I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 267 Kemarahan Reiga bagian 2



Serangan dari berbagai arah menyerang kota kabut hitam dan para prajurit yang ada disana mati-matian berusaha untuk mempertahankan rumah dan keluarga mereka, “Crrasst… Srrraanggss…” para prajurit tersebut terlihat sangat jelas kalah jumlah dari para pelahap darah namun karena tehnik dan kemampuan mereka yang kuat mereka dapat bertahan melawan para pelahap darah yang menyerang mereka. Mahluk pelahap darah yang mana sudah tidak tahan ingin melahap orang-orang dari kota kabut hitam berubah menjadi liar, “Roaarr…” mereka mengeluarkan asap darah merah dari tubuh mereka untuk melemahkan para prajurit kota kabut hitam.


“Krrasstt… Trraasstt…” para pelahap darah yang mana sudah mendapatkan celah dari formasi pertahanan kota kabut hitam langsung dengan sigap menyerang secara beramai-ramai, bahkan dewa raja pelahap darah yang mana tidak bisa menunggu lagi mulai mengambil tindakan “Crrrassstt….” Dia mengeluarkan pedang tulang miliknya dari punggungnya dan dengan pedang itu dia mengumpulkan sejumlah besar energy.


Dan ketika dia ingin manghancurkan formasi kota kabut hitam dengan serangan pedangnya “Taaakk…” Reiga secara tiba-tiba muncul dari belakang dirinya, dan memegang pedang dewa raja pelahap darah tersebut dengan sebelah tangannya.


“Hei kau mau apakan kotaku” kata Reiga, tubuhnya mengeluarkan aura kematian yang sangat kuat dan semua itu dikarenakan dirinya yang marah karena melihat para pelahap darah berusaha untuk menyentuh kota miliknya.


“Lepas…” kata dewa raja pelahap darah tersebut, dia terlihat ketakutan ketika melihat aura milik Reiga tubuhnya bahkan mengigil karena aura kematian milik Reiga, menusuk seperti jarum yang mana menusuk keseluruh tubuhnya.


“Buusshh…” Reiga yang mana melihat wajah dari dewa raja pelahap darah tersebut langsung dengan santainya melemparkannya menggunakan sebelah tangannya.


“Grrrrr… dewa kematian Reiga, atas perintah tuan Susano kau harus mati disini” kata dewa raja pelahap darah tersebut, walaupun ketakutan karena aura dari Reiga tetapi dia tetap berusaha menyerang Reiga menggunakan pedang miliknya.


“Haaah…. Jadi dia benar-benar berkhianatkah, tadinya aku berharap kalau Diana cuman salah lihat tetapi benar-benar menyebalkan mengetahui kalau kau harus membunuh temanmu sendiri” kata Reiga dengan suasana hatinya yang kacau.


“Trraaannggsss….” Hanya dengan sebelah tangannya Reiga menahan serangan pedang dari dewa raja pelahap darah tersebut, “Burrrnn…” bahkan dia juga langsung membakar dewa raja pelahap darah tersebut menggunakan api phoenix iblis miliknya.


“Terbakarlah untuk menebus semua dosa-dosamu” kata Reiga, dia lalu melihat kearah para pelahap darah yang ada dan karena pemimpin mereka telah tewas para pelahap darah tersebut tidak tahu harus berbuat apa dan berhenti bergerak sejenak.


“Krriieekk… krriieekkk…” tiba-tiba salah satu dari pelahap darah itu berteriak, mendengar teriakan itu para pelahap darah yang lainnya langsung bergerak kearah Reiga dengan niat membunuh, “Rooaarr… Rooaarr…” mereka lalu beramai-ramai menyerang kearah Reiga, namun melihat hal itu Reiga hanya berdiri diam tidak melakukan apapun. “Ziinggss…” Reiga lalu langsung mengeluarkan area miliknya dan ketika seluruh mahluk pelahap darah tersebut masuk kedalam area tersebut, pandangan mereka berubah menjadi kabur dan pendengaran mereka mulai menghilang lalu tubuh mereka mulai melemas dan pada akhirnya mereka terlelap tidur untuk selamanya.


“Mahluk-mahluk ini tidak kusangka mereka memilik banyak energy, lumayan untuk persiapan menghabisi Susano dan naga tampa kepala itu” kata Reiga, dia melahap energy kehidupan yang ada pada para pelahap darah yang mana menyerangnya, dan membuat seluruh pelahap darah yang ada disana mati tampa suara.


Reiga lalu dengan santainya berjalan diatas tumpukan mayata para mahluk pelahap darah itu, dan para prajurit yang melihatnya dibuat kagum serta takut dengan tuan kota mereka namun satu hal yang mereka percayai kalau tuan mereka Reiga adalah yang terkuat. Kepercayaan yang mana datang dari berbagai mahluk dari alam atas dan bawah kemudian disadari oleh sistem, melihat kalau Reiga sudah mulai mendapatkan banyak pengikut bahkan dialam atas membuat sister tersenyum.


“Sebentar lagi, sebentar lagi guru aku akan bisa membalaskan dendammu” kata Sistema yang mana melihat Reiga dari atas admosfir.


Sementara itu Reiga yang masuk kembali kedalam kota miliknya langsung disambut oleh para warga dan prajurit yang ada disana, mereka mengagung-agungkan dirinya yang mana menjadi penyelamat mereka. Reiga lalu melihat kearah sekitarnya dan menyadari kalau Riana istrinya tidak ada didalam kota kabut hitam, mengetahui hal tu Reiga langsung dengan cepat menghampiri orang yang memimpin para prajurit dan juga adalah salah satu murid Reiga.


“Dimana Riana, katakan padaku kenapa dia bisa tidak ada disini” kata Reiga yang bertanya pada pemimpin para prajurit yang mana adalah muridnya sendiri.


“Kenapa memangnya apa yang terjadi pada Tiana ??” tanya Reiga.


“Dari apa yang aku ketahui nona Tiana kehilangan sebelah sayapnya setelah berusaha untuk melawan Susano yang mana dibantu oleh banyak mahluk pelahap darah” kata pimpinan prajurit tersebut.


“Susano lagi, tampaknya dia memang ingin membuat aku marah, bagus juga setelah kupikir-pikir sedari dulu aku memang ingin melawannya sekalian saja aku kirim dia kealam baka” kata Reiga yang mana sudah marah dengan sikap dari Susano.


“Tuan nona Rian juga bilang kalau tuan sudah kembali anda diminta untuk mengurus semua kota-kota sekitar, karena takutnya para pelahap darah itu juga menyerang kota-kota kita yang lainnya” kata pimpinan prajurit tersebut.


“Aku mengerti, kalau begitu setelah selesai memperbaiki pelindung kota ini aku akan segera pergi ke kota-kota lainnya” kata Reiga, dia lalu langsung pergi ketengah kota dan disana dia merasakan adanya aura yang tidak mengenakkan.


Dan tiba-tiba saja sesosok orang yang mana menggunakan jubah hitam langsung dengan cepat menyerang kearah Reiga dari belakang, melihat hal itu Reiga langsung mengeluarkan sayap phoenix iblis miliknya “Buurrnnn….” Dan dengan kekuatan skil Unholy flame miliknya dia membakar orang tersebut tampa membunuhnya.


“Berani juga kau menyerangku didalam wilayah kekuasaanku” kata Reiga, “Wussh…” lalu Reiga kemudian membukan jubah hitam dari orang tersebut dan yang ada adalah sesosok wajah yang cukup familiar bagi dirinya, dan orang itu adalah salah satu dari dewa raja terkuat yang mana terlah berhianat menjadi bawahan Susano.


“Grrr… Sialan padahal tinggal sedikit lagi” kata dewa raja terkuat yang mana berkhianat itu.


“Kukira apa ternyata cuman penghianat kecil, tidak kusangka kau berani juga menyerang kedalam kotaku” kata Reiga yang mana memandang rendah dewa raja terkuat itu.


“Dasar sialan lihat saja nanti tuan Susano pasti akan membunuh dirimu, Hahahaha… kalian semua akan mati dan menjadi tumbal bagi para pelahap darah Hahahahaha….” kata dewa raja terkuat itu, pandangan matanya sudah berubah seakan-akan dirinya telah dia sedang dikendalikan oleh seseorang.


“Skill Soul Harvest” dengan skill miliknya Reiga menarik paksa jiwa dari dewa raja terkuat itu, dan dari jiwanya dia melihat adanya rantai yang tercipta dari kekuatan hukum darah monster sedang mengendalikan dan juga mengubah tingkah laku dari dewa raja terkuat itu.


Melihat kalau jiwanya telah dikendalikan Reiga langsung menghapuskan rantai yang mengendalikannya dan melepaskan jiwa tersebut untuk pergi kealam baka.


“Semoga kau tidak menjadi pengecut saat kita bertemu kembali” kata Reiga.


Bersambung….