I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 19 Utusan ras naga



Setelah larangan dari Reiga tersebar dalam satu minggu tersebut hutan agung menjadi tempat yang sepi yang hanya hewan berkeliaran kesana kemari, banyak dari para pemburu tidak berani untuk memasuki hutan itu dikarenakan dari peringatan yang disebarkan Reiga tetapi tetap masih ada beberapa orang bebal yang mencoba memasuki hutan itu bahkan mencoba menyelinap kedalam kuil Reiga, meraka yang tidak mendengar peringatan dari Reiga kebanyakan terbunuh oleh pengikut Reiga dan tubuh mereka dijadikan sebagai persembahan untuk Reiga sementara mereka yang berhasil menyelinap tampa diketahui oleh pengikut Reiga mengalami nasip yang lebih buruk yang dimana mereka dijadikan mainan oleh Nabila dan setelah sekarat tidak bisa bergerak lagi jiwa mereka dilahap oleh gadis kecil yang mengerikan itu.


 “Satu minggu ini benar-benar sangat tenang, dengan ketenangan ini aku bisa menstabilkan kekuatan baruku” kata Reiga yang tergeletak dilantai kuilnya.


 “Tapi hanya satu minggu sudah cukup banyak masalah, terutama itu” kata Reiga sambil melihat buku Akasic ( Catatan dunia ).


 Dalam buku banyak sekali pesan dari dewa-dewa asing bermunculan, mereka semua tertarik dengan Reiga yang merupaka dewa yang beru lahir tetapi sudah naik ketingkat dewa kelas menengah hanya dalam waktu 1 tahun lebih.


 “Yah kesampinkan ucapan selamat dari Arti ( dewi pertaruhan ) dan Borus ( dewa perdagangan ) yang lain bahkan dari dewa tak dikenal ingin mengajak aliansi denganku” kata Reiga sambil melihat buku Akasic.


 “Terutama ini dewi cahaya Frey diabilang dia bisa menuntunku ke jalan yang benar selama aku mau mengikuti ajarannya, apa-apaan ini menawarkan hal seperti ini kedewa fraksi hitam itu sama saja kau menyuruhku ganti kelamin’’ kata Reiga yang membalas dengan kesal.


 Setelah membalas pesan selama lebih dari 3 jam Reiga yang mulai kesal dengan wajah datarnya langsung melempar buku Akasic dan keluar dari kuilnya untuk mencari udara segar.


 “Dewa-dewa tua itu benar-benar gak ada kerjaan atau apa sudah tiga jam lebih masih aja kirim pesan” kata Reiga yang kesal dengan wajah dingin.


 Sesaat ketika Reiga ingin beristirahat dan merenggangkan badannya tiba-tiba dia merasakan suatu aura dari mahluk buas yang luar biasa kuatnya diatas kepalanya.


“100 meter tidak itu 1000 meter diatas langit dan aura yang dipancarkan ada tiga mereka cukup besar untuk bisa membunuh 100 orang kesatria terlatih, kalau begitu cuman ada satu mahluk naga” kata Reiga sambil memperkuat kekuatan matanya menggunakan energu yin hitam.


 Dengan menggunakan energy yin hitam seluruh mata Reiga ditutupi oleh warna hitam tetapi pandangannya cukup kuat sehingga dia dapat melihat ada tiga ekor naga yang berusaha mendarat kedaerahnya ada dua naga yang memliki besar 10 meter dan satu naga berukuran 15 meter yang kemungkinan adalah peminpinnya.


 “Ooh mahluk kotor dihadapan dewa ini tidak ada yang boleh lebih tinggi dariku turun kau” kata Reiga yang menggunakan kekuatan matanya unutk memberikan energy intimidasi langsu ketiga naga itu.


 Ketiga naga itu meresakan intimidasi dari Reiga dan mereka langsung merinding dibuatnya mereka kemudian cepat-cepat turun kedaratan begitu tahu mereka membuat marah seorang dewa, ketika mereka sampai didaratan mereka sudah disambut oleh puluhan pasukan elit Reiga yang dipimpin oleh Reiga bersama Lucy, Azazel, Rial, Rael dan Nabila ( sedang digendong oleh Reiga ) para naga itu kemudian bertransformasi menjadi tiga manusia laki-laki berwajah tampan, sisik ditubuh mereka berubah menjadi armor kuat sesuai dengan warna mereka ketiganya merupakan naga merah ( Api ) ketiganya merupakan naga api yang dapat mengendalikan element api sesuka mereka.


 “Naga berelement api ya, ini akan merepotkan element mereka merupakan lawan dari dari elemen kematian milikku” pikir Reiga yang sedang menilai kemampuan mereka.


 “Maafkan aku atas ketidak sopananku dan rekanku perkenalkan namaku Dragni kami bertiga cuman ingin mengirimkan pesan dari raja kami” kata seorang naga yang berdiri ditengah seperti seorang pemimpin dia memberi hormat kepada Reiga.


 “Tidak apa-apa aku juga salah kupikir kalian adalah mahluk tampa otak yang ingin menyerang wilayahku” kata Reiga dengan wajah datar untuk melihat reaksi mereka.


 “MAHLUK TAMPA OTAK KATAMU” Teriak pengikut Dragnil yang terlihat yang paling muda.


 “Ketemu satu orang bodoh” pikir Reiga.


 “Dagan tenangkan dirimu jangan lupa tujuan awal kita” kata salah satu dari pengikut Dragnil yang terlihat kalem dan dewasa.


“Aaaah mohon maafkan aku dia adalah yang paling muda dikelompokku namanya Dagan dan yang satunya lagi Ignis, aku mengajaknya untuk menambah pengalamannya tetapi dia sangat tidak sopan sekalilagi mohon maaf” kata Dragnil.


 “Tidak apa-apa hanya perkataan seorang bocah tidak terlalu penting” kata Reiga.


 “Perkataan BOCAH” kata Dagan yang penuh emosi.


 “Haaah aku malas berurusan dengan para naga ini tujuan mereka sangat jelas” pikir Reiga.


 “Ehem mohon sekali lagi kami kemari dengan tujuan untuk menawarkan sebuah kesepakatan aliansi dengan anda dewa Reiga” kata Dragnil yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


 “Aku menolak” kata Reiga dengan cepat membalas.


 “WOI DENGERIN DULU ORANG NGOMONG” teriak Dagan.


 “Sangat jelas bukan aliansi yang mereka inginkan tetapi cuman wanita dari klan ghoulku yang mereka mau” pikir Reiga sambil menatap tajam Dragnil.


 Naga ras yang diciptakan oleh dewa peperangan Ares denga menggunakan tulang rusuknya, sebelah bola matanya, dan darah dari ratusan pengikut dengan tujuan untuk menyerang dewa bumi Susano karena telah mendamaikan jaman perangnya, Ares dan 10.000 ekor naga ciptaannya pun kemudian berusa menyerang Susano tetapi mereka tidak tau kalau Susano telah dibantuk oleh seorang dewa tingkat tinggi yang kekuatannya menyamai dewa kelas raja dewa pedang Damaskus dia menggunaka 100 pedangnya menahan pasukan naga Ares sedangkan Susano menggukan seluruh kekuatannya dapat berhasil membunuh Ares, para naga yang hanya berjumlah kurang dari 13 ekor itu kemudian diampuni oleh Susano tetapi Damaskus memberikan mereka sebuah kutukan yang membuat mereka tidak dapat memiliki anak perempuan di ras mereka, para naga yang tidak memilki betina itu kemudian berada diambang kematian saat itu pula salah seorang naga berhasil mengunakan sihir untuk berubah kewujud manusai diapun mengajari seluruh klannya dan kemudian menjadi raja dari para naga, kemudian para naga yang telah berubah wujud itu mencari istri dari berbagai ras dengan ketampanan dan aura yang mereka miliki mereka dapat memikat banyak orang wanita namun naasnya wanitan yang mengandung anak dari naga hanya memiliki satu nasib yaitu kematian dikarenakan saat berada didalam kandungan anak naga akan melahab energy sihir ibu mereka sendiri dan jika energy sihir mereka habis maka mereka akan melahap energy kehidupan ibu mereka sampai ibu mereka tewas ketika ibu mereka tewas anak naga itu akan lahir dan tergantung dari enegy yang dia dapat dari ibu mereka akan menentukan kekuatan mereka dan element yang mereka punya, dengan sejarah itu Reiga menyadari bahwa raja naga sudah tau kalau energy sihir yang ada dari klan ghoul itu sangat kuat yang setara dengan klan elf dan ghoul memiliki enegy kehidupan yang dapat membuat mereka beregenerasi bahkan saat selama kepala dan jantung mereka masih utuh.


 “Kau reptile kecil jangan kira aku tidak tau apa tujuan kalian akan kumaafkan jika kalian pergi dari wilayahku sekarang tetapi jika kalian tetap ada dihadapanku dalam waktu 15 menit akan kujadikan kalian koleksi mayatku” kata Reiga yang mengeluarkan energy hitam yang mengintimidasi.


 “Kadal kecil kau bilang, kurang ajar mati kau” teriak Dagan yang langsung menerjang Reiga.


 Reiga dengan santai langsung menurunkan Nabila dan membiarkan Dagan menyerang tubuhnya, “Croot” tangan Dagan yang dia lapisi api menembus tubuh Reiga.


 “Haaah bagaimana sekarang kekuatan dari kadal ini” kata Dagan denga percaya diri, ketika dia melihat wajah Reiga dia kemudian menyadari kalau dia akan mati.


 “Cuman itu, kalau begitu sekarang giliranku” Reiga denga santainya menyentil dahi Dagan, satu sentilan itu membuat Dagan terhempas.


 “Kau apa yang lakukan” kata Ignis yang mengacungkan senjatanya kearah Reiga.


 “Ignis hentikan, mohon maaf tuan Reiga atas kelakuan kasar dari bawahanku” kata Dragnil.


 “Maaf, kau pikir maaf saja itu cukup” kata Reiga, luka Reiga langsung menutup dalam sekejap seakan tidak terjadi apa-apa.


 “Ketua tidak perlu minta maaf kita habisi dia disini dan bawa beberapa wanita mereka” kata Dagan yang kembali berdiri.


 “Benar-benar bocah yang tidak sopan, hokum dia Nabila” kata Reiga.


 Mendengar ucapan itu Dragnil langsung menyadari kalau gadis kecil yang sedari tadi digendong Reiga sudah tidak ada disampinngnya.


 “Kemana anak itu” pikir Dragnil.


 “Aaaaaaahkkk” teriak Dagan yang lehernya digigit oleh Nabila.


 “DAGAN..’’ Ignis langsung bergerak cepat menyerang Nabila tetapi dengan lincah dia dapat menghindari serangan dari Ignis.


“Apa yang kau lakukan” kata Dragnil sambil melihat kearah Reiga.


 “Jangan kawatir dia tidak mati hanya saja jiwanya sudah dimakan setengahnya oleh putriku” kata Reiga dengan senyum sinis.


 “Cihh Ignis cepat bawa Dagan, kita kembali” kata Dragnil yang kesal.


 “Tapi” kata Ignis


 “Tidak ada tapi-tapian kita pergi, tuan Reiga kami para ras naga akan mengingat kejadian ini” kata Dragnil yang pergi dengan berubah menjadi naga yang diikuti Ignis yang membawa tubuh Dagan.


 “Datanglah lagi maka aku dengan senang hati akan menambahkan ras kalian kedalama kolehsi bonekaku” kata Reiga.


Bersambung…..


Mohon berikan like dan komennya agar penulis dapat semangat dan ceritanya semakin bagus.