
Lima hari yang lalu sebelum dimulainya rapat para tetua naga Dragnil yang kwatir akan kondisi anaknya Ingnel karena jiwannya terluka dan masih belum sembuh diam-diam pergi mendatangi Reiga.
“Sialan tampaknya cuman ini satu-satunya jalan” pikir Dragnil sambil terbang kearah kuil Reiga.
Begitu sampai disana dia sudah disambut oleh seseorang yang akan membawa semua mahluk hidup kedalam
tanah. Tampa disangkan Reiga sendiri sudah menunggunya dengan memancarkan aura kematian yang kuat dan sangat tebal bahkan sampai membuat Dragnil berpikir ingin kabur dari tempat ia berdiri.
“Yo kadal merah ada apa datang mencariku??” kata Reiga yang sedang duduk santai dilantai tetapi mengeluarkan
aura yang mencekam.
“Saya Dragnil tetua naga merah berharp kemurahan hati dewa untuk menyembuhkan anak saya” kata Dragnil sambil menundukkan kepalanya.
“Heeeh, kau benar-bena ayah yang baik yah tetapi saying sekali anakmu itu bodoh” kata Reiga.
“Saya mohon saya akan menggantikan hukuman anak saya tetapi tolong selamatkan dia” kata Dragnil yang berlutut di tanah.
“Hmmm aku sebenarnya ingin menyelamatkan anakmu tetapi sepertinya klan naga yang lain ingin anakmu mati bersamaku” kata Reiga sambil memberika pandangan tajam yang mengintimidasi.
“Itu bisa saya urus saya akan gunakan kekuasaan saya untuk memohon pada raja naga agar tidak mengusik tuan lagi” kata Dragnil yang mulai putus asa.
“Itu tidak cukup, aku sudah membuat janji pada diriku sendiri bahwa siapapun atau apapun itu yang menghalangi jalanku akan kubuat dia mati menderita dan terkubur ditanah pijakan kakiku” kata Reiga yang mengeluarkan aura kematian sambil tersenyum.
Aura yang dikeluarkan Reiga sangat kuat walaupun wajahnya terlihat kalem tetapi auranya mengatakan dia sudah siap untuk membunuh ratusan orang. Sementara Dragnil yang didekati Reiga secara perlahan mulai merasakan kalau dia semakin sulit untuk bernafas setelah aura kematian Reiga mendekatinya seakan ada tangan yang tipis sedang mencekik tenggorokannya.
“Apapun yang anda minta saya akan lakukan asalkan itu tidak membuat ras naga saya terpuruk maka saya akan lakukan apa saja” kata Dragnil yang mulai putus asa.
“Hooo bagus kau tau tempatmu, kau tau kalau kau tidak bisa mengalahkanku lalu memustuskan untuk tunduk, ok tetapi aku memiliki syarat” kata Reiga.
“Apa syaratnya ??” kata Dragnil.
“Pertama kau harus menyutujui kontrak yang menyatakan bahwa kau adalah bawahanku, yang kedua bunuh raja naga untukku” kata Reiga.
“APA!! Membunuh raja itu tidak mungkin bahkan jika aku mau sekalipun tidak mungkin aku bisa menyamai kekuatannya” kata Dragnil.
“Hahahah kau yakin tidak mau tetapi kalau setuju dengan kontrakku maka akan kuberikan kalian klan naga sebuah keajaiban” kata Reiga.
“Keajaiban apa yang pantas untuk aku harus berhianat kepada rajaku” kata Dragnil.
“Akan kuberikan kalian para naga sepesies naga wanita” kata Reiga.
“Kau bilang wanita dijenisku tidak, mungkin selaman kutukan dari dewa pedang masih ada kami tidak mungkin mempunyai seorang yang berjenis kelamin wanita” kata Dragnil.
“Aku telah 10 mayat naga kalian dan mengetahui sesuatu kalau kutukannya hanya akan berjalan pada bayi berjenis kelamin wanita pada saat dia ada didalam Rahim ibunya itulah yang menyebabkan kalian ras naga sulit untuk mempunyai anak dikarenakan ibu yang tidak kuat menerima kutukan itu, tetapi bagaiman jika kubilang aku memiliki skill untuk mengubah kelamin seseorang dari pria jadi wanita juga aku bisa dengan mudah mendapatkan Rahim untuknya” kata Reiga.
“Ini…, apa kau yakin itu bisa bekerja” kata Dragni yang mulai termakan ucapan Reiga.
“Haah 99% berhasil aku jamin itu” kata Reiga.
“Begituya baiklah aku menyetujui rencanamu tetapi dengan kekuatanku sangat tidak mungkin bagiku bisa mengalahkan raja naga” kata Dragnil.
“Oooh iya juga coba kita pikir dulu, hmm itu bisa dicoba” kata Reiga sambil memikirkan ide gila.
Reiga kemudian mengambil sebuah tombak yang dia simpan.
“Hmmm ini kurasa bisa” kata Reiga.
“Kraaaaas” secara tiba-tiba Reiga merobek tangan kirinya sendiri.
“Dia gila” pikir Dragnil.
“Mulai tempa senjata” kata Reiga sambil mengeluarkan kabut hitam dari tangan kanannya.
Kabut hitam itu menutupi tombak dan tangan kirinya yang diarobek. Lalu dalam sekejab sebelum senjatanya selesai dibuat tangan kirinya tumbuh kembali seperti semula.
“Oii jangan cuman bengong berikan aku sisik dan beberapa tetes darahmu” kata Reiga.
“Aaah baik tunggu sebentar” kata Dragnil yang masih sedikit terkejut.
Kabut hitam itu kemudian memakan darah dan sisik milik Dargnil. Kabut hitam tergabung dan menjadi satu membentuk sebuah senjata yang mengeluarkan aura mistik.
“Cih ini tidak cukup, Skill energy yin hitam : Kerakusan” Reiga kemudian menambahkan energy kedalam senjatanya.
“Ping..ping.. di konfirmasi energy kerakusan telah tertanam pada senjata tingkat unik menjadi naik ketingkat legenda, Red banguet spear” peringatan sistem muncul di dalam kepala Reiga.
Reiga kemudian memegang tombak yang baru dia buat dan menggunakan otoritas mata dewa untuk melihat
status dari senjatanya penjelasan senjata Red banguet sper : tombak yang dibuat menggunakan cara liar oleh dewa Reiga dengan menggunakan tangan kirinya sebagai inti dari senjatanya dan menambahkan sisik dan darah naga merah dan telah ditambahkan energy dari nafsu kerakusan dari dewa Reiga skill pelahap energy didapatkan dalam tombak tersebut, skill evolusi senjata ditambahkan dan penguat otomatis juga ditambahkan.
“Hmmm ini bagus juga, nih ambil buatmu dengan itu kau bisa mengalahkan raja naga tinggal tunggu kesempatannya saja” kata Reiga sambil menyerahkan tombak itu ke tangan Dragnil.
Kembali kemasa sekarang dimana Dragnil mengacungkan tombak Red banguet spear kearah Darkken.
“Apa maksudnya semua ini Dragnil” kata Darkken.
“Maafkan aku raja tetapi aku harus melakukan ini agar ras naga tidak punah dari dunia ini" kata Dragnil.
“Uhuuk-uhuuk.., kau pikir dengan senjata itu kau bisa mengalahkanku” kata Darkken yang mencoba berdiri.
“Tolong jangan buat ini semakin sulit raja naga” kata Dragnil yang sedkit ragu.
“Masa depan kau bilang akulah masa depan ras naga jika kau ingin ras naga agar tidak punah maka kau harus ikuti aku raja naga Darkken” kata Darkken.
“Begituya, kalau begitu selamat tinggal raja naga” kata Dragnil yang bersiap untuk menyerang.
“MAJU KAU” teriak Darkken.
“Croossst….” Dengan cepat Dragnil menusuk jantung Darkken. Tampa bisa melakukan perlawanan ataupun bereaksi terhadap serangan dari Dragnil membuat Darkken mati dengan penuh pertanyaan.
“Bagaimanan dia bisa jadi sekuat ini dalam waktu singkat” didalam pikiran Darkken.
Kebenaran sebenarnya dari kekuatan Dragnil adalah kedua tetua naga yaitu naga hijau dan biru yang telah dibunuh oleh Silva setalah terbunuh mayat mereka kemudian ditusuk oleh Dragnil menggunakan Red banguet spear untuk menyerap kekuatan yang tersisa dari mereka berdua dan lagi Dragnil juga telah mendapatkan kekuatan dari Goldra yang telah meningkat akibat pisau iblis.
“Dengan begini aku sudah selesai” kata Dragnil.
“Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya??” kata Silva.
“Aku akan menjadi raja naga tetapi sebelum itu kita perlu meyakinkan Hiryuu dan Guryuu” kata Dragnil.
Bersambung.........
Tolong berikan like dan komen agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin bagus
dan juga jika kalian menyukai cerita novel ini tolong berikan vote nya ya..