
Setalah Reiga berhasil mengalahkan Lancer dia langsung menyuruh para pengikutnya untuk menghancurkan semua kuil Lancer yang ada di kerajaan ini agar keberadaannya musnah namun disayangkan karena Lancer masih punya satu kuil yang tersisa yang berada dibenua berbeda. Semua petinggi negara yang korup juga raja dari kerajaan Sila ditangkang lalu atas perintah dari Reiga mereka kemudian dieksekusi secara public dengan cara dilemparkan kedalam gerombolan boneka mayat yang dimana mereka dimakan hidup-hidup oleh para boneka mayat sementara itu para prajurit yang berusaha melawan langsung terbunuh ditempat dikarenakan darah Reiga yang masih ada didalam tubuh mereka dan mereka semua yang menyerah diberikan kesempatan mereka diubah menjadi Undeath ( setengah manusia setangah boneka mayat suatu individu yang ditingkatkan fisik, insting dan ketahanannya dengan diubah tubuhnya menggunakan darah dari Reiga tetapi tidak dapat melawan perintah dari pencipta mereka ) meraka semua diubah selama 10 tahun dan dijanjikan akan diubah menjadi ghoul jika sudah 10 tahun masa hukuman mereka berakhir.
“Bagus juga memiliki sebuah kerajaan, tetapi aku ini adalah dewa tidak bisa terlalu ikut campur dengan masalah seperti ini aku haru menemukan seseorang untuk bisa memimpin kerajaan ini” pikir Reiga.
Reiga berpikir untuk mencari pemimpindari kerajaan ini. Untuk memimpin suatu negara maka harus dibutuhkan keberanian untuk bertindak, kepintaran untuk menyelesaikan masalah dan rasa berani untuk bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dia perbuat.
“Tapi dimana pula aku bisa mendapatkan sesok orang yang seperti itu, haaah yasudahlah itu nanti saja dipikirkan” pikir Reiga yang bingung.
“Tuanku saya membawa beberapa permintaan dari para warga” kata Raiya yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
“Hmmm.., permintaan apa yang mereka minta??” kata Reiga.
“Mereka berharap mendapatkan sedikit makanan dan obat-obatan karena ada beberapa dari meraka mengatakan kalau ada keluarga mereka yang belum berubah menjadi ghoul ( Ghoul mahluk yang memiliki kecepatan regenerasi yang tinggi dan juga tahan dari hampir beberapa penyakit namun lemah terhadap api dan element cahaya )’’ kata Raiya.
“Ok tunggu sebentar aku akan menyuruh Lucy untuk menjual beberapa sisik naga emas untuk membeli kebutuhan mereka, Undie pasti sangat senang dengan sisi itu karena mereka bahan senjata yang sangat langkah” kata Reiga.
Reiga lalu menghubungi Lucy lewat telepati disaat yang bersamaan Lucy sedang berlatih melawan mahluk mistis yang cukup kuat sehingga dikenal dengan nama raja hitam ( mahluk mistis yang merupakan kura-kura hitam yang memiliki leher yang dapat melar dan memanjang seperti ular bahkan dilengkapi racun yang dapat membekukan peredaran darah jika masuk kedalam tubuh ).
“Iya siap saya akan melaksanakan perintah anda tuan Reiga” kata Lucy yang sedang berada ditengah pertarungan.
“Grrrrrrr…..” raja hitam menggerang kepada Lucy yang menandakan kalau Lucy merupakan suatau ancaman baginya.
“Yah sayang sekali ya padahal aku kira bisa melatih tehnik tinjuku denganmu sedikit lebih lama lagi tetapi mau bagaimana lagi perintahnya adalah hal yang harus diutamakan didunia ini, skill tato pendosa + skill tinju pemusnah” Lucy kemudian mengaptifkan kedua skill yang dia dapatkan setalh menjadi DemiGods.
Dari pipi kirinya menjalar kebahu, dada, pungung dan sampai ke kaki kanannya muncul tato merah kehitaman yang berbentuk seperti tengkorak bertanduk yang terbakar api neraka dan tinjunya dilapisi oleh energy perusak yang sangat kuat yang bahkan sedikit melukai tangan Lucy sendiri.
“Aku baru pertama kali menggunakan kedua skill ini secara bersamaan jadi aku harap kau tidak terlalu hancur sehingga aku bisa mengambil beberapa bahan utuh darimu” kata Lucy yang langsung melompat kearah raja hitam.
“GRRRAAAAH…….” Teriak raja hitam yang ketakutan.
“Boooooom….....Kraaaaaassktt” suara hancur dan remuk dari tubuh raja hitam menggema disekitar hutan yang membuat para hewan ketakutan.
Dihari itu raja manusia dan raja hutan dibunuh dihari yang sama menandakan suatu spekulasi bahwa dunia akan
segara masuk kedalam era yang baru dimana akan memunculkan peperangan yang melahirkan sungai darah dan gunung mayat akan segera tiba.
“Ok jadi masalah pangan sudah diatasi tinggal tunggu pengirimannya dulu, hmm Raiya untuk sementara bawa beberapa orang penduduk untuk membagikan makanan yang ada didalam istana” kata Reiga.
“Tapi tuan bagaimana dengan darah anda yang tercampur didalam suplai makanannya” kata Raiya.
“Jangan kwatir itu darahku kekuatanku aku dapat dengan mudah menghapusnya dari dalam suplai itu” kata Reiga.
“Baik hamba akan menjalankan perintah anda” kata Raiya yang langsung pergi dengan menghilang kedalam bayangan.
“Aku sebenarnya penasar, tapi apa harus ya ini anak ngilang pakek gaya segala” pikir Reiga yang melihat cara Raiya menghilang.
Sementara masalah pangan telah terselesaikan Reiga sekarang sedang memikirkan bagaiman dia dapat mencari
seseorang yang dapat diandalkan untuk mengurus kerajaannya. Yang dimana jika ada seseorang yang menjadi raja akan ditakutkan akan dapat dengan mudah dipancing oleh iblis dan menjadi salah satu kelemahan dari Reiga.
“Kalau aku membiarkan seperti ini maka aku akan repot sendiri tetapi jika memilih salaha satu orang untuk menjadi raja jika orang itu tidak kuat menahan godaan iblis maka akulah yang akan terkena bencana disini” pikir Reiga.
“Haaah banyak yang harus diurus dua tangan saja tidak akan cukup untuk mengurus semuanya” kata Reiga sambil mengeluh.
Sesaat Reiga kemudian memikirkan kembali perkataannya yang baru saja dia lemparkan.
“Aktifkan otoritas mata dewa, perlihatkan padaku kelayakan kalian wahai para pengikutku” kata Reiga yang melihat dengan mata dewanya dan menilai para warganya satu persatu.
Dengan otoritas mata dewa yang sudah berada ditingkat dewa menengah Reiga dengan mudah dapat melihat
ciri khas, bakat, keahlian dan sikap dari mahluk yang lebih rendah darinya. Disitu dia melihat ratusan ribu orang yang sedang bekerja, makan, tidur, belajar, dan berlatih.
“Ketemu tiga orang yang pantas memimpin kerajaan ini”
Keesokan pagi nya ketiga orang yang dilihat oleh Reiga kemudian dipanggil kedalam istana. Didalam istana itu merak berdiri didepan sebuah tahta yang raja terdahulu yang sedang diduduki oleh Reiga.
“Selamat datang” kata Reiga.
“Kami memberi hormat pada dewa Reiga” mereka bertiga lansung berlutut disaat yang bersamaan.
“Berdirilah.., kalian tahu kenapa aku memanggil kalian kesini” kata Reiga.
“Hmm kami tidak tahu tuan” kata salah satu orang tersebut.
“Langsung keintinya saja aku ingin kalian bertiga memimpin kerajaan ini” kata Reiga dengan tegas.
“Mohon maaf tapi kami merasa tidak pantas” kata salah satu dari tiga orang tersebut.
“Tidak pantas hmm, hahahaha… pertama Adam : merupakan jenius dalam bidang militer dan ahli menggunakan tombak, pedang, maupun panah dan juga mempunyai kemampuan untuk menilai situasi sehingga diangkat menjadi komandan pasukan saat umur 15 tahun tetapi dikeluarkan serta kedua tanganmu dipotong karena berani menolak perintah dari raja untuk membakar sebuah desa dan mengubahnya menjadi sebuah kebun buah langkah, yang kedua Sopia : putri dari pedagang jenius yang sering berpergian ke berbagai benua yang bahkan kekayaannya dapat membeli subuah kota besar tetapi karena masalah keluarga dia dibunuh oleh adiknya sendiri dan semua
hartanya diambil tetapi dikatakan adik dari pedagang itu terkena karma dan mati ditengah hutan yang mengherankan lagi semua kekayaan mereka menghilang dan muncul dirumah-rumah orang miskin disekitar kerajaan ini, lalu ketiga Wiliam : murid dari tabib yang dikatakan seorang tabib dewa yang mana rumornya dapat
menyelamatkan orang dari kematian namun dieksekusi karena tidak bisa menyanggupi permintaan raja terdahulu untuk mendapatkan keabadian” kata Reiga sambil menjelaskan keadaan mereka.
Mereka bertiga terdiam mendengar penjelasan dari Reiga bingung mereka tidak bisa menjawab perkataan dari Reiga.
“Jika kalian merasa diri kalian tidak pantas maka tidak aka nada lagi yang bisa kubilang pantas, karena itu aku meminta pertolongan kalian bantu aku untuk membangu kembali kerajaan ini hingga dimana para rakyat bisa hidup dengan nyaman tampa khawatir akan kelaparan” kata Reiga.
Kata-kata Reiga menyentuh hati mereka dan kemudian mereka bertiga membulatkan tekat mereka untuk menjalankan perintah dari Reiga. Namun belum sampai mereka menjawab jawaban dari Reiga.
“Yaah tentu saja kalian tidak memiliki pilihan selain kata ya, ooh ya ada tiga peraturan jika kalian memimpin kerajaan ini, yang pertama jika kalian tidak sungguh-sungguh dalam bekerja kalian akan mati, kedua jika terjadi suatu kesalahan maka segera perbaiki jika tidak kalian akan mati, ketiga jika kalian kabur maka kalian akan mati setuju” kata Reiga.
“Tapi bukannya itu namanya pemaksaan” kata Sopia.
“Benar kami tidak bisa bekerja dibawah tekanan” kata Adam.
“Oooh ya tapi harus kuingatkan aku tidak menerima jawaban tidak” kata Reiga yang sedikit mengelurakan aura intimidasinya.
“Lupakan kalian berdua disaat kita sudah memasuki istana ini kita sudah tidak bisa kabur lagi jadi pasrah saja dengan keadaan” kata Wiliam.
“Ok dengan begini sudah terpilih tiga pemimpin, dan kerajaan ini adalah kerajaa yang dulu dipimpin oleh seorang cahaya yang telah direbut dan dimakan oleh kegelapan, mari kita sebut nama kerajaan ini matahari hitam” kata Reiga.
Bersambung...............
tolong berikan like dan komennya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin bagus
dan juga berikan vote kalian jika menyukai cerita di novel ini ya......