I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 220 Naik ke rangking atas



Beberapa hari kemudian disalah satu kota milik Reiga, kota kabut hitam disana telah dibunyikan lagu-lagu dan orang-orang berpesta pora disana baik itu manusia, demon, best, elf, dan dwarf. Mereka semua menari bergembira bersama semua itu dikarenakan telah matinya sang dewa iblis yang tirani, baik itu para orang-orang biasa ataupun prajurit bergembira dengan melodi lagu-lagu yang mana membuat orang bergoyang dan benyanyi-nyanyi.


Para dewa-dewi yang lainnya juga ikut dalam pesta tersebut mereka berpesta karena keuntungan besar yang mana membuat mereka kaya raya, semua harta digudang milik Arogan sangatlah banyak yang membuat para dewa-dewi bahkan kehilangan akal mereka. Arogan yang mana menyerap habis kekayaan para warga kota miliknya telah membuat mereka semua menderita dengan menerapkan pajak yang tinggi dan juga wajib militer, dan lagi kota-kota milik Arogan semuanya dipimpin oleh para demon yang kejam para petarung demon yang mana menjadi terkuat didalam kota tersebut maka mereka akan mendapatkan darah dari Arogan yang mana akan membuat mereka menjadi iblis, dan para iblis yang mana mendapatkan kekuatan dari Arogan menjadi perwakilan bagi dirinya untuk mengendalikan kota-kota miliknya.


Namun setelah Arogan dikalahkan oleh Reiga para warga yang mana telah muak dipimpin oleh iblis-iblis kejam memulai perlawanan mereka, dan pada saat para pasukan Reiga telah sampai dikota-kota milik Arogan mereka melihat banyak warga kota yang mana menyerahkan diri mereka para Reiga. Para warga membunuh iblis-iblis bawahan milik Arogan yang mana membuat mereka menderita selama bertahun-tahun dan sekarang ini mereka memilih untuk menyerah pada dewa Reiga yang mana menjadi dewa pembebas mereka, mengetahui hal tersebut Reiga langsung menerima mereka sebagai bawahan mereka dan menerima beberapa dari mereka yang dianggap memiliki bakat menjadi muridnya.


“Hahahahaha…., ayo semuanya, mari kita menari” kata Zero yang mana sedang bersenang-senang, dia menari-nari dengan para orang-orang kota.


Melihat Zero yang mana menari dengan bahagia membuat para dewa yang lainnya langsung minder dan memutuskan untuk tidak bergabung dengan dirinya, mereka melihat tarian Zero yang sangat narsis dan membuat mereka malu.


“Aku gak kenl- gak kenal” bisik dewa batu api yang malu melihat kelakuan dari sahabat baiknya tersebut.


“Yaampun kalau ini bukan hari yang baik sudah aku lempar dia dengan kapaku ini” kata dewa besi hitam, dia sedang duduk bersama dengan dewa batu api, Aeria, Susano yang mana tangannya sedang dibalut ( Note tangannya sedang disambung lagi ), Diana, Riana, dan kedua mahluk mistik tingkat dewa.


“Kahahahah… kalian ini kenapa harus malu-malu, kalau aku tidak terluka parah maka aku juga akan ikut menari bersama mereka” kata Susano.


Sementara itu diatas gedung tertinggi dikota tersebut sedang duduk sendirian Reiga yang menikmati suasana pesta dari atas, dia melihat para warga kota miliknya yang mana sedang berbahagia dengan sebuah senyuman kecil diwajahnya, senyuman itu terlihat seperti seseorang yang mana telah puas melihat apa yang dia dapatkan itu semua karena dia yang sekarang ini telah menjadi kuat dan tidak kehilangan apapun lagi. Dan disaat dia sedang duduk dengan santai diatas sana datang seorang wanita cantik dengan pakaiannya yang mana menggoda para pria yang melihatnya dan juga disampingnya seorang pria iblis dengan emas dan permata diseluruh tubuhnya.


“Hei tampan kenapa sendirinyaan aja, apa gak mau aku temanin” kata Lujuria yang mana telah berdandan dengan cantik untuk berada dipesta tersebut.


“Heheheh….. kau kelihatan sangat suram sekali disini, padahal kita sudah mendapatkan banyak keuntungan dari peperangan kali ini” kata Codicia, dia menggunakan banyak sekali harta ditubuhnya bahkan ada beberapa yang berupa sebuah artefak.


“Kalia berdua ini terlalu santai, padahal lima dari kalian sudah mati dan kebanyakan mati ditanganku loh, gak ada rencana balas dendam” kata Reiga yang melihat mereka berdua dengan mata sinis.


“Memang benar kalau kebanyakan para dewa iblis mati ditanganmu, tapi apa kau lupa salah satu dari mereka itu mati ditanganku” kata Lujuria yang mengingatkan tentang dirinya yang mana telah membunuh Invidia.


Lujuria lalu duduk disamping Reiga dan dengan manjanya dirinya merangkul tangan Reiga, sementara itu Reiga yang melihat hal tersebut hanya diam saja karena dirinya telah melihat tekat dari Lujuria dan menerima perasaannya.


“Kau ini benar-benar menang banyak ya, tidak hanya mendapatkan adikku yang cantik ini tetapi kau juga telah menjadi dewa raja terkaut peringkat ke 3” kata Codicia.


Sebelumnya beberapa hari yang lalu Reiga yang mana telah berhasil mengalahkan Ludex & Albius mendengarkan sebuah pesan sistem yang mana bergema diseluruh alam atas.


“Ping… Ping… Ping… Ping… selamat bagi dewa kematian Reiga yang mana telah berhasil mengalahkan dewa iblis kesombongan Arogan dan dewa hakim surgawi Ludex Albius, akan dinaikkan peringkat ke 3 dari 100 dewa raja terkuat dan mendapatkan 11 kota milik kedua dewa tersebut, sisa kota akan di biarkan bebas untuk mereka para dewa raja yang lainnya dapat kuasai” kata sistem yang mana memberikan pengumuman pada seluruh alam atas.


“Haaah… akhirnya, tinggal beberapa langkah lagi aku dapat menjadi yang terkuat” kata Reiga yang mana jatuh tergeletak ditanah, dirinya yang mana kehabisan banyak tenaga jatuh karena kelelahan.


“Kalian semua tunggu disini, aku akan pergi kesana melihat kondisi Reiga” kata Riana, dia dengan cepat berlari menuju arah Reiga dengan tetap menjaga kewaspadaannya.


“Kau baik-baik saja…” kata Riana dengan wajah yang sedih melihat Reiga terkapar dilantai.


“Hahahaha…. tenang saja aku ini kuat, tidak ada yang dapat membunuhku sekarang ini” kata Reiga yang mana sedang menahan rasa sakit ditubuhnya.


“Hmm… dasar kau ini, Skill Flame Heal” sebuah api yang keluar dari tangan kanan Riana yang mana mengeluarkan aura dari hukum kehidupan yang sangat kuat.


“Buurrnnn…” dengan api tersebut dia membakar Reiga dan dalam waktu sekejab mata luka-luka yang berada ditubuh Reiga langsug membaik, walaupun tidak bisa sembuh sepunuhnya tetapi jika digabungkan dengan kecepatan regenerasi milik Reiga dalam waktu beberapa menit Reiga sudah dapat berdiri kembali.


“Hei aku tidak tahu kau memiliki skill praktis semacam ini, dengan begini aku bisa bebas bertarung sepuasnya” kata Reiga.


“Buuggk…” dengan wajah dingin Riana memukul perut Reiga yang mana baru bisa berdiri.


“Uuhuuukk-uuhhuuuk… kenapa kau memukulku” kata Reiga, sekarang ini pertahanannya sangatlah rapuh karena itulah pukulan dari Riana sangat menyakitkan bagi dirinya.


“Pikir sendiri dasar laki-laki gak peka” kata Riana.


Lalu beberapa menit kemudia Diana datang bersama Aeria dan Susano, dia lalu melihat mayat-mayat dari kedua orang yang mana dulu membunuh kakek yang dia cintai, dan lalu dia merasakan kalau dirinya tidak bisa apa-apa dan hanya bisa melihat gurunya untuk membalaskan kematian kakeknya.


“Kau tidak perlu bersedih seperti itu, kau bisa hidup sekarang adalah berkah dan jika kau mati apa kau yakin kalau kakekmu akan tenang dialam sana, dan lagi pula sudah tugas seorang guru untuk melindungi muridnya” kata Reiga sambil memegang perutnya yang masih kesakitan.


“Iya terima kasih guru aku akan berlatih lagi untuk menjadi lebih kuat, dan menjadi lebih berguan bagi dirimu” kata Diana, diapun membulatkan tekatnya dan memutuskan kembali untuk melanjutkan pelatihannya dan dengan begini 3 dari 4 orang yang mana telah membunuh kakeknya telah mati dan sekarang ini Diana sedang memikirkan untuk mencari sisa satu orang tersebut.


Sementara itu disisi lain seseorang yang mana sedang dikekang oleh ratusan formasi pengekang menghirup udara merah dengan tarikan panjang.


“Hahahaha… pada akhirnya aku bisa memanen buah yang aku tanam, sebentar lagi hanya sebentar lagi aku akan bebas dan bisa menyelesaikan planet terkutuk ini” kata orang tersebut, ditubuhnya lalu bermunculan mata-mata merah dengan iris merah yang mana mengeluarkan aura energy dari hukum darah monster kekuatan hukum yang sama dengan yang dimiliki oleh Arogan dan Ludex Albius.


Bersambung….


Maaf kalau hari ini cuman update satu chapter, karena tanga penulis lagi sakit jadi mungkin akan ada beberapa hari upnya cuman satu, tetapi tenang aja dengan Komen,Giff, Vote, dan Like dari kalian tangan penulis pasti akan sembuh dengan cepat karena itu tetap berikan semangat untuk novel ini semuanya, Ok.....