I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 126 Bersiap untuk pergi



Setelah mengalahkan dewa sayap putih dan bertahan dari serangan dewi cahaya Frey Reiga memutuskan untuk istirahat jangka panjang, dia tertidur didalam kuilnya selama 1 bulan penuh. Selama itulah dewa tulang putih dan dewa api hitam menyerang wilayah Lucy yang baru dibangun, namun dengan kemampuan prajurit ghoul yang kuat dan bantuan dari 5 orang dari ras naga emas dapat memukul mundur pasukan kedua dewa itu.


 Dan setelah Reiga bangun dia langsung membawa Azazel beserta 1.000 orang prajurit ghoul, seluruh kelompok satans yang telah bertambah jumlahnya menjadi 25 orang, dan 3 ekor naga emas. Dengan kelompok itu dia memimpin pasukan menyerang wilayah dewa tulang putih disana hanya terdapat beberapa puluh orang yang merupakan ahli sihir spesialis necromancer sang pengendali tulang-tulang mayat hidup, diwilayah dewa tulang putih teradapat lima desa yang mana penduduknya mayoritas adalah klan demon namun mereka tertindas oleh dewa tulang putih karena setiap bulannya mereka harus menyerahkan 10 nyawa pada dewa tulang putih.


 Para tumbal disana akan dibunuh dan tulang-tulang mereka akan dipilih untul dijadikan sebagai prajurit tak bernyawa, dan disaat pasukan Reiga sudah sampai disana mereka telah disambut oleh ratusan ribu pasukan tengkorak yang mana dipersenjatai dengan pedang dan tombak. Dan lagi ada 10 tengkorak raksasa berukuran 10 meter, sementara itu Reiga yang melihat pasukan tengkorak itu hanya tersenyum karena gaya petarungan dewa tulang putih sangat mirib dengan dirinya.


 “Dewa Reiga akhirnya kita bertemu” kata dewa tulang putih dirinya terlihat seperti kakek-kakek tua yang menggunakan tulang kepala monster sebagai penutup wajahnya.


 “Kakek tua hari ini aku akan membunuh, jadi berbangga dirilah karena bisa mati ditanganku hari ini” kata Reiga yang berusaha memancing emosi dewa tulang putih, dewa tulang putih tepat berada dalam wilayahnya yang mana membuat Reiga tidak bisa masuk karena pembatas dari kuilnya.


 “Seperti yang dikatakan oleh rumor yang beredar, kau memang mempunyai lidah yang tajam” kata dewa tulang putih.


 “Terimakasih atas pujiannya, aku tersanjung” kata Reiga.


 “Bicara denganmu hanya akan membuatku emosi dan kehilangan kendali, lebih baik aku langsung habisi saja kau disini bersama para pasukanmu itu” kata dewa tulang putih.


 Dengan sebuah sinyal ditangannya pasukan dewa tulang putih langsung maju menyerbu pasukan Reiga.


 “Mau main jumlah, maka aku ahlinya memanggil pasukan boneka mayat tingkat menengah, pasukan armor hitam maju” Reiga lalu menggunakan otoritas tanah hitam untuk memanggil pasukan boneka mayatnya.


 Kedua sisi pasukan adalah pasukan orang-orang mati yang mana tidak memiliki emosi dan tidak memiliki rasa sakit, dan pertempurang itu menjadi pertempuran yang sangat brutal yang mana kedua kubuh tampa ampun menyerang dan tidak peduli akan kematian mereka.


 “Hmm…. Pasukannya sedikit lebih kuat dari milikku, skill death aura” dewa tulang putih lalu memunculkan aura kematian dikedua tangannya.


 “Taaak…” dan dengan sekali tepukan tangannya dia dapat menyebarkan aura kematian itu kesemua pasukan tengkoraknya, tulang-tulang prajurit tengkorak itu mulai memancarkan aura kematian yang pekat yang mana membuat serangan boneka mayat milik Reiga kesusahan untuk menembus aura tersebut.


 “Lumaya juga tapi ini adalah perang, kekuatan bukanlah jawaban dari segalanya, kepada seluruh pasukan ghoul menyebar dari sisi kiri dan serang” kata Reiga yang menyuruh seluruh pasukan ghoulnya untuk maju.


 Dan dengan sigap seluruh pasukan ghoul milik Reiga yang dipersenjatai armor yang kuat dan tombak yang tajam langsung menyerang langsung kearah para pengikut dewa tulang putih, mereka adalah ahli sihir yang mengendalikan sebagia besar pasukan tulang mayat namun karena keadaannya seperti ini mereka tidak terlindungi sama sekali.


 “Tuan… para pasukan ghoul itu menyerang dari sisi kiri kita” kata salah seorang pengikut dewa tulang putih.


 “Tenang perintahkan para tengkorak raksasa untuk maju menghadang para ghoul itu” kata dewa tulang putih.


 Tengkorak-tengkorak raksasa yang besar itu lalu bergerak “Boommss… bommss… bommss… bommss…” langkah


kaki kesepuluh tengkorak raksasa itu membuat tanah bergetar dan menghentikan langkah dari para pasukan ghoul.


 Ketiga naga emas itu kemudian bertransformasi berubah kewujud naga mereka dan lalu ketiga  naga emas itu menggunakan sihir angin keemasan mereka, dan dalam seketika gerakan ke 10 tengkorak raksasa itu berhenti bergerak karena dikepung oleh penjara angin. “Srraangss… srraangss… srraangss…” dengan tajamnya penjara angin itu memotong-motong tubuh tengkorak-tengkorak raksasa tersebut.


 “Apa….??, klan naga sudah berada dalam tangannya, ini gawat aku harus segera mengamankan inti kuilku” pikir dewa tulang putih yang mulai ketakutan karena melihat klan naga.


 Dan pada saat dewa tulang putih ingin mundur, dia melihat sebuah bulu hitam jatuh dari langit dan saat dia melihat keatasnya 25 satans yang dipimpin oleh Azazel telah mengepung dirinya.


 “Sesuai dengan perkataan tuan Reiga, kau memang benar berusaha kabur” kata Azazel.


 “Sialan…Reiga sudah menebak kalau aku akan kabur” kata dewa tulang putih.


 “Aktifkan formasi 15 kurungan 10 perintah gelap” ke 25 satans itu lalu menyalurkan energy gelap mereka pada Azazel.


 Dan dengan kendali penuhnya Azazel menciptakan kurungan menggunakan ratusan bulu sayap hitamnya, dan menggunakan sayap kelelawar yang dia punya sebagai kunci kendali formasi.


 “Ziiiinggsss….” Kurungan itu langsung mengurung dewa tulang putih dan bukan cuman itu saja para pasukan tengkorak yang dia kendalikan berjatuhan satu persatu,


Karena formasi itu bukan cuman mengurung dirinya namun juga memisahkannya dari dunia luar sehingga ketika suplai energy dari dewa tulang putih terputus maka pasukan tengkorak yang dia panggil akan hancur.


 “Bagus semua pasukanku bunuh semua pengikut dewa tulang putih dan hancurkan kuilnya” kata Reiga yang memberikan semangat bagi para pengikutnya.


Dan dalam sekejap para pengikut dewa tulang putih yang ketakutan karena dewa mereka telah terkurung tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu dibantai oleh pasukan Reiga, walaupun mereka mencoba untuk memohon ampun tetapi Reiga sama sekali tidak peduli dan membantai mereka semua tampa ada satupun yang tersisa. Cuman dalam hitungan menit Reiga dapat mengamankan inti kuil milik dewa tulang putih, dan atas perintahnya Azazel membuka formasi dari dewa tulang putih.


 “Srraasst… srraasst… srraasst… srraasst…” dengan cepat Reiga memotong kedua tangan dan kaki dewa tulang putih, dengan kesempatan itu Reiga menyuruh Azazel untuk menghabisi dirinya dengan tangannya sendiri.


 “Crrraaaak….” Azazel lalu membuat sebuah pedang hitam menggunakan bulunya yang dia aliri energy gelap, “Srrraaassstt…..” tampa ragu sedikitpun Azazel langsung menebas kepala dari dewa tulang putih. Dan Azazel juga diperintahkan untuk menghancurkan inti dewa milik dewa tulang putih, inti dewanya terlihat seperi tulang kepala manusia yang mana ada tiga buah kepala menyatu menjadi satu.


 “Trraaanngss…” atas perintah Reiga dia juga menghancurkan inti dewa milik dewa tulang putih. Cahaya kedewaan lalu memasuki tubuh Azazel dan mulai menyatu kedalam dirinya cahaya tersebut dan membuat dia naik tingkat, pilar cahaya mulai muncul dan mulai terhubung dengan sistem dunia yang mana membuat Azazel naik ketingkat dewa.


 “Ping… ping… ping… selamat karena naik ketingkat dewa dan menjadi dewa tingkat bawah dewa awan hitam” mirip seperti Lucy yang naik Azazel juga menerima pertanyaan dan berhasil naik ketingkat dewa juga.


 “Bagus tinggal satu lagi, dan aku bisa tenang meninggalkan mereka” pikir Reiga yang berencana naik kealam atas.


Bersambung......


Berikan Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya, Ok.....