
Kekuatan hukum ditentukan melalui wilayah yang dikuasai sang pemilik wilayah, bisa dibilang kalau wilayahnya adalah penyuplai kekuatan hukum tersebut dan untuk memperkuat kekuatan hukum tersebut maka dewa raja terkuat perlu meningkatkan wilayah yang mereka punya baik itu dari segi kesejahteraan ataupun jumlah orang yang ada didalamnya. Kekuatan dari warga dan kepercayaan mereka terhadap pemilik wilayah juga dapat membuat kekuatan hukum mereka tumbuh, namun pengecualian untuk Ira karena begitu dia mendapatkan satu wilayah dia menerima 3 hukum, karena kondisi fisiknya itulah yang membuat sistem memberikan 3 hukum pada dirinya dan diapun menjadi salah satu dewa raja terkuat yang disegani.
Namun sekarang ini dia bertarung seimbang dengan seseorang yang baru naik ketingkat dewa raja terkuat, hal itu membuat warga dikotanya menjadi tidak percaya lagi dengan kekuatannya karena pertarungan mereka berdua disaksikan oleh seluruh warga kota milik Ira.
“Sialan kekuatanku menurun, apa yang sebenarnya terjadi” kata Ira yang merasakan kalau kekuatannya menurun drastis.
“Kenapa apa-apaan serangan lemah tadi, apa kau kelelahan” kata Reiga yang gantian menyerang Ira.
“Trrrraangggss…. Srrrrannggss…. Krrrrannggss… srraaassnntt….” Dengan kecepatan dari tehnik pedangnya Reiga menyearng Ira dengan sangat ganas, dan pada akhirnya membuat bahu, kaki, dan pergelangan tangan kiri Ira terluka.
“Cih….. senjatanya sangat aneh, aku bisa merasakan kekuatanku menghilang sedikit demi sedikit saat bersentuhan dengan pedang putihnya itu” pikir Ira yang memperhatikan White Nightmare.
“Hmmm…. Sesuai yang diharapkan dari dewa iblis, padahal tingkatannya tidak begitu jauh denganku dan lagi kota tempat dia mendapatkan energy sudah kuambil alih, tetapi kekuatannya sangat kuat menyerang dan menahan pukulannya saja sudah membuat tanganku mati rasa, ini semakin menarik” pikir Reiga yang mulai bersemangat untuk melawan Ira.
“Tidak ada cara lain aku harus menggunakan seluruh kekuatanku, Hukum diatifkan , Hukum api, Hukum kegelapan, Hukum iblis : The embodiment of the embers of destruction” Ira lalu menggunakan kekuatan hukumnya untuk mewujudkan kedewaan miliknya, ketika hukum tersebut diaktifkan api, kegelapan, dan hawa iblis mulai menyelimuti dirinya.
Ketiga element tersebut menyatu dan berubah menjadi armor milik Ira, seluruh tubuhnya diselubungi ketiga element tersebut baik itu wajah, dada, tangan, dan kaki semuanya tertutupi armor api dia seperti gunung berapi berjalan yang mengeluarkan lahar panas. Reiga yang berada didekat Ira merasakan hawa api yang dimunculkannya namun itu semua bukan masalah bagi Reiga, karena dirinya sudah pernah dibakar sampai jadi debu karena itulah baginya hawa panas dari tubuh Ira seperti angin yang berhembus.
“Menarik sekali kalau begitu bagaimana kalau kau coba ini, Hukum diaktifkan, hukum kematian : tanah tampa kehidupan + otoritas tanah hitam” dalam sekejam Reiga mengubah daratan disekitarnya menjadi tanah mati, dan para prajurit Ira yang ada didekatnya mati terbunuh lalu mayat mereka masuk kedalam tanah hitam milik Reiga.
Namun Ira yang menggunakan armor tersebut sama sekali tidak merasakan efek dari hukum milik Reiga, kebingungan karena hal itu Reiga memutuskan untuk memunculkan boneka mayat tipe raksasa untuk menghadapi Ira.
“Grrraaaah….” Boneka mayat tersebut adalah gabungan dari 100 tubuh boneka mayat yang berasal dari pasukan Ira, tubuhnya juga sudah diperkuat oleh energy yin hitam dan lagi telah dimasukan beberapa jiwa pendendam agar dia bertindak lebih buas.
“Buuummsshh….” Dan ketika boneka mayat tersebuh melihat Ira dia menggunakan tangannya untuk menyerang tubuh Ira, dengan tubuhnya yang besar dia memberikan serangan pada Ira seperti menepuk nyamuk. “Buuurrnnn….” Namun Ira yang sama sekali tidak bergerak dari tempatnya menerima serangan tersebut dan membuat tangan boneka mayat raksasa tersebut hangus terbakar, api milik Ira menyebar dengan sangat cepat dan hampir membakar seluruh tangan milik boneka mayat raksasa tersebut “Srrrraaasstthh….” Dengan cepat Reiga lalu memotong tangan boneka mayat raksasa itu sebelum seluruh tubuhnya jug ikut terbakar.
“Begituyah menarik pantas saja dia tidak terkena efek dari hukum kematian milikku” kata Reiga yang melihat seluruh tubuh Ira, dia melihat kalau dilaur armor milik Ira ada sebuah wilayah kecil yang mana melindungi seluruh tubuh Ira, wilayah tersebut menolak wilayah hukum milik Reiga atau lebih tepatnya wilayh Ira membakar wilayah milik Reiga.
Mengetahui rahasia kekuatan milik Ira yang mana menggunakan wilayah hukum sebagai pelindung membuat Reiga mulai sedikit serius, “Fwwuuuhhh…” dia lalu mengeluarkan sayap biru kehitaman yang dia miliki. “Buuurrnnn…” dan dengan cepat membakar boneka mayat raksasa miliknya.
“Kita main sedikit, skill Crazy Docter, ubah : boneka mayat tingkat bawah : lalat peledak” boneka mayat raksasa tersebut langsung diubah menjadi jutaan lalat besar, mereka semua berterbangan kearah Ira.
Melihat api biru kehitaman yang dapat melukainya masuk kedalam lalat peledak tersebut membuat Ira merasakan bahaya, “Bummmhh…” diapun melompat jauh keatas awan untuk menghindari kerumunan lalat-lalat tersebut.
“Skill Dark Sun : Wrath Hand” dengan menggunakan skillnya dia membakar ratusan lalat mayat tersebut, “Boommss… Boommss… Boommss… Boommss…” dalam sekejap ratusan lalat meledak dan ledakan tersebut memunculkan api dari skill Unholy Flame milik Reiga.
“Aaggkkhh….” Ira yang terkena jilatan dari api tersebut merasakan rasa sakit dari api itu, seakan ditusuk oleh puluhan jari panas api itu juga merusak area hukum milik Ira.
“Cih… api biru kehitaman ini sangat aneh dan mampu merusak pelindung wilayahku, aku harus berhati-hati sekarang” pikir Ira.
“Ada apa…” kata Reiga dengan cepat sudah ada didepan Ira, dia menggunakan tehnik kakinya untuk bergerak denga sangat cepat kedepan Ira.
“Trrrraangggsss….” Reiga dengan pedangnya yang sudah dilapisi oleh Unholy Flame mulai menyerang Ira, namun dengan pelindung dari wilayahnya dia menangkis hanya menggunakan tangannya. “Kttrrrraaanggss….. Trrraaaakkknnggss….” Setiap tebasan berhasil dihadang oleh Ira namun tebasan dari Reiga mulai berdampak dengan memberikan goresan-goresan pada armor milik Ira.
“Krrraaakk….” Dengan serangan liar yang terus berlanjut membuat armor milik Ira hampir tidak bisa bertahan, dan mulai retak.
“Ada celah pedang kematian, tehnik ketiga : tusukan penghancur” Reiga lalu menyerang dengan tusukan kuat disebuah celah retakan dari armor Ira, retakan tersebut berada disekitar rusuk bawah kanan miliknya.
“Tttrraaaannngggsss…..” armor milik Ira lalu retak dan hancur menembus tubuh dan melubangi tubuhnya.
“Aaaaaggkkkhhh….. sialan-sialan-sialan, aku tidak terima kalah dari orang macam dia” pikir Ira yang yang telah sekarat dan tergeletak dibawah tanah.
“Hahahaha…. sudah selesai Ira, apa kau punya wasiat terakhir” kata Reiga sambil menodongkan pedangnya kearah leher Ira.
“Wasiatkah…. Hahahahaha…. kalau begitu mari kita mati bersama, Skill Dark Sun : True Form of Dark Sun” energy yang sangat besar lalu terkumpul dijantung milik Ira dan dengan cepat dia meledak “BOOOOOMMSSSS…..” ledakan tersebut sangat kuat bahkan menghancurkan formasi pertahanan kota milik Ira.
Reiga yang berada didekat Ira terkena dampak yang paling besar dari kekuatan ledakan tersebut dan menerima kerusakan yang cukup besar, setengah tubuhnya hancur terbakar namun dengan kemampuan dar ras Immortal tubuhnya langsung menyatu dan pulih kembali.
“Dasar iblis sialan, aku tidak menyangka dia akan melakukan hal itu, tapi sekarang sudah selesai” kata Reiga yang kembali pulih tetapi tiba-tiba.
“Crrrraaaasstttt….” Dari belakang Reiga seseorang yang merupakan pasukan Ira menggunakan pedang yang terbentuk dari cahaya.
“Aaaggghhkkk… siapa kau” tanya Reiga yang merasakan sakit dari element cahaya pedang tersebut.
“Demi dewi cahaya Frey, matilah dewa kematian Reiga” kata prajurit tersebut yang rupanya adalah bawahan dari dewi cahaya Frey, “Buuurrnnnn….” Namun belum sempat membunuh Reiga dengan cepat Riana datang dan membakar orang tersebut, Reiga yang tertusuk dijantungnya langsung jatuh pingsan.
“Cepat bawa tuan Reiga ketempat aman” kata Riana, melihat hal tersebut Reiga lalu memutuskan untuk tertidur dan beristirahat untuk memulihkan jantungnya.
“Dewi cahaya Frey, kau tunggu pembalasanku” pikir Reiga yang lalu terlelap dalam tidurnya.
Bersambung.......
Ayo semuanya berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, Dan Vote yah, Ok....