
Pagi harinya begitu para prajurit itu terbangun dari tidur mereka setelah selesai pesta.
“Hoooamm…,sudah pagi oi oi cepat bangun kita harus bersiap untuk perang” kata salah seoarang prajurit.
Prajurit itu menepuk-nepuk pundak temannya dan mencoba untuk membangunkan temannya. Setelah beberapa saat mencoba membangunkan temannya setelah penasaran akhirnya dia sadar kalau temannya sudah lagi tidak bernafas.
“Tolong-tolong.. ada yang meniggal disini tolong bawakan tabib” kata prajurit itu.
Setelah berteriak sekian lama akhirnya dia menyadari kalau cuman dirinya yang masih hidup ditempat itu. Para prajurit disana telah tewa ratusan orang telah mati dan menyisakan beberapa ribu orang.
“Eeeeeh kok masih ada yang belum mati??” kata Lea yang sedang mengintip dari jauh.
“Itu keberuntungan mereka tetapi mereka juga akan mati baik cepat atau lambat karena mereka telah meminum darah dari dewa Reiga” kata Raiya yang juag melihat dari jauh.
Sebelumnya Raiya mendapatkan sebuah kotak yang berisikan 10 bola mayat hitam dan dua buah botol cairan hitam. Didalam botol itu bukanlah cairan biasa itu adalah dari Reiga yang sengaja dia masukkan kedalam botol. Jika seorang dari klan ghoul yang meminumnya maka mereka akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa selam beberapa menit dan semua luka mereka akan sembuh tetapi jika yang meminumnya bukan dari klan ghoul maka penyakit mematikan yang akan menyebabkan kematianlah yang akan didapatkan dan bukan hanya kematian setiap yang mati setelah meminum darah Reiga akan berubah menjadi mainannya dengan kata lain menjadi salah satu
koleksi boneka mayat milik Reiga. Lalu untuk beberapa prajurit yang tidak mati itu dikarenakan garis darah mereka yang kuat tetapi itu hanya akan bertahan sementara karena darah Reiga aka terus menghancurkan tubuh lawannya sampai dia mati.
“Cepat siapapun laporkan hal ini pada raja dan dewa Lancer” kata seorang prajurit.
Seorang prajuritpun bergegas sekuat tenaga dia berlari dengan cepat menuju ruangan raja dan begitu dia sampai diruangan raja.
“Siapa kau lancang sekali kau masuk tampa mengetuk pintu dulu” kata raja kerajaan Sila.
“Maaf tuan kedaannya sekarang sudah gawat para prajurit yang lain… Kghaaaag…Ghaaaak…” prajurit itu tiba-tiba mengalami sesak nafas dan lalu dia mati ditempat.
“Oiii apa yang terjadi katakan padaku” kata raja itu sambil menendang prajurit yang sudah tak bernyawa itu.
Dia menendang prajurit itu berkali-kali tetapi prajurit itu sudah tewa dan tiba-tiba kaki dari raja itu ditangkap oleh prajurit yang mati itu.
“Heeiiii sakit dasar kurang ajar apa yang kau lakukan lepaskan aku” kata raja itu.
Raja itu terus menjerit kesakitan dia terus berteriak tetapi tidak ditanggapi oleh prajurit itu dan ketika wajah dari prajurit itu terlihat.
“Graaaaah…” wajah dari mahluk yang sudah tidak bernyawa terlihat dari prajurit itu.
Prajurit itu telah menjadi boneka mayat Reiga dan sekarang berada didalam kendali. Prajurit yang telah menjadi boneka mayat itu mencoba untuk memakan sang raja dan ketika dia telah menekan sang raja “Sraaaaas” tubuh dari prajurit itu terbelah oleh kilatan pedang.
“Uwaaahhh….” Raja itu terkejut karena melihat tubuh yang terpotong-potong didepan matanya.
“Apa yang terjadi disini?” kata Lancer yang melihat raja kerajaan Sila yang terkena bekasan darah.
“Saya tidak tahu tuan dewa, begitu dia datang tiba-tiba keadaannya sudah jadi seperti ini” kata raja itu sambil berlutut.
“Hmm biar kulihat dulu..” kata Lancer yang menggunakan otoritas mata dewanya.
Saat dia menggunakan mata dewanya dia melihat istana telah diserbu oleh mayat hidup yang berjalan dan menyerang para prajurit. Para prajurit satu demi satu jatuh karena para boneka mayat yang muncul secara tiba-tiba dan mereka yang tidak siap untuk bertarung.
Kedua belas pedang perak itu kemudian terbang menuju penjuru istana dan menebas para boneka mayat itu satu demi satu. Pedang yang kuat itu menyerang para boneka mayat dengan ganas bagaikan burung wallet yang terbang dengan cepat dan elang yang menerjang mangsanya para boneka mayat bukan lah tandingan dari pedang perak milik Lancer.
“Hmmm mahluk-mahluk lemah” kata Lancer.
Para boneka mayat yang mati kemudian hancur dan menjadi abu ketika mereka terkena pedang milik Lancer yang memiliki atribut berelement cahaya suci didalamnya. Tetapi walaupun masalah dari boneka mayat telah selesai banyak prajurit yang telah menjadi korban bersamaan dengan itu para prajurit telah kehilangan semangat juang mereka bahkan sebelum memulai pertempuran. Boneka mayat itu bukan cuman menyerang mereka secara fisik tetapi mental mereka juga disaat mereka menyaksikan teman seperjuangan mereka berubah menjadi mayat hidup yang tampa akal menyerang siapa saja membuat mereka takut akan nasip yang akan mereka hadapi jika mereka berhadapan dengan dewa Reiga.
“Mati lalu menjadi seorang mayat hidup” itu adalah yang ada dipikiran dari ribuan prajurit kerajaan Sila.
Lancer mengetahui bahwa pasukan nya telah mati tetapi dia tidak memperdulikan hal itu kerena dia merasa kalau masih ada beberapa ribu pasukannya yang bisa dia pakai untuk menyerang Reiga. Tetapi dia tidak sadari kalau pasukannya sudah melemah secara mental. Dan disaat yang bersamaan saat istana sedang diperbaiki karena telah diporak porandakan oleh boneka mayat seorang prajurit telah tiba dengan membawa pesan yang gawat.
“YANG MULIA RAJA ADA KEADAAN DARURAT” teriak prajurit itu.
“Sekarang apa lagi tidakkah kau lihat aku sedang sibuk” kata raja yang sedang menghitung jumlah kerugian dan kemtian di istana.
“Para warga sedang berkumpul dan merencanakan kudeta” kata prajurit itu.
“Apa berani sekali mereka, bunuh saja beberapa orang dan jadikan contoh bagi siapapun yang berani melawan” kata raja itu.
“Kami sudah mencoba tetapi mereka bisa melawan balik dan terlebih lagi kekuatan fisik yang mereka meliki lebih kuat dari kami semua, prajurit kita yang ada diluar sudah ada beberapa yang mati karena berusaha melawan mereka” kata prajurit itu.
“APA.. bagaimana bisa tidak mungkin rakyat jelata biasa bisa menghadapi para prajurit yang telah terlatih” kata raja itu.
“Selain kami kalah jumlah mereka para warga itu juga telah berubah aneh kulit ditubuh mereka memucat dan rambut mereka berubah warna menjadi silver” kata prajurit itu.
“Hmm itu adalah ciri khas dari ras ghoul ras klan Reiga” kata Lancer yang tiba-tiba muncul.
“OOOh tuan Lancer sekarang kita harus bagaimana untuk menghadapi mereka semua” kata raja itu.
“Biarkan aku urus mereka semua” kata Lancer yang langsung terbang pergi.
Ditengah kerumunan orang yang berusaha masuk kedalam istana dengan membawa senjata para prajurit terluka
parah dan harapan mereka pupus disaat itu tiba dengan cahaya gemerlak Lancer berdiri dihadapan mereka. Lancer yang tidak peduli dengan siapapun kecuali para prajurit setianya langsung tampa ragu menyerang para warga dengan sebuah pedang cahaya. Diasaat para warga ketakutan disaat itu harapan mereka muncul dengan aura gelap yang mematikan yang bahkan membuat para semut berlari ketakutan dia muncul menghadang pedang cahaya Lancer.
“Yooo cukup berani juga kau menindas orang-orangku” kata Reiga yang muncul entah dari mana.
“Bagaimana mungkin seharusnya ada penghalangnya, kenapa kau bisa ada disini dewa tanah hitam Reiga” kata Lancer yang mengeluarkan wajah kaget tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Kelihatannya aku harus memberimu sedikit pelajaran, bersiaplah dewa kelas bawah” kata Reiga dengan wajah datar yang dingin.
Bersambung.....
tolong berikan like dan komennya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin bagus
dan juga berikan vote kalian jika menyukai cerita yang ada didalam novel ini ya...