I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 279 Mahluk parasite bagian 2



“Trraanggss…. Krraanggss…. Srraannggss…” Reiga yang mana sedang bertarung melawan naga monster darah yang mana telah mengambil alih tubuh Cronos, “Crrasstt…” mendapatkan luka terus menerus semua itu dikarenakan kekuatan Cronos yang mana dapat memanipulasi waktu. Setelah terkena serangan beberapa kali Reiga pada akhirnya menyadari kalau dia telah berada didalam area hukum milik naga monster darah, dan didalam area hukum tersebut Reiga dibuat berhenti waktunya sementara naga monster darah mempercepat tubuhnya menggunakan kemampuan miliknya itu.


“Ini cukup sulit, kalau aku ingin mendorong area hukum miliknya maka aku butuh fokus yang luar biasa, karena area hukum miliknya ini memiliki daya dari kekuatan hukum ruang dan sangat sulit untuk ditekan” pikir Reiga.


“Gahahahah…. Kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku, menyerah sajalah dan jadi makananku” kata naga monster darah tersebut.


“Srrasstt…. Crrassstt… Krraasstt…” serangan kuat dari berbagai arah yang mana dikeluarkan dari kemampuan khusus Cronos langsung melukai seluruh tubuh Reiga, serangan cakaran dan pukulan kuat dihujani berutubi-tubi dari berbagai macam arah dan sekarang ini tubuh Reiga mulai mencapai batasnya. Kekuatan regenerasi dari tubuh ras Immortal mulai tidak bisa mengimbangi kekuatan dari hukum darah monster yang mana merusak bagaikan racun, dan kekuatan hukum kehidupan Reiga juga hampir tidak bisa digunakan lagi karena stok energy kehidupan miliknya sudah hampir habis.


“Tampaknya tidak ada cara lain lagikah” pikir Reiga, “Srrraassshhh….” Serangan pedang miliknya lalu menjalar keseluruh area tubuh Reiga dan membuat naga monster darah tersebut tertolak mundur karena ketakutan akan kekuatan dari energy pedang milik Reiga.


“Krrraakkss…” tubuh yang ditutupi oleh armor sisik naga milik sang naga monster darah mulai hancur berkeping-keping, dan itu semua karena serangan energy pedang milik Reiga yang mana menyerang disetiap sel-sel tubuh dari naga monster darah tersebut, menggunakan kekuatan hukum pedang kebenaran dan energy pedang Reiga membuat sebuah tebasan pedang yang kecil sekecil atom yang membelah-belah sel-sel tubuh dari naga monster darah tersebut.


“Grrrr…. Kaaagghhh…. Orang ini gila, tidak kusangka ada seseorang yang bisa memciptakan pedang sekecil atom dan membelah sel-sel tubuh milikku” kata naga monster darah tersebut, dia mulai sekarat dan sekarang ini menggunakan tehnik milik Cronos yang mana memutar balikan waktu untuk mengembalikan tubuhnya seperti normal kembali.


“Pedang kematian, tehnik kelima : Soul Blade” energy dari kematian yang mana memutuskan jiwa dan tubuh seseorang mulai terlapisi didalam tubuh pedang yang dipegang oleh Reiga, dan dari energy tersebut sebuah perasaan merinding yang luar biasa kuatnya mulai muncul dari tubuh naga monster darah tersebut.


“Sialan-sialan-sialan…. Tehnik itu terlihat sangat kuat, aku harus menghindari serangannya itu” pikir naga monster darah tersebut.


“Buusshhtt….” Serangan pedang yang sangat misterius dan itu semua membuat seluruh tubuh dari naga monster darah mulai merinding ketakutan karena pedang miliknya yang mendekati dirinya, “Boommsshh…” karena kepanikannya naga monster darah itu langsung membuat sebuah ledakan besar disekitar area tempat dia berdiri. Ledakan besar tersebut langsung membuat Reiga langsung kehilangan fokusnya dan energy yang dapat menghapus jiwa tersebut langsung menghilang dari pedang Reiga, “Trraaanggss…” ledakan besar itu juga membuat beberapa ruang yang ada disekitar Reiga bergetar dan bahkan pedang Reiga juga ikut bergetar karena energy hukum darah monster yang mana sangat kuat tersebut mulai merusak area disekitarnya.


“Instingnya cukup bagus juga, dia memilih untuk meledakan disekitarnya dan membuat diriku tidak fokus” kata Reiga, dia mulai menajamkan pedangnya dengan kekuatan energy pedang dan api phoenix iblis ditangannya.


“Srraanggss…. Srraanggss…” dengan tangannya dia mulai menejamkan pedangnya dan bersiap ketika melihat energy hukum darah monster disekitarnya mulai melemah, dan ketika energy hukum darah monster yang padat bagaikan kabut darah mulai menghilang Reiga langsung mencari targetnya dengan seksama. “Buussshh…” dengan satu langkah kaki dia langsung memangkas jarak dari mereka berdua, “Srraasstt…” dengan cepat Reiga langsung menebas kearah badan dari naga monster darah tersebut, tetapi dia dikejutkan oleh sebuah tubuh daging darah yang mana dijadikan pengganti dari naga monster darah tersebut.


“Gaaaahh… padahal tinggal sedikit lagi” kata naga monster darah tersebut, namun dia sama sekali tidak menyerah sampai disitu saja, “Crrraakk… Crraaasstt…” dia mengambil tulang rusuk miliknya dan menciptakan sebuah pisau lempar “Wuusshh…” dan melemparkannya kearah kepala Reiga.


“Kau kira aku akan mati dengan cara seperti itu” Reiga lalu menggunakan energy pedang miliknya dan “Trraanggss…” mengendalikan pedang miliknya untuk bisa bergerak diudara lalu menangkis lemparan pedang dari tulang rusuk sang naga monster darah tersebut.


“Ping-ping… Ping-ping… Ping-ping…” lalu secara tiba-tiba sebuah notifikasi mulai muncul dari sistem dan notifikasi tersebut merupakan sebuah pesan yang mana diberikan pada sistem untuk Reiga.


“Hmmm…. Aku mengerti, tetapi tidak kusangka sistem juga ikut campur masalah ini” pikir Reiga yang mana melihat pesan yang dikirimkan oleh sistem tersebut.


“Grrrr… Roaaarr….” Naga monster darah kemudian menyerap kembali setiap hukum darh monster yang dia keluarkan, dan menggunakan kekuatan tersebut dia mulai merubah tubuhnya “Crrraakkkss…. Krrraasstt… Trraasstt…” setiap inci dari tubuhnya mulai dan ditutupi oleh sisik-sisik merah yang mana menjadi armor ditubuhnya, tangan kanan dan kirinya juga membesar dan menjadi sepasang cakar naga yang mana terbentuk dari sisik dan kristal darah.


Lalu dengan ekor tajam seperti cambuk dia telah siap untuk melawan Reiga, “Buussshhh…” dengan cepat dia melompat “Krrrasss…” dan memanggil ratusan pelahap darah untuk membantu dirinya menyerang dari segala arah.


“Pedang kematian, tehnik ketiga : mekarnya mawar darah, taman bunga darah” dengan tehnik pedangnya yang unik tersebut Reiga lalu menebas setiap mahluk hidup yang ada dalam jarak serangannya, “Crrasstt… Srraasstt… Krrasstt…” serangan pedangnya menghapus para pelahap darah dan juga membuat armor dari naga monster darah hancur berkeping-keping.


“Gaaaahh…. Hehehe…. Masih belum” kata naga monster darah tersebut.


Dan tiba-tiba saja luka-luka diseluruh tubuhnya kembali seperti semula dan bahkan terlihat seperti waktu diputar ulang kembali yang membuat darah, daging dan armor yang dia punya kembali utuh seperti semula. Lalu dengan cepat naga monster darah tersebut langsung menyerang kearah Reiga yang mana tidak dapat menangkis serangannya, “Srrraassstt…” semua itu dikarenakan tehnik pedang Reiga yang mana membuat dirinya tidak bisa mengambil posisi bertahan dan dengan cakar raksasa miliknya merusak tubuh Reiga.


“Hmmmm…. Kenapa dia hanya tersenyum, apa sebenarnya yang dia rencanakan” pikir naga monster darah tersebut, dia terkejut melihat Reiga yang mana tersenyum ketika terkena serangan kuat dari dirinya.


Bersambung…..