
Dia dengan armor putih serta tombak cahaya yang terang menerangi seluruh wilayah tersebet wujudnya begitu agung, dan para bawahannya yang mati karena terhisap energy kehidupannya merasa senang karena bisa mati berguna demi dewi mereka. Sementara Reiga yang melihat hal itu merasa jijik karena baginya para serafp tidak ada bedanya dengan budak dimatanya, dan budak adalah mereka yang tidak memiliki kebebasa untuk hidup mereka yang tidak bebas adalah pecundang lemah dan baginya mahluk seperti itu adalah yang paling dia benci.
“Mati…..” Reiga dengan cepat menuju kearah Frey, dia ingin menyerang Frey sebelum bentuknya sempurna.
“Kau sudah terlambat, Hukum diaktifkan : hukum cahaya, hukum kehidupan, hukum api, mengaptifkan wujud sebenarnya : Keagungan sang dewi cahaya” dengan ketiga hukumnya dia menciptakan sebuah wujud baru yang mana ke 12 pasang sayap miliknya menyatu menjadi 2 buah sayap besar yang terbuat dari cahaya dan api, serta armor yang terbuat dari cahaya dan api membuatnya seluruh tubuhnya dipenuhi oleh energy yang luar biasa besarnya.
“Sialan….” Pikir Reiga yang mana serangannya dihalangi oleh pelindung cahaya milik Frey.
Pelindung cahaya milik sangat kuat seperti sebuah baja halus yang mana membalikkan setiap serangan, dan ketika Reiga menyerang pelindung tersebut dia dapat merasakan kalau seranganya berbalik pada dirinya. Kembalinya serangan Reiga membuat dia terhempas diudara dan ketika dia sudah berhasil menyeimbangkan tubuhnya diudara dia merasakan sebuah tekanan besar dari energy cahaya yang dia arahkan pada dirinya, dan rupanya itu adalah Frey yang mana sedang mengumpulkan sejumlah besar energy cahaya dan api didalam bentuk sebuah tombak.
“Matilah….” Kata Frey dia lalu melemparkan tombaknya kearah Reiga.
Reiga yang melihat tombak tersebut dilemparkan berusaha menghindarinya tetapi secara tiba-tiba tombak itu menghilang, kebingungan mencarinya Reiga lalu memancarka energy untuk mendeteksi posisi dari tombak tersebut namun begitu dia mengetahui letak dari tombak itu “Boooomsssshh….” Tombak tersebut telah ada dibelakangnya dan meledak melepaskan sejumlah besar energy cahaya dan api.
Disisi lain dewa besi hitam yang mana sedang melawan 15 dewa tingkat raja dikepung menggunakan formasi mereka, walaupun perbedaan kekuatan mereka sangat jauh tetapi ke 15 serafp tersebut dapat membuat formasi yang mana mampu menekan kekuatannya.
“Kalian membuatku jengkel sekarang” kata dewa besi hitam, dia lalu mengaptifkan skill yang dia milikki, dia lalu mengumpulkan seluruh pasir hitam yang ada didekatnya dan mengubahnya menjadi bentuk roda berduri yang mana berputar sangat cepat bagaikan sebuah gergaji mesin.
“Srrriiiinngggsss….” Roda hitam tersebut lalu dilemparkan yang mana bergerak dengan kecepatan yang luar biasa cepat, melihat kekuatan besar terdapat dalam roda hitam tersebut ke 15 serafp langsung menyebar untuk menghindari serangannya.
“Hehehehe…. kalian naif, lepaskan” kata dewa besi hitam, dengan satu kata darinya roda hitam tersebut hancur dan berterbangan keseluruh arah duri-duri yang ada disekujur roda hitam lalu menusuk 7 dari 15 serafp yang ada.
Dan ketika mereka berusaha untuk membantuk teman mereka yang terluka dari belakang dewa besi hitam lalu dengan ganasnya menghabisi mereka semua “Crrraasstt… Krrraasstt… Trrraasstt…” dia lalu membantai ke 15 prajurit serafp tersebut.
“Hmmm… kalian masih terlalu cepat 1.000 tahun untuk bisa mengalahkanku” kata dewa besi hitam yang memandang rendah mayat-mayat para prajurit serafp tersebut.
Sementara itu Zero yang sedang bertarung seimbang melawan dewa ksatria suci mulai kewalahan, dia merasakan kebas diseluruh tubuhnya karena setiap serangan dari dewa ksatria suci memiliki kekuatan yang sangat besar. Dan setiap serangannya mengincar semua titik lemah milik Zero, karena itulah Zero sekarang hampir tidak bisa bergerak karena perbedaan dalam jumlah kekuatan fisik yang diapunya.
“Sialan rangkingmu itu tidak sesuai dengan kekuatan yang kau punya” kata Zero.
“Aku hanyalah seorang ksatria yang melayani tuanku, aku tidak membutuhkan sebuah peringkat tinggi untuk bisa berada disisinya” kata dewa ksatria suci.
“Kelihatannya aku harus mengeluarkan katu joker milikku, skill Pocket dimension” Zero lalu mengaptifkan skillnya dan dari dalam bendera milikknya keluarlah sebuah telur hitam yang dipenuhi oleh lumpur pekat.
“Hmmmmm…??, apa itu sebuah telurkah, tetapi aku tidak merasakan hawa kehidupan didalamnya” pikir dewa ksatria suci ketika melihat telur yang dikeluarkan oleh Zero.
“Hehehehe…. hahahahahha….. AWAS KEPALA” teriak Zero, “Taaaakkkk…” dia lalu menendang telur tersebut kearah perut dewa ksatria suci.
“Aku kira kau tadi bilang kepala, tetapi kenapa pula itu kearah perutku” kata dewa ksatria suci yang tidak merasakan ada yang aneh dengan telur rusak tersebut.
“Hehehehee…. Kau bisa menghindarinya yah, bagus-bagus tetapi apa kau kira itu akan berakhir begitu saja” kata Zero.
“Apa maksudmu….?” Tanya dewa ksatria suci yang penasaran dengan maksud dari perkataan Zero.
“Buummsshh…” dan lalu secara tiba-tiba sebuah ledakan muncul dipunggung milik dewa ksatria suci, ledakan tersebut cukup kecil tetapi karena terlalu tiba-tiba membuat dia kehilangan keseimbangan dan jatuh berlutut.
“Kesempatan….” Kata Zero yang mana dengan benderanya ingin menyerang kepala dari dewa ksatria suci yang jatuh berlutut dilantai.
“Ttrrraaanggsss….” Namun dengan kemampuan dari aura pedang miliknya dia dapat mengendalikan pedangnya yang jatuh dilantai, dan bergerak dengan sendirinya menangkis serangan dari Zero.
“Sialan aura pedang lagi kah….” Kata Zero yang mana melompat mundur setelah serangannya ditangkis.
“Cih… kau tidak akan bisa kabur” kata dewa ksatria suci yang mana mengendalikan pedannya untuk menyerang balik Zero.
“Buummsshh…. Trrraanggss… Buummmsshh…. Trraanggss….” Namun secara tiba-tiba pedang milik dewa ksatria suci meledak dan terlempar jauh.
“Apa ini bagaimana kau bisa terjadi” kata dewa ksatria suci yang penasaran.
“Hehehe… mau tahu kalau begitu maka akan kuberi tahu, Taaaak…” kata Zero yang mana menjentikkan jarinya.
Disaat dia menjentikkan jarinya “Buummsshh… Buummsshh… Buummsshh… Buummsshh… Buummsshh…” ledakan bertubi-tubi mulai muncul didekat dewa ksatria suci, ledakan tersebut menghancurkan armornya dan membuat dia terluka parah.
“Crrrraaasstt…..” dan melihat dewa ksatria suci yang tidak beradaya Zero dengan cepat langsung menusuk jantungnya menggunakan bendera yang diapunya.
“Aaaaggkkkh….. k… kau bagaimana kau bisa” tanya dewa ksatria yang sedang sekarat.
“Mahluk mistik ciptaan sendiri, kutu bom peledak adalah mahluk mistik yang aku ciptakan setelah riset dan percobaan yang panjang dan mahluk itu sangat kecil sampai-sampai auranya dan wujudnya tidak akan bisa dilihat dengan mata telanjang” kata Zero.
“Hahahaha…. jadi begitu telur berlumpur yang tadiyah, kelihatannya aku telah meremehkanmu” kata dewa ksatria suci yang mana jatuh dan kehilangan nyawanya.
“Ping… ping… selamat pada dewa kegilaan Zero karena telah menghabisi dewa ksatira suci peringkat 88 dari 100 dewa raja terkuat, Ping… ping… karena peringkat lawan lebih rendah peringkat dewa Zero akan tetap dan akan diberikan hadiah kota yang dikuasaia oleh dewa ksatria suci” kata pemberitahuan sistem.
Bersambung........