
Naga monster darah yang mana turun bersamaan dengan Susano tidak berwujud manusia, melainkan dia terlihat seperti cacing pita darah yang mana merasuki tubuh orang-orang dan membuat kekacauan dimana-mana, setelah merasuki tubuh dari petani biasa dialam atas sang naga monster darah lalu menggunakan tubuhnya untuk memproduksi monster raksasa bermata lima yang dikenal sebagai ingkarnasi kehancuran. Dengan masuknya ingkarnasi kehancuran kedalam planet Erras sekali lagi dunia Erras berada didalam kekacauan, ingkarnasi kehancuran yang mana sangatlah rakus dan dapat membelah diri mereka sendiri setelah melahap tubuh dari lawan mereka.
Melihat kekacauan itu Cronos dengan cepat bertindak dan dengan bantuan dari sistem dirinya membumi hapuskan para ingkarnasi kehancuran, tetapi disaat para ingkarnasi kehancuran mati terbunuh Arogan yang bergerak atas perintah naga monster darah langsung dengan cepat menyelamatkan satu jenis dari ingkarnasi kehancuran tersebut. Dan naga monster darah yang mana juga ikut terbunuh pada waktu itu langsung dengan cepat keluar dari tubuh yang dia rasuki, suatu kebetulan naga monster darah bertemu dengan peringkat kedua dari 100 dewa raja terkuat yaitu Treant sang dewa hutan, Treant yang mana adalah dewa yang sangat baik berusaha untuk menolong naga monster darah karena dia tidak tahu mahluk apa itu sebenarnya “Krriieeekk…” dan dengan cepat naga monster darah mengambil kesempatan tersebut dan mengambil alih tubuh milik Treant.
Tubuh Treant yang mana telah diambil alih langsung bermetaforsis menjadi sesosok monster yang mana berbentu naga raksasa, dan naga raksasa tersebut memiliki ciri khas khusus yang yaitu terdapat banyak mata disekitar lehernya dan sisik-sisik merah yang mana melapisi tubuhnya bagaikan armor kuat. “Rooaarr…” sang naga monster darah lalu mulai menyebarkan kabut merah darah kesekitarnya dan membuat banyak mahluk mati terbunuh akibat kabut tersebut, “Srrasastt….” Dengan ketiga artefak yang dia punya Cronos lalu langsung memenggal kepala darai naga monster darah tersebut namun karena kekuatan hukum kehidupan yang sangat berlimpah milik peringkat kedua Treant membuat sang naga monster darah tidak bisa mati dan bahkan tetap hidup.
Melihat hal itu Cronos dengan bantuan dari sistem menciptkan dua buah segel yang mana menyegel tubuh dari naga monster darah didalam dimensi khusus yang mana menjadi celah dimensi antara alam atas dengan alam bawah, dan kepala naga monster darah tersebut disegel digunung tertinggi di alam atas yang mana menjadi wilayah kekuasaan darai Cronos. Lalu selama jutaan tahun itu sang naga monster darah tersegel didalam celah dimensi untuk menguras energy hukum kehidupan yang dimiliki oleh Treant, namun selama itu pula sang naga monster darah melakukan banyak hal untuk mengisi kembali kekuatan yang diapunya termasuk memanipulasi para dewa raja terkuat dan juga membuat beberapa ras baru yang mana menjadi kaki tangannya untuk mengisi kembali energy hukum kehidupan miliknya yang telah berkurang banyak tersebut.
Dan sekarang ini sang naga monster darah telah mengambil alih tubuh dari Cronos melihat hal itu Reiga mulai merasa kesusahan untuk melawan naga monster darah tampa harus membunuh Cronos, dengan cepat Reiga lalu langsung menerjang kearah naga monster darah tersebut “Buusshh…” dia kemudian mengarahkan pedangnya kearah tangan dan kaki dari naga monster darah tersebut “Crrasstt… Srraasstt…” dan dengan cepat Reiga memotong saraf-saraf otot dari tangan dan kaki naga monster darah tersebut. Naga monster darah yang terkejut karena serangan tiba-tiba dari Reiga langsung dengan cepat menggunakan ekor miliknya untuk menyerang balik kearah Reiga, “Trraanggss… Trraanggss… Trraanggss…” namun Reiga dengan mudahnya menangkis setiap serangan dari ekor naga monster darah tersebut, “Drraarrsshh… Drraarrsshh… Drraarrsshh…” Reig lalu memberikan serangan balasan dengan serangan tusukan pedang energy dari jarak jauh.
“Boommsshh…. Boommsshh…. Boommsshh….” Naga monster darah lalu mencoba menghindari serangan tusukan pedang dari Reiga tetapi “Crraasstt…” karena dia belum terbiasa menggunakan tubuh dari Cronos salah satu serangan tusukan Reiga langsung memberikan luka fatal dibahu naga monster darah tersebut, melihat sebuah kesempatan dimatanya dengan cepat “Buusshh…” Reiga mendekati naga monster darah tersebut dan menggunakan pedangnya dia “Srrrasstt….” Memotong tangan kiri dari naga monster darah tersebut. Luka dibahu kanan dan tangan kirinya yang dipotong membuat naga monster darah itu jadi tidak bisa menggunakan kedua tangannya untuk sementara waktu.
“Cih…. sialan dia benar-benar kuat, aku juga belum terlalu terbiasa menggunakan tubuh ini” pikir naga monster darah tersebut.
“Untuk sekarang aku bisa membuat dirinya lumpuh terlebih dahulu, dan untuk menghilangkan parasite itu mungkin aku harus memakai skill jiwa yang aku punya” pikir Reiga, dia berencana untuk menghancurkan jiwa dari naga monster darah untuk melepaskan Cronos.
“Roooaaarrr…..” naga monster darah tersebut lalu mengeluarkan para mahluk pelahap darah ciptaannya untuk mengulur waktu, sementara itu Reiga yang melihat hal tersebut langsung mengetahui kalau sang naga monster darah hanya bertujuan untuk mengulur waktu sampai dia bisa sepenuhnya menguasai tubuh dari Cronos.
“Pedang kematian, tehnik keempat : Kilat hitam” Reiga lalu menggunakan serangan pedang tercepat yang diapunya.
“Gahahaha… sekarang giliranku untuk menyerang” kata naga monster darah tersebut.
Reiga lalu melihat kembali luka diperutnya dan mulai berpikir kenapa dia bisa terkena serangan dengan wajah tampa ekspresi miliknya itu.
“Ini menarik kecepatan yang diapunya tiba-tiba saja menjadi sangat cepat, mari kita coba sekali lagi” pikir Reiga, “Ssshh…” dengan kemampuan regenerasi dan kekuatan hukumnya dia menyembuhkan lukanya dalam sekejabmata.
“Buusshh….” Reiga lalu berbalik dan menyerang kembali kearah naga monster darah tersebut, dengan pedangnya dia kali ini mengincar kepala dari naga monster darah itu, “Crrasstt…” tetapi sekali lagi serangan yang sangat cepat dan tidak terduga dilancarkan dan kali ini membuat Reiga kehilangan salah satu kakinya.
“Jadi begitu aku mengerti sekarang ini, seperti itukah tehnikmu, Hmmm… ini akan menjadi pertarungan yang cukup sulit” kata Reiga yang mana dengan sangat cepat menumbuhkan kakinya lagi.
“Maju saja kau, mau berapa kalipun akan kuhancurkan tubuhmu itu” kata naga monster darah tersebut.
Sementara itu diatas admosfir sang sistem sedang memperhatikan Cronos yang mana telah diambil alih tubuhnya dengan wajah serius, dia kemudian merencanakan sesuatu yang mana itu ada hubungannya dengan sebuah pesan yang baru saja dia kirimkan ke Reiga.
“Semoga dengan ini dia dapat menyelesaikan semua pertarungan ini, karena segel ini sudah tidak akan bertahan lebih lama lagi” kata Sistem, dia melihat kelangi dan mulai meraskan ada hawa keberadaan dari beberapa orang yang mana sedang mengincar planet Erras untuk mereka kuasai.
Bersambung…..