I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 226 Bencana dunia bagian 3



Mistic Blade adalah skill unik milik Zero sebuah skill yang mana dirinya dapat mengendalikan secara penuh element dari ruang yang diapunya, dengan tehnik pengendalian penuh miliknya dia dapat mengubah ruang menjadi pedang paling tajam didunia dan mereka yang tertebas oleh pedang miliknya akan terpotong bagaikan sayuran, tidak ada perisai ataupun pelindung yang dapat menahan serangannya tersebut.


Dan sekarang ini Zero yang terkena oleh serangan telak dari raksasa aneh yang mana meyerang dirinya dengan serangan bom energy dari mulutnya mulai mencari keberadaan Zero, dia ingin memangsa sisa-sisa mayat dari Zero dan memperkuat dirinya. “Wuusshh…” dengan sekali kibasan dari tangannya dia membuat debu asap yang dibuat ledakannya menghilang, namun ketika dia melihat lagi dirinya raksasa tersebut tidak melihat tubuh ataupun mayat dari Zero.


“Hei… kau mencariku” kata Zero yang mana muncul dari belakang kepala raksasa tersebut.


“Srrraasstt…” dengan sebuah serangan kuat Zero memotong tangan kanan dari raksasa tersebut, “Buussshh….” Zero lalu mendarat ditanah kemudia dengan cepat melesat kearah kaki raksasa tersebut “Srrraasstt… Srrraasstt…” dia lalu memotong kaki dari raksasa tersebut. “Booommsshhh….” Karena kakinya terpotong raksasa tersebut lalu jatuh berlutut dilantai tak berdaya.


“GRROOOAAARR….” Raksasa tersebut lalu marah karena kakinya dipotong dan dirinya dibuat berlutut, aura darah monster yang kuat lalu muncul dari seluruh tubuhnya. “Krrraassttkkk….” Ular raksasa sepanjang 20 meter yang sangat besar lalu muncul dari pundak raksasa tersebut, ular tersebut memiliki 2 kepala dan ketika kedua kepala tersebut membuka mulutnya ribuan gigi tajam terlihat dari mulutnya, “Kssaaahhh….” Ular besar tersebut lalu dengan cepat menerjang dan ingin menerkam tubuh Zero.


“Skill Void Shield…” Zero lalu menggunakan skill miliknya dan lalu sebuah energy hukum ruang yang sangat kuat mulai mengitari tubuhnya, ruang tersebut lalu membentuk sebuah pelindung statik yang aneh. “Kssaaahhh….” Ular besar yang mana ingin menyerang tubuh Zero tersebut tiba-tiba saja berhenti sendiri ketika berada didekat tubuh Zero, “Krraaakk… Trrraassskk…” dan dengan kekuatan hukum miliknya Zero lalu memutar kepala dari ular tersebut dengan kekutan yang kuat kedua kepala ular tersebut lalu terputar dan hancur dengan sendirinya.


“Khahahahah…. Rantai berlian kekang dirinya” Zero kemudian menggunakan kekuatan dari artefak rantai berlian untuk mengekang dan mengikat raksasa aneh tersebut.


“RROOAAARR….” Raksasa tersebut lalu mengamuk dan berusaha untuk lepas dari kekangan Zero, dia berusaha untuk mengaptifkan kekuatan hukum dari darah monster miliknya tetapi kekuatan dari artefak rantai berlian mulai sangat kuat sampai-sampai bisa menahan kekuatan dari hukum yang aneh tersebut.


“Hahahahaha…. percuma saja kalau kau melawan, tidak akan ada yang bisa lepas dari kekanganku setelah aku melihat hal yang sangat menarik, kau akan menjadi bahan percobaan yang sangat menarik Kahahahahahaha…..” kata Zero, matanya sudah benar-benar menggila dirinya sudah tidak sabar ingin memotong-motong dan mengutak atik tubuh dari raksasa tersebut.


Disisi lain disaat Zero sedang bersenang-senang dengan bahan percobaannya yang baru, Reiga dan para dewa raja terkuat yang lainnya sedang kesulitan menghadapi serangan-serangan dari para mahluk asing tersebut. Ditengah pada rumput yang mana telah tercemar oleh darah mayat-mayat dari para mahluk asing tersebut telah bertebaran dimana-mana dan yang duduk diatas tumpukan mayat tersebut adalah seorang dewa kematian Reiga itu sendiri, dia tengah berada disalah satu kota miliknya dan karena melihat serangan dari para mahluk-mahluk tersebut dirinya membantai para mahluk itu, dia memanggil para boneka mayat dan mengubah mereka menjadi sebuah senjata terbang yang mana dapat bergerak sendiri dan mengicar musuh-musuh mereka sendiri.


“Crrraasstt… Crrraasstt… Crrraasstt… Crrraasstt…” seluruh boneka mayat yang mana terbuat dari tulang dan daging tersebut mulai berterbangan dan menusuk-nusuk tubuh para mahluk-mahluk aneh tersebut, “Grroaaarr… Rooaarr…” para mahluk itu mulai berjatuhan dan bermatian karena serangan dari seluruh pedang-pedang tersebut mereka juga berusaha untuk memakan para boneka mayat milik Reiga, tetapi karena kecepatan dan kekuatan milik boneka mayat milik Reiga lebih kuat dari seluruh mahluk-mahluk aneh tersebut.


Ditempat yang lainnya para dewa raja terkuat sedang bertarung mati-matian melawan penjajahan dari para mahluk-mahluk aneh tersebut, namun karena jumlah mereka yang banyak dan juga kecepatan mereka untuk memperbanyak diri sangatlah cepat beberapa kota telah runtuh ditangan seluruh mahluk-mahluk tersebut. “Taaakkk…” namun disaat para mahluk-mahluk aneh dan buas tersebut mulai bermunculan dan membantai seluruh mahluk yang lainnya, sesosok pria tua dengan pakaian putih bersih yang mana memiliki penampilan seorang pria berusia 50 tahun mulai datang dari langit dengan kedua pedang miliknya dirinya mulai memunculkan area yang dia punya.


“Hukum waktu + Hukum ruang diaktifkan, Area agung tak terkalahkan” Cronos yang mana telah turun dari singgasana miliknya mulai bergerak, dan dengan kekuatan hukum miliknya dirinya menciptakan area seluah beberapa ribu kilo meter yang mana mencakup setengah dari alam atas.


“Hmm… apa itu, sebuah area hukum tapi dari mana, kekuatan yang sangat luar biasa karena bisa membuat area seluas ini” kata Reiga yang mana duduk diatas para mayat dirinya melihat keatas langit dan melihat area yang diciptkan oleh Cronos.


“Mari mulai skill Sword of time” Cronos lalu menghilang dari tempat dia berdiri, “Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt…” dengan cepat lima belas kota yang mana diserang oleh jutaan mahluk-mahluk aneh tersebut mulai bermatian satu persatu, dalam satu nafas mereka mati terpotong-potong oleh kekuatan pedang milik Cronos yang mana dapat menebas melewati ruang dan waktu.


“A… ap… apa yang terjadi, mereka semua mati” kata para penduduk kota yang mana diserang oleh para mahluk tersebut, mereka terluka parah disaat berusaha melindungi kota milik mereka namu secara tiba-tiba para mahluk itu mati terpotong-potong tampa ada yang tahu siapa atau bagaiamana penyebabnya.


“Gaaaaaahh…. Apa-apaan ini, kenapa kelinci percobaanku bisa mati seperti ini” kata Zero yang mana melihat kalau mahluk aneh raksasa yang diatangkap mati terpotong-potong menjadi butiran-butiran kecil.


“Itu benar-benar luar biasa, aku tidak menyangka kekuatan seperti itu ada didunia ini, Hahahahaha…. satu-satunya yang bisa melakukan semua ini hanyalah dirinya, dia petarung legendaris yang berdiri diatas puncak dunia ini Cronos sang dewa waktu” kata Reiga, tubuhnya dipenuhi oleh energy yang sangat liar keinginannya untuk bertarung mulai meluap-luap karena dia bisa merasakan kekuatan kuat yang tak terbatas dari Cronos membuat dirinya ingin menaklukan kekuatan tersebut.


“Hahahahha…. Kau memang benar-benar seorang pria yang sangat aneh, bisa-bisanya kau tersenyum disaat kau merasakan aura kuat seperti ini, kau tahu biasanya orang-orang akan ketakutan dan mulai bersujud dihadapanku kau tahu” kata Cronos yang mana telah berdiri dibelakang Reiga.


“Hmmmm…. Bagaimana bisa aku tidak tersenyum, kalau aku melihat ada sebuah tantangan yang sangat menarik dihadapanku” kata Reiga, dia lalu mengeluarkan pedang miliknya dan aura kematian miliknya mulai keluar meluap-luap seakan-akan dia telah siap untuk mempertaruhkan nyawanya untuk menghadapi Cronos.


Bersambung……