
Raja naga merah yang mana telah kelelahan dan dalam kondisi yang terluka lalu berubah kewujud manusia miliknya, dia terlihat seperti sesosok pria berusiap 30 tahunan dengan paras tampan dan rambut merah yang menyala dan dengan artefak sebuah tombak dengan dua mata pisau diujungnya raja naga merah telah bersiap untuk menyerang raja pelahap darah lagi. sementara itu Lucy yang mana telah mengetahui tingkatan dari raja pelahap darah langsung menggunakan skill miliknya, dengan skill itu sebuah kata-kata sanserketa lalu berjalan dan menyelimuti tubuhnya dan kata-kata tersebut lalu berubah menjadi tato ditangan kanan dan kaki kirinya dengan tato tersebut energy yang ada didalam tubuhnya lalu mulai memadat dan memperkuat otot-otot dan juga tulang miliknya.
“Ayo mulai ronde keduanya” kata Lucy, “Buuusshh….” Dengan satu langkah kuat dia langsung dengan cepat telah sampai didepan raja pelahap darah.
Tidak bisa melihat dengan benar karena racun dari raja naga merah, membuat raja pelahap darah tidak bisa melihat Lucy dengan jelas “Buuuggsshh…” sebuah pukulan kuat dilancarkan kearah perut raja pelahap darah, “Buusshh…” pukulan itu lalu membuat raja pelahap terhempas jauh.
“Kaaagghh….” Raja pelahap darah yang mana telah terkena serangan telak tersebut mengalami luka dalam, energy dari tinju Lucy langsung menembus armor milik raja pelahap darah dan melukainya dari dalam tubuh raja pelahap darah.
“Hmmm…. Bagaimana rasanya, apa kau merasakan rasa sakitnya” kata Lucy yang berusaha untuk memancing amarah raja pelahap darah.
“Grrrr… jangan sombong kau, kalian itu hanyalah nutrisi bagi kami” kata raja pelahap darah yang mana marah mendengar kata-kata dari Lucy.
“Hmm… bagus konsentrasinya telah berkurang, sekarang energy pertahanan miliknya telah melemah” pikir raja naga merah, dirinya yang mana melihat kearah raja pelahap darah dan ingin menyerangnya ketika dia lengah.
Sementara itu raja pelahap darah yang mana kehilangan fokus miliknya karena kemarahannya pada Lucy, dengan amarahnya dia langsung menyerang Lucy menggunakan pukulan miliknya dia melancarkan serangan kuat bertubi-tubi “Buusshh… Buusshh… Buusshh…” namun Lucy dengan mudahnya menahan setiap serangan dari raja pelahap darah, serangannya liar dan tidak terarah yang mana membuatnya mudah untuk ditangkis.
“Bagus dia telah marah dan tidak bisa mengendalikan kekuatannya dengan baik, seperti yang diharapkan dari mahluk buas tampa otak” pikir Lucy, dia menggunakan kedua tangannya untuk menangkis setiap serangan yang dilancarkan kearahnya.
“Crrraannggsss….” Melihat sebuah kesempatan raja naga merah langsung melemparkan senjata artefak miliknya, lemparan serangan tersebut memberikan beberapa luka ditubuh raja pelahap darah dan menembus armor miliknya.
“SEKARANG LUCY HABISI DIA” teriak raja naga merah pada Lucy.
“Jari agung, jari keenam : tinju penghancur, serangan penghancur dunia” energy kuat yang sangat kaya difokuskan kekedua kepalan tangannya dan dengan menggunakan seluruh kekuatan otot yang diapunya, “Busshh… Busshh… Busshh…” Lucy memberikan 5 pukulan bertubi-tubi secara cepat ditubuh mahluk pelahap darah tersebut.
“KRRAAKKK…. TRRRAAANGGSS…” retakan yang mana dibuat dari tusukan artefak dari tombak milik raja naga merah dan serangan tinju kuat dari Lucy membuat armor milik raja pelahap darah hancur berkeping-keping karena serangan keduanya, hancurnya armor yang diaciptakan dari sisik dan darahnya memberikan luka parah pada tubuh raja pelahap darah dan membuat beberapa organ ditubuhnya rusak parah.
“GRRRR…. Dasar sialan… jangan kira aku bisa kalah hanya dengan serangan seperti ini” kata raja pelahap darah, dengan kemampuan mengubah bentuk tubuh yang diapunya dia memunculkan sebuah pedang besar dari tulang yang dicabut dipunggungnya.
“Busshh…” merasakan aura yang tidak mengenakkan dari pedang besar milik raja pelahap darah, Lucy dengan cepat mundur beberapa langkah dan mengambil jarak dari raja pelahap darah.
“Hei…. Raja naga pedang itu berbahaya” kata Lucy yang berusaha memperingati raja naga merah.
“Aku juga tahu itu, aku dapat merasakan aura tidak enak dari pedang itu, rasanya pedang itu hidup dan memiliki keinginan untuk membunuh yang sangat kuat” kata raja naga merah yang melihat pedang besar milik raja pelahap darah.
“Heheheehe… apa kalian takut sekarang, baguslah kalau begitu asal kalian tahu saja aku memberikan setengah kekuatan hidupku untuk membuat pedang ini dan juga memberikan semua keinginan membunuhku kedalamnya” kata raja pelahap darah, dan tiba-tiba saja “Crraasskk…” pedang itu tiba-tiba saja mengeluarkan beberapa mata kuning dengan iris kemerahan, dan dari mata tersebut Lucy dan raja naga merah mulai merasakan amarah, keinginan membunuh, rasa lapar, dan pandangan yang merendahkan dari mata yang ada dipedang itu.
“Wah… pedang itu entah mengapa membuatku merinding, namun pedang itu juga mengingatkanku dengan memori yang cukup indah” kata Lucy, dia mengingat Reiga yang mana dulunya sering menciptakan benda-benda aneh menggunakan boneka-boneka mayat miliknya.
“Hahahahha… aku tahu itu, dibandingkan dengan tuan Reiga pedang itu cuman mainan kecil” kata raja naga merah, dia melihat kearah senjata tombak miliknya dan mengingat kembail cara ekstrim yang digunakan Reiga untuk membuatnya, dengan cara memotong tangannya sendiri dan menjadikannya bahan utama untuk membuat tombak tersebut.
Melihat kedua orang tersebut tersenyum membuat raja pelahap darah merasa heran, karena seharusnya kedua orang yang ada dibawahnya sudah ketakutan melihat kekuatan dari pedang besar miliknya.
“Hmmm… sepertinya aku diremehkan, ya sudahlah lebih baik aku hapus saja senyum diwajah mereka dengan memotong-motong tubuh mereka” kata raja pelahap darah, “Busshh…” dengan cepat dia langsung melesat kearah mereka berdua.
Menggunakan sebuah pedang yang besar dia memberikan serangan ayunan kuat dengan jarak yang luas “Srrraaannggsss….” Namun baik Lucy dan raja naga merah dapat menahan serangan tebasa darinya.
Sementara itu disisi lain dibawah mereka Nabila, Azazel, dan Raiya memimpin para dewa/dewi yang lainnya untuk menghadapi para pelahap darah raksasa, dan gambaran yang terlihat dari situ adalah sebuah pembantaian yang mana terlihat sangat jelas kalau para dewa/dewi kalah telak menghadapi para pelahap darah raksasa tersebut. Disana terlihat lebih dari 20 raksasa pelahap darah terlihat membantai para dewa/dewi yang ada disana, sementara itu Nabila yang mana terluka parah dibawa oleh peliharaannya diatas punggungnya lalu Azazel yang dikelilingi oleh para pengikutnya karena dirinya kehilangan setengah dari sayap kanan yang diapunya dan Raiya tertusuk diperut karena sebuah tombak tulang yang menusuknya dan membuatnya tertempel disebuah batu besar.
“Kaaagghh… sialan aku salah perhitungan, aku sama sekali tidak memperhitungkan kalau mereka memiliki cara seperti itu” kata Raiya yang berusaha untuk melepaskan tubuhnya dari tombak tulang yang menusuk tembus perutnya.
Bersambung.....
Tahukah kalian kalau memberikan Like, Komen, Giff dan Vote akan memberikan kebahagian dan ketenangan bagi penulis, dengan hati yang senang dan bahagia penulis dapat memulis lebih banyak cerita menarik dan labih baik lagi jadi kalau kalian suka cerita yang ada didalam novel ini segera berikan Like, Komen, Giff, dan Votenya, agar ceritanya semakin seru dan semakin banyak update lagi, OK......