
Hanya dalam waktu satu minggu hutan yang biasanya dipenuhi oleh para mahluk mistik sepi tidak ada suara sedikitpun, baik itu suara hewan biasa ataupun suara serangga sama sekali tidak ada apapun seperti hutan mati tampa ada kehidupan sedikitpun didalamnya. Lalu para pemburu yang memasuki hutan-hutan tersebut mulai merasa aneh karena keberadaan dari buruan mereka sudah tidak ada lagi.
“Hei apa kalian tidak merasa aneh, para hewan-hewan dihutan ini tidak terlihat sama sekali” kata salah satu pemburu yang memasuki hutan tersebut.
Ada dua orang pemburu yang mana biasanya memasuki hutan untuk berburu hewan-hewan liar yang mana menjadi kebutuhan pokok desa milik mereka, namun ketika mereka memasuki hutan sama sekali tidak terdengar suara dari hewan ataupun serangga didalam hutan, yang ada hanyalah kesunyian yang sangat menyeramkan.
“Hei bagaimana kalau kita masuk lebih dalam lagi kedalam hutan” kata teman dari pemburu tersebut.
“Jangan gila kau, walaupun kita ini adalah ghoul kita tetap bukanlah seorang petarung dan kalau muncul mahluk mistik tiba-tiba maka kita akan mati menjadi makanannya” kata pemburu itu yang ternyata adalah salah satu pengikut Reiga, seseorang yang mana telah menukar garis darah miliknya menjadi ghoul.
“Hahahha… aku cuman bercanda saja jangan marah seperti itu, tapi jika terus seperti ini maka desa kita akan kelaparan, walaupun kita ghoul dan dapat menahan lapar selama beberapa minggu tetapi tetap saja kita membutuhkan makanan untuk bertahan hidup” kata teman pemburu tersebut, dia mencoba untuk meyakinkan temannya agar masuk lebih dalam lagi kedalam hutan.
“Cih… baiklah kalau kau bilang begitu, tetapi jika aku mati karena hal ini maka akan kukutuk” kata pemburu tersebut.
“Hahahha… jangan khawatir karena jika kau mati ketika masuk kedalam hutan maka itu artinya aku juga sudah mati” kata teman pemburu tersebut.
“Srraakk… Srraakk… Srraakk…” mereka masuk lebih dalam kedalam hutan dan semakin mereka masuk semakin gelap pula hutan tersebut, pohon-pohon yang rindang menutupi tempat tersebut membuat cahaya matahari tidak bisa masuk kedalam sana. “Crrasstt…” mereka lalu mendengarkan suara-suara yang aneh, lalu mereka kemudian mendekati sumber suara tersebut “Crraasst… Crraasst…” semakin mereka mendekat semakin jelas pulalah suara tersebut “Crraasst… Craauusk… Glluupss…” suara itu mulai terdengar seperti sebuah mahluk buas yang mana sedang melahap mangsa mereka.
“Hei apa kau dengar itu” kata teman dari pemburu tersebut.
“Iya aku dengar, kelihatannya itu adalah suara mahluk buas yang sedang melahap mangsanya” kata pemburu tersebut.
“Srraakk… Srraakk… Srraakk…” mereka berdua lalu penasaran dengan sumber suara tersebut dan memutuskan untuk melihat kedalam semak-semak tersebut, mereka lalu melihat sekumpulan mahluk aneh yang memiliki sisik merah kehitaman ditubuh mereka sedang melahap sesosok harimau yang memiliki panjang 5 meter dan besar 3 meter. “Crraasst… Craauusk… Glluupss…” mereka dengan lahapnya menyantap mayat harimau tersebut, melihat hal tersebut kedua pemburu tersebut langsung takut dan memutuskan untuk pergi dari sana, mereka lalu berjalan mundur perlahan-lahan dan tiba-tiba “Kraak…” teman dari pemburu tersebut menginjak sebuah ranting pohon yang mana suara tersebut menarik perhatian para pelahap darah tersebut.
“KRIIEEKK… KRIIEEKK… KRIIEEKK…” salah satu dari pelahap darah tersebut lalu menjerit dan memberitahu seluruh rekan-rekannya, mendengar suara dari salah satu dari teman mereka para pelahap darah tersebut lalu langsung tertarik dan langsung berlari menuju arah teman mereka tersebut.
“Ayo kita kabur cepat” kata pemburu tersebut.
Mereka berdua lalu berlari dengan cepat berusaha untuk keluar dari hutan tersebut, mereka berlari dengan kecepatan penuh namun ketika mereka melihat kebelakang puluhan mahluk pelahap darah yang sudah kelaparan meliht kedua pemburu tersebut. Melihat banyaknya pelahap darah tersebut pemburu itu lalu mengambil busur miliknya dan menarik sebuah anak panah, dia berhenti dan menarik anak panahnya “Crrunggkkk….” sebuah anak panah lalu darah akan dengan tepat kearah kepala salah satu dari mahluk pelahap darah tersebut, namun ketika mahluk tersebut terkena panah “Trraaakkss…” bukan hanya tidak terluka tetapi anak panah tersebut hancur sebelum mengenai kepalanya karena aura dari hukum darah monster yang kuat melindungi mahluk pelahap darah bagaikan amor tak terlihat oleh orang-orang biasa.
“Apa-apaan mahluk itu, panahku sama sekali tidak bekerja” kata pemburu tersebut.
“Haah… Haah… Haah…, apapaan itu mahluk-mahluk aneh macam apa itu” kata pemburu tersebut, dia bersyukur karena berhasil lepas dari incaran para mahluk pelahap darah namun dia tidak menyadari ada apa didalam gua tersebut.
“GRRRRHHH….” Tiba-tiba pemburu tersebut merasakan sebuah nafas yang besar dari dalam gua tersebut, dan begitu dia melihat kebelakang gua itu.
“AAAAAAAHHHHKKK….. CRRRAASSTTHH….” Dia berteriak dan terdengar suara hancur didalam gua tersebut, suaranya sangalah keras membuat mahluk pelahap darah yang lainnya mendengar hal tersebut.
“Krraakk… Draakkss… Srraakk…” para mahluk-mahluk pelahap darah itu lalu bergerombolan pergi kearah gua tersebut, mereka lalu melihat kedalam gua itu dan mulai berhenti bergerak karena mereka tahu yang ada didalam gua itu adalah salah satu dari mereka.
“Boomssh… Boomssh… Boomssh…” sesosok raksasa mulai muncul dari dalam gua tersebut, seekor raksasa yang mana dengan tinggi 25 meter dengan wajah katak dan ciri khas dari katak yang mana memiliki sirip ditangan dan kakinya, namun tanduk milknya yang mana menjulang tinggi di kepalanya sudah lepas dan sekarang ini menjadi sebuah pedang besar ditangan kananya.
“Para rekan-rekanku sudah waktunya bagi kita untuk berkumpul” kata raksasa katak yang setinggi 25 meter, perkataannya sudah sangat lancar dan kekuatannya sudah setara dengan dewa dengan tingkatan dewa raja.
Begitu mendengar perkataan dari mahluk pelahap darah raksasa tersebut, puluhan mahluk pelahap darah yang berukuran 5-7 meter bergerombol mendatangi dirinya.
“Krrookk… Kriieeekk… Rooaarr…” mereka menjawab panggilan dari mahluk pelahap darah raksasa itu bagaikan, mereka sudah menganggap mahluk pelahap darah raksasa tersebut bagaikan pimpinan mereka dan mereka semua patuh pada dirinya.
“Bagus kalian semua telah berkumpul disini, sekarang sudah waktunya bagiku untuk membalas perbuatan para manusi-manusia bersayap itu, ikut denganku sekarang dan habisi mereka semuanya” kata mahluk pelahap darah raksasa tersebut.
Beberapa jam kemudian berada ditempat kuil dewa Azazel yang mana telah dipasang banyak penghalang dibenteng miliknya, formasi-formasi telah terpasang disetiap dinding benteng tersebut setiap formasi itu mengandung kekuatan yang sangat kuat dan dapat membunuh ratusan orang dalam sekali serangan.
“Boomssh… Boomssh… Boomssh… Boomssh…” suara langkah kaki yang menggema mulai muncul, dan suara tersebut membuat Azazel merasakan sebuah perasaan yang sangat tidak enak “Ziiinnggss…” dan dengan menggunakan mata dewa miliknya dia melihat kumpulan mahluk-mahluk pelahap darah yang mana berjumlah ribuan, mereka semua berbentu berbeda-beda dan dipimpin oleh sesosok mahluk raksasa dengan pedang besar ditangannya.
“Sudah datangkah…” kata Azazel, “Srriinngsss…” dia lalu keluar dari dalam kuil miliknya dengan membawa dua buah pisau hitam yang terhubung dengan rantai-rantai baja.
Bersambung……
Ayo semuanya tetap Like, Komen, Giff dan Vote yah agar novel ini tetap lanjut dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok......