
Naga tampa kepala yang mana mengincar Diana langsung menyuruh beberapa dewa raja pelahap darah untuk mengejarnya, dia tidak akan membiarkan Diana kabur karena dia menginginkan tubuh albino demon yang dia punya. Namun disaat naga tampa kepala itu sedang fokus pada Diana “Krrraakk….” Didekatnya tiba-tiba muncul retakan ruang yang kecil, saking kecilnya tidak ada yang menyadari retakan ruang tersebut bahkan naga tampa kepala tersebut tidak menyadarinya sama sekali.
“Booo….” Lalu tiba-tiba dari retakan ruang tersebut muncul sang badut gila Zero, dengan membawa para pengikut setianya dia langsung menyerang para pelahap darah yang ada didekatnya.
“Buussshhkk… Srraassstt…. Krraasstt…” dengan artefak bendera hitam putih miliknya dia memukul mundur lima dewa raja pelahap darah dan membuat mereka menjauhi naga tampa kepala itu.
“Berani kau muncul dihadapanku, dasar badut konyol” kata naga tampa kepala yang kesal dengan kehadiran dari Zero, dengan menggunakan cakarnya yang besar dirinya berusaha untuk menghancurkan tubuh Zero menjadi berkeping-keping.
“Fuusshh… Fuusshh…” namun Zero dengan mengibaskan bendera miliknya tiba-tiba saja menghilang dari penglihatan semua orang, sedangkan itu para pengikutnya yang tahu akan trik miliknya langsung dengan cepat menuju arah para dewa raja dan mahluk mistik tingkat dewa. Mereka dengan cepat memberikan obat-obatan pada mereka, itu adalah sebuah obat hitam yang mana terlihat seperti racun namun dengan paksaan dari para pengikut Zero semua yang ada disana meminum obat itu dengan lahap.
“BUUSSSHHH….” Setelah meminum obat itu para dewa raja dan mahluk mistik tingkat dewa langsung sembuh dari segala luka-luka yang mereka punya, bahkan beberapa dari mereka yang memiliki cedera lama langsung pulih dengan meminum obat itu. Setelah mereka pulih para dewa raja itu langsung dengan cepat menghadang para dewa raja pelahap darah yang ada disekitar mereka, sementara itu para mahluk mistik tingkat dewa langsung bergegas langsung dengan cepat menyerang kearah naga tampa kepala itu, namun para dewa raja pelahap darah yang tersisa langsung dengan cepat menghadang mereka.
“Minggir atau kalian akan kami bunuh” kata salah satu dari mahluk mistik tingkat dewa tersebut.
“Lindungi tuan… bunuh…. Makan… musuh…. Bunuh makan….” Kata para dewa raja pelahap darah yang mana menghalangi para mahluk mistik tingkat dewa tersebut.
“Boomsshh… Trranggss… Krraasstt…” mereka memulai kembali perang disana tetapi orang-orang disana tidak tahu kalau sebenarnya mereka telah berada didalam genggaman sang badut gila, “Krraakkss…” sekali lagi retakan ruang muncul dan dari retakan itu Zero muncul kembali dia dengan santainya menyuruh para bawahannya untuk kembali masuk kedalam retakan ruang tersebut. Sementara itu naga tampa kepala yang melihat Zero langsung dipenuhi oleh amarah, dia kesal dengan Zero karena telah mengacaukan banyak rencana miliknya “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” dengan membuka lebar-lebar seluruh mata dilehernya dia mengeluarkan air mata darah hitam dari setiap mata tersebut, “Gllupp… Gllupp… Gllupp…” dan air-air mata darah hitam itu lalu berkumpul menjadi satu dan berubah menjadi bola hitam yang mana mengandung banyak kekuatan hukum yang sangat mengerikan.
“Hahahaha… ada apa dengan itu, kau mau main bola sekarang” kata Zero yang mana mencoba untuk memprofokasi naga tampa kepala itu.
“Dasar badut gila dengan kekuatan dari serangan terkuatku ini akan aku buat kau mati dengan penuh penyesalan” kata naga tampa kepala itu.
“Wuussshh….” Bola hitam tersebut lalu dilemparkan kearah Zero dengan kecepatan yang sangat cepat, namun Zero yang melihat hal itu sama sekali tidak terlihat panik dia bahkan terlihat seperti orang kebosanan karena menguap melihat tehnik naga tampa kepala tersebut.
“Hooaamm… cuman tehnik murahan apa yang haru dibanggakan, Skill : Void Shif” dengan kekuatah hukum ruang yang dia miliki Zero langsung menciptakan sebuah retakan ruang kecil yang mana memiliki daya hisap yang sangat kuat dibalik benderanya, “Fuusshh…” dan ketika dia mengibarkan benderanya kearah bola hitam mematikan itu langsung menghilang ketika ditutupi oleh bendera milik Zero.
“Hehehe…. Hahahahah…. Kau juga sebentar lagi akan lenyap bersama dengan seranganmu itu” kata Zero, “Fuusshh….” Dengan mengibarkan benderanya dia kembali menghilang kedalam ruang miliknya.
“Kemana dia” kata naga tampa kepala itu, dia menggunakan setiap mata yang ada dilehernya untuk mencari keberadaan dari Zero, dan tiba-tiba saja Zero muncul dibelakang dirinya.
“Rasakan kekuatanmu sendiri” kata Zero, “Fuusshh…” dengan satu kibasan mendera darinya bola hitam yang mematika itu langsung keluar dan mengarah ke naga tampa kepala itu.
“BOOOMMSSHH….” Dan disaat bola hitam mematikan itu menyentuh tubuh naga tamapa kepala tersebut ledakan besar muncul yang mana membuat semua orang-orang yang ada disana terhempas jauh, bahkan para warga biasa dapat melihat ledakan tersebut walaupun ledakan itu berada jauh diketinggian yang mana tidak bisa mereka lihat.
“Khahahahaha…. Aku tidak menyangka kalau ledakannya akan sebesar ini, naga tampa kepala itu memang gila, seharusnya aku tangkap dia untuk kujadikan bahan penelitianku” kata Zero yang mana menggila melihat ledakan dari serangan naga pelahap darah tersebut.
“BUUSSSHH….” Dari ledakan itu naga tampa kepala yang mana sudah terluka parah langsung dengan cepat bergerak menerjang kearah Zero, melihat kalau naga tampa kepala itu berahasil selamat Zero hanya tersenyum dingin dan dengan kekuatan hukum cahaya, kegelapan dan ruang yang diapunya dia menciptakan pedang energy yang kasat mata. Sebuah pedang yang mengandung unsur cahaya dan kegelapan disatukan menggunakan kekuatan ruang yang luar biasa kuatnya.
“Skill Sword of Orogin” Zero yang mana menggunakan pedang tersebut langsung mengarah kearah naga tampa kepala itu dengan senyuman gila diwajahnya, dia bahkan tertawa disaat berhadapan dengan naga tampa kepala itu satu lawan satu.
“CRRASSSTT… SRRRAASSTT…” disaat yang bersamaan pedang milik Zero dan serangan dari naga tampa kepala saling berbenturan satu sama lainnya, dan meninggalkan naga tampa kepala tersebut kehilangan satu sayap miliknya terpotong oleh pedang milik Zero, sementara Zero sendiri harus kehilangan tangan kiri dan kaki kanan miliknya karena serangan tiga cakaran dan satu ekor dari naga tampa kepala itu.
“Uuggkkk… sialan kau benar-benar kuat juga” kata Zero.
“Sssshhh…” naga tampa kepala yang kehilangan sayapnya itu langsung berusaha untuk memulihkan dirinya, melihat hal itu Zero berusaha untuk tetap terbang dengan tegak dan melancarkan serangan langsung kearah naga tampa kepala itu. “Buusshhkk…” namun Zero dikagetkan dengan kemunculan dari seseorang dewa raja terkuat yang mana dengan tinju miliknya memukul jatuh Zero kedaratan “Buusshh… Boommsshh…” Zero yang mana sedang terluka itu langsung dibuat sekarat karena pukulan kuat dari dewa raja terkuat yang misterius itu.
“Apa yang sedang kau lakukan, kenapa kau melindunginya” kata Zero yang melihat dewa raja terkuat itu dengan pandangan penuh tanda tanya diwajahnya.
Bersambung…..