I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 169 Hukum kedua bagian 2



Kematian dan kehidupan adalah dua hal yang terpisahkan oleh satu buah lembar kertas\, mereka saling berdampingan disaat yang sama juga saling berlawanan awal dan akhir bagi mereka yang mengerti hal ini akan mengerti sebagian kecil konsep dari dunia. Mereka juga akan menjadi ancaman bagi orang-orang yang ingin menjaga kekuasaan mereka\, karena dirinya yang memahami kedua hukum ini ditakdirkan menjadi K**** D**** dan hal itu adalah yang dihindari oleh para dewa yang sombong.


 Reiga yang mendapatkan kekuatan itu mengetahui resikonya dan karena itulah dia memutuskan untuk merahasiakan kekuatan hukum kedua yang diapunya, dia juga meminta pada sistem untuk merahasiakan hukum kedua miliknya dengan cara tidak menyebar luaskan masalah tersebut.


 Dan sekarang ini Reiga sedang disulitkan oleh seorang dewi yang mana memiliki hukum cahaya, hukum kehidupan, dan hukum petir dia adalah Frey dewi cahaya peringkat ke 10 dari 100 dewa raja terkuat. Sebagai seorang dewi cahaya dia memiiki lima buah kota sebagai wilayah kekuasaan dan milayaran pengikut yang bersedia melakukan apapun untuknya, bagi orang-orang dia terlihat seperti seorang dewi cantik dan suci namun dia adalah wanita serakah yang mana memanipulasi pikiran para pengikutnya untuk melakukan apapun untuk dirinya bahkan sampai melakukan serangan bunuh diri.


 “Haaah… lawan yang aku hadapi kali ini terlihat cukup sulit” kata Reiga yang mana sedang berjalan didalam kota bara iblis.


 Disana terlihat cukup banyak ras demon yang berkeliaran, mereka tinggal disana karena tempat itu sangat cocok pada demon yang biasanya memiliki element api dan kegelapan didalam tubuh mereka. Dan banyak pedagang berdatangan mereka bersuak ria berjualan disana, dulu pada saat kepemimpinan Ira mereka dibuat takut karena emosinya yang tidak terkendali dan jika ada pedagang yang ingin masuk kekotanya maka mereka wajib menjumpai Ira secara langsung dan jika mereka tidak disukai oleh Ira maka akan dibunuh ditempat oleh Ira, tetapi karena sekarang Reiga telah mengambil alih kotanya banyak pedagang yang langsung ingin membuat hubungan dengan dirinya.


 Ratusan hadiah diberikan pada dirinya baik itu artefak senjata, formasi sihir, perhiasan, dan baju-baju cantik juga ikut diberikan pada dirinya. Namun Reiga hanya memilih beberapa saja yang menurutnya sangat menguntungkan bagi dirinya, sifatnya yang dingin dan logis membuat dirinya disukai oleh para penghuni kota bara iblis tersebut, diantara mereka ada beberapa petarung tingkat dewa yang bahkan berlutut dihadapannya agar bisa menjadi muridnya namun hanya memberitahu pada dirinya kalau dia ingin menjadi muridnya maka mereka harus mengikuti ujian miliknya.


 Ujian dikota bara hitam sedikit berbeda di banding ujian dikota kabut hitam, disana ujiannya diberikan akan ketahanan dan tehnik bertarung dimana para petarung akan diberikan kesempatan untuk bertarung satu lawan satu dan yang menang adalah mereka yang membuat lawannya mengaku kalah, pingsan, ataupun mati ditempat. Dan mereka yang berhasil menang akan langsung diangkat menjadi muridnya, dan sekarang ini dia memiliki 25 murid dan 1.000 prajurit yang baru mendaftar.


 “Kekuatan pasukan yang aku miliki telah bertambah, sudah saatnya untuk membuat beberapa difisi pasukan dan memilih beberapa komandan dari para muridku” kata Reiga yang berjalan dengan santai.


 Ditengah perjalanannya tiba-tiba dari belakang dirinya muncul seseorang pria yang berlari kearahnya, pria tersebut memegang sebuah pisau dan akan menusuk punggung Reiga.


 “Skill Unholy Flame” kata Reiga yang bahkan tidak melihat kebelakang.


 “Aaaaggkkkkhh…..” pria tersebut lalu terbakar dan hangus menjadi debu.


 Reiga lalu mengambil jiwa milik pria tersebut dan didalamnya ada memori yang menjelaskan kalau dia salah satu utusan dari dewi Frey, dan ternyata dia diberikan misi untuk mengintai kota bara iblis namun pada saat melihat Reiga dia memutuskan untuk menyerangnya demi mendapatkan pujian dari dewi Frey.


 “Cih… dasar maniak” kata Reiga yang menghancurkan jiwa tersebut.


 Sementara itu Lujuria yang sedang kembali kewilayahnya tiba-tiba saja dipanggil oleh saudara tertuanya, Arogan yang dengan sombongnya memanggil para saudara sesama dewa iblis penguasa tujuh dosa. Kemalasan, Iri, Keserakahan, Kerakusan, Nafsu mereka berlima langsung dengan cepat menjawab panggilan dari sang Kesombongan.


 Disebuah tempat yang gelap digunung hitam yang mati terdapat sebuah kastil besar yang megah, didepan kastil tersebut dijaga oleh mahluk mistik yang mirip dengan serigala memakai armor berwarna hitam pekat, para serigala tersebut memperhatikan setiap tamu yang memasuki wilayah tersebut dan siapapun yang masuk tampa izin maka akan dimangsa oleh mereka. Dan ketika sebuah kreta kuda datang mereka berusaha ingin menyerang kreta kuda tersebut namun saat salah satu serigala tersebut melompat kearah kreta kuda itu, sebuah mulut raksasa muncul dari udara dan dengan tentakel-tentakel yang keluar dari mulut tersebut seraigal tersebut ditangkap “Crrraauusstt… Krrraauuggtt…” dan mulut raksasa itu lalu melahap serigala tersebut bulat-bulat, hal itu membuat serigala yang lainnya ketakutan dan berlarian menjauh dari sana.


 “Hehehehe…. peliharan Arogan memang sangat lezat, seperti yang diharapkan dari saudara tertuaku” kata seseorang iblis yang merupakan dewa iblis kerakusan, Guila pria yang berwajah biasa dan berbadan kurus dengan wajah senyum yang menjijikan dia menempati peringkat ke 67 dan 100 dewa raja terkuat.


 “Haaaah…. Bisa makan sebanyak itu dalam sekali lahap, aku sungguh iri dengan kekuatan yang diapunya” kata seorang perempuan yang sudah berada didalam kastil tersebut, dia melihat Guila dari bilik jendela.


 Invidia seorang wanita dengan rambut hitam pekat, mata hitam seperti jiwanya sudah tidak ada lagi didalam tubuhnya, pakaian hitam pemakaman dan energy dengan element es yang sangat kuat muncul disekitar dirinya yang hampir membuat ruangannya sendiri beku karena energynya meluap-luap. Dia adalah dewa iblis Iri yang mana menempati peringkat ke 22 dari 100 dewa raja terkuat dia juga merupakan dewa yang tidak bisa diajak bicara karena dirinya yang iri pada setiap orang membuat dia ditakuti.


 Dan terkhir disebelah kamarnya seorang bocah kecil yang sedang tidur dengan sebuah artefak yang mirip dengan kasur terbang, dia adalah Acedin bocah yang hanya tertidur untuk menghabiskan waktunya sekaligus dewa iblis yang paling berbahaya karena belum pernah ada yang hidup setelah mencoba untuk melawan dirinya. Dia adalah dewa kemalasan yang menempati peringkat ke 98 dari 100 dewa raja terkuat, namun karena kemalasannya dia jarang diketahui oleh banyak orang dan juga tidak ada banyak yang memperhatikan dirinya karena dia lebih suka berdiam diri didalam kamarnya dan tertidur dengan pulas.


 Kelima dewa iblis itu kemudian berkumpul dalam satu ruangan atas permintaan dari kakak tertua mereka yang sedang duduk disinggasananya, aura hitam yang sangat pekat dia tampilkan pada yang lainnya seakan mengatakan kalau mereka harus menyadari tempat merek.


 “Jadi ada apa kau memanggil kami kemari, aku sedang sibuk dengan bisnis baru yang aku jalankan” kata Codicia ( dewa iblis keserakahan ).


 “Hahahahaha….. bisnis baru apanya, aku yakin kau sedang bersenang-senang menguras harta orang lain” kata Guila ( dewa iblis kerakusan ).


 “Apa yang kita bicarakan ini adalah kabar kematian Ira” kata Lujuria ( dewa iblis nafsu ).


 “Cih… dia tetap cantik walaupun terlihat kesal, itu membuatku iri sekali” pikir Inividia ( dewa iblis Iri ).


 “ZZZZZZZZZ….. Aaaah…. ZZZZZZ” kata Acedin yan hanya tertidur diatas kasur terbangnya.


 “Memang benar kabar itu sangat tidak mengenakkan, kematiannya membuat seakan-akan dunia meremehkan kita dan beberapa dewa yang berada dijalan cahaya mulai mencoba untuk menantang kita satu demi satu, yah pengecualian untuk Acedin” kata Arogan.


 “Kalau begitu kita hanya perlu menunjukkan kekuatan kita sajakan” kata Giula.


 “Memang benar mudah saja kalau kau bilang seperti itu, tapi bagaimana caranya apa kau ingin mengibarkan bendera perang??” tanya Codicia yang menatap Guila dengan tatapan sinis.


 “Itu bisa menjadi salah satu solusinya” kata Arogan.


 “Kalau perang yang ingin kau lakukan maka aku menolak, aliansiku dengan banyak dewa yang lainnya bisa kacau dan kotaku juga pasti akan terkena imbasnya” kata Lujuria.


 “Hihihihihi…. Kau berbicara seperti itu hanya karena kau mau melindungi dewa baru itukan, dewa kematian Reiga aku sangat yakin ada sesuatu antara kau dengan dia terlebih dia adalah orang yang menempati kota milik Ira, apa yang terjadi sebenarnya Lujuria apa kau berniat menghianati kami semua” kata Invidia yang mengeluarkan aura mengancam pada Lujuria.


 “Jaga bicaramu kalau kau tidak ingin mati” kata Lujuria yang melawan balik aura milik Invidia.


 “Crrraangggsss…. Krrrraanggsss….” Dan lalu saat mereka berdua ingin bertarung satu sama lainnya, sebuah rantai hitam yang terbuat dari mantra sihir mulai muncul dan seperti rantai mantra itu mengekang mereka berdua agar tidak bisa bergerak.


 “Ini, mantra inikan” pikir Lujuria yang lalu melihat kesampingnya.


 “Kalian berisik…. Zzz…. Aku tidak bisa tidur dengan tenang” kata Acedin yang mana terbangun dari tidurnya.


 “Acedin…. Sudah cukup lepaskan mereka berdua” kata Arogan.


 “Cih….” dengan satu lembaian tangannya rantai itu kemudia lepas.


 “Aku tidak perduli dengan kematian Ira ataupun hubunganmu dengan Reiga, tetapi perang tidak akan bisa terelakkan lagi dan kau jangan khawatir sasaran kita bukanlah Reiga tetapi seseorang yang ada dibawahku” kata Arogan.


 “Siapa, jangan-jangan kau membahas tentang mereka” kata Codicia.


 “Iya dewa raja terkuat peringkat ke 4 dan 5, kita akan membunuh mereka dan mendapatkan posisinya untuk mengamankan martabat kita” kata Arogan yang mana telah menyiapkan para pasukannya, dihalaman kastil tersebut telah siap jutaan petarung dewa tingkat atas yang mana telah berada dibawah komando Arogan.


Bersambung.......


Berikan Like, Komen, dan Giff kalian semua sebagai dukungan yah....