
Dewa batu api yang telah menyinggung pasukan milik Frey langsung menerima sebuah pesan dari dewi cahaya Frey tersebut, didalam tertulis bagi dirinya untuk menyerah segera dan berlutut padanya sebagai permintaan maaf, namun jika dewa batu api tidak melakukan hal yang dituliskan tersebut maka pasukan dari dewi cahaya akan menyerbu habis kota F dan membunuh seluruh pengikut dewa batu api. Pesan itu tertulis dengan nada yang sangat arogan dan membuat dewa batu api merasa marah, begitu juga para pengikut setianya yang juga menganggap kalau dewi cahaya terlalu arogan.
“Semuanya bunyikan terompet perangnya” kata dewa batu api yang memberikan sinyal pada para pengikutnya.
“Trrroooonggttt…. Trrroooonggttt…. Trrroooonggttt….” Para pengikutnya mengikuti yang lainnya dan memberikan pertanda kalau mereka telah bersiap untuk berperang.
Sementara itu Reiga yang melihat situasi tersebut tersenyum dari jauh, dia dapat melihat kalau rencananya berjalan dengan lancar dan sekarang dewa batu api pasti akan meminta bantuan dari para dewa raja terkuat yang lainnya. Karena dewa batu api adalah seorang dewa yang bisa membuat artefak-artefak yang bahkan hampir setara kekuatannya denga artefak tingkat bencana, jadi bisa dilihat kalau pasti ada yang ingin membuatnya berhutang pada dirinya.
Besoknya benar saja sudah ada tiga dewa raja terkuat yang datang kekota F untuk menjumpai dewa batu api, mereka membahas tentang apa yang terjadi dan bagaimana cara untuk menghadapi dewi cahaya. Diantara ketiga orang tersebut ada peringkat 77 dewa keeberuntungan, peringkat 48 dewa besi hitam dan peringkat 50 dewa kegilaan ( Zero ), melihat Zero yang mendatangi dewa batu api membuat Reiga penasaran karena Reiga tahu kalau dewa kegilaan pasti memiliki ide-ide gila didalam otaknya.
“Badut gila itu, aku harap dia tidak akan merusak rencanaku” kata Reiga yang melihat dari jauh.
Dan pada malam itu disebuah penginapan kecil di kota F tempat dimana Reiga menginap, sebuah celah ruang terbentuk dan Zero muncul dari celah tersebut.
“Yoo… sudah lama kita tidak bertemu” kata Reiga yang sama sekali tidak terkejut dengan kehadiran dari Zero.
“Hahahahaha…. Reiga-Reiga sudah lama kau tidak bertemu ternyata kau semakin menarik saja, tidak kusangka kau membuat sebuah skema seperti ini” kata Zero yang mana mengetahui rencana dari Reiga.
“Hmmm… tampaknya aku tidak perlu memberitahumu, bagus kalau begitu aku cuman mau bilang kalau kau jangan mengacau” kata Reiga yang mengeluarkan auranya untuk mengancam Zero.
“Hei-hei-hei kau tenang saja aku juga tidak terlalu suka dengan perempuan itu, dia lebih gila dari diriku asal kau tahu saja” kata Zero.
“Bagus kalau begitu, jadi kenapa kau mau membantu dewa batu api??” tanya Reiga yang penasaran.
“Oooohh… bendera langit hitam putihku adalah ciptaannya, bendera ini adalah artefak tingkat raja yang mana kekuatannya hampir mencapai artefak kelas bencana” kata Zero.
“Jadi begitu kau bertujuan untuk membuatnya menempa senjata untukmu lagikah” kata Reiga yang mulai tertarik dengan kemampuan dewa batu api.
“Kenapa apa kau tertarik, kalau kau mau aku bisa memperkenalkan dirimu dengannya jadi kau bisa meminta bantuanya untuk menempa artefak untukmu, tetapi kau harus membantu kami memenangkan perang ini” kata Zero.
“Kalau itu sama sekali tidak perlu, karena aku tidak berencana ikut campur langsung dalam perang ini” kata Reiga yang masih memegang teguh harga dirinya sebagai seorang penempa artefak.
“Ya sudah kalau begitu, tapi sekarang ini kami sedang ada disituasi yang agak sulit, walaupun musuh kami cuman satu orang tetapi pasukan yang dia punya itu lebih banyak dari yang kami miliki jadi aku membutuhkan beberapa ide darimu” kata Zero dengan wajah memelasnya.
“Hmmm… kau tenang saja masalahmu itu bisa aku atasi, kau siapkan saja pasukan kalian dan saat mereka datang pastikan kau bertarung dengan sungguh-sungguh” kata Reiga yang sudah memikar sebuah rencana.
Dan satu bulan kemudian pasukan yang dibentuk dari aliansi tiga dewa raja terkuat telah tercipta, dan kekuatan tempur mereka berada disekitar 300.000 ribu orang prajurit, para prajurit adalah mereka yang terkumpul dari berbagai ras setengah dari mereka adalah dewa kelas bawah, dan sisanya setengah lagi terdiri dari dewa kelas menengah dan kelas atas. Mereka dipimpin oleh 10 orang dewa tingkat raja sementara itu disisi langit telah muncul para pasukan serafp yang mana telah berkumpul diudara dengan dipimpin langsung oleh Frey mereka berjulah lebih dari 1 juta prajurit.
“Serangga-serangga kecil berani sekali kalian menolak kebaikanku dan berkumpul melawanku, akan kubuat kalian menyesal dengan membunuh kalian semua” kata Frey yang memandang rendah musuh-musuhnya.
“Badut gila kau pikir aku akan termakan jebakanmu, mataku dapat melihat banyak sekali jebakan yang kau pasang diudara” kata Frey, dia menggunakan kekuatannya untuk melihat jebakan tak terlihat milik Zero semua jebakannya tersebar luas diudara yang mana seperti ranjau bom.
“Cih jadi kau melihatnya yah, skill miliku : Suprised Bom” kata Zero yang mana menghilangkan efek tidak
terlihat dari skillnya.
Skill tidak terlihatnya lalu terhapuskan dan menampakkan bom-bom yang melayang kesana kemari dengan lambat diudara, para serafp yang merupakan pasukan dari Frey ketakutan melihat sejumlah besar energy yang ada didalam bom-bom ranjau terbang tersebut. “Taaaakkk…” dan lalu saat Zero menjentikkan jarinya bom-bom ranjau terbang tersebut langsung meledak ditempatnya, ledakan tersebut sangat besar dan membuat beberapa orang dari pasukan Frey terlempar agak jauh dan karena didalam bom-bom itu tersimpan energy gelap yang kuat bekas ledakan tersebut juga melemahkan para serafp yang ada.
“DASAR SIALAN, PARA PASUKANKU MAJU SERANG MEREKA SEMUA” teriak Frey yang penuh amarah.
“Hehehehe…. mereka sudah terpancing dewa batu api sekarang giliranmu” kata Zero.
“Pasukan persiapkan artefak artileri udara” kata dewa batu api, lalu pasukan pengikutnya menarik sebuah kotak raksasa yang terpasan roda dibawahnya.
“Siap… bidik…. TEMBAK…” pemimpin pasukan tersebut.
“Tsssuuuhhhkkk…. Tsssuuuhhhkkk…. Tsssuuuhhhkkk…. Tsssuuuhhhkkk…. Tsssuuuhhhkkk….” Senjata tersebut ditembakkan dan dari kota tersebut ratusan panah kecil yang seluruhnya terbuat dari baja hitam mulai berterbangan, “Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt…” serangan senjata artileri tersebut mulai menusuk-nusuk para pasukan serafp yang datang dari atas mereka.
Karena mereka terbang mendekat membuat mereka mudah untuk menjadi target serangan artileri tersebut, “Crrrraaaassstt….” Ditambah para serafp yang berhasil mendaparat diserang menggunaka senjata tombak yang memiliki panjang 2 meter. Tombak tersebut dapat dengan mudah menembus tubuh dan baju baja milik para serafp tersebut, walaupun melihat pasukannya jatuh bermatian Frey melihatnya hal tersebut biasa saja dan sama sekali tidak mengkhawatirkan para pasukannya yang mati tersebut.
“Jadi begitu yah, pasukan gunakan mantra pelindung cahaya dan skill armor agung” kata Frey yang mana memerintahkan para pasukannya untuk menggunakan skill dan mantra sihir yang mana digunakan untuk bertahan.
“Hahahahaha…. dasar wanita sadis dia melihat para pasukannya berjatuhan tetapi tidak ada memasang wajah peduli sedikitpun” kata Zero.
“Cih… aku memang tidak suka sikapnya itu dari dulu, dia hanya menganggap para bawahannya sebagai alat semata dan akan mengorbankan mereka jika tidak diperlukan lagi” kata dewa batu api dengan memasang wajah kesal dimukanya.
“Hmm… walaupun jumlah mereka telah berkurang tetapi aku masih tidak yakin bisa memenangkan perang
ini, dapat aku lihat kalau pasukannya masih lebih banyak dari pasukan kita” kata dewa besi hitam.
“Hahahha… kalau itu kau tenang saja, temanku telah menyiapkan sesuatu yang akan membuat wajah sisadis itu terkejut ketika melihatnya” kata Zero.
Sementara itu Reiga yang mana melihat pertempuran tersebut ditempat yang tida diketahui, telah mengeluarkan sayap biru kehitaman miliknya.
“Baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita mulai sekarang” kata Reiga, dia lalu membakar dirinya sendiri dengan api biru kehitaman miliknya dan mengubah wujudnya menjadi phoenix iblis dengan kekuatan kematian dan kehidupan yang kuat tersebar diseluruh tubuhnya.
Bersambung..........