
Setelah Reiga memasuki hutan merah tersebut dirinya diperhatikan oleh banyak orang wanita yang disana, mereka semua kebingungan karena melihat Reiga yang memiliki darah phoenix didalam tubuhnya. Hal itu membuat Reiga jadi tidak ditindas oleh orang-orang yang ada disana.
“Aneh sedari tadi aku lihat hanya ada klan phoenix yang sudah memiliki transformasi manusia, dan sama sekali tidak ada klan phoenix yang masih belum bertransformasi dan berwujud mahluk mistik” pikir Reiga yang mana melihat-lihat sekelilingnya.
“Hihihihihi…. Kau pasti penasarankan kenapa klan kami tidak ada satupun yang berwujud mahluk mistik” kata Riana.
“Yah… ini sangat aneh bahkan diantar mereka aku dapat melihat jumlah energy mereka, selain dirimu hanya ada beberapa yang sudah mencapai tingkatan saint” kata Reiga yang melihat kalau ada beberapa gadis dari klan phoenix yang belum mencapai tingkatan saint.
“Itu semua wajar saja karena ini adalah rahasia klan phoenix kami, mudahnya kami terlahir memang berbentuk manusia sedari awal dan ketika kami mencapai tingkatan raja maka kami dapat menggunakan sayap kami untuk terbang, dan bagi yang sudah mencapai tingkatan saint maka akan dapat menggunakan wujud phoenix yang sebenarnya” kata Riana.
“Apa-apaan itu, ada rahasia sebesar itu dan aku mengetahuinya begitu saja, apa yang sebenarnya direncanakan klan ini padaku, aku tidak yakin kalau aku diberitahu tentang rahasia ini begitu saja tampa ada bayaran” pikir Reiga yang mulai curiga.
Dan ketika mereka sampai dirumah yang paling megah disana telah menunggu didalam rumah itu seorang wanita cantik yang kelihatannya telah mencapai usia 40-50 tahunan dengan rambut merahnya yang pudar namun memiliki aura megah yang kuat, dirinya bagaikan seorang jendral yang sedang duduk dimedan perang yang penuh dengan darah.
“Tempat ini dipenuhi dengan pohon-pohon dengan dedaunan kering dan rumput obat dimana-mana bagaikan harta tanah yang diberkati, lalu bagaimana mungkin ada wanita yang bisa terluka separah ini” kata Reiga sambil melihat kondisi tubuh sang dewi phoenix.
“Apa kau sudah selesai melihat-lihat wahai dewa kematian Reiga” kata sang dewi phoenix yang menyadari kalau Reiga memeriksa kondisi tubuhnya.
“Mohon maafkan ketidak sopananku, aku Reiga merasa terhormat bisa bertemu langsung dengan dewi phoenix salah satu mahluk terkuat dialam atas ini” kata Reiga dengan sopan.
“Tidak apa-apa, sama sekali tidak masalah lagi pula ini sudah jadi rahasia umum, aku terluka parah ribuan tahun yang lalu saat mencoba menghentikan ular pembawa bencana Orochi disaat itu dia memberikan kutukan serta racun yang sangat kuat kedalam tubuhku, sementara aku memotong lima dari delapan kepala yang diapunya” kata dewi phoenix.
“Aku pernah dengar cerita itu pada saat itu Orochi yang serakah membangun pasukannya dan mulai menaklukan beberapa wilayah, dan membunuh 15 orang dewa raja terkuat, namun pada saat itu satu-satunya yang bisa menghentikan dirinya adalah sang dewi phoenix yang agung dirinya menghadapi Orochi dengan gagah berani pertarungan mereka membuat sebuah benua hancur karena tidak dapat menahan kekuatan mereka” pikir Reiga yang mengingat informasi yang dia tahu.
“Dan sejak saat itu aku tidak pernah keluar dari pergi kedunia luar, aku tetap disini untuk mengobati lukaku” kata dewi phoenix.
“Jadi begitu kalau boleh tanya apa hubungannya semua itu dengan diriku” tanya Reiga.
“Tidak ada, aku hanya memiliki dua buah permohonan yang pertama adalah agar aku dapat menghisap energy dari darah phoenix didala dirimu” kata dewi phoenix.
“Kau ingin mengambil artefak ini yah” kata Reiga yang merasa ragu memberikan artefak yang merupakan jimat keselamatannya.
“Hahahaha… kau tenang saja aku bukannya ingin mengambil artefak milikmu, yang aku inginkan hanyalah menyerap energynya saja” kata dewi phoenix yang tertawa melihat kekhawatiran Reiga.
“Hmmm… baiklah selama aku tidak kehilangan apa-apa maka itu baik-baik saja” kata Reiga.
Dengan cepat dewi phoenix lalu mendekati Reiga dan dia menyentuh dada Reiga, “Brrrooommnngg….” Lalu saat dewi phoenix menyentuh dada Reiga sebuah energy keluar dari tubuhnya dan eenrgy tersebut diserap oleh dewi phoenix, energy tersebut memiliki energy kuat bagaikan matahari yang mana sangat bertolak belakang dengan energy yin gelap Reiga yang dingin. Setelah energy terserap perasaan Reiga langsung lega seakan sebagian besar beban ditubuhnya telah menghilang energy kegelapan yang ada didalam tubuhnya juga mulai stabil.
“Rasanya seperti terbebas akan sesuatu” pikir Reiga yang merasa segar.
“Bagus kalau begitu dan sekarang yang ingin aku tanyakan adalah permintaan kedua yang ingin kau sampaikan” kata Reiga.
“Hohoho… kalau itu bisa kita tunggu beso saja, aku mau mencerna energy ini terlebih dahulu dan memperbaiki tubuhku” kata dewi phoenix yang mana langsung masuk kedalam kediamannya.
“Dia benar-benar seenaknya sekali” kata Reiga yang melihat dewi phoenix langsung pergi.
“Kalau begitu bagaimana kalau aku tunjukan sebuah rumah untuk kau menginap untuk satu malam nanti” kata Riana yang menawarkan sebuah penginapan.
“Baiklah aku juga harus memeriksa perubahan dalam tubuhku” kata Reiga.
Mereka berdua lalu pergi agak jauh dari pemukiman klan phoenix dan didekan jurang dimana tempat yang sangat indah tersebut, terlihatlah sebuah rumah yang agak kecil walaupun kecil tetapi energy ditempat itu sangat kaya dengan energy negatife yang cocok untuk Reiga berlatih.
“Tempat yang cukup bagus” kata Reiga yang mana merasakan energy gelap negatif mulai masuk melalui pori-pori tubuhnya.
“Hahaha… apakah menurut anda begitu, sebenarnya aku agak takut untuk menawarkan tempat ini” kata Riana yang merasa tidak nyaman.
“Hmmm… memangnya kenapa” tanya Reiga yang penasaran.
“Kami klan phoenix sudah begitu lama mengisolasikan diri, jadi kami sama sekali tidak memiliki persiapan saat ada seseorang yang datang menjadi tamu dan juga tempat ini bukanlah tempat menginap tetapi ini adalah rumah hukuman bagi mereka yang melanggar aturan klan” kata Riana.
“Rumah hukuman??” kata Reiga yang bingung.
“Memang kalau anda merasa tempat ini sangat nyaman tetapi bagi kami klan phoenix yang terlahir dengan atribut api suci, tempat ini sangat menyesakkan untuk kami rasanya kami akan marah dan malas tak bertenaga ditempat ini” kata Riana yang kelihatannya pernah dihukum ditempat ini.
“Oooh… begitu rupanya, kalau begitu nona Rian tidak perlu mengantarkanku biarkan kau sendiri saja yang masuk kedalam” kata Reiga yang mulai melihat alasan Riana
“Oooh… kalau begitu aku permisi dulu, maaf kalu mengganggu” kata Riana yang mana langsung pergi dari sana dengan cepat.
“Haaah… dia pergi dengan sangat cepat, tampaknya energy gelap adalah kelemahan dari klan phoenix, kalau begitu mari kita bergerak sedikit” kata Reiga yang mulai mengeluarkan pedangnya.
“Srrriiingggss… Srrrraaannggss….. Swwiiiinggsss…” Reiga lalu menari-nari dengan pedangnya ditempat itu, dia bagaikan terbebas dari berbagai beban yang ada dipundaknya.
“Haah… aku merasa sangat luar biasa, pedang kematian inti dari pedang ini adalah gerakannya yang mematikan, setiap gerakan mengincar titik lemah lawan dan ketika dilancarkan serangan maka akan memberikan serangan berat serata efek negatif dari element kegelapan” Reiga yang menari dengan gerakan pedangnya mulai merasakan kekuatan kuat dari niat pedangnya, serangannya mulai menjadi halus tetapi serangannya juga menjadi sangat berat seakan-akan dia dapat membelah apapun yang ada didunia ini.
Bersambung........