
Naga tampa kepala adalah mahluk yang diutus saat terjadinya infasi dunia lain ke planet Erras, dia adalah salah satu dari banyak mahluk yang diutus dari penguasa bintang lain untuk memusnahkan seluruh kehidupan di planet Erras, namun mereka gagal dan membuat naga tampa kepala tersebut kehilangan kepalanya dan bahkan tubuh nya disegel jauh dari tempat kepalanya disegel. Hal itu membuat dirinya murka setelah berpuluh-puluh tahun disegel dia pada akhirnya berhasil membuat sebuah retakan dimensi kecil, dan mahluk hidup yang pertama kali dia jumpai adalah sesosok ular kecil yang mana bahkan bukanlah mahluk mistik yang memiliki kecerdasan, tetapi karena tidak punya pilihan lain naga tampa kepala tersebut memberikan ular itu energy hukum darah monster miliknya.
Dipenuhi oleh kekuatan yang sangat luar biasa ular tersebut lalu membangkitkan kecerdasan miliknya dan menjadi mahluk mistik, merasa kalau dirinya sangat berguna naga tampa kepala itu lalu memerintahkan ular tersebut untuk memburu mahluk-mahluk pintar lainnya untuk dijadikan tumbal untuknya, ular yang mana mendapatkan kecerdasan tersebut lalu lansung pergi tampa berpikir panjang dia berharap mendapatkan kekuatan yang lebih kuat lagi dan karena itulah dia mencoba untuk membuat naga tampa kepala itu senang. Setelah membunuh dan membawa ribuan mayat baik itu orang maupun hewan ular tersebut lalu mendapatkan hadiahnya, energy huku darah monster yang mana sudah terlalu banyak didalam tubuhnya membuat tubuhnya berevolusi menjadi kebentuk yang baru, dia menumbuhkan sebuah kepala baru dan menjadi sesosok mahluk mistik dengan dua kepala.
Naga tampa kepala yang terkejut dengan evolusi dari ular tersebut merasa tabjuk, dia lalu memutuskan untuk memberikan ular tersebut sebuah nama padanya dan itu adalah Oroci, setelah ribuan tahun mengapdi pada naga tampa kepala itu Oroci sudah mendapatkan banyak kekuatan hukum darah monster darinya dan menjadi mahluk mistik tingkat dewa ular kehancuran berkepala delapan. Oroci pada saat itu sangatlah ditakuti dan bahkan tidak banyak yang dapat melawan dirinya namun pada saat itu Oroci membuat suatu kesalahan besar, dia menantang sang penguasa klan phoenix Tiana yang mana kekuatannya setara dengan dirinya karena hal itu Oroci terpaksa tertidur untuk mengistirahatkan tubuhnya, sementara itu naga tampa kepala yang melihat kegagalan Oroci merasa marah karena dirinya tidak dapat menyelesaikan misinya.
Namun disaat dia merasa kecewa dengan Oroci empat orang dewa raja terkuat muncul ditempat Oroci beristirahat dan mereka semua mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh naga tampa kepala tersebut, Kemudian keempat orang tersebut berlutut dihadapan naga tampa kepala tersebut, melihat kalau keempat orang tersebut akan berguna naga tampa kepala itu lalu memberikan mereka energy hukum darah monster yang diapunya pada keempat orang itu. Keempat orang itu adalah Ludex Albius yang menyatu karena kekuatan hukum darah monster tersebut, Ares yang mendapatkan kekuatan untuk menciptakan pasukan ras naga, dan terakhir evolusi yang mana sangat diinginkan oleh naga tampa kepala itu Diablo yang mana mendapatkan tubuh fisik iblis albino yang unik.
Diantara keempat orang itu Diablo adalah yang paling kuat karen tubuh fisiknya yang istimewa, saking istimewanya naga tampa kepala itu bernafsu untuk mengambil tubuhnya dan menjadikannya miliknya. Dan dengan perintahnya Ludex Albius, Arogan dan para dewa iblis bawahannya Arogan, datang dan menyerang keturunan dari Diablo mereka memilih untuk menyerang keturunannya karena mereka sama sekali bukan tandinya dari iblis albino yang mana mampun mengendalikan kekuataun fisiknya secara penuh.
Dan sekarang ini sang naga tampa kepala yang mana sedang terdesak karena terbakar oleh api putih milik sang dewi phoenix, dia terdesak sehingga dia harus mengorbankan sebagian besar tubuhnya “Crraaass…” dengan cakaran yang diapunya naga tampa kepala itu lalu memotong sebagian kecil dari leher yang diapunya, “Krraakk… Trrraasstt… Crrraasst…” potongan leher itu lalu mulai menggeliat dan berubah bentuk, dia berubah menjadi sesosok mahluk yang mana mirib dengan manusia dengan tangan dan kaki naga ditubuhnya, dia juga mengeluarkan hawa yang luar biasa kuatnya. Kekuatan dari mahluk pelahap darah yang baru tercipta tersebut adalah hampir sama dengan kekuatan milik Susano yang mana telah sembuh dari luka-lukanya, Tiana yang melihat hal itu langsung mengubah arah geraknya dan membuat lintasan baru, dia berencana untuk menabrak keduanya dengan satu kali serangan.
“KRRRIIEEEEEKKKK…..” namun ketika Tiana sudah berada didekat mahluk pelahap darah tersebut, dia menjerit dengan keras dan dari jeritannya tertanam aura dari kebencian, amarah, dan dendam yang sangat kuat bahkan mampu memadamkan api putih milik Tiana.
“Buuggkk…” dengna liarnya mahluk pelahap darah tersebut lalu memukul jatuh Tiana kebawah.
“TIANA… DASAR KURANG AJAR, KUBUH KAU” kata White king, dengan energy cahaya yang mana memenuhi ketiga tanduknya dia melancarkan sebuah serangan serudukan kearah mahluk pelahap darah tersebut.
Tetapi mahluk pelahap darah tersebut mampu menahan serangan dari White king hanya dengan sebelah tangannya, “Sssshhhh…..” dan bahkan luka-luka yang dari serangan White king langsung sembuh dengan cepat seperti tidak pernah ada luka ditubuhnya. “Crrraaakkss…” dan menggunakan sebelah tangannya mahluk pelahap darah tersebut lalu membunuh White king dengan cara memutar lehernya sampai patah, hal itu membuat para dewa/dewi raja terkuat dan mahluk mistik tingkat dewa terkejut kerena kengerian dari mahluk pelahap darah tersebut.
“Gahahaha… rasakan itu, mahluk itu bukan hanya tercipta dari darah dan dagingku tetapi dia juga mendapatkan jutaan tahun umur yang aku punya untuk membuatnya, dengan pengorbanan itu aku sangat yakin tidak akan ada didunia ini yang dapat mengalahkannya, dia adalah putraku benar sang dewa raja pelahap darah” kata naga tampa kepala itu yang mana mengagung-agungkan mahluk pelahap darah ciptaannya itu.
“Kalau begitu biarkan aku mencoba kekuatanmu itu” kata Diana, secara tiba-tiba Diana muncul dari belakang dewa raja pelahap darah itu, dan menggunakan pedang miliknya “Srraanggss.. Crrasstt… Krrasstt…” dia menebas tubuh dewa raja pelahap darah tersebut dan memotong-motong tubuhnya menjadi potongan-potongan daging kecil.
“Crraakk… Krraasstthh… Ssshhh….” Tubuh dari dewa raja pelahap darah itu lalu menyatu kembali setelah tertebas oleh pedang milik Diana.
“Cih… kecepatan regenerasinya itu menyebalkan” Diana yang mana kesala dengan kemapuan regenerai dewa raja pelahap darah itu langsung kembali mengarahkan pedangnya kearah dewa raja pelahap darah tersebut, dengan lima tebasan cepat dilancarkan dalam satu nafas dan memciptakan sebuah serangan yang menghancurkan tubuh dari dewa raja pelahap darah tersebut.
“KRRRAASSHHTT….” Tubuh dari dewa raja pelahap darah langsung bergetar dan langsung mengeluarkan darah dari segala tubuhnya, tetapi dengan regenerasi yang cepat dewa raja pelahap darah tersebut langsung sembuh dalam hitungan detik.
“Kau… percuma saja….. aku abadi…. Tidak mati…. Menyerahlah…. Terima takdirmu” kata dewa raja pelahap darah tersebut, dia mulai mengucapkan kata-kata manusia dan dari kata-kata yang keluar dari mulutnya itu aura dominasi dan ketakutan mulai menyebar keluar membuat setiap orang yang ada disekitarnya merinding ketakutan karena kekuatan yang dimiliki oleh dewa raja pelahap darah itu.
Bersambung……