I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 210 Perang melawan dewa iblis bagian 6



Sementara telah terjadi peperangan antara para dewa raja terkuat didalam kastil kegelapan, yang lainnya para pasukan alinsi mulai memukul mundur raksasa bermata lima didepan gerbang kastil kegelapan, mereka semua dipimpin oleh Diana dan dengan kemampuan bertempur miliknya dia membuat para raksasa bermata lima tersebut lumpuh dan memerintahkan para pasukan untuk menghabisinya.


“Dengan ini sudah enam” kata Diana yang mana beridiri diatas mayat raksasa bermata lima tersebut.


Melihat wujud Diana yang memancarkan aura putih yang unik membuat para raksasa bermata lima ragu-ragu untuk menyerangnya, karena mereka menyadari kalau aura putih yang dikeluarkan oleh Diana berusaha memangsa mereka yang mendekati dirinya.


“Hahahahaha…. jangan cuman diam saja kalian, ayo maju-maju cepat kalian akan menjadi target untuk mahluk percobaan baruku” kata Zero, dia mengeluarkan salah satu anak Oroci yang diatangkap sebelumnya, Ijaut sang ular hijau pengendali element angin dulunya dia adalah anak Oroci yang paling cepat dan menggunakan element angin miliknya untuk memotong-motong setiap musuhnya.


Namun sekarang ini tubuhnya sudah diotak-atik oleh Zero sehingga dirinya sekarang sama sekali tidak mirib dengan manusia ataupun ular, dirinya sekarang ini terlihat memiliki tiga buah tanduk dikening sebelah kirinya dan juga sebuah tangan kanan 8 tentakel berwarna ungu yang sangat beracun. Mulutnya juga sudah dijahit untuk mencegah dirinya bisa berbicara dibelakang kepalanya telah diberikan segel agar membuatnya tetap patuh, lalu disaat seekor raksasa bermata lima datang kearah Ijaut dengan kecepatan yang sangat cepat Ijaut menghilang dari hadapannya.


Lalu dia tiba-tiba muncul dipundak raksasa tersebut dan dengan tentakel miliknya “Trraasstt…. Trraasstt…. Trraasstt…. Trraasstt….” Dia menusuk tubuh raksasa tersebut, dari tentakel-tentakel tersebut dia mengalirkan racun sekaligus menyerap energy yang diapunya. “GRROOAARR….” Raksasa itu lalu mengamuk dan berusaha menyerang Ijaut namun dengan cepat Ijaut dapat menghindari setiap serangan dari raksasa bermata lima tersebut.


“KAHAHAHAHHA…. Bagus-bagus sekali ciptaanku, akhirnya aku bisa menciptakan sesosok petarung sempurna dengan kekuatan tak terbatas, disetiap pertarungan dia akan terus menerus menyedot energy musuhnya dan terus berevolusi menjadi lebih kuat lagi, sampai pada akhirnya dia akan berubah menjadi sesosok spesies baru yang akan berdiri dipuncak rantai makanan” kata Zero, dia begitu sengan mengetahui kalau Ijaut lebih kuat dari yang dia bayangkan.


Namun disaat Ijau berusaha mencerna energy dari raksasa bermata lima tersebut “BOOORRSSS….” Tubuhnya tiba-tiba saja meledak hancur menjadi berkeping-keping, tubuhnya meledak karena Ijaut tidak bisa mengendalikan energy raksasa bermata lima yang aneh dan unik tersebut, sementara itu Zero yang melihat Ijaut meledak begitu saja setelah semua eskpetasi yang dia bayangkan merasakan sebuah kekecewaan yang sangat besar diahatinya.


“SIAAAALAAANNN….” Teriak Zero yang mana teriakannya tersebut sampai terdengar oleh Reiga dan yang lainnya didalam kastil kegelapan.


Disisi lain Reiga yang sedang berhadapan melawan dewa hakim surgawi disulitkan “Trrraanggss… Krrraasss… trrraassskk…” karena energy petir yang aneh menyelimuti artefak milik Ludex Albius, energy tersbut melemahkan energy gelap milik Reiga kekuatan dari petir tersebut mirib dengan kekuatan suci dari energy cahaya namun lebih kasar dan mematikan.


“Menarik baru beberapa kali kita beradu serangan tetapi tanganku sudah mati rasa” kata Reiga yang merasakan kalau sistem saraf miliknya mulai melemah karena bersentuhan dengan energy petir milik Ludex Albius.


“Sudah berakhir, kau akan kalah disini, menyerah sajalah kau tidak akan pernah mengalahkan kami” kata Ludex Albius.


“Kami….??” Pikir Reiga yang penasaran dengan maksud perkataan Ludex Albius.


“Trrrraanggss…. Krrraanggss…” keduanya saling beradu satu sama lainnya aura gelap milik Reiga berusaha melahap aura milik Ludex Albius namun aura petir milik Ludex Albius menghancurkan setiap aura gelap milik Reiga.


Sementara itu Aeria yang menggunakan hukum langit miliknya mencoba menyerang Acedin tetapi disaat dia menggerakkan tangannya “Crrraanggss…” rantai tak kasat mata mulai mengikat tangan Aeria membuatnya tidak bisa bergerak, dari bayangan Acedin lalu bermunculan tangan-tangan yang terbentuk dari bayangannya, tangan-tangan tersebut berusaha melukai Aeria namun dengan energy besar yang dimiliki Aeria dia dapat menghancurkan tangan-tangan bayangan tersebut “Krrraanggss…” begitu juga menghancurkan rantai tak terlihat tersebut.


“Kau punya trik-trik yang cukup berbahaya yah, tidak kusangka kukira dari penampilanmu kau adalah anak baik tetapi sekali iblis tetap saja iblis” kata Aeria yang merasakan bahaya jika terkena tangan-tangan bayangan tersebut.


“Hoooaaamm…. Kenapa kau harus menghindarsih, kan gampan kau tinggal kena tangkap sama tangan itu terus mati terkutuk, cepat mati kenapa biar aku bisa lanjut tidur lagi” kata Acedin.


“Cih… skill Unlucky Cat” dari banyang Acedin lalu tercipta puluhan anak kucing yang mana didalam tubuh mereka terdapat mantra-mantra kutukan yang sangat berbahaya.


“Skill Queen of the Sky : Sky Armor” dengan skill milik Aeria dia lalu menciptakan sebuah armor putih bagaikan awan dengan garis biru langit, armor tersebut mengeluarkan sebuah aura kuat yang mana seperti mengatakan kalau siapapun yang menyentuh armornya akan musnah.


“Hehehehe…. sepertinya kau punya skill yang menarik juga, tetapi berapa lama itu akan bertahan” kata Acedin, dengan sekejab mata dia menambahkan tenaganya lalu menambahkan jumlah anak kucing hitam yang terbuat dari bayangannya sekarang jumlahnya telah mencapai ribuan bahkan kutukan didalamnya juga ikut bertambah kuat.


“Anak ini benar-benar berbahaya” pikir Aeria yang merasakan ancaman dari diri Acedin.


Lalu dibawah tempat mereka bertarung disebuah taman kedua orang yang tingkatannya sangat kuat sedang berhadapan, Susano yang menggunakan pukulannya yang liar melancarkan serangan beruntun dengan kecepatan suara sementara Arogan yang menggunakan aura gelap miliknya dan mengubah bentuknya menjadi berbagai macam bentuk dia juga menggunakan auranya untuk melindungi dirinya dari serangan Susano.


“Tehniknya sangat sulit ditembus sepertinya aku harus mulai serius” pikir Susano.


“Hmmm…. Skill Demon Emperor : Ira Ruler of wrath” Arogan lalu membentuk sebuah boneka dari aura gelap miliknya dan bentuk boneka tersebut sangat mirib dengan Ira.


“Cih… ini gawat, Skill Ruler earth : earth crust fist” Susano lalu menyelimuti kedua tinjunya dengan element bumi yang kuat, dan dengan ganasnya dia langsung menyerang kearah Arogan.


Disaat yang bersamaan ketika Arogan telah selesai membentuk boneka dari aura gelap miliknya dia lalu memerintahkan boneka itu untuk menyerang Susano, “BOOOMMMSSHH….” Susano dikejutkan karena boneka itu bukan hanya mirib dengan Ira tetapi memiliki element api yang sama kuatnya dengan Ira yang asli.


Ketika kedua serangan mereka berbenturan Susano langsung dibuat mundur beberapa langkah sementara itu boneka aura milik Arogan hampir rusak sepenuhnya, “Srrraaahh…” namun ketika Arogan menyentuh bonekanya dia memperbaikinya dengan menambahkan aura miliknya lagi dan kali ini aura yang dia berikan dua kali lebih besar dari yang sabelumnya.


“Dengan adanya boneka itu aku akan sulit untuk langsung menyerang Arogan, tetapi apa-apaan skillnya itu bagaimana mungkin boneka biasa bisa meniru kekuatan dari dewa raja terkuat” pikir Susano yang kebingungan dengan skill milik Arogan.


“Kalau kekuatanmu cuman segini maka lebih baik kau menyerah saja, aku berjanji jika kau menyerah maka akan kuberikan kau kematian yang tidak menyakitkan” kata Arogan.


“Hahahaha…. lucu sekali karena dari apa yang aku tahu tidak ada yang lebih menyakitkan selain kematian” kata Susano, aura ditubuhnya mulai meningkat tajam Susano menggunakan hukum bumi miliknya untuk menyerap aura dari bawah kakinya aura bumi yang melimpah langsung memasuki dirinya dan memberikan Arogan sebuah ancaman ketika melihatnya.


“Kalau begitu matilah dengan cara tersiksa” kata Arogan dengna satu gerakan tangannya boneka aura miliknya langsung menyerang Susano dengan cepat.


Bersambung.......


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah agar novel ini semakin bagus dan ceritanya semakin menarik lagi. Ok......