
Kematian yang sangat menyedihkan cuman itulah yang bisa dilihat dari mayat Rion yang mati berdiri
ditengah arena colesseum, lalu ketika Graamm melihat mayat Rion tersebut dia mengambil ini siatif dan mendekati mayatnya dengan perlahan-lahan dia mengeletakkan mayatnya kelantai dan menutupi wajahnya dengan sebuah kain.
“Semoga kau belajar dari kematianmu ini, dan tebuslah semua dosamu dialam sana” kata Graamm.
“Kau benar-benar pak tua yang aneh, padahal dia sudah menghianatimu tetapi kau masih baik pada mayatnya” Azazel yang memandang rendah mayat dari Rion.
“Haaah… sudahlah lagi pula dia sudah mati, aku juga masih mengingat beberapa hutangku dulu ketika dia menyelamatkanku beberapa kali” kata Graamm.
“Pak tua ini mirip seperti pedang, dia sangat tajam dan cuman mengarahkan emosinya pada satu tujuan” pkir Azazel melihat sikap Graamm.
Graamm lalu pergi kebelakang colesseum dia menyuruh Azazel agar ikut dengannya dan Azazel yang tertarik lalu ikut pergi dengannya kebelakang colesseum, disana adalah tempat bagi para staf yang merupakan pengikut dari dewa pedang mereka semua mempelajari tehnik berpedang namun sekarang yang ada disana hanyalah mayat yang tergeletak dimana-mana. Dari luka yang ada ditubuh mereka terlihat kalau para staf colesseum diserang oleh budak darah dan juga beberapa luka pedang yang mereka tebak dari tebasan pedang Rion.
“Tampaknya cuman aku sendiri yang tersisa” kata Graamm yang melihat mayat dari rekan-rekannya.
“Kau tidak apa-apa??” tanya Azazel.
“Ya… aku baik-baik saja" ikut denganku akan aku bawa kau ketempat penyimpanan” kata Graamm.
“Kau rupanya dapat menebak tujuanku datang kesini yaa..” kata Azazel.
“Untuk pengikut dari dewa fraksi gelap aku dapat menebak bahwa tujuanmu yang sebenarnya itu adalah hadiah dari kompetisi ini” kata Graamm yang menebak tujuan Azazel.
“Hei apa tidak apa-apa kau memberikannya begitu saja” kata Azazel.
“Tidak apa-apa, lagi pula aku sudah terluka dan tidak mungkin untuk melawanmu dan juga ini sebagai tamparan pada dewa kami yang terlalu tidak peduli itu, biar dia rasakan harta bendanya hilang” kata Graamm dengan senyum yang mengerikan.
“Uwaaah…., seperti itu rupanya sikap aslinya” pikir Azazel yang melihat wajah Graamm.
Dan lalu disisi lain diluar colosseum terdapat dua aura yang sangat mencekam yang mana ketika orang biasa berada didekat aura tersebut maka mereka pasti akan merasakan rasa seperti dicekik oleh udara karena kesulitan bernafas, Drakula yang menggunakan formasi darah ilahi untuk meningkatkan kekuatannya sementara Reiga yang menggunakan energy jiwa hitam untuk melepaskan sebagian besar kekangan dari formasi darah ilahi. Mereka berdua adalah dewa fraksi gelap yang sama-sama merupakan ras dengan kekuatan regenerasi tingkat tinggi.
“BOOOSSMMM….. Trraassnnkk…. Crrraass…” keduanya lalu saling menerjang satu sama lain mereka berdua menyerang dengan ganas lawan mereka, “Crraass… trraannssk… crrraass…” Reiga yang menggunakan pedang hunian iblis menyerang menggunakan serangan tebasan, tusukan dan serangan mental dari jiwa Zepar yang ada didalam pedangnya, sementara Drakula yang menyerang menggunakan kuku dan tinjunya yang sangat kuat terus menyerang dan meracuni reiga dengan darahnya yang dapat merusak kulit dewa-dewi.
Keduanya saling serang tampa memikirkan cara untuk bertahan “Crraass… crraass… trraasskk… crraass…” karena keduanya memiliki regenerasi yang kuat jadi mereka berdua sama sekali tidak perduli dengan luka dari serangan lawan, meraka hanya terus menyerang dan meninggalkan luka ditubuh mereka dengan kemampuan regenerasi mereka.
“Ini luar biasa, ini bukan lagi sebuah pertarungan tetapi ini seperti kedua mahluk buas yang ingin memangsa satu sama lain” kata Hill yang melihat pertarungan Reiga dengan Drakula.
Keduanya menggunakan energy kegelapan yang mana dapat merusak tubuh lawan mereka dan keduanya juga memiliki kekuatan regenerasi super yang membuat mereka hampir abadi.
“Seru sekali, Hahahahahaha….” Kata Reiga yang bersenang-senan bertarung dengan Drakula.
“Dasar orang gila mati saja kau, skill Dark Blood : Bloodthirsty Shadow” lalu Drakula menggunakan skillnya.
Seketika bayangan Drakula langsung bergerak sendiri menyerang Reiga bagaikan ratusan mulut yang haus akan darah begitulah wujud dari bayangan Drakula sekarang, bayangannya menyerang Reiga dan ingin menghisap seluruh darah milik Reiga.
“Pedang kematian tehnik ketiga : mekarnya mawar darah” Reiga lalu menebas seluruh bayangan milik Drakula dengan pedangnya.
Dengan langkah kakinya dia seperti sedang menari dan dengan pedangnya dia mencabik-cabik musuknya menjadi serpihan kecil, dengan waktu kurang dari satu detik seluruh bayangan Drakula musnah dengan mekarnya mawar darah yang tercipta dari energy pedang milik Reiga.
“Dasar sialan, Skill Dark Blood : Night blood sword” dengan menggunakan darahnya sendiri dia lalu membuat sebuah pedang yang sangat cantik bagaikan sebuah langit malam yang terukir dan dibentuk menjadi pedang.
“Luar biasa aku bisa merasakan kekuatan gelap yang luar biasa besar dari pedang itu, jika terluka sedikit saja oleh pedang itu maka akan gawat” pikir Reiga yang pandangannya berubah serius ketika Drakula mengeluarkan pedangnya.
“Hahaha…. Apa kau takut sekarang, asal kau tahu saja pedang ini adalah pedang yang telah menusuk jantung dari dewa dunia bawah Lycan, dengan ketajaman pedang ini dia mati dalam sekali tusukan dan sekarang aku akan menggunakan pedang ini untuk memenggal kepalamu” kata Drakula.
“Cuman mainan anak-anak kau anggap itu senjata, lucu sekali” kata Reiga.
“Ok sialan, akan kubunuh kau” kata Drakula yang lalu menyerang kearah Reiga dengan liarnya.
“Srraanggss… srraanggss… srraanggss… srraanggss…” dia menggunakan pedangnya dengan sangat liar seperti
orang gila yang tidak tahu bagaimana menggunakan pedang tebasannya sangat asal-asalan, dan dengan itu juga Reiga dapat menghindari semua tebasa pedang Drakula.
“Serangannya kuat, namun tidak terarah dan juga sama sekali tidak ada energy dalam setiap tebasannya, aku bodoh sudah agak takut tadi” pikir Reiga.
“Kenapa…. Haaah… apa kau cuman bisa menghindar…” kata Drakula yang kesulitan menyerang Reiga.
“Baiklah ini sudah mulai membosankan, Raiya jalankan rencananya” kata Reiga.
Dan lalu dalam sekejap formasi darah ilahi milik Drakula tiba-tiba berubah warna menjadi hitam, dan semua kekuatan darah yang dimiliki Drakula secara tiba-tiba menghilang entah kemana. Terkejut dengan hal itu Drakula lalu menyadari bahwa ada suaru energy yang mengalir kedalam formasinya dan energy tersebut mengambil alih formasi miliknya.
“Energy gelap ini….., tidak mungkin kapan kau menyadarinya” kata Drakula sambil melihat Reiga.
“Dari awal aku sudah tahu kalau ada sebuah formasi yang dipasang dikota ini, namun aku membiarkannya karena menurutku itu merupakan kesempata bagiku untuk mengambil alih kota ini, dan pada saat kau mengaptifkan formasi ini aku telah menyuruh para pengikutku untuk bersiap untuk mengambil alih inti energy dari formasi ini dan sisanya mereka hanya perlu menunggu aba-aba dariku” kata Reiga yang menatap rendah Drakula.
“SIALAN……” Drakula yang marah karena semua rencananya dikacaukan langsung menyerang Reiga dengan
pedangnya, namun karena kekuatan dan kecepatannya sudah kembali normal Reiga merasa bosan dan lalu.
“Pedang kematian tehnik kelima : tebasan pemisah jiwa” Reiga lalu menebas Drakula namun tubuh Drakula tidak terluka sama sekali dan tiba-tiba saat Drakula inging mneyerang Reiga kembali jiwanya dengan mengejutkan keluar secara paksa keluar dari tubuhnya.
“Apa-apaan ini…” kata Drakula yang terkejut karena dirinya sudah berada dalam wujud jiwa dan meninggalkan tubuhnya.
“Jiwa-jiwa hitam yang kotor karena dendam, balaslah dan puaskan dirimu, hancurkan jiwanya” kata Reiga dan lalu ribuan jiwa hitam yang merupakan warga kota Avalon yang telah menjadi korban Drakula dengan beramai-ramai memakan jiwa Drakula dan juga menghancurkan jiwanya sedikit demi sedikit.
“Aaaaahhkggkk…..” Drakula lalu berteriak kesakitan dan juga jiwanya mulai perlahan-lahan hancur berkeping-keping.
“Ping…ping…ping… Jiwa dewa bayangan telah hancur…, entitas dewa bayangan Drakula akan dihapuskan dari
daftar dewa dan seluruh kuilnya akan dihancurkan” kata sistem pada Drakula yang hancur bersamaan dengan jiwanya.
Bersambung........
Ayo terus dukung novel ini dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya, dan membuat ceritanya menjadi semakin menarik dan semakin bagus. Ok.....