
Dua perempuan sedang bertarung satu sama lain dengan tempat yang telah dipenuhi oleh mayat dan orang-orang pingsan mereka berdua bertarung satu sama lain dimana Foria dengan elegant mengayunkan pedangnya sementara Lucy yang dengan liar menyerang dengan tinjunya walaupun nampak terlihat kalau Foria dengan mudah menghadang setiap serangan yang dilancarkan oleh Lucy dan sementara itu Lucy yang selalu berusaha menyerang berakhir tergores dengan pedang Foria yang terbuat dari air.
“Dasar mahluk barbar kau cuman tau bagaimana cara untuk melompat ya” kata Foria.
“Haah..haah.., tidak juga aku lebih tau cara memukul wajah seseorang” kata Lucy yang telah kelelahan.
“Hoooh.., padahal sudah kelelahan seperti itu tapi mulutmu benar-benar bertenaga ya..” kata Foria yang kesal dengan ucapan Lucy.
Foria yang emosi langsung maju mulai menyerang Lucy, tetapi dengan lincah Lucy menghindari serangan tersebut. Walaupun sudah menghindari serangan tebasan dari Foria "Sraas..” tetapi Lucy tetap terkena goresan dari aura pedang yang dimiliki Foria.
“Sebaiknya kau menyerah saja karena sebentar lagi kau akan mati kehabisan darah jika terus terkena seranganku” kata Foria.
Kemudian Lucy mengeluarkan sebuah botol obat yang kemudian dia minum “Hiisss..” dalam sekejab tubuhnya mulai memanas dan seluruh lukanya pulih dalam hitungan detik dan juga tenaganya ikut pulih.
“Berapa banyak obat yang kau punya, aku mau lihat apa itu cukup untuk menghadapiku” kata Foria.
“Sangat cukup untuk bisa menghabisimu disini” kata Lucy.
“Booooom..” Lucy kemudian dengan cepat menerjang Foria sampai menghancurkan tanah yang dia pijak.
“Traaaankss…” walaupun Lucy yang telah bertambah cepat mencoba menyerang Foria tetapi dia adalah seorang dewi intusinya telah ditingkatkan berkali-kali lipat yang membuat serangan dari Lucy sangat gampang dia tebak.
“Dalam sekejap dia bisa bertambah cepat, bukan cuman cepat tetapi kekuatannya juga ikut meningkat obat apa yang sebenarnya dia minum” pikir Foria yang melihat kekuatan dan kecepatan Lucy meningkat tajam.
“Terkejut.., ini belum seberapa” kata Lucy yang kemudian melompat menghilang dari depan Foria.
“Dimana dia??, dibelakang” kata Foria yang merasakan keberadaan Lucy.
Dan ketika Foria melihat Lucy berada dibelakan dia kembali menghilang kali ini dia muncul dari kanan dan sangat dekat dengan Foria untuk melancarkan tinjunya. Merasakan hal itu Foria kemudian menebas kearah tinju Lucy dengan sekuat tenaga tetapi ketika pedang Foria telah dekat dan hampir menyentuh tinju dari Lucy, seperti halusinasi Lucy dengan cepat kembali menghilang dan dia kemudian berdiri dekat dengan Foria lalu dengan cepat melancarkan serangan tinju kearah Foria.
“Kau pikir aku akan membiarkanmu…, Aagghkk” kata Foria yang tiba-tiba kepalanya terasa sakit.
“Duuuckrr…” tinju Lucy dengan kuatnya menghantam perut dari Foria sehingga membuat dia tercampak jauh, “Boooms….,booooms….,booms” sampai dia menembus beberapa bangunan yang ada disana.
“AAGGKHHS..,sialan apa yang terjadi kepalaku tiba-tiba terasa sangat sakit” pikir Foria.
“Kraaaaasstaak..” lalu tiba-tiba Foria sadar kalau tempat yang dia tinju tadi terasa seperti membeku.
“Apa ini aku merasakan seperti beberapa organ dalam tubuhku membeku” pikir Foria yang merasakan dingin ditubuhnya.
“Hahahaha…, kenapa dingin ya??, akhirnya kau sadar bukan tetapi sudah terlambat racun dingin sudah menyebar kedalam seluruh tubuhmu” kata Lucy.
“Dari mana racun dingin ini perasaan aku tidak mencium adanyaa bau racun disekitar sini” kata Foria yang heran.
“Tidak perlu bingung racun yang ada dtubuhmu itu semuanya berasal dari sarung tanganku ini” kata Lucy.
“Sarung tangan ??” Foria yang terkejut akhirnya menyadari kalau itu adalah sebuah artefak.
Sarung tangan yang dipakai oleh Lucy adalah sebuah hadiah dari Reiga yang dia dapatkan sebagai hadiah kesetiannya Cold Night boxing Gloves ( merupakan sarung tinju yang tercipta dari raja hitam yang ada di hutan agung yang merupakan artefak tingkat unik yang dapat memberikan efek racun dingin terhadap lawannya dan efek yang dingin yang didapat akan muncul dengan efek yang berbeda tergantung letak tempat terkena racun tersebut ).
“Hmmm kau sudah tekena di racun dikepalamu yang akan menumpulkan daya pikirmu, dan juga perutmu yang akan membekukan darah disekitar usus dan akan mendorong keluar darahmu secara paksa” kata Lucy.
“Sialan…” Foria yang akhirnya menyadari kemampuan dari artefak Lucy berusaha menyembuhkan dirinya.
“Bommmm..” tetapi dengan cepat Lucy kembali mendekatinya lalu menendang kepalanya.
Walaupun tendangan Lucy berhasil dihalangi oleh Foria tetapi penyembuhannya tergangu, “Aaarrrrh” Foria tiba-tiba memuntahkan darah dari mulutnya menandakan kalau racun dibagian perutnya sudah mulai bekerja.
Tetapi karena racun yang membuat pergerakannya menjadi terbatas membuat Lucy dengan mudah mematahkan serangannya dan melancarkan pukulan balasan tinju kedua tepak diwajah sebelah kirinya.
“Aaaaghhkk…” serangan racun yang sudah memenuhi otaknya telah meluap dan membuat Foria hampir kehilangan kesadaran.
“Tidak…tidak mungkin aku bisa kalah dari mahluk yang bahkan bukan dewa” kata Foria yang masuh tidak percaya dengan kekuatan Lucy.
“Semuanya itu mungkin kalau kau percaya dan berusaha kau tahu itu, batasan kekuatan yang kau katakana hanya kata-kata omongkosong belakang bagiku” kata Lucy yang sudah muak dengan Foria.
Dia kemudian menginjak kepala Foria dan dengan kekuatan kakinya.
“Draaasssgkss…” kepala Foria hancur di pijak oleh kaki Lucy.
“Bagus.. aku merasa ada pemberitahuan.. dari suara sistem dunia… masa bodohlah.. aku capek” kata Lucy yang sudah menggunakan semua tenanganya.
Setelah berhasil mengalahkan Foria dia terjatuh dan pingsan tetapi Lucy tidak sadar akan sesuatu yang merupakan pengakuan dunia terhadapnya dan hadiah yang akan dia terima.
Lalu sementara itu dipusat ibukota tepatnya di gedung pemerintahan tempat tinggal dari pemimpin negara Terian yang merupakan ayah dari Leon. Dengan dendam yang dia bawa Leon bersama dengan anak buah ghoul yang lain menyerang kesana banyak prajurit yang menghadang mereka tetapi Leon yang dulunya merupakan jendral negara tersebut bukanlah tandingan mereka lalu ketika Leon telah sampai ditempat tinggal ayahnya.
“Sraaaangs….sraaaangs” pintu tempat kantor ayahnya dia jebol menggunakan pedangnya lalu disanalah dia melihat pria paruh baya dengan badan gendut.
“Lama tidak bertemu ayah, anakmu ini datang berkunjung” kata Leon yang melihat ayahnya dengan tatapan dingin.
“D..dasar penghianat kurang ajar berani sekali kau memanggilku ayah haaah, aku tidak pernah memiliki anak kurang ajar seperti dirimu, kalau tahu akan begini seharusnya aku bunuh saja kau bersama wanita hina itu” kata ayah Leon.
“Haaaah.. aku bersyukur, ternyata kau masih sama dengan yang dulu dengan begini aku sama sekali tidak memiliki keraguan” kata Leon yang mengangkat pedangnya.
“A…a..apa yang kau lakukan mun..mundur kau jangan mendekat” kata ayah Leon yang ketakutan.
“Sraaaaasss…” kemudian tampa ragu sama sekali Leon dengan pedangnya memenggal kepala ayahnya.
“Sekarang tinggal perempuan itu..” kata Leon.
Lalu tiba-tiba Leon merasakan perasaan merinding yang membuatnya bersiaga.
“Hihihihi.. jangan takut seperti itu dong, kakak gak gigit kok” kata perempuan yang merupakan istri ketiga dari ayah Leon penyebab perubahan sikap dan kemalangan yang dialami oleh keluarganya.
“Aku sama sekali tidak menyadari kehadirannya tadi, sudah kuduga dia bukan orang sembarangan” pikir Leon.
“Hmmm.. padahal tinggal sedikit lagi aku bisa mengendalikan negara ini dari dalam tetapi aku tidak menyangka kalau rencanaku bisa hancur seperti ini” kata perempuan itu.
“Siapa kau sebenarnya” kata Leon yang sudah dalam posisi bertarung.
“Siapa aku??, hahaha kau tidak perlu tahu yang perlu kau tahu adalah aku akan memberikan salamku pada dewamu nanti, dadah” kata perempuan itu yang tiba-tiba berubah jadi asap dan menghilang entah kemana.
“Energy hitam yang pekat ini, apa dia mahluk dari dunia bawah??” pikir Leon yang merasakan kekuatan dari perempuan itu.
“Tuan Leon kami telah berhasil mengamankan gerdung pemerintahan dan juga kami menemukan nona Lucy yang tergeletak pingsan setelah bertarung” kata pengikut Leon.
“Kerja bagus misi kita disini telah selesai, sekarang tinggal menunggu berita kemenangan dari tuan Reiga” kata Leon.
Bersambung.................
tolong berikan like dan komennya ya agar penulis semakin rajin dan ceritanya semakin menarik
dan juga vote novel ini kalau kalian menyukai cerita yang ada didalamnya, Ok......