
Phoenix seeokor mahluk mistik yang dikatan memiliki kemampuan regenerasi tingkat tinggi yang hampir setara dengan keabadian, mereka juga terkenal dari kemampuannya yang dapat dengan mudahnya mengendalikan api sesuka mereka dan membakar siapapun yang mereka benci dengan api neraka mereka. Namun hal yang lebih membuat mereka terkenal adalah semua orang dari klan phoenix adalah wanita tampa terkecuali dan pada saat mereka mencapai tingkat saint maka mereka akan berubah menjadi wanita yang sangat cantik kecantikan mereka cukup untuk membuat satu kota memperebutkan dirinya.
Dan sekarang ini salah satu wanita dari klan phoenix tersebut mengundang Reiga ke wilayah mereka yang merupakan tempat suci bagi mereka.
“Aku tersanjung kalau bisa datang kesana, tetapi ada apa sampai sang dewi dari klan phoenix sampai menyuruh orang untuk mengundangku ketempatnya” tanya Reiga yang penasaran.
“Hmm… kalau soal itu aku juga penasaran kata pemimpin kami sang dewi phoenix dia bilang aku akan tahu ketika bertemu langsung denganmu, dan sekarang aku bisa tahu alasannya, kau memiliki sedikit darah dari klan kami didalam tubuhmukan” kata Riana yang melihat Reiga dengan matanya dan merasakan aura klan phoenix pada dirinya.
“Jadi dewi phoenix mengetahui hal ini dan ingin mengundangku kewilayahnya, aku penasaran dari mana dia tahu tentang darah phoenix didalam tubuhku” kata Reiga.
“Hihihihi…. Kalau kau penasaran kau bisa coba datang, tapi kalau kau takut ini semua cuman jebakan maka kau bisa bebas untuk tidak datang” kata Riana yang memancing Reiga.
“Aku adalah lelaki sejati kalau memang disana ada sebuah jebakan maka keluarkan saja, akan kuhancurkan jebakan kecil kalian itu” kata Reiga yang menantang Riana.
“Bagus aku tunggu kau disana, wahai sang dewa kematian Reiga” kata Riana “Fwwuuhhh…. Syyuuuussshh….” Dia lalu mengeluarkan sayapnya dan terbang pergi keluar, kecepatan terbang sangatlah cepat dalam hitungan detik dia sudah lagi tidak terlihat dilangit kota kabut hitam.
“Hei…, kau sungguh benar-benar akan kesana??” tanya Lujuria.
“Yah mau bagaimana lagi aku sudah terang-terangan diundang kesana, aku tahu itu hal yang berbahaya tetapi menolak undangan mereka itu jauh lebih berbahaya, kotaku masih dimasa pengembangan belum siap untuk menghadapi kumpulan mahluk mengerikan seperti mereka” kata Reiga.
“Memang benar mereka cukup berbahaya jika membawa pasukannya kemari, yang paling buruk adalah kota ini akan hancur hangus dibawah api mereka” kata Lujuria yang mengetahui kekejaman dari klan phoenix.
“Guru aku juga ikut kesana” kata Diana yang mana ingin ikut menemani Reiga.
“Tidak, aku butuh kau disini untuk menggantikanku mengamati kota ini, karena Lujuria ada disini kau bisa agak tenang” kata Reiga.
“Baik aku mengerti” kata Diana dengan wajah agak sedih.
Dan besaoknya Reiga yang mengendarai kuda berkaki enam dengan cepat pergi menuju kehutan merah wilayah dari klan phoenix, hutan merah adalah tempat yang mana dikelilingin oleh gunung berapi disana sangatlah panas bahkan hampir tidak ada hewan yang bisa hidup disana, karena disana adalah wilayah dari para mahluk mistik dan klan phoenix. Dan para pejuang yang berusaha mendekati tempat tersebut berakhir menjadi debu oleh para klan phoenix, mereka membeci semua mahluk dari ras lainnya karena mereka menganggap diri mereka istimewa dan mahluk lain adalah mahluk kotor yang mirib seperti serangga bagi mereka.
“Hmm… itu dia sebuah gua di gunung berapi yang masih aktif, dibalik gua itu adalah wilayah kekuasaan dari klan phoenix” kata Reiga yang mana sudah hampir sampai.
Kuda berkaki enam yang telah diubah menjadi boneka mayat oleh Reiga sangatlah cepat, perjalanan yang mana butuh waktu satu minggu dapat dijangkau dalam satu jam olehnya, namun begitu kuda kaki enam menginjakkan kakinya didekat gunug berapi tersebut “Sssssshhh….” Kakinya mulai mendidih karena panas dari tanah area tersebut, Reiga yang menyadari hal itu langsung menghentikan langkah dari kuda berkaki enam dia lalu menyimpannya dan memutuskan untuk berjalan menggunakan kakinya.
“Kuda ini adalah alat transportasi tercepat yang aku punya, dan untuk kehilangannya dirinya karena terbakar oleh panas gunung berapi benar-benar tidak sepadan” dia lalu melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki, disana setelah dia masuk kedalam gua dia melihat sebuah gua yang cukup terang.
“Terlalu lambat” kata Reiga yang melompat dengan cepat kearah kepala mahluk mistik tersebut “Ssrraaasshhtt…” dan dengan hanya satu kali tebasan dia memotong kepala mahluk mistik itu dengan mudahnya.
Dia lalu menyimpan ayat mahluk itu dan pergi masuk semakin dalam, semakin dalam Reiga masuk “Srrraasss…. Krrrraanggss….” Semakin banyak pula mahluk mistik yang bermunculan ingin membunuhnya “Trrraaanggss… Crrraaasshhtt….” Namun karena tingkatan mahluk-mahluk mistik tersebut terbilang rendah, Reiga dapat dengan mudah mengalah mereka semua tampa menggunakan skill, sihir, ataupun tehnik apapun yang dia punya.
Ketika dia sudah berjalan dia pada akhitnya sampai diwilayah paling dasa dalam gua tersebut, dan didalam sana telah menunggu seekor ular hitam besar, didalam sisik terliat mengalir sebuah lava panas “Sssaaaahh…. Booommsshh…” tampa basa-baasi ular itu menyerang Reiga dengan ganasnya.
“Tingkat raja, bukan tingkat saintkah tapi kelihatannya masih setengah saint” kata Reiga yang mana langsung memanggil beberapa boneka mayat yang diapunya.
“Ssssaaaahhh…. Crrrrraaaaassttthh….” Melihat musuhnya mulai bertambah ular tersebut meluncurkan racun yang sangat asan dan beracun dari dalam mulutnya, “Tttssshhh….” Dan beberapa batu yang terkena racun ular tesebut langsung meleleh dibuatnya.
“Racun yang mengandung asam yang sangat kuat, bahkan setelah batu itu hancur aku dapat mencium bau racun diudaranya” kata Reiga yang mulai merasakan bau dari racun mengelilingi dirinya.
“Ssss…. Sstttyyyaaaahh….” Melihat Reiga yang sudah terkena racun di dalam tubuhnya, ular tersebut mulai membuka mulutnya lebar-lebar, dia ingin melahap Reiga bulat-bulat namun.
“Srrrraaaassttt…..” dengan cepat Reiga menebas mulut ular yang ingin melahapnya itu dan bukan cuman itu saja “Srraasstt… Crrraassstt… Krraasstt… Srraasstt…” Reiga lalu memberikan beberapa serangan terakhir yang membuat ular tersebut mati tercincang-cincang.
“Cihh… lain kali kau harus gosok gigi lebih sering, nafasmu bau sekali” kata Reiga yang menghina ular tersebut yang telah mati dimutilasi oleh Reiga.
Dan ketika dia melihat sarang dari ular tersebut dia melihat sebuah telur dari ular itu, dan tampa ragu-ragu Reiga mengambil telur tersebut dia kemudian menyimpannya dan akan memutuskan apa yang dialakukan pada telur itu nantinya.
“Aaaahhh akhirnya aku sudah sampai” kata Reiga yang mana melihat sebuah pintu keluar, dan dibalik pintu keluar tersebut sebuah hutan yang dipenuhi oleh reremputan merah dan pohon dengan daun merah ketuaan mulai terlihat, dan disana banyak phoenix yang berterbangan dimana-mana.
“Kau sudah sampai tuan Reiga, selamat karena telah berhasil menyelesaikan ruang latiha itu, mulai sekarang anda adalag tamu kehormatan kami” kata Riana yang telah menunggunya dari tadi.
“Hmmm tamu terhormat, menarik jadi gua itu adalah ujiannya agar bisa masuk kesini” kata Reiga yang mana melihat dengan seksama wilayah dari klan phoenix tersebut.
“Mohon ikuti aku nona dari klan phoenix ingin menjumpai dirimu” kata Riana.
Bersambung.....
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote ya