
Setelah tiga hari kekacauan muncul karena pemberitahuan sistem akan pemilihan seratus dewa raja terkuat, banyak orang-orang biasa dan petarung yang terbunuh karena banyak dewa tingkat raja yang berkeliaran membunuh dan merampok dimana-mana demi persiapan untuk mengikuti ujian tersebut. Sementara itu Reiga sendiri yang telah membantai dimana-mana menunjukkan aura kematian yang sangat kuat dari tubuhnya, dijalanan kota Aurora dia terlihat sangat mencolok karena aura gelap tanda kematian dia bersama Diana dihindari karena aura gelapnya yang sangat mencolok.
“Gila uaranya kelihatan kuat sekali, dia pasti dewa raja, kelihatannya sudah banyak orang yang mati ditangannya, ujian kali ini pasti banyak memakan korban” kata warga sekitar yang ketakutan melihat aura yang ditampilkan oleh Reiga.
“Guru kenapa mereka semua kelihatan takut ketika melihat aura milikmu??” tanya Diana yang menganggap aura milik Reiga itu biasa saja.
“Haaah…. Kau jangan samakan mereka dengan dirimu mereka cuman orang-orang biasa, wajar kalau mereka terintimidasi dengan aura kematian milikku, itu tandanya mental dan energy mereka itu lemah dan sama sekali tidak layak untuk diperhatikan” kata Reiga yang memberikan arahan pada Diana.
“Aku mengerti, jadi aku tidak ketakutan karena mentalku itu kuat yah” tanya Diana.
“Benar sekali, kau sudah menjalani latihan neraka dariku, latihan tersebut membuatmu mengalami hampir mati berkali-kali sehingga membuatmu biasa saja ketika melihat aura kematian dariku, tapi kalau orang biasa yang melihatnya dari dekat maka mereka akan berhalusinasi melihat kematian mereka sendiri dan juga ada yang akan gila jika mentalnya lemah” kata Reiga dengan tegas.
“Hehehe… berarti aku juga semakin kuat, latihanku selama ini membuahkan hasil juga” kata Diana dengan wajah sombongnya yang manis dan imut.
“Tukk…. Jangan sombongkau, masih banyak latihan nerakan yang sulit akan menantimu” kata Reiga sambil menyentil tanduk kiri milik Diana.
“Aduh, j… jangan sentuh tandukku, mereka itu sensitif” kata Diana yang cemberut dengan muka memerah.
“Hmmm… anak ini berkembang sangat cepat, kemungkinan ini karena darah demon albino yang diapunya namun aku tidak boleh membiarkan dia sombong dulu, karena dia masih terlalu lemah jika dibandingkan lawan-lawan yang akan dia jumpai nantinya” pikir Reiga yang memikirkan masa depan Diana.
Dan pada saat pukul tengah hari dimana para dewa tingkat raja diseluruh alam atas telah menunggu, mereka semua menyiapkan perbekalan masing-masing dan bahkan ada yang telah menyiapkan surat wasiat karena dia tahu kalau cuman ada satu orang yang akan menang dan yang lainnya akan menjadi persembahan bagi yang menang.
“Ping… ping… selamat siang hari baru, ucapkan selamat karena dunia akan kembali berubah dan bagi para dewa raja yang ingin menjadi kunci dari perubahan tersebut silahkan klik tanda ya dari dua pilihan dibawah sementara mereka yang ingin menonton silahkan klik tidak” pesan sistem mulai bermunculan dihadapan para dewa raja yang ada dialam atas tersebut.
“Klik… klik… klik… klik… klik…” semua dewa tingkat raja telah memilih dan kebanyakan memilih “Ya” untuk ikut dalam ujian yang dibuat oleh sistem, 10 : 1 kira-kira begitulah perbandingan dari yang menekan iya dan yang menekan tidak. Mereka yang menekan iya langsung dipanggil oleh sistem untu dipindahkan kedalam suatu tempat yang berbeda, sementara itu Reiga yang juga ikut dipindahkan kemudian membukan matanya dan dia melihat sebuah arena besar yang mana menampung lebih dari ratusan orang didalamnya.
“Kelihatannya aku tahu ujian kali ini tentang apa” kata Reiga yang sudah menebak akan ujian yang di ikutinya nanti.
“Ping… ping… selamat datang para peserta ujian, dibabak pertama ini kalian semua akan dibagi menjadi seratus kelompok yang mana akan dipindahkan kesebuah arena, dan yang 5 orang yang bertahan terakhir akan menjadi pemenang dan akan dibawa kebabak kedua nanti” kata sistem yang mana memberitahu pada semua peserta.
Terdapat lebih dari lima arena yang berarti lebih dari limaratus dewa tingkat raja telah tersebar disetiap arena, dan hanya ada 5 orang dari setiap arenalah yang akan lanjut kebabak selanjutnya.
“Hmm… langsung battle royalekah, benar-benar sangat buas, dan lagi kalau jatuh kemungkinan nasip yang lebih buruk dari kematian akan muncul” kata Reiga yang melihat keluar arena dimana cuman ada jurang disekeliling arena tersebut, jurang tersebut sangat gelap dan hitam tidak tampak dasarnya dan mengandung banyak energy kehancuran didalamnya.
“Orraaaaaahh…. Raaaah…. Trraangggsss…. Triiinggss…. Trrraaanggkkk…. Srraaasssh…. Crruuussshh…” mendengar dari perkataan sistem barusan tiba-tiba saja sekelompok dewa tingkat raja yang berasal dari ras demon mulai bekerja sama menghabisi para peserta yang lainnya.
Pria berzirah putih tersebut membawa puluhan orang dan bersama-sama menyerang kesepuluh demon itu, namun kesepuluh demon itu lalu membuat formasi sihir yang mana membentuk sebuah anak panah satu orang didepan dibaris kedua ada dua orang dan baris ketiga ada tiga orang dan dibaris terakhir ada lima orang. Kelima orang dibelang memberikan energy pada ketiga orang didepannya dan ketiga orang tersebut mengubah eneryg yang mereka terima menjadi kekuatan element kegelapan, setelah itu mereka memberikan energy element kegelapan tersebut pada dua orang yang didepanmereka dan kedua orang demon itu mengubah energy gelap tersebut menjadi sebuah bentuk pedang, masing-masing dari mereka membuat satu pedang dan kedua demon itu memberikan kedua pedang yang mereka ciptakan padan satu orang didepan.
“Hyahahahah… maju kalian semua, akan kubantai kalian menggunakan formasi pedang gelap kami” kata demon yang berdiri didepan formasi tersebut, dia dengan cepat dan berani menerjang puluhan dewa tingkat raja yang ingin menyerangnya.
“Crraanggss.. Crraaasstt… Srrraaasstt…. Krrraaasstt…” namun walaupun dengan jumlah puluhan tetapi dewa tingkat raja dari ras demon itu dengan mudahnya menebas dan membunuh semua lawannya, dengan gerakan yang liar dia memutilasi seluruh lawannya tidak cukup dengan menghabisi semua lawannya dengan satu kali tebasan dirinya memotong-motong lawannya dan membuat mereka tewas menderita.
“Hyahahahah….. menangislah, menjeritlah, takutlah, kalian semua akan menjadi korban bagi pedangku dan yang akan menempati posisi seratus dewa raja terkuat adalah salah satu diantara kami bersepuluh” kata dewa tingkat raja dari ras demon tersebut.
“Sialan kau, dasar mahluk kotor beraninya kau membantai didepanku, skill sword of punishment, rasakan seranganku” teriak dewa tingkat raja yang menggunakan armor putih tersebut, dirinya menggunakan sebuah skill yang membuat element cahaya dan keadilan membalut tubuh dan pedangnya.
“Cih… kau pikir skill payahmu dapat mengalahkan formasi kami” kata demon itu yang tertantang dan mulai menyerang kearahnya.
“TRRRAAAANGGGSS…. BOOMMMSSHH….” Kedua pedang mereka saling beradu dan membuat sebuah ledakan distorsi yang diakibatkan oleh element cahaya dan kegelapan yang saling membentur satu samalainnya.
“Aaaaggghhkk…. Khhuuuggtt….” Keduanya lalu terhempas agak jauh dan hampir jatuh kedalam jurang kekacauan diluar arena.
“Sialan orang itu kuat juga, saudara-saudariku cepat kemari dan bantu aku menghabisi orang ini” teriak demon itu yang berusaha memanggil rekan-rekannya.
Namun ketika dia berteriak para rekannya tidak menjawab apa-apa dan saat dia menoleh kearah mereka “Aaaaggghh…. Crrrraaassstt…” dia melihat Reiga sudah membantai semua rekan-rekannya, dengan pedang ditangan kanannya dan tombak trisula ditangan kirinya.
“Aaah… maaf mereka temanmu??” tanya Reiga dengan senyum manis diwajahnya namun dirinya mengeluarkan aura gelap akan kematian yang sangat kuat.
“S… sialan kau, berani sekali kau membunuh saudara-saudariku, skill demon blood sacrifice dan mantra terlarang (%*^^$^$!%)” dewa tingkat raja dari ras demon tersebut terbakar amarah, dan mengaptifkan skill pengorbanan darah yang membuat darahnya terbakar dan memperkuat seluruh aspek ditubunya baik itu fisik, pertahanan, insting, dan energy terlebih lagi dia juga mengaptifkan mantra sihir terlarang yang memoton umurnya sendiri untu mendapatkan kekuata dari leluhur demon dimasa lampau.
“Ooohh… menarik ada jiwa demon tua yang memasuki tubuhnya, peningkatan dari skill darah barusan membuat
tubuhnya semakin kuat namun hal itu membuat tubuhnya tidak bisa dikendalikandan sama saja menjadi mahluk buas namun dengan memanggil jiwa leluhurnya dapat mengendalikan kekuatan penuh yang dia punya, hahahaha… ini semakin menarik maju kau demon kecil” kata Reiga yang mana telah bersiap untuk bertarung sampai mati.
“Akan kubunuh kau dan kupersembahkan jiwamu pada saudara-saudariku dialam sana” kata demon tersebut yang mana bentuk pedang yang dia pengang semakin gelap dan memancarkan energy gelap yang sangat berbahaya.
“Hahahahahah…. Maju saja kau sini….” Kata Reiga yang langsung maju kearah demon itu, dan demon itu juga.
Bersambung......