
Serigala adalah mahluk yang berburu secara berkelompok yang mana cara mereka berburu adalah dengan cara mengejar terus menerus mangsa mereka, dengan stamina dan kecepatan lari mereka mangsa mereka tidak akan bisa pergi kemana-mana dan juga mereka didukung dengan gigi rahang kuat yang mana dapat mudah merobek daging mangsa mereka. Melihat kemampuan dari serigala inilah maka dewa Lycan memutuskannya untuk menjadi bahan dari salah satu ras yang dia buat.
Sementara itu ketiga orang terkuat dari ras Ware wolf sekarang ini telah berada didalam salah satu kota dekat pantai yang mana kota tersebut adalah tempat peristirahatan dari Agnus dan para pengikutnya.
“Ketemu, aku bisa mencium bau pangeran Agnus disini” Kata Ceriur.
“Bagus kita bisa membunuhnya malam ini juga” kata Sanrir.
“Tidak kita akan mengintai dirinya dulu selama beberapa hari” kata Ceriur.
“Kenapa ??, bukankah lebih bagus kita cepat-cepat bunuh dia sebelum dia mendapatkan banyak dukungan” kata Sanrir.
“Aku cuman ingin memastikan kalau tidak ada pihak lain yang akan menjadi lawan kita” kata Ceriur.
“Oooh aku mengerti, maksudmu para dewakan” kata Desir.
“Hmmm..?? kenapa pula dewa sombong itu harus susah payah mau melindunginya” kata Sanrir.
“Ingatlah ini kalau klan kita sudah gagal satu kali dalam membunuhnya, sudah pasti dai akan meminta bantuan yang sangat kuat untuk bisa menghadapi kita nanti, dan lagi para dewa pasti sangat ingin mengambil hatinya karena jika mereka bisa membuat calon raja berhutang pada mereka maka itu akan memudahkan mereka untuk menyebarkan pengaruh dewa tersebut dilingkungan kerajaan” kata Ceriur.
“Cih kau hanya terlalu menerka-nerka, itulah kenapa disuku kita mereka bilang kau yang paling pengecut diantara kami semua” kata Sanrir.
“Hei aku bukan pengecut, hanya saja aku tidak mau mati sia-sia dan tidak bisa menuntaskan misiku” kata Ceriur.
“Dengar itu Sanrir ingatlah kalau dia adalah pemimpin kita dimisi kali ini” kata Desir.
“Iyah-iyah aku mengerti, kau bosnya jadi kita ikuti cara mainmu” kata Sanrir yang tidak suka dengan ide dari Ceriur.
Dan pada malam hari mereka langsung menjalankan rencana mereka dari tiga titik mereka mengintai tempat tinggal dari Agnus. Mereka melihat dengan seksama tempat itu cuman Sanrir yang malas menjalankan tugasnya lalu ketika mereka mengintai Ceriur mulai merasakan sesuatu yang mencurigakan dari tempat tersebut.
“Aneh padahal kami sudah satu kali menyerang kesana tapi kenapa penjagaan mereka sangat longgar” pikir Ceriur yang merasakan keanehan terjadi disana.
Lalu Desir yang melihat kelonggaran tersebut langsung memutuskan untuk berkumpul kembali dengan yang lainnya. Sementara itu Sanrir yang melihat penjagaannya longgar langsung dengan cepat maju menyerang Agnus dia sama sekali tidak memperdulikan perintah dari Ceriur.
“Booomsshhh” suara ledakan terdengar dari dalam gedung tempat Agnus beristirahat, mendengar suara ledakan tersebut Ceriur langsung dapat menebak apa yang terjadi disana.
“Si bodoh itu apa dia tidak pernah memakai otaknya” kata Ceriur yang dengan cepat menuju tempat ledakan tersebut.
“Ada ledakan…, sepertinya aku tahu siapa yang mengacau disana” kata Desir yang bisa menebak perbuatan Sanrir.
Didalam gedung tersebut Sanrir langsung berubah kewujud bertarungnya dan kemudian mengamuk disana “Sraaasshh… Sraaasshh… Sraaasshh…” dia mencakar semua orang yang datang untuk melawannya.
“Hahaha… cuman ini saja kekuatan kalian, aku tidak bisa percaya kalau salah satu orang dari klanku mati disini karena kalian semua” kata Sanrir yang mulai sombong.
“Sialan tubuhnya keras sekali, apa dia memakai artefak pertahanan” kata Sanrir yang beberapa kali mencobak memukul orang misterius tersebut namun orang itu tidak bergeming sedikitpun.
“Skill Red flame : Burning fist” orang asing tersebut menggunakan skillnya untuk membalut tangannya dengan api merah terang dan dengan api tersebut dia memberikan tinju kearah Sanrir.
“BOOOMMSSSH…” walaupun Sanrir telah menangkis tinju tersebut tetapi dia tetap tercampak cukup jauh akibat serangan orang asing tersebut.
“Sialan….” kata Sanrir yang kedua tangannya menerima luka bakar yang cukup serius yang mana luka teresebut memperlambat regenerasinya.
“Jadi ini kekuatan dari klan Ware wolf yang legendaris itu, Haah benar-benar mengecewakan” kata orang asing tersebut yang kecewa dengan kekuatan dari Sanrir.
Merasa terhina oleh ucapan orang tersebut Sanrir lalu berdiri tegak dan mulai mengumpulkan energy kepusat perutnya. Dia bermaksud menggunakan skill Best roar miliknya untuk menumbangkan orang itu namun “Skill Skill Red flame : Burning Spear” dengan cepat orang asing itu sudah ada didepannya dan dia “Craaaattss… sraass...” dengan tangan kanannya yang dibaluti api merah menusuk jantung dari Sanrir.
“Mohon maaf saja aku telah mendapatkan informasi dari skill itu, dan aku tidak bisa membiarkan mu melukai orang-orang yang ada disekitar sini dengan suaramu itu” kata orang asing tersebut dia dengan kejam membakar jantung dari Sanrir.
Sanrir yang merupakan salah satu dari Ware wolf terkuat mati dengan mudahnya ditangan orang asing yang dia tidak tahu rupa wajahnya. Ceriur dan Desir yang melihat hal itu langsung terbakar oleh amarah dan ingin maju membunuh orang asing tersebut namun ketika orang asing tersebut melihat kearah mereka berdua dengan mata yang tajam. Ceriur dan Desir langsung tertekan insting mereka mengatakan kalau dihadapan dirinya mereka berdua adalah mangsa kecil.
Lalu dengan secepat mungkin mereka langsung lari pergi dari keluar dari kota tersebut sementara itu orang asing tersebut kembali masuk kedalam gedung dan menjumpai pangeran Agnus didalam ruangannya. Disana Agnus telah dipasangkan pelindung berlapis oleh Merlin
yang juga telah bersiap untuk bertarung.
“Selamat datang kembali, bagaimana sudah selesai” kata Agnus.
“Gampang tapi dua yang lainnya telah kabur” kat orang asing tersebut.
“Tidak apa-apa selama kita punya mayat dari salah satu dari mereka maka akan mudah untuk membujuk para dewa itu agar bisa bergabung ikut dalam perang bersamaku” kata Agnus.
“Benar-benar luar biasa aku masih tidak percaya kalau dewa Reiga telah menaklukan klan naga, bahkan menjadikan mereka bawahannya” kata Merlin.
Dari balik tudung tersebut terlihat wajah dari pemuda tampan dengan beberapa sisik ditubuhnya dan rambutnya yang merah dia adalah Dagan putra dari raja naga yang sekarang ini menjabat dibawah kepemimpinan dewa Reiga. Sebelumnya karena Dragnil telah setuju menjadi bawahan dari Reiga makan Dagan pun dimaafkan dan jiwanya diperbaiki oleh Reiga ( Bab 19 ) hal itu pulalah yang membuat dirinya jauh lebih menghormati Reiga dan patuh terhadap dirinya.
“Tidak perlu terkejut, lakukan saja tugas kalian dan tidak perlu khawatir lagi, masalah mahluk-mahluk liar itu biar aku yang tangani” kata Dagan.
Dagan lalu langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut meninggalkan Agnus dan Merlin berdua disana.
“Bagus segera perintahkan para prajurit untuk mengamankan mayat dari Ware wolf tersebut, kita buat para dewa itu bergerak maju sesuai arahan kita” kata Agnus.
Bersambung.......
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalin menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semaki semangat dan ceritanya semakin bagus lagi, Ok....