
Lima ratus tahun yang lalu disebuah kastil lama dan besar tempat tinggal banyak vampire sekaligus kuil dari dewa racun yang belum naik ketingkat menengah dan masih menjadi dewa vampire hijau, “Boommsss…. Trraanngss… Trraanngss… Trraanngss…” terjadi perang saudara antara para vampire dari kubu Gu yang berusaha bertahan dan Teppes yang menyerang kuil-kuil Gu.
Dewa darah Teppes menyerang saudaranya dewa vampire ungu dan menghapus dirinya dan mengambil wilayah berserta harta yang dia punya, namun keserakahan Teppes tidak puas sampai disana dirinya memerintahkan seluruh pengikutnya untuk menyerang Gu yang pada waktu itu masih dewa kelas bawah. Gu yang lebih lemah dari Teppes tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa memohon bantuan dari Drakula yang waktu itu adalah dewa vampire hitam, namun Drakula ingin Gu menandatangani perjanjian bawahan para dewa yang membuatnya harus menyerahkan 80 % God Point setiap tahun kepada dirinya.
Tidak bisa berbuat apa-apa membuat Gu menandatangani perjanjian tersebut dan lalu dengan bergeraknya Drakula yang terkuat dari semua dewa vampire membuat pasukan Teppes mundur, dia tahu kalau dirinya tidak bisa mengalahkan Drakula sekarang dan lagi dirinya juga diincar oleh banyak dewa dari fraksi putih karena kebuasannya menyerang wilayah-wilayah dewa lainnya. Dengan terusirnya Teppes membuat Drakula menjadi penguasa absolute dibenua itu dan keempat dewa lain termasuk Gu yang ada dibenua itu tunduk padanya, karena memiliki banyak bawahan dewa yang kuat dan mengumpulkan GP yang cukup banyak dari mereka membuat Drakula dapat dengan mudah naik tingakat kealam dewa kelas menengah sementara Gu harus berusaha dengan keras karena GP miliknya diberikan 80% setiap tahunnya
Lalu pada saat mendengar Drakula telah dihapuskan Gu langsung merasa senang dan menyuryh seluruh pengikutnya untuk menyerang setiap wilayah milik Drakula, namun bukan cuman dirinya saja yang memikirkan hal tersebut ketiga dewa lainnya yaitu dewa api hitam, dewi kebejatan, dan dewa tulang putih yang merupakan bawahan Drakula juga ikut menyerang wilayah dari Drakula. Dan hal itu membuat benua itu masuk kedalam keadaan perang dan peperangan inilah yang dimanfaatkan Reiga pada saat banyak mayat dan jiwa-jiwa yang penuh dengan dendam bertebaran dimana-mana akan mempermudah dirinya membuat banyak pasukan, dan lalu sekarang ini dia memutuskan untuk menyerang wilayah dari Gu demi memusnahkan klan vampire dari alam bawah.
“Sialan-sialan-sialan…. Padahal aku baru lepas dari tangan Drakula, aku tidak terima mati sekarang”kata Gu yang melihat kekuatan besar dari tebasa raksasa Jootun.
Raksasa Jootun yang terus menyerang dengan liar membuat formasi pelindung di kuil Gu mulai retak.
“Ini terlalu lama, mari kita tambahkan sedikit kekuatannya” kata Reiga, dengan energy yin hitam yang pekat Reiga mengalirkan energy mematikan itu ketangannya dan mengoleskannya ketepian golok raksasa milik raksasa Jootun.
“GRAAAAAHHH….” Raksasa Jootun yang merasakan kekuatan luar biasa ditangannya langsung menebas dengan sekuat tenaganya “TRRAAAANNGGGSS…” dan dengan sekali tebasan dari golok yang telah dilapisi energy tersebut mampu menghancurkan formasi pelindung dikuil Gu, “TRRAARR.... Boomss… Boomss… Boomss… Boomss… ” bersamaan dengan tebasan raksasa Jootun yang menghancurkan kuil milik Gu peledak yang dipasang oleh Lucy juga meledak secara bersamaan.
Tebasan dan ledakan tersebut menghancurkan kuil Gu dan membuat seluruh bawahannya mati karena hal tersebut, sementara itu Reiga dengan serius mencari dimana inti dari kuil Gu berada dengan cepat dia melihat seluruh bangunan yang hancur itu. Dia lalu menemukan tubuh Gu yang mana sudah terbelah dua akibat terkena tebasan dari raksasa Jootun, tubuhnya lalu bercahaya dan jiwanya terbang kembali keinti kuilnya.
Setelah mengikuti jiwa dari Gu secara seksama pada akhirnya Reiga menemukan inti kuil Gu yang terdapat di ruangan bawah tanah kuil Gu, dia lalu menemukan banyak mayat disana dan melihat sebuat piala hijau yang didalamnya terdapat cairan beracun. Dalam sekali lihat Reiga langsung mengetahui kalau itu adalah inti dari kuil utama milik Gu.
“Ketemu…” kata Reiga, dan “Srrraannggss…” dengan tebasan cepat Reiga menebas piala itu dengan mudahnya.
“Ping… ping… selamat pada dewa Reiga…, karena telah membunuh dewa racun…., menerima 3.500.000 GP…, menerima serpihan dari jiwa dewa racun…, ping… ping… selamat pada dewa Reiga karena mendapatkan ketahanan terhadap racun” kata sistem.
“Poinnya tidak sebanyak poin dari Drakula, namun ketahanan terhadap racun adalah sesuatu yang bagus” kata Reiga yang mulai merasakan ada beberapa perubahan terhadapa jiwanya.
Disaat Reiga sedang tersenyum kecil seseorang gadis muncul secara tiba-tiba, gadis itu mengenakan pakaian serba putih yang sangat terbuka dan dirinya menggunakan perihiasan emas dan permata diseluruh tubuhnya. Dengan tinggi 165 cm dan mata berwarna ungu seperti berlian dirinya memancarkan aura kedewaan yang cukup kuat.
“Aura ini, rupanya ini benua ini adalah salah satu wilayahmu yah Artia dewi pertaruhan” kata Reiga sambil membalikkan badannya.
“Hihihi…, halo sudah lama tidak bertemu ya Reiga…, aku sedikit kangen denganmu loh…, tetapi aku tidak menyangka kita akan bertemu disituasi seperti ini” kata Artia yang melihat kastil Gu yang hancur lebur.
“Tidak perlu basa-basi dewi sepertimu itu hanya memiliki ketertarikan dengan harta, jadi jatuhkan saja aktingmu itu sebelum aku muntah disini” kata Reiga yang menatap tajam Artia.
“Ha… hahahaha…, sudah kuduga kau memang berbeda dari yang lainnya…, baiklah-baiklah akan kukatakan saja sekarang kedatanganku disini ingin bertanya apa yang sedang kau lakukan??” tanya Artia dengan eskpresi senyum dingin diwajahnya.
Dengan mengeluarkan pedang iblisnya Reiga lalu berjalan didekat salah satu vampire yang berpura-pura mati “Crrraasstt…” dia lalu menusuk jantung vampire tersebut.
“???.... perubahan apa maksudmu…??” tanya Artia.
“Hei Artia menurutmu tidakkah dunia ini sudah lama tetap seperti ini, dunia ini membutuhkan kemajuan karena itulah aku memulai perang untuk menaklukan banyak benua” kata Reiga.
“Kau ingin mendominasi dunia…” tanya Artia.
“Tidak juga tujuan asliku adalah mengumpulkan kekuatan dan menghancurkan menara 7 dosa tempat para iblis agung lahir” kata Reiga.
“Kenapa…, apa kau mau memicu amarah dari ketujuh dewa iblis di dunia atas” tanya Artia.
“72 iblis agung dan diriku sudah terlalu banyak memiliki dendam, jadi aku harus mengakhirinya sekarang atau bisa-bisa klanku yang dihabisi oleh mereka, dan untuk tujuh dewa iblis akan aku jumpai mereka setelah selesai dengan 72 serangga itu” kata Reiga yang langsung pergi meninggalkan Artia.
“Menemui mereka…, apa jangan-jangan dia ingin naik kealam atas??” pikir Artia.
Reiga lalu langsung menghilang dari tempat itu dia langsung menemui Lucy dan ketika dia melihat kelompok Lucy, dia melihat bahwa banyak orang-orang dari berbagai macam ras sedang berlutut dan menyembah dirinya.
“Wow…. Itu sesuatu yang tak terduga..” kata Reiga.
Dan yang paling dikejutkan Reiga adalah beberapa energy kedewaan sedang masuk kedalam tubuh Lucy, energy dewa tersebut sedang menyesuaiakan dirinya dengan jiwa milik Lucy.
“Anak itu… tidak kusangkan dia akan naik secepat ini” kata Reiga yang melihat energy kedewaan Lucy.
“Tuuukk…” dengan elegant Reiga mendarat disana dan menemui Lucy yang sedang disembah orang-orang.
“Aaaah…. Tuan Reiga selamat atas kemenangan anda melawan dewa racun Gu” kata Lucy yang tadinya akan berlutut namun tidak jadi karena teringat kalau dia disuruh untuk tidak pernah berlutut lagi didepan Reiga.
“Bagus….” Kata Reiga sambil menepuk kepala Lucy dengan halus.
Lucy yang dilihat semua orang merasa malu-malu dan wajahnya memerah ketika Reiga sangat dekat dengan dirinya, dia tidak bisa apa-apa selain terdiam membeku karena gugup.
“Tidak salah lagi…, dia akan naik menjadi seorang dewi” pikir Reiga yang memeriksa energy ditubuh Lucy sambil menepuk kepalanya.
Bersambung.......
Berikan Like, Komen, Giff dan Vote anda untuk mendukung novel ini jika kalian menyukai ceritnya, agar penulis semakin semangat dan ceritanya jadi lebih menarik lagi, Ok....