I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 175 Kekuatan phoenix iblis bagian ke 2



Bersama api biru kehitaman dia terbang keluar dari kegelapan dia yang merupakan ingkarnasi dari kematian dan dia juga merupakan mahluk yang dikatakan memiliki keabadian, phoenix iblis mahluk yang membakar bukan untuk membunuh tetapi untuk menyiksa mereka dengan api neraka penyiksa yang dia punya. Dikatakan api biru kehitaman miliknya bukan hanya membakar seperti api biasa tetapi juga 10 kali lipat lebih sakit dari api biasa, dan juga api biru kehitaman itu juga membakar jiwa lalu memurnikannya kebentuk aslinya.


 “BOOOSSSMMMHH….” Sebuah api biru besar disertai wujud yang sangat menakutkan, pada waktu itu semua yang melihatnya merasakan keagungan dan rasa takut dari wujud yang dimiliki oleh Reiga.


 “A… ap… apa itu… mahluk macam apa itu” kata Frey yang terkejut dengan mulut terbuka lebar.


 “Khahahahah……. Luar biasa sangat luar biasa, sisialan itu tidak kusangka dia dapat menyembunyikan hal ini dariku” kata Zero yang kegirangan dengan gilanya melihat wujud phoenix iblis milik Reiga.


 “Burrrnnnn…..” dengan apinya Reiga lalu membakar para pasukan Frey yang terbang diatas angkasa, mereka yang berada didekatnya langsung terbakar dan jatuh gosong ketanah. Ratusan serafp langsung terbunuh ketika dia melintas dengan santainya, melihat kalau para pasukannya semakin menipis Frey lalu mulai bertindak.


 “Jangan kira kau bisa berbuat seenaknya” kata Frey, diapun mengeluarkan artefak yang dia miliki yaitu sebuah cambuk cahaya yang mana dapat memanjang dan merubah bentuknya sesuka hati penggunanya.


 “Slllattttaaakkssss……” dengan cambuk cahaya miliknya dia berusaha menyerang Reiga, namun dengan kecepatan terbang Reiga membuat dia dapat dengan mudah menghindari serangan cambuk tersebut.


 Dia terbang cepat dengan wujud seekor burung raksasa yang mana diselimuti oleh api biru kehitaman, dengan empat buah pasang mata yang dia punya sekaligus enam pasanga sayap yang membuat dirinya dapat bergerak dengan sangat cepat. Reiga juga memiliki tiga buah tanduk yang sejajar diatas kepalanya dan dengan tanduk-tanduknya dia mengendalikan api miliknya, mengubahnya menjadi bentuk phoenix- phoenix kecil yang berterbangan dengan cepat kearah Frey.


“Sialan…., *&*%^$&*^ mantra cahaya suci pelindung” Frey langsung dengan cepatnya memasang perisai berelement cahaya menggunakan mantra miliknya.


 “Bommssh… Bommssh… Bommssh… Bommssh… Bommssh…” dan pada saat phoenix- phoenix kecil tersebut mulai meledak didekat Frey, walaupun mereka semua berukuran sangat kecil tetapi ledakan yang diciptakan sangatlah besar saking besarnya membuat Frey sedikit kewalahan.


 “Haaah… Haaah…. Dasar sialan….” Kata Frey yang mana terluka parah walaupun telah menggunakan mantra pelindung terkuatnya.


 “Srrrraassst….. Crrraasstt… Crrraassstt…” dan disaat Frey bertarung melawan Reiga ( dalam wujud phoenix iblisnya ) aliansi dewa batu api mulai menyerang pasukan Frey yang tersebar kemana-mana.


 “SERANG…. TEMBAK JATUH MEREKA…” teriak dewa batu api.


 Namun pada saat mereka sudah diunggulkan tiba-tiba saja dari atas langit muncul lima belas petarung tahap dewa raja, mereka semua dipimpin oleh satu orang yaitu pengikut Frey yang paling setia dewa raja terkuat peringkat 88 dewa ksatria suci. Dia adalah seseorang dewa dari ras serafp yang mana memiliki 6 sayap dipunggungnya, dan dengan memimpin ke 15 dewa raja tersebut dia menekan mundur pasukan aliansi dewa batu api.


 “Sialan ternyata dia juga muncul” kata dewa besi hitam.


 “Hahahhaa…. Dewa besi hitam bisa aku minta tolong padamu untuk menghadapi ke 15 dewa raja itu” kata Zero.


 “Hmmm….. tidak masalah, walaupun jumlah mereka ada banyak tetapi mereka tetaplah unggas-unggas kecil” kata dewa besi hitam, dia lalu terbang tinggi untuk menghadapi ke 15 dewa raja tersebut.


 “Dan dewa batu api aku minta untuk memimpin pasukan ini, dan juga awasi Frey akan menjadi masalah kalau dia datang kemari membantai pasukan kita” kata Zero.


 “Hehehe…. Hahahhahaha…. Kau tahu saja kalau aku ingin bersenang-senang sendirian, bagus hahahaha… mari kita bermain sebentar wahai unggas kecil” kata Zero yang mana telah mengeluarkan artefak bendera hitam putih miliknya.


“Badut gila hari ini adalah akhir cerita bagimu” kata dewa ksatria suci, dia dengan cepat menerjang dari atas langit dengan pedangnya dirinya menyerang dengan ganasnya.


 “Trrrraaaaannnggssss……” keduanya saling beradu satu sama lainnya, energy mereka langsung bertabrakan dan membuat beberapa orang disekitarnya pingsan satu demi satu.


 “Khahahahahahaha…. Sudah lama aku tidak bersenang-senang seperti ini” kata Zero yang mana mulutnya sudah mengeluarkan darah.


 “Kalau begitu ini akan menjadi kesenangan terkhir yang akan kau dapatkan” kata dewa ksatria suci.


 Dilain sisi Reiga yang telah bertransformasi berhadapan langsung dengan dewi cahaya, mereka bertarung diudara dengan kecepatan yang hampir melebihi kecepatan suara “Booomssh… Bommmssh… Bommmsshh….” Mereka berdua saling serang satu sama lainnya, setiap bentrokan membuat getaran hebat disekitar area tempat itu.


“SIAPA KAU SEBENARNYA, KENAPA KAU MENGHALANGIKU” teriak dewi Frey yang tidak tahu kalau phoenix iblis adalah Reiga.


 Reiga yang tidak menjawab pertanyaan dari Frey melepaskan sebuah bola api yang cukup besar dari mulutnya, kecepatan bola api sangat cepat lebih cepat dari sebuah peluru, “Srrraaassngg… Srrrraasngg…” namun Frey yang mengubah cambuk cahayanya kebentuk pedang dengan mudah memotong-motong bola api yang dilemparkan oleh Reiga. Melihat kalau serangannya tidak terlalu berpengaruh Reiga lalu turun kebawah dan membantai sisa-sisa pasukan milik Frey, melihat pasukan nya diincar Frey dengan kecepatan tinggi berusaha mengejar Reiga namun saat dia akan mau mengejar tiba-tiba saja mayat pasukannya yang terbunuh oleh api Unholy Flame milik Reiga, mayat-mayat itu terbang dengan sayap mereka yang terbakar oleh Unholy Flame.


 “Apa yang terjadi??” kata Frey yang terkejut melihat mayat-mayat para pengikutnya kembali bergerak dan menghadang dirinya.


 Dan lalu tubuh mereka mulai dilahap oleh Unholy Flame dan didalam api tersebut tubuh mereka berubah, baik keperawakan, sayap, bahkan element yang mereka punya juga ikut berubah. Mereka sekarang ini menjadi lebih mirib seperti monster dengan wajah hitam tampa rupa, mata yang terbakar oleh Unholy flame, sayap gelap yang memancarkan energy kematian, dan element kegelapan yang sangat murni. Para mayat-mayat serafp itu bagaikan terlahir kembali menjadi entitas yang baru, dan dengan wajah tampa ekspresi mereka menyerang dewi mereka sendiri.


 “Crrrraaasss…..” dengan cakar tajam yang dilapisi oleh Unholy flame mereka memberikan luka seriu pada tubuh Frey.


 Walaupun Frey dapat dengan mudah pulih dari berbagai serangan dengan kekuatan hukum cahaya + hukum kehidupan yang dia punya membuatnya hampir tidak pernah terlukan dalam setiap pertarungan. Namun sekarang ini luka yang dia terima sangat sulit untuk dia sembuhkan karena lukanya terus terbakar dan mengikis jiwa didalam tubuhnya.


 “Hnnggg…. Sialan api apa ini, kenapa sangat menyakitkan dan lalu kenapa pula api ini tidak bisa padam” pikir Frey yang mengeluarkan banyak usaha untuk memadamkan luka bakar ditubuhnya.


 “Hahahaha…. percuma walaupun kau melakukan apapun itu tetap percuma, Unholy flame milikku adalah api yang membakar tubuh dan jiwa, jadi bisa dibilang kau harus memadamkan api didalam jiwamu juga jika ingin memadamkan api ditubuhmu, tetapi karena kau memfokuskan dirimu untuk mengejar kesempurnaan makanya kau tidak pernah memikirkan akan ada yang dapat menyerang jiwamu, kau kalah karena kau terlalu percaya diri terhadap kemampuanmu” pikir Reiga yang mana terus membantai para serafp pasukan Frey.


 Lalu tiba-tiba Reiga berhenti untuk menyerang, dia melihat semua pasukan serafp bertindak aneh yang man secara tiba-tiba kehilangan hampir semua kekuatan kehidupan mereka, energy kehidupan dari ratusan serafp tersebut pun menghilang. Dan disaat Reiga melihat keatas dia dapat melihat dengan jelas Frey yang mana menyerap kehidupan para pengikutnya sendiri untuk memulihkan tubuh dan tenagannya, dia juga telah mengabtifkan kekuatan daru wujud hukum yang dia punya.


 “Hmm… kelihatannya ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang aku rencanakan” kata Reiga yang dapat merasakan energy besar didalam tubuh Frey, energy tersebut sampai membuat Reiga sedikit merinding karena berlawanan dengan yang diapunya.


Bersambung......