
“Srriiinnggsss….” Sebuah serangan pedang yang indah cnatik dan mematikan dilancarkan Reiga, dengan sekali tebasan dia memenggal kepala dari musuhnya dengan mudahnya karena pedang miliknya sudah tidak ada yang dapat menyainginnya didunia Erras ini. Namun ada satu hal yang membuat Reiga terkejut dan hal itu adalah melihat musuhnya masih tetap beridiri dan bahkan melawan tubuh yang tidak ada kepalanya.
“Trrraanggss…. Srrrannggss… Crrraaanggsss…” Reiga berusaha menahan setiap serangan dari mahluk pelahap darah tersebut, semua itu demi memenuhi rasa keingintahuannya tentang bagaimana bisa mahluk pelahap darah tersebut masih bisa hidup setelah dirinya memotong kepalanya. Dan setelah melawan mahluk pelahap darah itu untuk waktu yang cukup lama Reiga pada akhirnya dapat melihat rahasia dari tubuh mahluk pelahap darah tersebut, “Srrraassstt… Srrraassstt… Srrraassstt… Srrraassstt…” dengan cepat dia menebasa mahluk pelahap darah itu menjadi potongan-potongan kecil.
“Jadi inikah rahasiamu” kata Reiga yang mengambil sebagian kecil dari potongan-potongan daging pelahap darah tersebut.
Ketika Reiga membuka telapak tangannya terlihat sebuah batu kristal tabu yang mana telah berubah warna dari hitam menjadi kemerahan, didalam batu tersebut terlihat sesosok mahluk yang memiliki banyak tentetakel dan banyak mata didalamnya.
“Kau menggunakan tubuh itu sebagai bonekamu sedangkan wujud aslimu adalah batu tabukah, aku tidak menyangka roh-roh yang hancur dapat diubah menjadi suatu entitas baru” kata Reiga yang mana melihat batu tabu tersebut, “Crrakk… Trrannggss…” Reiga lalu menggenggam hancur batu tabu tersebut menjadi kepingan-kepingan kecil.
Setelah menghancurkan tubuh asli dari pelahap darah tersebut tubuhnya yang mana dipotong-potong oleh Reiga menguap dan hancur begitu saja, melihat hal itu Reiga lalu langsung pergi ketengah ibukota dia dengan cepat mengaptifkan sebuah formasi yang ada disalah satu kota miliknya “Crriiinnggkkss…” formasi itu mengalirkan energy hukum kehidupan yang disimpan oleh Reiga ditengah kota itu. Energy kehidupan yang mana membawa aura kehidupan dan menyembuhkan segala mahluk itu lalu menyelimuti seluruh kota, setiap warga-warga yang ada terluka dan sekarat langsung sembuh dengan kekuatan dari energy kehidupan tersebut, api-api dan miasma beracun yang tersebar langsung menghilang karena didorong oleh kekuatan hukum kehidupan milik Reiga.
“Bagus dengan begini aku bisa sedikit tenang” kata Reiga, dia kemudian terbang langsung menuju mansion miliknya yang ada dibagian dalam kota.
Disana dia melihat ada banyak prajuritnya yang terluka parah karena serangan pelahap darah tersebut, beberapa dari mereka bahkan mati dengan kondisi yang mengenaskan yaitu sebagian tubuh mereka termakan habis oleh pelahap darah. Namun Reiga saat itu sedang melihat kesana kemari untuk melihat apakah ada orang yang dapat menjelaskan situasinya pada dirinya.
“Tuan Reiga…” kata salah seorang prajurit miliknya yang mana terlihat seperti memiliki kedudukan yang tinggi.
“Ada apa ini sebenarnya, kenapa dinding penghalang kota kita bisa hancur” kata Reiga yang penasan, kota-kota yang ada dalam kekuasaannya semuanya dijaga oleh dinding formasi tingkat atas yang mana dapat melindungi mereka dari serangan dewa raja terkuat rangking atas.
“Kami juga tidak tahu tuanku, semuanya terjadi begitu cepat saat itu sesosok naga raksasa tampa kepala muncul diatas langit, dan dari atas dia mengamuk seperti mengatakan tentang balas dendam atau apapun itu, setelah itu dari tubuhnya keluar sebuah kabut merak yang membuat banyak orang melemah kami para petarung yang memiliki tingkatan tinggi dapat menahan kabut tersebut, tetapi banyak warga kota yang tidak bisa menahannya dan jatuh pingsan” kata prajuit tersebut.
“Begituyah tidak aku sangka mahluk itu memiliki kekuatan area yang sangat kuat, sepertinya aku sudah salah karena meremehkannya” kata Reiga.
“Lalu setelah itu ada banyak dewa raja terkuat dan mahluk mistik tingkat dewa yang mendatangi naga tersebut, namun mereka semua dikalahkan dengan mudahnya bahkan ada beberapa dewa raja terkuat yang dipaksa tunduk padanya dan beberapa mahluk mistik tingkat dewa mati menjadi makanannya” kata prajurit tersebut.
“Itu benar para dewa raja terkuat itu lalu menawarkan para pendudunya sendiri untuk dijadikan tumbal persembahan pada naga tampa kepala itu, jutaan orang tak berdosa mati dialahap oleh naga itu dan darah mereka diubah menjadi mahluk-mahluk mengerikan ini, para mahluk pelahap darah inilah yang mana dengan mudahnya dapat menghancurkan pelindung kota kita” kata prajurit tersebut.
“Itu masih tidak bisa dipercaya kalau mereka memilik kekuatan sebesar itu, aku saja perlu usaha kerasa untuk bisa menghancurkan pelindung kota ini” kata Reiga.
“Tuanku ini semua hanya kecurigaan kami tetapi aku rasa itu ada hubungannya dengan kabut merah ini, dari yang aku lihat pelahap darah itu menyerap kabut merah itu dengan mulutnya dan kekuatan yang dia punya lalu meningkat dengan tajam” kata prajurit tersebut.
“Begituyah tampaknya aku harus mencari orang gila itu, kau jaga tempat ini aku telah memeperbaiki pelindung kotanya menggunakan kekuatan hukumku, jangan biarkan siapapun masuk kedalam kota tampa seijinku” kata Reiga yang langsung terbang keluar dari kota tersebut.
“Baik tuan hamba akan menjalankan perintah anda” kata prajurit tersebut dia berlutut sambil melihat Reiga terbang dan pergi dari kota itu.
“Ziiinggsss….” Setelah Reiga keluar dari kota tersebut sebuah energy pelindung yang sangat kuat lalu menutupi kota itu, energy itu jauh lebih kuat dari energy pelindung kota yang sebelumnya. Para warga yang melihat kalau pelindung kota sudah kembali bekerja merasa lega karena mereka tahu kalau tuan kota mereka telah memperbaiki pelindungnya, mereka lalu melanjutkan untuk menyelamatkan orang-orang yang tertimpa reruntuhan kota dan menyembuhkan mereka yang sekarat.
“Sekarang dimana aku bisa menemukan badut gila itu, dia memiliki kemampuan bersembunyi yang sangat unik butuh kerja keras untuk bisa menemukannya” kata Reiga yang sekarang ini sedang mencari keberadaan Zero, dia membuatuhkan Zero demi meneliti masalah kabut merah yang menyebar diseluruh alam atas.
Lalu saat Reiga sedang terbang dia melihat kabut merah tersebut semakin lama semakin tebal, dan ketebalannya seperti sedang mengurung sesuatu yang ada dibawahnya. “Criinggss…” menggunakan mata dewa miliknya Reiga lalu melihat disekitarnya, pandangan mata dewanya yang sangat luas mencakup 10 Km meter area dari tempat dia berdiri, dan dari penglihatan mata dewa tesebut dia menyadari kalau kabut merah tersebut mulai menghalangi penglihatannya namun sebelum pandangannya mulai kabur Reiga melihat sosok yang familiar sedang diserang oleh lim pelahap darah berwujud manusia.
“Itu Diana, kenapa dia bisa ada disana” kata Reiga, “Buuusshh….” Dengan kecepatan penuh Reiga langsung melesat kearah Diana berada.
“Trranggss… Crraanggss… Trriinggss… Krraanggss…” disana dia melihat kalau Diana sedang bertarung melawan kelima pelahap darah tersebut menggunakan pedang miliknya, walaupun tubuhnya sudah dilemahkan oleh kabut merah disekelilingnya dia masih tetap melawan dengan ganasnya.
“Maju kalian semua mahluk-mahluk jelek, akan kubuat kalian merasakan ketajaman pedangku” kata Diana yang mana telah menyiapkan kuda-kudan tehnik pedangnya.
Bersambung…..