I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 199 Kembalinya sang penguasa bumi bagian 2



Arogan yang mengetahui kalau Susano telah mendapatkan kembali kekuatannya merasa senang karena sekarang dia bisa membunuh Susano dewa yang membunuh saudaranya dalam pertarungan yang adil, Invidia dan Acedin yang berada disana kebingungan karena sikap Arogan yang tidak menentu tetapi mereka sama sekali tidak memikirkan hal tersebut karena sekarang ini yang ada dipikirang mereka adalah siapa atau apa energy besar yang berada dekat dengan Susano itu apa. Mereka berusaha dengan keras mencari tahu energy milik siapa tersebut dengan mengirim pengintai untuk masuk kedalam hutan mahluk mistik, dengan cepat 200 pembunuh terhebat dari ras demon langsung berangkat kesana untuk mencari tahu hal tersebut.


Namun sesampainya para pengintai itu disana yang mereka lihat cumanlah hutan kosong yang rusak, bahkan didalam hutan yang terkenal akan banyaknya mahluk mistik kuat yang suka memangsa manusia menjadi sangat sepi dimata mereka. Pada awalnya para pengitai tersebut telah bersiap untuk mengorbankan 5 sampai 10 orang untuk mendapatkan informasi dari hutan mahluk mistik namun mereka diherankan karena hampir tidak ada mahluk mistik yang ada didalam hutan tersebut, dari jejak yang dapat mereka temukan ada sebuah pertarungan yang luar biasa kuatnya disana yang membuat beberapa mahluk mistik lemah melarikan diri keluar hutan dan para mahluk mistik kuat menghilang didalam hutan tersebut.


“Sebenarnya apa yang terjadi disini, tempat yang menyeramkan seperti hutan ini tiba-tiba saja menjadi hutan sepi yang sangat tenang, ini benar-benar tidak biasa” kata ketua pengintai tersebut ( Seorang demon dengan 2 tanduk merah kecil dikepalanya dan memakai pakaian seraba tertutup berwarna hitam ).


“Ketua ini gawat, gua milik Oroci telah hancur” kata salah satu pengintai tersebut.


“Apa...!! cepat kita periksa kesana….” Kata ketua pengintai tersebut.


Dan begitu mereka sampai di gua Oroci yang mana sekarang ini telah menjadi puing-puing bangunan runtuh, mereka lalu merasakan sebuah gejolak kekuatan hukum yang sangat kuat didekatsana.


“Uuuhhhggkkk…. Kekuatan hukum yang kuat sekali” kata ketua pengintai tersebut, dia bukanlah dewa raja terkaut karena itulah dirinya tidak bisa terlalu lam bertahan melawan kekuatan hukum yang berad disekitarnya walaupun kekuatan hukum tersebut hanyalah sisa-sisa pertarungan belakang.


“Apa yang harus kita lakukan ketua, aku tidak yakin ada seseorang yang berada disini bahkan kemungkinan Oroci juga sudah tidak ada disini” kata salah satu pengintai tersebut.


“Cari…. Kita harus cari diseluruh tempat, cari apa ada jejak pertarungan atau apapun jangan lewatkan detail sekecil apapun, bahkan kalau kita mati karena kekutan hukum kuat yang ada disekitar sini kita tetap harus mendapatkan informasi walaupun itu harus mengorbankan nyawa disini” kata ketua pengintai tersebut.


Mereka dengan cepat bergerak berpencar kesegela tempat disisi gua tersebut untuk mencari hal-hal yang berkaitan dengan Oroci disana, namun mereka hanya bisa menemukan beberapa tanda rusak dan bercak racun dimana-mana, mereka sama sekali tidak menemukan bekas tebasan ataupun bakaran didalam hutan tersebut yang membuat mereka berspekulasi kalau Susano melawan Oroci satu lawan satu disana dan membuat Oroci kabur dari dirinya. Semua itu karena Susano adalah seorang dewa petarung yang berfokuskan pada pertarungan dengan tangan kosong, dan dari tanda-tanda yang ada disekitar sana menunjukkan kalau tidak ada orang yang lain ada disana selain Susano dan Oroci, lalu mereka juga mengetahui kalau Oroci kalah karena meliha gua milik Oroci yang kosong tampa harta  menunjukkan kalau Susano berhasil mengalahkan Oroci dan mengambil semua harta benda miliknya.


“Ketua lihat disini, kelihatannya ada beberapa artefak yang tidak diambil” kata salah satu pengintai tersebut, dia melihat sebuah pedang berhiasi berlian merah dan memancarkan aura yang sangat kuat.


“Bagus kelihatannya itu bisa jadi petunjuk” kata pemimpin para pengintai itu.


“Trraanggss… krraaanggs…” dan pada saat salah satu dari mereka mengambil pedang tersebut “Trriiinggsss….” Sebuah lingkaran formasi sihir tiba-tiba muncul dari bawah pedang tersebut. “Booossmmhh…” dan tiba-tiba ledakan muncul dari formasi lingkaran sihir tersebut dan membuat para pengitai terhempas jauh, beberapa dari mereka yang berada didekat lingkaran tersebut terluka parah bahkan ada beberapa yang tewasa terbunuh karena ledakan tersebut.


“Kkkhhggg…. Sialan itu ternyata adalah jebakan, kita harus kembali mundur dari sini sebulum tidak ada satupun yang tersisa untuk menyampaikan informasi tempat ini” kata ketua dari para pengintai tersebut, “Trraasstt…” dia terluka parah karena sebuah kayu menusuk perutnya dan dengan tangannya dia mencabut kayu tersebut.


Dengan sisa-sisa kelompoknya dia langsung bergerak keluar dari hutan mahluk mistik tersebut, namun ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seekor mahluk mistik yang mana datang karena mencium bau darah mereka, mahluk mistik tersebut terlihat seperti serigala berukuran raksasa setinggi 15 meter yang mana memiliki tiga buah bola mata merah darah.


“Gawat semuanya cepat berpencar” kata ketua para pengintai tersebut.


Sementara itu Reiga dan kelompoknya sudah pergi jauh meninggalkan hutan mahluk mistik tersebut, mereka menggunakan kekuatan hukum ruang milik Zero yang mana dapat menyimpan harta-harta apapun.


“Lama kelamaan aku mirib seperti kurir pengantar barang” kata Zero yang mana berjalan sambil membawa artefak bendera hitam putih.


“Hei cerialah, paling tidak kau mendapatkan perhatian semua orang sekarang” kata Reiga yang melihat Zero dengan tatapan tajam dan senyuman yang manis.


“Kalian semua bukannya melihatku, tetapi melihat harta yang aku bawa inikan” kata Zero yang menyadari tatapan mereka semua yang menjaga-jaga agar Zero tidak kabur membawa semua harta bendanya.


“Hahahhaha…. Kalian ini tidak boleh seperti itu, sekarang ini kita adalah rekan jadi lebih baik kita percaya satu sama lain saja” kata Susano.


Dan beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai ditempat kekuasaan milik Susano, itu adalah sebuah wilayah yang mana terdapat lima buah kota yang mana berada sangat berdekatan, Susano yang memiliki hukum bumi, hukum hutan, dan hukum kehidupan dapat dengan mudah mengangkat beberapa kota dan membuatnya menjadi sebuah negara yang sangat besar. Kelima kota tersebut saling terhubung satu sama lainnya dengan sebuah garis segi lima yang mana membuat sebuah formasi bintang besar ditengah-tengahnya.


“Hahahahaha… apa kau lihat kota-kota yang sangat artistik tersebut, aku berusaha sangat keras untuk mengangkat beberapa kota-kota secara berdekatan seperti itu” kata Susano yang merasakan bangga dengan kreasinya.


“Hmmm… menarik juga, tetapi ini aneh bukannya 3 dewa iblis penguasa dosa itu menantang dirimu tetapi aku sama sekali tidak melihat ada pasukan mereka dimanapun” kata Reiga yang mana melihat sekeliling wilayah milik Susano.


“Oooh… mereka saat itu aku memasang beberapa jebakan pembunuh disekitar kotaku, jadi siapapun yang masuk tampa ijin akan langsung tertanam langsung kedalam tanah terkubur hidup-hidup, Hahahahaha…. cuman mereka dewa raja terkuatlah yang dapat melewati formasi jebakan tersebut” kata Susano yang menyombongkan kota miliknya.


“Hmmm… aku tidak yakin para dewa iblis itu akan menyerah untuk menyerang tempat ini hanya karena beberapa formasi jebakan, perasaanku mengatakan ada sesuatu yang tidak baik sedang terjadi disini” pikir Reiga.


Bersambung.....


Ayo semuanya berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen ,Giff dan Vote yah, agar novel ini semakin bagus dan ceritanya jadi jauh lebih menarik lagi, Ok....