
“BOOOUUSSSTTHHH….” Kedua serangan saling beradu satu sama lainnya dan serangan tersebut membuat keributan didalam kota, Reiga yang merupakan penguasa dari kota tersebut harus menghadapi Guila dewa iblis yang datang entah dari mana mengincar kepalanya.
“Kekekekekek…. Slurrss…. Darahmu lezat sekali ini adalah sebuah cita rasa yang belum pernah aku rasakan, Kekekeke….” Kata Guila yang mana menjilat darah Reiga yang tercecer disenjata garpu raksasa miliknya.
“Kalau kau benar-benar sangat menyukainya aku bisa memberikan banyak padamu, tentu saja bayarannya adalah nyawamu” kata Reiga, dengan cepat dialangsung melesar kearah Guila.
“Trrraanggss… Krrraaanggss… Srrrraasst…” dengan kemampun berpedangnya Reiga dapat menebas kaki kanan dari Guila, namun bukannya takut Guila malah tambah semakin liar “Krraaanggss… Trraaanggss…. Srrrraannggss….” Dia mengeluarkan senjatanya yang satunya lagi yang berupa sebuah pisau raksasa dan menyerang Reiga dengan kecepatan yang tidak wajar. Setiap serangan dari Guila sangatlah berat dan juga tidak terarah bagaikan seekor hewan liar yang menyerang mangsanya dengan semua yang diapunya.
“Ini gawat, kita harus membantu dirinya” kata Lujuria yang melihat Guila dan Reiga beraturung dengan sengit.
“Jangan.., apa kau lupa perjanjian kita dengan Arogan, kita tidak boleh saling menyerang satu sama lainnya secara langsung dan tidak diijinkan untuk menganggu jika ada salah satu diantara kita sedang bertarung satu lawan satu” kata Codicia.
"Tapi jika seperti ini terus Reiga bisa kalah” kata Lujuria yang mengetahui kemampuan dari Guila.
“Apa maksudmu itu, guruku bukanlah orang lemah yang dapat dikalahkan oleh orang gila semacam dirinya, lagipula dia tadi sudah mengatakan sesuatu padaku saat menyuruhku mundur, dia bilang jangan ganggu pertarungannya” kata Diana.
“Tapi kau sama sekali tidak mengerti, Guila itu adalah mahluk yang tidak biasa kalau kau tidak bisa mengalahkannya secapat mungkin maka dia akan semakin kuat dan bahkan dapat melampaui lawannya sendiri” kata Lujuria.
“Begitu yah tetapi aku tetap tidak yakin dengan hal itu, lagipula guruku itu adalah seseorang yang memandang kemenangan diatas segalanya karena itulah aku yakin dia memiliki rencananya sendiri” kata Guila.
Dilain sisi Reiga yang bertarung sengit melawan Guila sudah terluka berkali-kali, setiap luka yang dialami Reiga selalu merupakan luka kecil yang dapat mudah sembuh. Seakan-akan kalau Guila sengaja memberikan luka kecil pada dirinya.
“Kau meremehkanku??” tanya Reiga yang tahu kalau Guila belum serius sama sekali.
“Kekekeke…. Aku sama sekali tidak meremehkanmu, hanya saja aku sedang memutuskan akan seperti apa bagusnya untuk memangsa dirimu, apakah harus dimasak, dibakar, atau makan mentah-mentah saja, Sllluurruuppss… Kekekeke aku benar-benar tidak sabar” kata Guila.
“Kalau begitu pikirkan saja sana dialam akhirat, Skill Unholy Flame” Reiga lalu mengeluarkan bola api phoenix iblis miliknya dan melemparkannya kearah Guila.
“Kekekeke…. Bagus sekali, skill The Gluttons Dinner : Giant Mouth” dengan pisaunya dia menebas udara dan dari tebasannya tersebut muncul sebuah mulut raksasa yang mana menelan bulat-bulat api phoenix iblis milik Reiga.
“Skillnya dapat menelan api milikku, dia lawan yang tidak mudah” pikir Reiga.
“Hmmm… ada rasa sedikit pedas dan ada juga ras asam manis didalamnya” kata Guila yang mana mengambarkan rasa dari api phoenix iblis milik Reiga.
“Otoritas tanah hitam diaktifkan, memanggil para pasukan boneka mayat datang dan habisi musuhku” kata Reiga, dia lalu memanggil ratusan boneka mayat, “Buurrrnnn…” dia juga menambahkan api phoenix iblis kedalam tubuh para boneka mayat.
Sekarang para boneka mayat memiliki bentuk seperti obor yang menyala-nyala dikepala mereka, dengan tubuh yang kurus mereka berlarian mendatangi Guila kecepatan mereka berlari sangatlah lambat sehingga membuat Guila kebingungan olehnya.
“HUuuusssshh…..” mulut raksasanya tersebut dengan buasnya melahap seluruh pasukan boneka mayat millik Reiga hingga tidak ada satupun yang tersisa.
“Kekekeke…. Lumayan aku suka rasa mentah dari mayat yang sudah membusuk ini, dan ada apa denganmu asal kau tahu saja segala macam racun tidak akan berguna didalam perutku jadi urungkan saja rencanamu ini” kata Guila.
“Tidak…, tidak juga menurutku rencananya berkerja, Taaaak…” dengan sebuah jentikan jari tiba-tiba saja perut Guila langsung bercahaya.
“K… Ka… kau apa yang, apa yang kau masukkan dalam mayat-mayat itu” kata Guila yang mulai panik.
“Hmmm… tidak ada cuman sebuah formasi lima element kehancuran itu saja” kata Reiga dengan senyum jahat diwajahnya.
“Booossmmhh…. Booossmmhh…. Booossmmhh….” Lima buah ledakan muncul didalam tubuh Guila ledakan-ledakan tersebut merupakan puncak kekuatan dari ledakan element, sebuah formasi yang diciptakan dengan cara menuangkan kekuatan besar didalam sebuah kunci formasi dan lima kunci tersebut masing-masing memiliki daya ledak yang cukup kuat untuk dapat menghancurkan sebuah gunung dengan kelima element yang disatukan menjadi satu.
“AAaaagghhhkkkk……” teriak Guila yang mana seluruh tubuhnya meledak terbakar oleh energy yang sangat besar, dari dalam perutnya keluar beberapa energy yang luar biasa besarnya sampai-sampai energy tersebut melahap dirinya dan merusak setiap sel-sel yang ada didalam tubuhnya.
“Hmmm… kelihatanya iblis itu lebih berbahaya dari apa yang aku pikirkan” kata Reiga ketika merasakan sejumlah besar jiwa-jiwa menggeliat didalam perut Guila.
Setelah ledakan besar tersebut Reiga lalu mendekati tubuh Guila dan dia ingin memastikan kemenangannya dengan cara menebas kepalanya, karena tidak ada pemberitahuan dari sistem itu artinya Guila belumlah mati.
“Selamat tinggal wahai ingkarnasi dari kerakusan” kata Reiga sambil mengarahkan pedangnya keleher Guila, “Srrrraaangggss…” dan ketika Reiga menebas tenggorokannya sebuah sisik muncul melindungi tenggorokan dari Guila sisik tersebut sangatlah kuat seakan-akan sebuah armor dengan pertahanan tingkat tinggi.
“Kekeke…. Kekekekekeke…. Kekekekeke….. luar biasa sangat luar biasa, aku dapat merasaka ras pedas luar biasa dari lima rasa yang berbeda, Kekekeke… walaupu beberapa organ diperutku sedikit rusak aku sangat menyukai rasa kejutan ledakan tersebut Kekekeke….” Kata Guila yang mana luka-lukanya sedikit demi sedikit muali pulih kembali lagi.
“Aaaaah… aku tahu itu tidak akan semudah itu” kata Reiga yang mana langsung mundur dan mempersiapkan kuda-kuda bertarung miliknya.
“Kekekeke…. Kelihatannya aku harus serius untuk melawan dirimu” kata Guila yang mana mulai bertranformasi, dia berubah menjadi bentuk raksasa miliknya yang mana berkepala kambing raksasa dan bertanduk enam dikepalanya.
“Jangan kira hanya kau saja yang bisa bertranformasi” kata Reiga yang mana mengeluarkan sayap api biru kehitaman yang mana sangat kuat kekuatan apinya, api biru kehitaman tersebut membakar tanah dan menciptakan lelehan panas yang kuat dari kekuatan api phoenix iblis.
“KEKEKEKEKEKE…. SeKarang kAu TerliHat SeMakin Lezat, Aku akaN sangaT Puas MenIkmaTi saAt-SaaT diMana Aku meMakan DirImu” kata Guila yang mana suaranya sangat tidak jelas bagaikan suara ratusan hewan yang dapat berbicara digabung menjadi satu.
“Kalau begitu kau coba saja, kita lihat kalau siapa yang akan mati disini, dan ketika kau mati nanti aku akan dengan senang hati memakan tubuhmu itu” kata Reiga yang mana sudah mulai kesal terhadap Guila.
Bersambung.......