I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 73 Rencana sempurna



Parasite merupakan suatu oragnisme hidup yang mirip dengan kuman atau bakteri mereka adalah mahluk hidup yang tinggal didalam mahluk lainnya. Dia menggerogoti mahluk yang mereka hinggapi dan ada juga yang mengambil alih pikiran dari inang mereka dari sinilah Reiga mendapatkan ide untuk menciptakan boneka mayat parasite jantung yang memiliki kemampuan mengambil alih tubuh orang lain.


 Sementara itu didalam suatu daerah kerajaan Emas agung yang mana disana termasuk sebuah tempat perdagangan terbesar dikerajaan itu disana telah tersebar sebuah berita tentang kepahlawanan dari pangeran Agnus dan juga berita tentang pangeran Pedro yang menyebarkan berita palsu untuk menjatuhkan Agnus. Para warga disana banyak yang berbicara tentang hal itu diantara mereka ada yang mengagungkan pangeran Agnus dan ada yang merendahkan status dari Pedro.


 Sementara itu disuatu mansion yang tidak jauh dari sana Pedro dengan para bawahannya sedang


kebingungan akan berita tetang fitnaan mereka bisa tersebar ketelinga para warga. Lalu pada saat Pedro yang sedang melampiaskan amarahnya dengan meminum minuman keras karena tersebarnya berita tersebut seseorang yang merupakan bawahan kepercayaan Pedro mendatangani dirinya.


 “Lapor pangeran Pedro, karena rumor yang tersebar banyak bangsawan yang sedikit demi sedikit mundur dari sisi kita” kata bawahannya.


 “SIALAN… para lintah darat itu mereka pada awalnya bersama denganku mengambil keuntungan dengan


surat ijin yang kumiliki, namun saat aku sedang kesulitan seperti ini mereka menghilang entah kemana” kata  Pedro dengan amarah.


"Kraaaas…” dia melampiaskan amarahnya dengan melemparkan beberapa botol minuman keras yang dia minum. Melihat sikap tuannya yang seperti itu sebagai bawahan kepercayaan dari Pedro dia lalu masuk kedalam permainan Reiga dan akhirnya menawarka idenya.


 “Tuanku ini semua adalah ulah dari pangeran Agnus jadi akan lebih baik kita habisi saja dia sebelum dukungan para warga padanya semakin kuat” kata bawahan dari Pedro.


 “Aku ingin sekali membunuh adik kurang ajar itu, tetapi dia sedang ada dalam perlindungan dewa Aegis aku tidak bisa bertindak gegabah sekarang” kata Pedro.


 “Kalau hal itu tidak perlu dikhawatirkan tuanku, baru saja aku mendapatkan info dari mata-mata kita yang menyamar sebagai pelayan pangeran Agnus” kata bawahan kepercayaan Pedro.


 “Info apa yang dia punya??” tanya Pedro.


 “Didalam pesan yang dia berikan seminggu lagi pangeran Agnus akan bertemu dengan salah satu bawahan dewa Reiga untuk mengambil obat darah dewa, dan transaksinya akan berlangsung ditempat yang sepi dimana tidak diketahui oleh dewa Aegis” kata bawahan kepercayaan Pedro.


 “Jadi begitu ya agar tidak ketahuan berkoalisi dengan dewa Reiga dia harus secara sembunyi-sembunyi bertransaksi dengan bawahannya” kata Pedro.


 “Benar sekali tuanku dan ketika mereka sedang memulai pertemuan kita kepung dan serang mereka, dengan begitu kita bisa menghabisi pangeran Agnus dan juga mendapatkan bukti bahwa dia benar-benar ada kerja sama dengan dewa fraksi hitam, lalu kita bisa dengan mudah membersihkan nama baik anda tuan” kata bawahan kepercayaan Pedro.


 “Bagus-bagus tidak sia-sia aku mengangkatmu sebagia tangan kananku, segera siapkan pasukan dan persediaan kita pergi sekarang, Agnus sebaiknya kau cuci lehermu itu agar pedangku tidak terlalu kotor saat memenggalnya, Hahahahaha…” kata Pedro yang pergi keluar ruangan dengan membawa pedangnya.


 Lalu setelah itu para prajurit elit dari Pedro yang berjumlah 50 orang pergi dengang kuda mereka bergerak dengan sangat cepat. Pedro yang menguasai bisnis dari kerajaan selama beberapa minggu tidak menyia-nyiakan uangnya dia telah membeli banyak kuda yang cepat dan juga beberapa artefak kelas sihir tingkat rendah.


 Dengan menggunakan mantel Pedro dan para pasukannya bergerak secara diam-diam dan dengan kuda yang kuat dan cepat mereka dapat pergi lewat jalan yang tidak banyak terlihat orang banyak. Tetapi mereka semua tidak tahu satu hal kalau ada seorang dewa yang sangat kejam dan juga licik sedang memperhatikan mereka dari langit.


 “Hahahaha.. pangeran itu benar-benar sudah terburu-buru dan masuk kedalam perangkapku, aku ingin melihat wajah putus asanya disaat mengetahui kalau semua ini adalah bagian dari rencanaku” kata Reiga yang melihat Pedro dan para pasukannya dari langit menggunakan wujud astral.


 “Hahaha… semua pasukan maju dengan kecepatan penuh sebentar lagi kita akan sampai diwilayah dewa Aegis, persiapkan diri kalian kita akan pesta darah malam ini”


 Dengan semangat tampa mengetahui kalau mereka telah masuk kedalam perangkap Reiga mereka semua maju dengan kecepatan penuh. Lalu pada hari yang telah ditentukan dimana Agnus akan menemui bawahan dewa Reiga untuk mengambil persediaan obat darah dewa.


 Lalu disebuah tempat yang sepi sedang terlihat lima orang membawa sebuah gerobak dengan beberapa kotak obat darah dewa, mereka semua menggunakan jubah hitam dan tidak tampak wajahnya. Sementara itu Agnus dengan bawahannya telah menunggu disana setelah dia melihat orang-orang dengan jubah hitam tersebut dia melambaikan tangannya seakan memanggil mereka.


 “Hahaha.. Agnus adikku hari ini adalah pada saat kematianmu” kata Pedro dengan sombongnya.


 “Pedro bagaimana mungkin kau bisa tahu tempat ini” kata Agnu.


 “Apa itu keinginan terakhirmu haaah, baiklah akan ku beritahu Rei kemarilah” kata Pedro yang memanggil Rei dari sebelah sisi Agnus.


 “Jadi begitu dia adalah mata-mata yang kau susupkan ketempatku” kata Agnus.


 “Bagus kalau kau bisa menebaknya jadi aku tidak perlu repot-repot untuk menjelaskan lagi, selamat tinggal adikku” kata Pedro yang mengangkat pedangnya dan ingin menebas Agnus.


 “Yah selamat tinggal kak Pedro” kata Agnus dengan wajah dingin.


 “Croooottss…” lalu tangan Rei dengan cepat menembus jantung Pedro terkejut dengan hal itu karena salah satu mata-mata nya menikam dirinya dari belakang membuat Pedro mati dengan penuh tanya diwajahnya. Rei yang sudah menjadi mayat dan ditanamkan parasite didalam tubuhnya telah melepaskan limiter yang membatasi manusia normal, sekarang ini dia bisa menggunakan kekuatannya sangat kuat tangannya bahkan bisa menembus besi.


 Sementara itu para bawahan Pedro yang terkejut berusaha menyerang Rei dan Agnus tetapi sebelum mereka bisa bergerak menyerang Agnus. Salah satau orang yang mengenakan tudung hitam yang mereka kira adalah bawahan Reiga melepaskan tudungnya dan tidak disangka-sangka sang dewalah yang ada dibalik tudung tersebut.


 “Braaak… Braaak… Sraaassth… Sraaassth…” dengan kecepatan yang sangat cepat Reiga melumpuhkan mereka semua dengan mudahnya.


 “Ba..bagaimana mungkin.. seorang dewa datang secara langsung kemari..” kata orang kepercayaan Pedro yang lalu menyusul tuannya menuju alam kematian.


 “Dewa Reiga terimakasih atas perlindungan anda” kata Agnus yang memberika hormatnya.


 “Tidak perlu repot, sekarang mari kita mulai acara utamanya” kata Reiga.


 Reiga lalu mendekati tubuh dari Pedro yang telah dingin dia lalu mengambil jiwanya dan membaca semua memori yang ada didalam jiwa itu. Dari sanalah Reiga mendapatkan informasi tentang kerajaan dan info mengenai pangeran pertama Killa.


 “Bagus sekarang Rei, ambil memori ini dan masuk kedalam tubuh Pedro” kata Reiga.


 Tubuh Rei lalu langsung bergerak mengeliat-liat dan boneka mayat jantung parasite yang merupakan tubuh utama dari Rei lalu keluar dari sana. Dan dengan cepat dia masuk kedalam mulut mayat Pedro “Kraaugg… kraaugg… kraaugg…” jantung parasite lalu langsung memakan jantung milik Pedro dan mulai menggatikan tempatnya. Lalu secara ajaib Pedro yang sudah mati hidup kembali.


 “Hormat pada dewa Reiga” kata Pedro yang tubuhnya sudah diambil alih.


 “Bagus dengan begini surat ijin perdagangan kerajaan, pasukan khusus milik Pedro dan juga jaringannya pada semua bangsawan telah jatuh kedalam tanganku, tinggal menunggu waktu saja sebelum pangeran Killa kalah dan kerajaan ini jatuh kedalam tangan Agnus” pikir Reiga yang memikirkan rencananya untuk menaklukan benua ini, dengan kerajaan Emas agung sebagai pondasi dari rencananya.


Semua berjalan dengan lancar seperti yang direncanakan oleh Reiga sangat lancar tetap dia tidak mengetahui kalau pengeran pertama Killa juga telah menyiapkan kartu hitam yang telah lama dia siapkan.


Bersambung......


Berikan dukungan kalian dengan cara memberikan Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian semua menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya jadi lebih menarik lagi, OK....