
“Traaanggkss…. Srrraanggss… Trrrinnggksss….” Keduanya mulai saling melancarkan serangan mereka, demon itu seimbang melawan Reiga walaupun dia sudah menggunakan berbagai macam peningkatan kekuatan namun dia sama sekali tidak bisa mengalahkan Reiga.
“Sialan-sialan… dia dapat menahan seranganku dasar kurang ajar, padahal aku sudah menggunakan mantra terlarang tetapi dia tetap bisa mengimbangiku” pikir demon tersebut yang mana terkejut melihat kekuatan milik Reiga.
“Hmmm…. Ada apa, apa kau kaget melihatku dapat mengimbangimu, kau janga kaget dulu karena aku akan serius sekarang, skill energy yin hitam + soul harvest” Reiga lalu menggunakan skillnya untuk meningkatkan kekuatan miliknya, energy hitam mulai menyelimuti tubuhnya dan jiwa-jiwa dari para petarung tingkat dewa raja mulai terserap kedalam tubuhnya mereka menjerit-jerit seakan ingin menghabisi demon yang ada didepan Reiga.
“Apa-apaan itu” kata dewa tingkat raja dari ras demon tersebut, dirinya kaget serta takut melihat wujud Reiga yang sangat menakutkan dan hitam tersebut.
“Hahahaha… kau sangat luar biasa awalnya aku harus menjinakkan dulu jiwa-jiwa ini sebelum bisa menggunakan kekuatan mereka, namun tampaknya mereka benar-benar sangat dendam dengan dirimu yah, nah sekarang apa kau sudah siap” kata Riega yang mengarahkan tombak trisula miliknya kearah demon itu.
“Cih jangan sombongkau, skill flame demon” lima bola api gelap mulai muncul diatas kepalanya, dan kelimanya lalu terbang menuju arah Reiga.
“Kau pikir api lilin kecil seperti itu cukup untuk mengalahkanku, awan hitam muncullah” Reiga lalu mengayunkan tombak penguasa langit miliknya dan dalam sekali ayunan awan hitam mulai muncul lalu melahap kelima bola api tersebut.
Namun tidak peduli dengan kemampuan yang ditunjukkan Reiga dewa tingkat raja dari ras demon itu seperti orang gila dia menyerang Reiga dari depan, “Trrraannggss…” namun Riega dengan mudahnya menangkis serangan dua pedangnya dengan hanya menggunakan tangan kirinya.
“Hujan datanglah” sesuai perkataan Reiga hujan mulai muncul dari sisa-sisa awan hitam yang terbang keatas, air rintik hujan mulai membasahi seluruh arena. Para dewa tingkat raja yang lain kemudian terkejut melihat fenomena aneh tersebut, mereka dapat mengetahuinya kalau cuman senjata tingkat penguasa yang dapat memunculkan fenomena alam seperti itu.
“Apa ini…, artefak tingkat penguasakah…, sialan menjauh cepat ini sebuah serangan area” kata para dewa tingkat raja yang ada disekitar area tersebut.
“Haaaah…. Hujan kecil ini tidak akan bisa melukaiku, kau akan kubunuh dan kumutilasi sekarang” kata dewa tingkat raja dari ras demon tersebut, “Trraanggss… Krraaassnggs…” dia dengan liar menyerang Reiga menggunakan kedua pedang hitamnya namun Reiga dengan mudah menangkis setiap serangan demon tersebut.
“Kurasa sudah waktunya, guntur muncul dan jatuhlah” sebuah cahaya kilat petir mulai muncul dari langit, “Krrraaasssnggg….” Suara petir menggeliat diatas awan dan membuat banyak orang ketakutan akan terkena petir tersebut dan kemudian “Trrrraaassskknnggss….” Guntur mulai jatuh dan menghatam tubuh demon tersebut dan membuatnya mati hangus jadi debu.
“Aaaaaggggkkkhhhtt……” demon itu lalu tersambar sampai gosong dia menggeliat-liat kesakitan karena serangan petir tersebut.
“Serangga lain kali kau ingat untuk tidak jangan pernah melawan langit yang tinggi” kata Reiga “Srrraasstthh…” Reiga lalu mengakhiri demon titu dengan satu tebasan dari tangannya.
Para petarung yang ada disana ketakutan akan berakhir sama seperti demon tersebut dan mereka mulai menghidari Reiga, namun dengan wajah santai Reiga lalu memanggil para boneka mayatnya dan dengan satu gerakan tangan darinya para boneka mayat yang terdiri dari mahluk mistik tingkat raja dan dewa tingkat raja mulai menyerang seluruh petarung yang ada disekitar mereka.
“Kalian jangan cuman melihat saja, ayo coba lawan aku” kata Reiga yang menantang seluruh petarung yang ada disana.
“Sialan dia meremehkan kita, bunuh dia, ayo kita sama-sama menghadapinya” kata para dewa tingkat raja dari berbagai ras, mereka semua menerjang kedalam jangkauan pasukan boneka mayat Reiga “Trraanggss… Crrrraassstt… Krrrraasstt…. Triingggss…. Srrrraasstt…” dan hasilnya banyak korban yang berjatuhan dan membuat Reiga semakin kuat karen dia menghisap jiwa-jiwa dari mereka yang mati disekitarnya.
“Haaah… bagus-bagus jiwa-jiwa dari dewa tingkat raja memang sangat berbeda sangat kaya akan energy didalamnya” kata Reiga yang menarik masuk jiwa-jiwa para dewa tingkat raja yang mati dibuatnya, dia menarik dalam satu tarikan nafas dan membuat seluruh aura disekitar dirinya semakin mengerikan.
Para petarung tingkat dewa raja mulai berjatuhan satu demi satu kerena diserang oleh pasukan boneka mayat milik Reiga, dan jumlah mereka turun menjadi puluhan orang yang bahkan dapat dihitung dengan jari. “Srrraaassstt…. Krrrraaaugghhtt…. Booommmssshh….” Walaupun banyak yang mati tetapi ada beberapa yang dapat menghadapi para pasukan boneka mayat milik Reiga.
menggunakan jas dan sebuah senjata artefak berbentuk pisau, elf sang ahli sihir yang mengikat para boneka mayat, dan kesatria berzirah putih yang memimpin mereka.
“Semuanya tetap dalam posisi, kita pasti bisa bertahan dan mengalahkan orang itu” kata dewa tingkat raja yang menggunakan zirah putih tersebut.
“Siap, bos…” kata wanita dari ras manusia tersebut, “Boomssshh… bommsshh…” tinjunya sangat kuat sampai membuat ledakan energy saat menghatam lawannya.
“Sihir pengikat (^$@%#%#) + Sihir penambah kekuatan (*^&$%^^$@)” dewi tingkat raja yang berasal dari ras elf yang sangat kuat, dia dapat menggunakan dua mantra sihir secara bersamaan dia mengikat para musuhnya dan menambahkan kekuatan dari rekan-rekannya.
“Hohohoh… mari kita berpesta” kata dewa tingkat raja yang menggunakan jas hitam tersebut, “Crrraaasstt… srrraaasst… sssrrraasstt….” dia dengan cepat menebas seluruh tampa ada satupun dari boneka mayat yang dapat menyentuh dirinya.
“Bagus ada celah, semuanya ikuti aku maju” kata dewa tingkat raja dengan zirah putih tersebut, dia melihat sebuah celah yang dibuat oleh pasukan boneka mayat milik Reiga dan bersama semua rekannya dia menyerang kearah Reiga.
Mereka lalu memperkuat aura yang mereka punya dan ingin menyerang Reiga dengan tehnik pamungkas mereka
masing-masing, namun saat mereka melihat Reiga mereka berhenti bergerak yang mereka lihat dari Reiga bukanlah sebuah mahluk hidup tetapi sebuah kematian yang membentuk wujud seorang pria.
“Kalian bisa sampai kemari setelah mengalahkan para boneka mayatku, aku terkesan oleh karena itulah akan ku keluarkan tehnik pedang milikku untuk menghormati kalian semua” kata Reiga yang mana menusukkan tombak trisula miliknya kelantai dan dia mulai memegang White Nightmare dengan kedua tangannya.
“M….Mundur, tidak semuanya siapkan skill pertahanan kalian jika tidak ingin mati” kata dewa tingkat raja yang menggunakan zirah putih tersebut.
Kelima dewa raja terebeut langsung buru-buru menyiapkan skill pertahanan mereka namun tampa mereka sadari Reiga sudah berada didekat mereka.
“Pedang kematian, tehnik ketiga : mekarnya mawar darah” disaat Reiga mulai mengayunkan pedangnya, mereka semua terdiam karena melihat keindahan pedang merah darah yang dia ciptakan, dan dengan pedang merah darah tersebut dirinya melukis sebuah gambar mawar merah yang menebas kelima dewa tingkat raja tersebut.
“Srrriinnggsss…..” dan tidak lebih dari satu detik kelima dewa tingkat raja tersebut terbunuh dengan mudahnya oleh pedang Reiga.
“K… kena… kenapa, kami bisa kalah…” kata dewa tingkat raja yang menggunakan zirah putih tersebut, zirah ditubuhnya hancur dan membuat dirinya menunjukka identitasnya sebagai seorang dari ras serapf.
“Kalian kalah bukan karena lemah, hanya saja kekuatanku lebih kau dari kekuatan kalian semua” kata Reiga yang mana kemudian menarik jiwa kelima dewa tingkat raja tersebut.
“Gawat…, mereka berlima mati dengan mudahnya…., jangan mengganggunya…., kita harus bagaimana…., serang yang lainnya dan tinggalkan orang itu…., benar kita dapar bertahan jika kita menjadi bagian kelima orang tersebut” kata orang-orang yang ada didalam arena tersebut.
“Mereka semuanya pengecut, datang kemari tetapi tidak berani mempertaruhkan nyawa mereka, Skill Crazy Docter : ledakan semua boneka mayat” dengan skillnya Reiga meledakan semua boneka mayat yang ada disekitar arena dan membuat arena kacau balau, banyak yang mati karena ledakan energy dari boneka mayat milik Reiga sampai pada akhirnya tidak ada yang selamat kecuali Reiga seorang diri disana.
Bersambung.....