga melemparkan bola api biru kehitaman kearah dewa raja pelahap darah tersebut.


“Boommsshhh…. Buurrnnn…” dewa raja pelahap darah yang mana terbelah dua itu langsung habis terbakar karena kekuatan dari api phoenix iblis milik Reiga.


“Grrrr…. Roaarr… Rooaarr….” Lalu saat Reiga ingin pergi meninggalkan tempat itu, “Taaakk…” tiba-tiba saja tangan dari dewa raja pelahap darah tesebut menahan dirinya untuk pergi.


“Hmmmm… ada yang aneh, dia terlihat seperti sedang menahanku disini, jangan-jangan” pikir Reiga, dia lalu menggunakan mata dewanya untuk memeriksan seluruh alam atas dan benar saja dia menemukan sebuah energy hukum darah monster yang mana semakin kuat setiap detiknya, kekuatan dari energy darah monster itu sekarang lebih besar dari energy yang diapunya.


“Buussshhh….” Melihat kalau Reiga mengetahui rencananya untuk menahan dirinya dewa raja pelahap darah tersebut langsung melompat kearahnya, dan dengan kekuatan terakhirnya dia mengeluarkan sebuah kapak raksasa yang terbuat dari kristal darah.


“Mengganggu….” Kata Reiga, “Srrrasstthh… Srrrasstthh… Srrrasstthh… Srrrasstthh… Srrrasstthh… Srrrasstthh… Srrrasstthh… Srrrasstthh…” dengan cepat dia memotong-motong dewa raja pelahap darah tersebut menjadi potongan-potongan kecil yang mana tidak mungkin baginya untuk bisa pulih lagi.


“Semoga aku belum terlambat” pikir Reiga.


Pada saat itu Reiga terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi diam bahkan tidak sadar kalau dirinya hampir menembus kecepatan cahaya, namun pada saat itu juga Reiga tiba-tiba berhenti bergerak karena dia telah merasakan ada seseorang yang sangat kuat sedang menunggu dirinya.


“Jadi kau juga ingin menghambatku disini” kata Reiga.


“Sudah lama tidak berjumpa yah Reiga” kata Susano yang mana muncul dari balik awan merah kehitaman.


Susano yang mana telah menyatu dengan kekuatan hukum darah monster mengeluarkan aura kuat diseluruh tubuhnya, bahkan dia mengeluarkan beberapa sisik naga berwarna merah dari beberapa bagian tubuhnya. Auranya semakin gelap tidak seperti dulu auranya bagaiman mayat dari sepuluh ribu orang, melihat hal itu Reiga langsung merasa jijik dengan orang yang ada didepannya karena dia melihat seseorang yang mana telah membuang semua yang diapunya.


Reiga yang mana dulunya tidak punya apa-apa sangat membenci tindakan dari Susano yang mana membuang semua yang diapunya, Susano sendiri melihat Reiga dengan tatapan kosong dan pada detik itu juga “BOOOMMMSSHHH….” Keduanya langsung berhadapan satu sama lainnya. Tinju keduanya saling berbenturan satu sama lainnya “Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” setiap kali keduanya saling beradu serangan alam atas berguncang dengan kuatnya, itu semua disebabkan oleh kekuatan kuat dari fisik dan energy mereka berdua yang mana sama-sama berada ditingkat atas, namun itu semua tidak akan lagi sama “Crrraasstt….” Pada saat itu Susano melampaui kekuatan fisik Reiga dengan menggunakan hukum darah monster untuk memperkuat tubuhnya.


“Kelihatannya aku lebih kuat darimu” kata Susano, dia melapisi kedua tinju miliknya dengan sisik merah darah, dan ketika tinjunya berada dengan milik Reiga sisik tersebut mengalirkan hukum darah monster yang mana melindungi tangan Susano dan melukai pelindung energy ditangan Reiga.


“Cuman luka kecil apa yang kau harapkan” kata Reiga, “Sssshhhh….” Dengan cepat dia menutup luka ditangannya dan menyembuhkannya seperti sediakala.


“Mari kita akhiri ini, keluarkan pedangmu dan aku juga akan serius bertarung sekarang” kata Susano, “Buuussshh….” Tubuhnya lalu memancarkan energy darah monster yang sangat kuat dan energy hukum tersebut menyatu dengan ketiga hukum milik Susano yang lainnya.


Dia lalu bertransformasi dan berubah menjadi manusia setengah naga dengan sisik merah dan emas menutupi setengah tubuhnya seperti armor dan sepasang sayap naga berwarna merah terang yang mana muncul keluar dari punggungnya, dia juga menumbuhkan sepasang tanduk yang berbeda warna kiri berwana emas dan kanan berwana merah gelap, aura yang keluar dari tubuhnya juga sangatlah unik seperti pencapuran warna merah, hitam, emas, dan hijau. Melihat hal itu Reiga lalu mengeluarkan sayap phoenix iblis miliknya “Wuusshh…” sayapnya keluar dengan megahnya, dari sayap miliknya hawa panas keluar seakan-akan udara terbakar ketika berdekatan dengan sayapnya.


“Jangan kira hanya kau saja yang punya sayap dan bisa berubah” kata Reiga yang melihat tajam Susano.


“Hahaha… sudah kuduga melawanmu pastik akan menarik, kau tahu aku sama sekali tidak menyesal menghianati kalian semua karena itu semua adalah tujuan hidupku” kata Susano dengan senyuman dingin diwajahnya.


“Bagus kalau begitu, karena sekarang kau bisa mati bersama tujuanmu itu” kata Reiga.


Bersambung……