
Disaat Agnus sedang berkonsultasi denga Reiga pangeran kedua Pedro yang telah mengantisipasi tindakan dari saudaranya dia telah menyusupka seorang mata-mata didalam bawahan Agnus. Dan ditengah malam dimana semua orang telah tertidur dengan lelap mata-mata tersebut yang merupakan salah satu pelayan pria Agnus mengirimkan merpati pesan didalam pesan tersebut tertulis “Pangeran Agnus telah mendapatkan bantuan dewa Reiga” merpati pesan lalu terbang.
Tetapi pada saat mata-mata itu ingin kembali kedalam kamarnya untuk menghindari kecurigaan “Crooot…” dari bayangannya sebuah cakar silver menembus tubuh dan menghancurkan jantungnya. Dari dalam bayangannya muncul Raiya yang dengan mudah membunuh mata-mata tersebut dengan sekali serang Raiya lalu mengambil mayat dari mata-mata tersebut dan membawanya ke kuil Reiga didalam kuil telah menunggu Reiga yang sedang kelihatan mengutak-atik boneka mayatnya.
“Tuan Reiga ini mayat mata-mata yang anda inginkan” kata Raiya.
“Jadi bagaimana??” tanya Reiga.
“Seperti yang anda perintahkan saya telah membiarkannya untuk mengirim pesan terlebih dahulu lalu membunuhnya” kata Raiya.
“Bagus dengan begini rencanaku bisa dimulai” kata Reiga.
Reiga melihat mayat mata-mata tersebut sambil memegang suatu benda yang dia buat dari boneka mayat benda itu terlihat seperti jantung “Duk-duk…duk-duk…duk-duk…” selain itu benda tersebut berdetak seperti jantung asli. Reiga lalu mengunakan skillnya untuk mengambil jiwa mata-mata tersebut lalu dia membaca jiwanya dan mengutak-atiknya.
“Begitu namamu adalah Rei kau adalah mata-mata dari pangeran kedua Pedro, Hahaha pangeran kedua itu memang berotak kotor” kata Reiga yang membaca ingatan dari jiwa mata-mata tersebut.
Reiga lalu menggunakan kekuatan bahkan dominasi dari skill yin hitam miliknya dia mengubah isi dari jiwa tersebut dan mengisinya dengan kegelapan miliknya dia membuat agar jiwa itu bisa patuh dengannya. Lalu setelah berhasil mengubah jiwa tersebut Reiga kemudian menyatukan jiwa tersebut dengan jantung buatan yang dia buat dari boneka mayat miliknya.
“Aku perkenalkan tubuh barumu, boneka mayat kelas atas : Serangga jantung parasite, dengan serangga ini kau bisa berpindah tubuh kedalam tubuh hidup atau mati” kata Reiga yang lalu memasukkan Serangga jantung kedalam tubuh mata-mata tersebut.
Lalu dalam sekejab tubuh matinya kembali bergerak “Kraatak…kraatak…kraatak” tubuh tersebut hidup kembali dari kematiannya “Graaaaaahhh….” dia menarik nafas panjang seakan menarik kehidupannya. Seluruh darah ditubuhnya mengalir kembali seluruh fungsi organnya yang tadi mati kembali bekerja seperti semula bagaikan keajaiban mendapatkan sebuah kehidupan keduanya.
“Menakjubkan orang yang sudah mati bisa hidup kembali” kata Raiya yang takjub dengan hal itu.
“Hahaha tidak perlu terkejut dengan hal kecil seperti itu, sebenarnya selama otak orang itu masih utuh dan belum tiga jam lebih maka orang tersebut masih bisa diselamatkan dengan mengganti beberapa organ nya yang terluka” kata Reiga.
Mata-mata tersebut lalu berdiri dan berlutut dibawah kaki Reiga.
“Tuan pelayan anda memberikan hormatnya” kata Rei yang sekarang telah menjadi boneka Reiga.
“Bagus sekarang tetap pada misimu bergerak saja seperti biasa, dan jika ada kesempatan kau bertemu dengan pangeran kedua maka lakukan hal itu” kata Reiga yang telah menyiapkan sesuatu didalam tubuh Rei.
“Baik tuan…” kata Rei yang memberi hormatnya.
“Bagus sekarang kembalilah ketempatmu” kata Reiga.
Rei lalu kembali ketempat pangeran Agnus dia masuk kedalam kamarnya dan tertidur seperti tidak terjadi apa-apa sementara itu Raiya langsung menghilang kembali kedalam bayangan dia bersama dengan anak buahnya pergi menuju arah kerajaan Emas agung untuk mencari lebih banyak informasi.
Disisi lain tepat disalah satu rumah besar bangsawan kerajaan Emas agung Pedro yang sedang bersenang-senang dan berpesta dengan para bangsawan yang lainnya.
Dengan lidahnya yang tajam dan manis dia bisa mengait hampir seluruh bangsawan yang ada dikerajaan itu dan bukan hanya itu saja bangsawan yang tidak mendukungnya akan mendapatkan kemurkaannya. Dengan surat ijin pedagangan kerajaan dia dengan mudah memanipulasi pasar yang membuat daerah para bangsawan yang tidak mendukungnya menjadi tidak makmur seakan dilanda kemiskinan dan sangat sulit melakukan perdagangan diluar kerajaan.
Dan pada saat Pedro bersenang-senang dipesta tersebut salah satu bawahannya lalu dengan cepat membisikkan sebuah berita padanya. Lalu dengan memasang senyuman dia langsung undur diri dari pesta tersebut dan dengan cepat keluar dari ruangan.
“Apa benar informasi yang kau dapatkan itu” kata Pedro.
“Ya pangeran Pedro salah satu mata-mata kita telah mendapatkan berita kalau pangeran Agnus telah mendapatkan dukungan dari dewa fraksi gelap dewa Reiga” kata bawahan Pedro.
“Begituya… Agnus sangat berani dia menggunakan langkah ini itu artinya dia telah bersiap dengan konsekuensinya, kalau begitu maka mari kita bantu dia berikan perintahku pada seluruh bawahanku sebarkan berita ini sampai semua orang yang ada mendengar berita tersebut sampai para dewa tua itu mendengar berita ini” kata Pedro.
“Baik tuan akan segera saya laksanakan perintah anda” kata bawahan Pedro.
“Hahahaha… Agnus adiku yang pemberani kakakmu ini sangat ingin melihat bagaimana langkahmu sekarang, apa bisa kau melawan seluruh dewa fraksi putih diwilayah ini” kata Pedro.
Lalu dalam waktu dua hari para bawahan Pedro mulai menyebarkan rumor tersebut para bawahannya itu menyamar dari ibu-ibu, pedagang, koki restoran, bahkan seseorang dari bagian pengikut dewa fraksi putih disana juga ada bawahannya menyamar disana. Sementara itu Reiga yang telah mendengar berita tersebut dari Raiya yang telah mengitai kerajaan itu merasakan kalau sebuah perang besar akan datang yang membuat dirinya mulai bersemangat.
Dan untuk mengawali perang tersebut Reiga telah mempersiapkan banyak pasukan boneka mayat monster yang dia bunuh dari pasukan para iblis agung dengan para boneka mayat monster tersebut dia mulai menyerang beberapa kuil dewa yang berada didekat perairan. Mereka menyerang secara bersamaan diseluruh daerah yang membuat banyak kepanikan disekitar pantai.
“Tong…tong…tong…tong…” bunyi sebuah bel dari para penjaga pantai.
“Serangan kita diserang oleh para monster” kata prajurit penjaga pantai tersebut.
Ratusan orang prajurit lalu berkumpul untuk melawan para monster tersebut mereka memberikan sebuah perlawanan yang luar biasa. Namun yang mereka lawan bukanlah monster biasa melainkan sebuah mayat monster yang telah diperkuat seluruh tubuhnya dengan menggunakan energy yin hitam dari Reiga.
Para prajurit yang awal dapat melawan tiba-tiba dipukul mundur oleh para boneka mayat monster mereka dibantai namun anehnya para monster tersebut sama sekali tidak menyerang para warga yang ada disana mereka hanya menghancurkan bangunan dan membunuh para prajurit. Banyak prajurit yang tewas membuat para dewa murka dan keluar dari kuil mereka ada 5 dewa kelas bawah dan 3 kelas menengah dari fraksi putih yang memimpin daerah tersebut mereka dengan cepat membasmi para monster tersebut dan dalam hitungan detik para monster tersebut telah dikalahkan oleh mereka.
“Bagus sekarang mari kita nyalakan api peperangan” kata Regia yang memberikan perintah pada seluruh boneka mayat monsternya.
“Booomsshh.. Booomsshh.. Booomsshh.. Booomsshh..” semua boneka mayat monster yang telah dikalahkan kemudian meledak dan mengeluarkan miasma energy gelap yang menyebar keseluruh kota. Hal itu membuat para pengikut dewa fraksi putih melemah dan banyak yang jatuh pingsan dibuatnya.
“Mari kita mulai rencana raja pahlawan” kata Reiga yang sudah menyiapkan kapal untuk pergi kekerajaan Emas agung bersama para bawahannya dan juga pangeran Agnus.
Bersambung........
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian semua menyukai cerita yang ada didalamnya dengan begitu penulis akan semakin semangat dan ceritanya akan jadi lebih menarik lagi, Ok......