I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 31 Tikus penyusup



Satu minggu tertidur didalam kuilnya membuat dia bermimpi dia terus mendapatkan mimpi kehidupan dulunya yang pernah menjadi seorang budak. Dia tidak pernah mengenal wajah kedua orang tuanya yang dia tau adalah ketika dia berumur 3 tahun mereka mati dibunuh oleh penjajah dan lalu dia dan seluruh penduduk yang selamat dijadikan budak setelah itu dia djual kebangsa vampire yang dimana mereka diperlakukan kasar dan darah mereka akan dimakan kapan saja mereka mau. Melihat mimpi itu selama satu minggu penuh menimbulkan percikan api dalam hati Reiga yang mana menjadi amarah sebuah amarah yang menjadi sebuah janji kalau dia tidak akan pernah menundukkan kepalanya lagi dan siapapun yang berani menyentuh anggota rasnya akan dia siksa sampai mati.


 “Ping..ping hukum telah selesai dilaksanakan, dewa Reiga telah dibangunka dari tidurnya” peringatan sistem muncul ditengah amarahnya.


Ketika Reiga keluar menggunakan tubuh rohnya yang mana tidak dapat dilihat oleh orang-orang biasa. Dia memutuskan untuk melihat keadaan sekitar dan berkeliling keempat desanya disitu dia melihat pasukan pelindung telah beberapa diantara mereka yang telah mendapatkan item ciptaan Reiga telah menguasai item mereka disana dia melihat latihan keras mereka. Item yang Reiga ciptakan untuk pasukannya terbagi tiga pertama pedang tulang merah ( senjata kategori sihir kelas atas yang dimana terlihat seperti pedang biasa sepajang 120 cm dapat menembus pertahanan dan memunculkan api jika menerima darah musuh ), kedua tombak penyiksa ( senjata yang diciptakan oleh Reiga yang mana mencampurkan energy gelap yang dapat membuat rasa sakit luar biasa jika tergores oleh tombaknya senjata ini berada di kategori sihir kelas atas ), ketiga busur hantu ( senjata ini dapat membantu penggunanya menutupi aura keberadaan mereka senjata ini berada di kategori sihir kelas menengah ).


 “Mereka beralatih sangat rajin, Lucy yang menjadi wakilku mengurus semua pasukan, Rael yang mengurus pasukan pemanah, dan Rial yang mengurus pasukan jarak dekat, hmm tapi dimana Nabila??” kata Reiga.


 Reiga yang penasaran menggunakan otoritas mata dewanya untuk melihat keberadaan dari ciptaannya itu.


Mata dewa langsung menunjukkan seluruh hutan agung dan juga menunujukkan lokasi-lokasi dari tempat semua pengikut dan bawahan dari Reiga disana dia juga menemukan kalau Nabila sedang ada didekat gunung tempat kuil dewa beruang berada dan kelihatannya Grizz juga berda didekatnnya.


 “Ketemu..” Reiga langsung pergi ketempat mereka berdua.


 Dan ketika dia sampai disana kelihatan kalau Nabila dan Grizz disana bertarung adu pukulan satu sama lain. Tetapi Reiga tidak langsung menunjukkan dirinya karena dia tahu kalau Grizz sama sekali tidak serius menghadapi Nabila. Walaupun daerah sekitar mereka hancur karena pertarungan mereka tetapi Nabila ataupu Grizz sama sekali


tidak terluka.


 “Kelihatannya Nabila sudah kemampuannya sudah menigkat” kata Reiga.


 Nabila yang sekarang dapat mengendalikan perubahan wujudnya dia dapat dengan mudah merubah tangannya


menjadi senjata untuk menyerang dan ketika Grizz menyerangnya dia juga bisa merubah kulit disekitar tubuhnya agar bisa mengerluarkan sisik baja untuk menghalangi dampak serangan dan juga walaupun tidak kelihatana Nabila dapat memanipulasi tulangnya agar organ didalam tubuhnya terjaga dan tidak terluka oleh serangan-serangan kuat dari Grizz.


 “Hmmm kita berhenti dulu” kata Grizz yang menyadari keberadaan Reiga.


 “Haah jadi kau menyadari keberadaanku ya” kata Reiga yang mulai membentuk wujud fananya.


 “Aku sudah terhubung denganmu melalui kontrak bawahan karena itu mudah bagiku untuk menyadari keberadaan anda tuan Reiga” kata Grizz.


 Setelah Reiga menggunakan wujud fisik nya Nabila langsung melompat kearahnya dia sudah tumbuh menjadi sedikit tinggi sekarang. Dia sudah tumbuh dari gadis kecil berumur 5-6 tahun sekarang dia berada diwujud seorang anak berumur 12-15 tahun.


 “Baru satu minggu kau sudah tumbuh cukup besar ya” kata Reiga yang menurunkan Nabila dari pelukannya.


 “Aku sudah dewasa, bukan anak kecil lagi” kata Nabila.


 “Walaupun masik sedikit sulit tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya sudah sedikit bagus” pikir Reiga.


 “Itu benar aku juga sudah melatihnya dengan cukup keras dan sekarang dia dapat bergerak sedikit alami saat dalam pertarungan” kata Grizz.


 “Bagus kalau begitu, aku kemari hanya ingin mengecek sebentar saja sekarang aku ingin melihat daerah didalam desa dan lembah naga lalu Grizz saat aku kembali aku ingin bertanya sesuatu padamu” kata Reiga.


“Hati-hati…” kata Nabila sambil melambaikan tangannya.


 Reiga kemudian terbang kelangit dan pergi melihat daerah sekitar desa dilangit sana dia melihat kelompok Azazel yang sedang berpatroli disekitar desa.


 “Memberi hormat pada dewa” kata Azazel sambil memberi hormat diikuti oleh semua kemlompoknya.


 “Tegakkan kepalamu, bagaimana situasi didalam desa ini saat aku tertidur seminggu ini” kata Reiga.


“Tuan situasi disini sangatlah bagus bahkan tempat ini sudah layak disebut sebagai kota, sisik naga yang di lelang menarik banyak pengunjung yang datang bahkan banyak diantara mereka memilih untuk menetap, tetapi banyak juga yang membuat masalah disini tetapi nona Lucy telah membentuk regu keamanan yang dipimpin oleh Eldra ( Nega elf dari bab 16 ) dengan adanya regu keamanan disini kota ini sudah menjadi lebih tenang para penduduk juga banyak yang memuja anda dan berdoa kepada anda tuan” kata Azazel.


 “Bagus tidak sia-sia aku membuat koneksi dengan Borus ( dewa pedagang ) dan Undie ( dewi telaga )” koneksi mereka terhadap benua-benua lain sangat bagus sehingga mudah bagiku untuk menyebarkan rumor tentang sisik naga itu” kata Reiga.


 Reiga kemudian merasaka sesuatu menggunakan mata dewanya dan melihat ada beberapa orang dengan atribut


element cahaya yang cukup kuat yang kekuatannya setara dengan para peminpin prajurit Reiga.


 “Hooh ada tikus rupanya, Hmmm tikus ini memiliki kekuatan yang setara dengan Rael atau Rial, Azazel perintahkan regu salah satu anak buahmu untuk melihat pergerakannya dan pastikan kalau kalian melihatnya dari jarak yang tidak dapat terdeksi oleh musuh” kata Reiga.


 “Baik tuan” kata Azazel.


 Setelah memerintahkan Azazel Reiga langsung pergi menggunakan teleportasi untuk pergi kewilayah lembah naga yang berada di benua lain. Begitu Reiga sampai disana dia melihat kalau kuilnya sudah selesai dibangun dan para orang-orang dari klan naga disana sudah banyak yang menyembah dirinya sebagai dewa mereka.


 “Begituya setelah mereka melihat pertarunganku dengan Damaskus minggu lalu mereka jadi lebih bergantung kepadaku, bagus juga” kata Reiga yang kemudian menampakkan dirinya.


 Ketika Reiga menampakkan wujudnya berbondon-bondong orang dari klan naga langsung berlutut dihadapannya.


 “Beridirilah, dimana pemimpin kalian” kata Reiga yang menenyakan kesemua orang yang berlutut.


 “Ya dewa pemimpin kami berada di dalam istananya,tetapi tenang saja kami telah menyuruh orang untuk memberitahukan kedatangan dewa” kata salah satu orang yang berlutut dihadapannya.


 Tidak lama kemudian Dragnil datang dengan cepat begitu mengetahui kalau Reiga ada diwilayahnya.


 “Raja naga Dragnil memberikan hormat pada dewa Reiga” kata Dragnil sambil berlutut.


 “Berdiri, kedatanganku kemari untuk menepati janjiku dan juga memasang pembatas wilayah di sini” kata Reiga.


 “Baik tuan akan saya datangkan beberapa orang yang sudah memilih untuk menjadi wanita disini” kata


Dragnil.


 Dragnil kemudian membawa beberapa orang dari klan naga sekitar 20 orang ras naga bersedia diubah jenis


kelaminnya. 15 dari mereka berasal dari klan naga emas awalnya mereka menolak keputusa dari Dragnil dan mencoba untuk melarikan diri karena mereka tahu kalau mereka bukan tandingan dari Drganil tetapi kedatangan Damaskus membuat mereka tahu kalau mereka tidak akan aman jika tidak berada dilembah naga karena itu mereka memasrahkan diri pada takdir. Ketika proses pengubahan kelamin selesai dijalani Reiga kemudian mengambil rahim dari para mayat wanita yang dia punya tetapi karena rahim tersebut diambil dari mayat Reiga perlu membayar 10 GP untuk setiap rahim yang dia perbaiki kekondisi prima lalu dengan cepat dia menggabungkannya ke 20 ras naga wanita disana dan dengan ini masalah keturunan mereka dapat diatasi karena para naga wanita itu tidak akan mati hanya karena mengandung anak naga didalam perut mereka.


 Sementara itu  Uriel salah satu bawahan Azazel yang terlahir dengan 2 sayap kiri tampa satupun sayap kanan sedang mengintai tikus penyusup yang diberitahukan Reiga.


 “Jadi itu tikusnya ya kukira tuan hanya melakukan suatau perumpamaan tetapi ditak kusangka penyusupnya bersal dari ras best tikus” kata Uriel yang mengamati penyusup itu dari jarak yang cukup dekat.


 Uriel dipilih sebagai pengintai karena bulu disayapnya memiliki keunikan yang dimana bulunya tertutup rapat sehingga membuat sayapnya tidak bersuara ketika terbang sama halnya dengan sayap yang dimiliki oleh burung hantu. Uriel melihat pergerkan dari penyusup itu dan menyadari kalau dia tidak sendiri ada beberapa orang yang


bergerak terpisah dengan dirinya.


 “Kira-kira ada 7 orang yang bisa kuhitung masing-masing dari mereka bergerak sendiri-sendiri tetapi mereka punya satu kesamaan, mereka semua mengunakan pedang dengan symbol kesatria silver digagang pendang mereka” pikir Uriel.


 Setelah mengintai cukup lama dan ketika penyusup itu berjalan ditempat sepi yang dimana tidak ada orang disekitar dengan cepat Uriel menggunakan kakinya menendang dia dari udara membuat penyusup dari ras best tikus itu pingsan.


 “Dari pada terus melihat seperti ini lebih baik aku bawa dia untuk di introgasi saja” kata Uriel sambil membawanya terbang.


 Sementara itu dibenua yang sama disalah satu dari dua kerajaan tepatnya dikerajaan Sila seorang dewa telah merasakan kalau penyusup yang dia kirim telah diserang.


 “Hmmm salah satu orang yang kukirim sudah ketahuan ada kemungkinan juga yang lain sudah ketahuan, yah dari pada main halus lebih baik main kasar” kata dewa misterius.


 “Sriing” dia kemudian mengeluarkan pedangnya.


 “Kalian semua bersiaplah kita akan berperang” teriak dewa itu.


 “OOOOOOOOOHHHHH” teriakan sepuluh ribu kesatria dari satu kerejaan yang ingin menyerang wilayah Reiga.


 “Target kita hutan agung, kuil dewa tanah hitam Regia, kita bunuh dia dan hancurkan kuilnya, semua dewa fraksi hitam harus dimusnahkan” teriak dewa itu.


“SEMUA DEWA FRAKSI HITAM HARUS DIMUSNAHKAN…MUSNAHKAN….MUSNAHKAN” teriak para perajurit itu.


Bersambung................


tolong berikan like dan komennya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin bagus


dan juga vote bila kalian semua menyukai cerita di novel ini ya..