I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 100 Cantik seperti bunga mawar namun memiliki duri yang menyakitkan bagian ke 2



Ketika seluruh penonton dan para dewa terpesona dengan kecantikan dari Lucy “Dumrkk… dumrkk… dumrkk dumrkk…” bersama dengan bergetarnya tanah sebuah langkah kaki terdengar, dan muncullah seorang pria yang hanya memiliki tinggi 175 cm dan memiliki tubuh kekar kuat seperti batu dan mata yang tajam. Reiga dan seleruh orang yang ada didalam arena tersebut mengetahui kalau pria tersebut bukanlah orang sembarangan para petarung disana langsung mengetahui kalau aura yang dia miliki sangatlah berbahaya, banyak orang yang ketakutan melihat matanya hanya para orang-orang dari grup Reigalah yang merasa tertantang ingin melawan pria tersebut.


 “Aku benar-benar terkejut, kau memiliki seseorang yang sangat kuat rupanya” kata Reiga yang langsung mengetahui kalau pria itu adalah saint dari dewa Hill.


 “Hahahahaha…. hebat bukan, dia terlahir lebih kecil dari pada anak-anak yang lainnya namun bersama dengan kekurangannya dia memiliki kelebihan yang sangat laur biasa yang mana dia juga terlahir dengan kekuatan lebih 10 kali lebih besar dari raksasa biasa, dan dengan kekuatannyalah dia dapat menjadi raksasa terkuat disukunya” kata Hill.


 “Aku terkesan…, aku benar-benar sangat ingin melihat siapa yang lebih kuat saint Reiga atau saint Hill” kata Borus yang memanaskan suasana.


 Kedua dewa tersebut yang mendengar perkataan Borus langsung merasa tertantang dan mereka berdua langsung


mengirim pesan lewat telepati pada saint mereka masing-masing.


 “Lucy.., apa kau mendengarkanku…” kata Reiga lewat telepati.


 “Ya tuan sangat jelas” jawab Lucy.


 “Kau lihat pria yang baru masuk tersebut, dia adalah saint dari dewa raksasa Hill berhati-hatilah padanya dan jika kau memiliki kesempatan berhadapan dengannya maka lawan dia dengan segenap kekuatan yang kau punya” kata Reiga yang memberikan perintah para Lucy.


 “Baik tuan, keinginanmu adalah perintah bagiku” jawab Lucy.


 “ADAMAS…” panggil Hill.


 “Tuan Hill, apa perintah anda” kata Adamas.


 “Apa kau lihat wanita yang terlihat cantik dan berbahaya itu” kata Hill.


 “Ya tuanku dia memang sangat cantik, tetapi samar-samar instingku mengatakan kalau dia sangat berbahaya” kata Adamas yang melihat kearah Lucy.


 “Bagus kau bisa langsung kalau begitu, ingatlah dia adalah saint dewa jiwa hitam Reiga, pastikan untuk menang melawan dirinya walaupun itu artinya kau harus bertarung sampai mati” kata Hill yang memberikan perintah pada Adamas.


 “Hamba mengerti tuan, hamba akan bertarung sampai mati melawannya karena kekalahan itu artinya kematian bagiku” kata Adamas.


 Keduanya sama-sama telah menerima perintah dari dewa mereka dan hal itulah yang membuat mereka berdua


semakin bersemangat, dimata para penonton awan mereka tidak bisa melihat apapun tetapi dimata para petarung handal dan para dewa terlihat sangat jelas dua orang yang ada dibawah arena sedang memancarkan aura yang saling bermusuhan satu sama lain. Sementara itu Nabila yang melihat Lucy sedang mengeluarkan aura permusuhan yang kuat langsung mulai menjauh dari dekat Lucy dia merasa kalau dia bisa-bisa terbunuh jika dia terlalu dekat dengan Lucy.


 “Berbahaya-bahaya, baik itu tuan Reiga ataupun Lucy itu sama saja saat sudah mengeluarkan aura seperti ini pasti ada orang yang ingin dia bantai” pikir Nabila.


 Dan lalu ditengah ketegangan itu muncullah seseorang yang melompat dari salah satu tugu pedang raksasa yang ada disekitar arena colosseum, pria tua tersebut memakai pakaian putih yang sangat nyentrik dan berhasil mendarat dengan sempurna.


 “YAAAAAHOOOOO……, Halo semuanya apa kabar kalian” teriak pria tua itu dengan bersemangat.


 “Ini orang siapa, datang-datang main teriak aja padahal suasananya sudah bagus tadi” pikir Zordun.


 Para peserta yang disana terkejut melihat pria tua tersebut yang datang dan main teriak saja, sementara para penonton berteriak histeris melihat pria tua tersebut. Terlihat dengan sangat jelas kalau pria tua tersebut sangat disukai oleh para penonton sekitar.


“Oooh…, jadi dia yang akan menjadi pembawa acara turnamen kali ini” kata Hill yang terlihat mengenal pria tua tersebut.


 “Yah… seluruh kota ini mengenalnya, dia adalah salah satu dari lima sword saint dikota ini, lima orang yang dikatakan telah mewarisi salah satu tehnik pedang Damaskus yang berada dalam tugu pedang raksasa itu” kata Hill.


 Lima sword saint adalah kelima orang yang telah mempelajari tugu pedang Damaskus dan dikatakan merekalah yang paling dekat tehnik pedangnya dengan tehnik pedang Damaskus. Dewa pedang Damaskus sendiri sama sekali tidak memiliki seorang saint bahkan para pengikutnya sama sekali tidak menerima perintah dari dirinya, selain memberitahukan masalah turnament dia sama sekali tidak mengurus urusan duniawi.


 “Dengan kata lain pria tua itu kuat…” kata Reiga.


 “Yah… untuk para entitas kelas bawah maka bisa dibilang kekuatannya setara dengan para saint dewa-dewa kelas atas” kata Hill.


 Mendengar perkataan dari Hill emosi yang baru didapatkan Reiga selama beberapa bulan langsung hilang kendali, dia mengeluarkan sebuah senyuman yang membuat Hill dan Borus merinding melihatnya.


 “Menarik… sangat menarik, Damasku aku tidak tahu apa yang kau rencanakan tetapi kau benar-benar membuat semua ini menjadi sangat menyenangkan” pikir Reiga.


 “Sialan orang ini, kelihatannya benar-benar sangat berbahaya” pikir Hill yang melihat ekspresi dari Reiga.


 “Belum terlalu lama aku tidak menjumpainya, tetapi dia sudah berubah menjadi sangar mengerikan” pikir Borus.


 Sementara itu didalam arena colosseum muncul sebuah gerbang portal raksasa yang berwarna silver kehijauan, para peserta dan penonton yang melihat gerbang itu muncul menjadi diam dan hening karena sebagian dari mereka sama sekali tidak mengetahui gerbang apa itu.


 “Baiklah para penonton sekalian dan para tamu yang hadir aku ucapkan terimakasih telah datang, perkenalkan namaku Grraam pembawa acara turnament ini dan kali ini kita akan mengadakan babak yang speseial” kata pria tua tersebut, dia menggunakan auranya untuk memperbesar suaranya agar bisa didengar seluruh penonton.


 “GRRRAAAHH…… RROOOAAAARRR…..” tiba-tiba dari gerbang tersebut terdengar suara teriakan hewan buas yang membuat bulu kudu para penonton berdiri.


 “Hahahaha….. kalian semua mendengar itu, yang tadi itu adalah suara dari para hewan buas yang sedang kelaparan, mereka telah dikurung dalam pulau terpencil yang tidak jauh dari sini, dan untuk babak kali ini para peserta harus bertahan hidup sambil memburu para hewan buas tersebut” kata Grraam.


 Mendengar ucapan dari Grraam “HOOOOAAAHHH…. UUUWWOOOOOHHH….” para penonton menjadi semakin histeris karena mereka semakin tertarik dengan babak yang baru ini, mereka berteriak dengan kencang sembari menyemangati para peserta favorit mereka walaupun terlihat dengan jelas kalau kebanyakan para pria menyemangati Nabila dan Lucy.


 “Hmmm…. Artefak perpindahan ruangan yang sangat mirip dengan tehnik gerbang neraka milik para iblis agung, Damaskus dewa yang jarang terlihat itu dari mana dia mendapatkan artefak itu” pikir Drakula.


 Drakula yang telah berkoalasi dengan beberapa dewa berencana untuk menyerang bersama para dewa yang lainnya, mereka ingin menyingkirkan beberap dewa yang ada didalam perkumpulan sekaligus merebut hadiah artefak yang menjadi daya tarik turnament ini.


 “Kalau begitu semuanya mari kita mulai acaranya” disaat beberapa dewa sedang teralihkan oleh gerbang tersebut Grraam dengan cepatnya membukan pintu gerbang tersebut.


 Dan para peserta yang ada disana sama sekali tidak ragu dan dengan cepat melompat kedalam gerbang tersebut, “Fllaaasshhh…” sebuah cahaya muncul dan membuat penglihatan para peserta buyar untuk sementara waktu. Dan ketika penglihatan mereka kembali mereka telah berada dipulau teropis yang mana memiliki hutan yang cukup besar ditengahnya, mereka semua dipindahkan secara acak keberbagai tempat yang berbeda dan sementara itu para penonton telah melihat para peserta lewat cahaya layar besar yang menampilkan para peserta disaat berada dipulau itu.


 Didalam layar itu ditampilkan ditengah hutan Lucy yang sedang sendirian berjalan dengan santainya, keanggunan dan kecantikan yang diamiliki membuat pria bahkan wanita menjadi penggemarnya dengan cepat. Dan lalu para penonton dikejutkan dengan seekor kadal raksasa yang telah memakan beruang bulat-bulat, kada tersebut kemudian melihat Lucy dan menganggap dirinya sebagai makanan “Srraaaahhh…” kadal itu lalu mendesis dan membuka lebar-lebat mulutnya dan dengan cepat berusaha menerkam Lucy, namun Lucy dengan cepat berhasil menghidari terkaman kadal raksasa itu dengan cara melompat keudara.


 “Jari agung, jari pertama : jalan tiga dunia, jalan penguasa taklukan dunia” dan dengan menggunakan tehniknya dia mengumpulkan sejumlah besar energy diujung telunjuknya dan dengan cepat melemparkan energy tersebut kearah kadal raksasa tersebut.


 “Trrraaasskkhh…. Krrraaassstthh…” dengan kekuatan penghancur yang luar biasa dia menghancurkan kepala kadal itu dengan satu gerakan, para penonton dan Grraam yang melihat hal itu dibuat terkejut dengan kekuatan yang dimiliki Lucy.


Bersambung...............


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin bersemangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok...