
Setelah kekalahan Irug ditempat yang lain juga berhadapan dengan salah satu anak Oroci, sang ular hitam bayangan yang mana sedang bersembunyi Aram adalah satu-satunya dari anak Oroci yang mendalami seni membunuh, dengan tehnik membunuhnya dia sudah banyak mengalahkan musuh-musuh yang diapunya bahkan dia juga pernah membunuh ratusan orang dalam satu malam hanya untuk bersenang-senang saja. Namun kali ini dia berada dalam situasi yang sangat berbahaya karena sekarang dia sedang berhadapan dengan seorang pembunuh yang lebih mahir dari dirinya, dia yang selalu melihat orang lain bagaikan mangsa namun sekarang ini dia seperti tikus yang bersembunyi dari sang predator, dia bergerak kesana kemari untuk bersembunyi dan berusaha untuk menemukan Grimm namun dia sama sekali tidak sadar kalau Grimm sedari tadi sudah melihatnya.
“Dimana dia, gawat kalau aku ditemukan lebih dulu maka keadaannya sangat tidak menguntungkan untukku” kata Aram yang mana berusaha mencari Grimm disegala tempat.
“Srrrraaaassss….” Namun saat dia berusaha mencari Grimm, secara tiba-tiba dari belakang Aram sebuah serangan dilancarkan, membuat dirinya terluka dipunggungnya.
“Aagggkkkhh…. Sialan dia menemukanku lebih dulu” kata Aram yang langsung berlari cepat menahan rasa sakit ditubuhnya.
“Khehehehehe…. Menarik-menarik awalnya aku ingin membuatnya lumpuh setelah itu mensiksanya sampai dia mati, tetapi siapa sangka dia memiliki hukum darah salah satu hukum paling unik yang ada didunia ini” kata Grimm yang melihat kalau darah Aram mulai bernti keluar, dan untuk menutupi jejak pelariannya Aram membuat darahnya yang tercecer menguap dan menghilang.
“Haah… haah… haah… kalau aku tidak mempelajari hukum darah dan bayangan aku pasti sudah mati tadi” kata Aram yang mana sedang berenang didalam bayangan miliknya, dia menggunakan kekuatan skill dari hukum bayangan untuk menyelam dan berpindah tempat dengan cepat.
Dalam bayangan sang ular hitam bersembunyi dia dulunya hanyalah seekor ular kecil yang sama sekali tidak dianggap oleh orang tuanya Oroci, namun disaat dia mendapatkan kekuata dari hukum bayangan dia dengan beraninya menyerang saudara-saudaranya yang lain, dia menyerang mereka dan membuat mereka cacat dan
namun juga tidak membunuh mereka. Karena para suadaranya tidak mati karena itu juga Oroci sama sekali tidak menghukum Aram dengan keras, namun karena kejadian tersebut dia menjadi semena-mena dan ditakuti oleh banyak mahluk didalam hutan mistik bahkan Oroci juga ikut jadi waspada pada dirinya, namun sekarang ini Aram sedang berusaha untuk kabur dari seseorang yang dianggap lebih menakutkan dari ayahnya sang ular bencana, dia berlari-berlari dan terus berlari didalam banyangan dan pada saat dia melihat akhir sebuah hutan yang mana ada sebuah kota didekat sana “Crrrrrraaaaassstt…..” dari belakang dirinya Grimm tiba-tiba muncul dan menusuk perutnya.
“Khehehehe… kau tidak akan bisa kemana-mana mainan kecilku” kata Grimm, “Buuggkkkk….” Grimm lalu menendang dirinya dan membuat Aram kembali masuk kedalam hutan mahluk mistik.
“Aaaaaggkk…. Kau kurang ajar, kalau kau seorang pembunuh langsung saja bunuh aku, kau tidak punya harga diri sebagai seorang pembunuh” kata Aram.
“Kheheheeheee…. Harga diri…. Khehehehe… sejak dari awal kita para pembunuh sudah membuang hal tersebut, sejak kita menyatu kedalam bayangan dan merengut nyawa dari dalam bayangan sejak itulah kita sudah tidak lagi memiliki harga diri” kata Grimm.
“Cih…. tampaknya aku harus bertaruh nyawa denganmu disini, skill Red Dagger + skill Shadow Coat” dengan dua skill andalannya Aram berusaha untuk melawan Grimm, dia menciptakan sebuah belati dari darahnya dan menyelimuti dirinya dengan sebuah mantel bayangan.
Dan ketika Aram mulai berjalan dirinya langsung menghilang bagaikan sebuah asap yang dihembus angin, Grimm yang mulai tertarik langsung ikut menyelam kedalam bayangan dan dalam hitungan detik semuanya jadi sunyi tidak ada pergerakan ataupun suara dari mereka berdua, yang ada hanyalah suara angin dan beberapa hewan-hewan kecil yang tidak sadar ada dua orang yang sedang bertarung disana. Namun begitu salah seorang menemukan keberadaan yang satunya “Trrraaanggkkkk….” Yang menemukan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan langsung menyerang dengan semua yang diapunya., namun dari dalam bayangan tidak tampak jelas siapa yang menyerang dan siapa yang diserang karena mereka berdua telah ditutupi oleh bayangan yang mana membuat mereka hampir tidak bisa terlihat sama sekali.
“Crrrraassstt….” Namun dalam beberapa detik salah seorang diantara Grimm dan Aram telah terkena serangan fatal yang mana membuat mereka kehilangan sebelah lengan mereka, sebuah lengah yang ditutupi oleh elemen bayangan mulai tergeletak ditanah tidak tahu lengan siapa itu namun yang terkena serangan sudah pasti akan kehilangan banyak darah jika dia tidak menghubungkan lengannya kembali.
Lalu muncul satu orang dari bayangan yang mana berusaha untuk mengambil lengan tersebut dan yang paling mengejutkan dia adalah Grimm, serangan dari Aram rupanya memberikan dirinya sebuah serangan fatal dan belatinya membuat dirinya mengeluarkan banyak darah.
“Khehehehe…. Dasar bodoh” kata Grimm yang tertawa dengan tawanya yang mengerikan “Crrrraaasst…” dan disaat Aram menyadari arti dari tawa Grimm tersebut dia sudah sadar kalau ada sebuah pisau tajam yang mana menuk tepat kearah jantungnya.
“K…. Ka… Kau bagaimana…. Bagaimana kau bisa…. Aaaaggghhkkk….” Kata Aram yang mana langsung jatuh tergeletak tidak berdaya.
“Khehehhehe…. Kau benar-benar sangat bodoh rupanya, apa kau pikir aku mahluk mistik tingkat dewa yang ahli dalam pembunuhan akan mengambil kembali tanganku yang mana sudah putus, Kheheheh…. Itu semua cuman umpan yang aku berikan padamu” kata Grimm.
“Se… sejak kapan… kau merencanakannya…” tanya Aram yang mana sedang sekarat, banyak darah yang keluar dari dalam jantungnya.
“Khehehehehehe…. Sejak awal saat aku mengetahui kalau kau memiliki hukum darah, aku langsung menganggap dirimu sebagai bencana dan harus segera dibunuh ditempat” kata Grimm.
“Haaah… begitu rupanya…” kata Aram yang lalu menutup matanya, namun pada saat Grimm sedang lengah “Srrrraaanggss…. Srrrraaanggss…. Srrrraaanggss….” Sebuah pedang yang terbuat dari darah muncul dan menyerang tubuh Grimm.
“Sialan… dia menggunakan darah dari jantungnya untuk sebuah serangan terakhir” kata Grimm yang mana terkena serangan terakhir Aram dengan telak, walaupun dia bisa masih bisa bernafas tetapi Grimm juga tidak dapat berbuat banyak dan berusaha untuk memulihkan lukanya dirinya langsung menyelam kedalam bayangan.
"Kakakakaa.... paling tidak aku tidak mati sendirian" pikir Aram yang mana sudah tidak memiliki kekuatan untuk berbicara lagi dan mati.
Namun kali ini Grimm tidak menyelam kedalam sana untuk menghindari musuh tetapi untuk mengubur dirinya sendiri, karena dia sudah tahu kalau dia tidak mungkin untuk bisa diselamatkan lagi.
“Khehehehe…. Jadi ini nasip akhirku kah, setelah mendapatkan tubuh mahluk mitik kodok harimau gelap ini dari tuan Reiga, aku sudah cuku puas untuk bisa hidup lagi namun sepertinya ini sudah selesai yang aku harapkan sekarang ini adalah agar aku dapat bertemu dengan keluargaku lagi dialam sana” pikir Grimm, dia dulunya adalah orang biasa yang tidak beruntung menjadi korban dari mahluk mistik kodok harimau gelap dan pada saat Reiga ingin mengambil alih tubuhnya dia melihat jiwa Grimm yang kuat, setelah itu dia menggabungkan dirinya dengan tubuh mahluk mistik yang membunuhnya itu lalu dia melayani Reiga dengan sepenuh hati karena dapat menjalani kehidupan yang kedua.
Disela-sela malam disaat dia meninggalkan bayangan Reiga, dengan langkah banyangannya Grimm pergi untuk melihat keluarganya namun dirinya tidak bisa bertemu dengan mereka, karena para keluarganya sudah tahu kalau dia telah terbunuh dan Grimm juga tidak ingin keluarganya melihat dirinya berada dalam tubuh mahluk yang sangat mengerikan ini. Dia mengirimkan sejumlah uang banyak untuk keluarganya dan juga melindungi diri mereka dari balik bayangan, dan Reiga yang melihat hal itu langsung menyuruh bawahannya untuk melindungi keluarga Grimm dan atas perintah Reiga keluarga Grimm akan mendapatkan 1.000 GP setiap bulannya yang mana itu adalah jumlah yang sangat banyak untuk orang biasa, karena hal itu jugalah Grimm menjadi lebih loyal pada Reiga dan bersumpah untuk menjadi pedangnya.
“Khehehehe…. Tuan Reiga maafkan aku tidak bisa melayanimu lagi, aku tampaknya harus pergi duluan, aku harap kau dapat menjadi seseorang yang mana akan memimpin dunia ini menuju kejayaannya” kata Grimm yang mana jiwanya sudah meninggalkan tubuhnya dan terbang kelangit.
Bersambung.......
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Giff, Vote, Dan Komen Ok, agar ceritanya semakin menarik lagi....