
Di dalam sebuah ruangan putih sang gadis kecil dari ras demons dengan rambut putih dan tanduk putih yang sangat mencolok sedang menangis, disana dia terlihat sedang menangisi kakeknya yang sudah meninggal dunia satu-satunya keluarga yang dia miliki, namun ketika dia merasa kalau dia sudah sendirian didunia ini sesosok bocah manis yang berasal dari ras ghuol menghampiri dirinya. Bocah seluruh tubuhnya dilumuri oleh darah dan mengenakan kerah leher budak, dengan seksama bocah itu melihat sang gadis demon yang sedang menangis itu dirinya lalu mengulurkan tangannya pada gadis tersebut.
“Kalau kau sendirian bagaimana kalau kau ikut denganku” kata bocah tersebut.
Sang gadis demon lalu memegang tangan bocah itu dan bersama pergi menuju jalan hitam yang gelap dan kejam, namun bersama mereka akan menjadi lebih kuat.
“Hmmm….. dimana ini???” tanya Diana yang baru bangun, saat dia terbangun hari sudah malam dan disebelahnya ada Reiga yang mana telah membuat api ungun.
“Kau sudah bangun, bagaimana perasaanmu ??” tanya Reiga.
“Eehhh guru, hmmm…. Aku merasa tidak ada yang aneh, tapi seingatku kita terhempas karena ledakan dimensi milik dewa kegilaan dan aku pingsan karena radiasi dari ledakan dimensi itu” kata Diana, dia merasa sama sekali tidak berguna karena tidak dapat membantu Reiga menghadapi Zero.
“Jangan terlalu pikirkan, kau masih belum belajar apa-apa jadi tidak usah khawatir, setelah ini aku akan mengajari semua yang kutahu, jadi bersiaplah karena aku akan keras dalam mengajarimu” kata Reiga yang berusaha menghibur Diana.
Diana yang mendengar perkataan dari Reiga langsung kembali pingsan lagi, dirinya masih terpengaruh akibat ledakan dimensi dan dia memaksakan tubuhnya untuk melawan dua orang dewa raja terkuat yang juga memeras mentalnya.
“Dapat tetap sadar setelah berhadapan dengan dewa raja terkuat ditingkat dewa kelas bawah, dia akan jadi lebih kuat dari diriku kalau saja dia naik tingkat nantinya” pikir Reiga yang memikirkan pelatihan apa yang akan dia berikan untuk Diana.
Esok paginya Diana kembali bangun dan disebelahnya sudah ada makanan hangat yang disiapkan Reiga untuk dirinya, serta sebuah minuman yang merupakan ramuan penyegar jiwa.
“Hmmm… baunya enak…” kata Diana yang melihat makanan disebelahnya.
Setelah melahap dan meminum ramuan buatan Reiga dia menyadari kalau perasaannya tiba-tiba kembali tenang, dan beberapa luka patah tulang yang dia terima sudah sembuh.
“Wow… ramuan ini luar biasa” kata Diana yang takjub dengan ramuan buatan Reiga.
Diana lalu merasakan energy dari arah dekat hutan yang mana adalah energy milik Reiga, dia lalu mengikuti jejak energy tersebut dan didalam hutan tersebut dia melihat pemandangan yang tidak biasa dia melihat tumpukan dari mayat mahluk mistik, dan diatas tumpukan mayat itu ada Reiga yang beridri dengan bersimpah darah dengan pedangnya menghabisi seluruh mahluk tersebut.
“Hmmm… yo kau sudah bangun, bagaimana tidurmu nyenyak??” tanya Reiga pada Diana.
“Hmm… guru itu mayat itu semua untuk apa??” tanya Diana yang kebingungan.
“Aku telah memikirkan sebuah latihan yang cocok untukmu, dan dari apa yang aku lihat tehnik berpedang dan skill yang kau punya itu cukup bagus namun kau kurang pengalaman menghadapi mahluk yang tidak terduga seperti mahluk mistik” kata Reiga.
“Jadi mayat ini…??” tanya Diana yang masih bingung.
“Aku adalah dewa yang terbangkitkan dari kematian dan mereka yang mati ditanganku akan berada dibawah
“Hahah…. Kelihatannya aku beruntung belum mandi tadi” kata Diana yang tahu kalau dia akan memulai pelatihan neraka dari Reiga.
Dengan cepat salah satu mahluk mistik berbentuk serigala dengan duri dipunggungnya menyerang Diana dengan cepat, seakan seperti mahluk buas yang ingin memakan mangsanya namun Diana dengan cepat melompat untuk menghidari serangan mahluk itu.
“Serigala duri kegelapan, mahluk mistik tingkat raja mahluk ini sangat berbahaya karena dia dapat melemparkan durinya sebagai senjata” pikir Diana yang mengetahui kalau dia akan diserang dengan duri oleh serigala itu.
Dan benar saja serigala duri gelap lalu mengarahkan duri dipunggungnya kearah Diana “Trruunnggss…. Trruunnggss… Trruunnggss… Trruunnggss…” puluhan duri yang dibalut dengan racut yang mematikan mulai tertembak kearah Diana, “Trraanggsskk… Trraanggsskk… Trraanggsskk…” namun Diana menggunakan pedanganya untuk menangkis serangan serigal tersebut.
“Sekarang kesempatan akan kuhabisi dia saat dia lengah” pikir Diana yang berpikir ingin menghabisi serigala duri kegelapan tersebut.
Namun saat Diana ingin menyerang serigala itu dari atas udara, “Srrraaasssnngg…” tiba-tiba seekor serangga raksasa dengan capit besar mulai menyerang dirinya yang diatas udara, walaupun Diana berhasil menangkis serangan seranga itu dengan pedangnya namun capi besar miliknya tetap memegang pedang milik Diana sehingga membuat dia tidak bisa menyerang.
Dan disaat dia berusaha mengambil senjatanya kembali dari belakang tanah Diana “Trrraaaakkkgg…” tepatnya dari bawah tanah seekor ular hitam yang cukup besar muncul untuk menyerang dirinya.
“Sialan…. Ular tanah pembunuh” pikir Diana yang melihat wujud dari ular tersebut.
“Ssssss….. Crrraaakkss…” dengan cepat ular itu lalu mengigit pinggang Diana dengan kuatnya, yang membuat beberapa tulang nya retak namun dengan tekadnya yang kuat dia memanggil 2 kapak dan 5 tombak yang melayang diatas kepalanya. Menggunakan skillnya dia menyerang kearah mahluk mistik serangga dan ular yang ada didekatnya “Booomsshh… booommsshh…. Booommsshh…” tampa memperdulikan dirinya sendiri dia menyerang kedua boneka mayat tersebut sampai hancur tak bersisa.
“Hmmm…. Wanita ini memiliki tekad yang kuat, namun dia terlalu ceroboh dan gerakannya masih agak kaku” pikir Reiga yang melihat tehnik bertarung Diana.
“Haaah…. Haaah…. Haaah…” Diana yang kelelahan dengan luka diseluruh tubuhnya terlihat tetap ingin melanjutkan pertarungannya, disaat yang bersamaan serigala duri kegelapan langsung menyerang dirinya dari depan. “Srrraassstthh….” Namun dengan cepat Diana menebas seraigala itu menjadi dua.
“Hooo… masih bisa bergerak rupanya, dan lagi kelihatannya dia sedikit membangkitkan kekuatan darah leluhurnya” kata Reiga yang mana merasakan sebuah aura yang penuh bahaya dari diri Diana.
Sebuah aura yang sangat mencekam dan aura itu hampir sama dengan pedang White Nightmare milik Reiga,
aura itu seperti membuat pertahanan disekitar diri Diana yang mana memperkuat kelima indra yang diapunya. Bukan cuman itu saja aura itu juga menetralisir racun dari bekas gigitan ular tanah pembunuh yang mengigit pinggangnya, namun disaat Diana ingin mulai berjalan satulangkah “Bruuuggkk….” Dirinya lalu jatuh pingsan karena kelelahan menghadapi tiga mahluk mistik tingkat raja yang mana sudah diperkuat oleh Reiga menggunakan energy yin hitam miliknya.
“Menarik…., kekuatannya bisa disandingkan dengan dewa tingkat atas padahal tingkatannya cuman dewa tingkat bawah, berikutnya aku harus memikirkan bagaimana cara agar dia bisa naik tingkat dengan tenang karena aku yakin saat dia naik tingkat nanti pasti akan ada banyak dewa raja yang menyadarinya, karena jantung demon albino sangat langkah akan banyak yang akan mengincarnya” pikir Reiga yang mana membawa Diana dengan cara menggendong dirinya.
Dan lalu dengan satu gerakan tangannya dia memerintahkan para boneka mayat mahluk mistik yang lainnya untuk berpencar dan mengamankan area sekitar, Reiga lalu dengan cepat pergi memasuki hutan dan mencari tempat aman dimana dia dapat mengobati tubuh Diana.
“Muridku kau jangan khawatir meskipun dunia ini akan menjadi musuhmu, gurumu akan melindungimu karena sekarang kau sudah menjadi bagian dari orangku, dan siapapun yang berani menyentuh orang-orangku akan kubunuh dan kuhancurkan jiwanya” pikir Reiga yang telah bersumpah untuk melindungi Diana sampai dia bisa mandiri.
Bersambung........