
Pengorbanan adalah suatu bentuk cara seseorang untuk mendapatkan sesuatu atau bisa sesuatu yang dibayar untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Jikau ingin mendapatkan sesuatu maka kau harus mengorbankan sesuatu juga hubungan ini biasanya terjadi pada manusia dengan dewanya yang dimana manusia yang menjadi umat dari suatu dewa meminta sesuatu yang sangat dia impikan tetapi harus dibayar dengan apa yang dia miliki baik itu benda ataupun hal yang ada ditubuhnya.
“Kraatak…kraaatok…kraaatak…kraaatok” suara kereta kuda yang melintasi jalan dengan kecepatan yang sangat cepat.
Setelah membulatkan tekatnya dan menerima ajakan untuk meminta pertolongan ke dewa Reiga dia bersama denga rombongan Lucy pergi menuju wilayah hutan agung yang dimana dia membawa serta ibunya agar dapat mengangkat kutukannya.
“Setelah kita melewati hutan luar ini kita akan sampai di kota, disana kita bisa bertemu dengan dewa Reiga” kata Lucy yang menjelaskan ke Leon.
Leon yang berada dikereta kuda itu bersama dengan ibunya yang sedang tergeletak lemas yang mana hanya bisa sedikit sadar kerena obat darah dewa yang dibeli oleh Leon.
“Ibu tenang saja sebentar lagi kau akan sadar dan bisa kembali bergerak seperti orang biasa” kata Leon.
Ibunya yang tidak bergerak hanya bisa meneteskan air matanya mendengar perkataan dari anaknya yang telah berjuang demi kesembuhan dirinya. Setelah kereta kuda itu memasuki hutan telah menunggu satu pasukan pemanah dari atas pohon yang mengawasi mereka.
“SEMUANYA TENANG INI AKU..” teriak Lucy.
“Selamat datang nona Lucy maafkan atas ketidak sopanan kami tadi” kata Rael yang muncul dari atas pohon.
“Tidak apa-apa aku maklumi” kata Lucy.
“Jadi dia tamu istimewanya” kata Rael.
Rael kemudian melihat dengan seksama perawakan dari Leon.
“Bagaiman cukup lumayan jugakan” kata Lucy.
“Ya sangat hebat, dalam usia muda bisa punya kekuatan sekuat itu” kata Rael.
Kemudian banyak orang yang turun dari atas pohon mereka kemudian menuntun Leon dan membantunya membawa ibunya. Mereka menuntun keduanya menuju bukit kecil yang senyap dan sepi pemandangan yang luar biasa indah dari alam begitu luar biasa ditunjukkan disana terlihat sesosok laki-laki tampan yang sedang duduk santai diatas sana.
“Siapa pria itu dari luar kelihatan kalau dia terlihat seperti pria biasa tapi aku tahu satu hal yang pasti kalau aku langsung mati jika membuatnya tidak senang” pikir Leon yang melihat Reiga dengan mata terkejut.
“Hei kenapa bengong disana, sini duduk kalian pasti lelah setelah perjalanan panjang” kata Reiga.
Leon sempat terdiam beberapa saat setelah itu dia kemudian membawa ibunya duduk didekat Reiga. Dengan sikap siaga dia sudah bersiap bertarung melawan Reiga walaupun itu artinya adalah kematian baginya.
“Hooooh sungguh tekad yang sangat kuat dia tahu kalau dia tidak akan bisa menang melawanku tetapi dia tetap mengeluarkan semangat juangnya, luar biasa” pikir Reiga yang melihat Leon.
“Jadi dewa Reiga apa kau bisa mengangkat kutukan ibuku” kata Leon sambil hati-hati terhadap Reiga.
“Hmm kalau mengangkat kutukannya itu masalah yang mudah tetapi setelah itu baru masalah besarnya” kata Reiga.
“Setelahnya ??” kata Leon.
“Benar kalau aku mengangkat kutukannya maka pasti yang meletakkan kutukan itu akan sadar kalau kutukannya sudah hilang maka dari itu kau pasti akan ketahuan dengan mudah” kata Reiga.
“Itu tidak masalah, walaupun aku dicap sebagai penghianat sekalipun aku bersedia melakukan apapun” kata Leon denga tekat yang sudah bulat.
“Tidak aku memerlukanmu untuk menaklukan negara Terian” kata Reiga dengan senyum dingin.
“Eeeh gak juga kok..” kata Reiga.
“????????....” Leon yang bingung tiba-tiba.
“Hahaha rencana ini nanti akan kujelaskan, yang pertama kau adalah kau pasti punya rumah yang cukup besarkan diluar ibukota” kata Reiga.
“Aaaah tidak kalau rumah aku hanya punya satu di ibukota” kata Leon.
“Begitu kalau begitu beli satu mansion besar di kota pesisir laut sana lalu jadikan tempat itu kuil baruku” kata Reiga.
“Jadi kau ingin meminjam namaku untuk membeli sebuah bangunan besar agar tidak dicurigai oleh negara” kata Leon.
“Kira-kira seperti itu” kata Reiga.
“Itu bukan masalah yang menjadi masalahnya adalah kutukan ibuku bagaiman kau bisa mengangkatnya tampa diketahui oleh ketiga dewa itu” kata Leon.
“Hahaha kalau itu kau tinggal bawa saja ini” kata Reiga sambil menyerahkan suatu kantong besar yang seukuran manusia.
“Inikan!!!!” Leon yang terkejut dengan apa yang dilihatnya didalam kantong itu.
Pada malam itu Leon langsung pergi kembali ke ibukota Terian bersama dengan Lucy dengan membawa kantong yang diberikan oleh Reiga tampa berkata apa-apa. Dan pada malam itu para bangsawan dan pedangang kaya yang ditoak mentah-mentah tawarannya untuk berbisnis dan lamarannya sedang keluar bersenang-senang dan juga ada yang sedang istirahat dirumahnya tetapi mereka semua tidak tahu kalau itu adalah saat terakhir mereka.
“Haaah sudah cukup lama aku tidak membantai orang-orang, rindu juga” kata Reiga yang melihat ibukota Terian dari jarak 100 KM.
Dia melihat kota itu dengan senyum diwajahnya senyum yang sangat indah namun juga sangat menakutkan.
Para pengikutnya yang berada didekatnya langsung merinding melihat senyumannya itu mereka merasa kasihan terhadap siapa yang akan menjadi korbannya karena mereka pasti tidak akan mati dengan tenang.
“Otoritas tanah hitam ( memanggil mayat tikus : 100 ) + energy yin hitam ( Kecepatan + perusak + kehancuran ) boneka mayat kelas bawah : tikus penjelajah neraka” Reiga kemudian memanggil 100 ekor mayat tikus yang telah dia utak atik dengan kekuatan dari energy yin hitam.
Para tikus itu kemudian langsung pergi menuju arah ibukota Terian mereka menyebar dengan kecepatan yang
luar biasa cepat lebih cepat dari lari seekor kuda. Sebagian dari mereka langsung menuju kekota lewat darat dan sebagian dari meraka masuk lewat bawah tanah.
“Mari mulai pesta berdarahnya” kata Reiga sambil mengeluarkan aura haus darah yang sangat kuat sampai membuat beberapa pengikutnya tidak tahan dan jatuh pingsan.
Pada malam itu telah dimulainya awal dari deklarasi perang oleh Reiga kepada seluruh negara Terian yang mana akan dimulainya dengan membunuh mereka yang pernah mengganggu Lucy.
"Salahkan nasib kalian yang terlahir dengan mata keranjang dan serakah, semua yang berani menyentuh klanku akan mati menderita" kata Reiga yang memulai pembantaian dimalam yang gelap namun terang akan bulan purnama yang bersinar terang dan sebentar lagi akan menjadi merah dan hitam disekitar.
Bersambung...........
tolong berikan like dan komen kalian agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik
dan juga berikan votenya kalau kalian menyukai cerita di novel ini ok......