
Seekor phoenix yang terbakar dengan api iblis sebuah api yang mana membakar segala mahluk, namun yang paling menakutkan dari api tersebut adalah rasa sakit yang ditimbulkannya semua yang terbakar dalam api tersebut akan merasakan halusinasi kuat yang mana membuat mereka menjeri kesakitan. Siapapun yang terbakar oleh api itu akan mengalami penderitaan yang tak tertahankan, sama seperti api neraka yang mana akan menyiksa mereka para pendosa.
“BOOMMSSHH…. BUURRNN…” Reiga yang mana telah berubah menjadi bentuk phoenix iblis, membakar Ludex & Albius yang mana ada didepan wajahnya.
“Aaaaagggkkkhh….” Ludex & Albius lalu menjerit kesakitan karena api yang membakar mereka, kedua kepala itu lalu tidak bisa mengendalikan tubuh mereka karena termakan oleh api iblis yang mana memberikan mereka penderitaan.
“Hahahaha… rasakan itu” kata Reiga, dengan kecepatan terbangnya dia memutari tubuh besar dari Ludex & Albius.
“Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” dia menembakkan api disekitar tubuh Ludex & Albius yang mana membuat tubuhnya semakin kesakitan, rasa sakit dari api itu membuat mereka bergerak tidak karuan “Buummsshh…” mereka lalu terjatuh karena tidak bisa menahan rasa sakit dari serangan api iblis milik Reiga.
“Bagus kalau begitu sekarang mari kita gunakan pedang” kata Reiga, dia lalu berubah kembali kewujud manusia miliknya, dan dengan pedangnya dia berusaha menebas tubuh dari Ludex & Albius yang mana sedang terbakar oleh api phoenix iblis.
“Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt…” setelah terkena api phoenix iblis milik Reiga serangan pedang milik Reiga dapat dengan mudah menebas kulit dari Ludex & Albius, tebasan pedang milik Reiga dengan mudahnya menebas kulit dari Ludex & Albius.
“Aaaaaggkkk…. Sialan-sialan-sialan, dasar kurang ajar akan kubunuh dia” kata Ludex & Albius yang mana tengah kesakitan karena terkena serangan api dan pedang milik Reiga.
“Ingin menyerangku, jangan harap kau akan kuberika kesempatan, pedang kematian, tehnik ketiga : mekarnya mawar darah, pemakaman tampa warna” dengan niat pedang tertinggi miliknya dan hukum pedang kebenarannya, Reiga menciptakan sebuah aura biru keputihan yang mana memberikan sebuah perasaan yang sangat berbahaya.
Ludex & Albius yang mana melihat aura biru keputihan tersebut langsung ketakutan dibuatnya, dan lalu dengan kedua artefak miliknya mereka berusaha untuk menyerang Reiga “TRRAAANGGSS…. TRRIINNGGSS… TRRIINNGGSS… TRRIINNGGSS…” serangan pedang Reiga yang menebasa secara beruntun membuat Ludex & Albius kesulitan untuk menyerang balik dirinya. “Krraanggss… Trraanggss…” dua artefak milik Ludex & Albius lalu patah dan hancur karena serangan pedang Reiga, “Buugghhss…” sementara itu Reiga yang terkena dampak dari hancurnya kedau artefak tersebut membuat Reiga mundur beberapa langkah.
“Aaaggkkhh…” sementara itu Ludex & Albius menjerit kesakitan karena tangannya rusak parah, artefak yang hancur tersebut memberikan sebuah dampak yang membuat tangan mereka berdua rusak parah tulang-tulang didalamnya hancur.
“Sialan cepat kita harus menggunakan hukum darah monster” kata Albius.
“Gaaahh…. Aku sudah menggunakannya tetapi kecepatan menyembuhkannya berkurang, tampaknaya energy pedangnya telah meredam kekuatan dari hukum darah monster kita” kata Ludex.
Mereka berusaha menggunakan kekuatan hukum untuk menyembuhkan diri mereka, namun mereka tidak mengetahui kalau kekuatan dari hukum kebenaran pedang telah memotong konsep kekuatan dari hukum darah monster milik mereka dan hal itu membuat kekuatan hukum mereka melemah. Melihat aura dari Ludex & Albius yang melemah Reiga dengan cepat kembali dan bergerak dengan cepat mendekati mereka, pedangnya mulai menjerit untuk menebas mereka berdua dan aura dari pedang tersebut keluar dengan megahnya, aura tersebut membuat sebuah bayangan iblis putih raksasa yang mana ingin melahap Ludex & Albius.
“Grrr… sialan dia ingin melahap kita” kata Ludex.
“Gunakan wujud asli hukum milikmu” kata Albius.
“Hukum kematian + hukum kehidupan + hukum kebenaran pedang : wujud asli dewa kematian, Avatar dewa kematian” Reiga lalu menggabungkan ketiga hukum miliknya dan menciptakan sebuah sosok raksasa dari energy hukum, raksasa tersebut berbentuk seperti sosok manusia hitam yang mana menggunakan jubah putih dan memegang sabit hitam raksasa.
“Trrrraaanggss…” dan disaat tombak petir tersebut bersentuhan dengan sabit milik raksasa dari avatar milik Reiga, “Tsssaaahhh…” tombak petir tersebut hancur berkeping-keping seakan-akan kehilangan bentuk aslinya dan sisa-sisa kekuatan petir tersebut masuk kedalam tubuh avatar Reiga yang mana membuatnya semakin kuat.
“Sialan… kekuatan macam apa itu” kata Ludex yang melihat kekuatan hukumnya dihancurkan dengan mudah oleh Reiga.
“Aku akan gunakan kekuatanku, hukum api + hukum besi + hukum racun : wujud asli dewa hakim surgawai, duabelas serangan keadilan” Albius yang mengendalikan sisi kiri menggunakan kekuatan hukum miliknya dan membuat sebuah wujud kekuatan dari 12 bola energy, ke 12 bola energy itu memancarkan kekuatan dari gabungan-gabungan element tersebut dan bukan cuman itu saja ke 12 bola element tersebut juga dilapisi oleh kekuatan hukum darah monster yang mana seperti hidup ingin melahap Reiga.
“Wuusshh… Wuusshh… Wuusshh… Wuusshh…” keduabelas bola element tersebut lalu meluncur dengan sendirinya dan dengan kuatnya mereka ingin melahap Reiga, kekuatan dari ke 12 element tersebut mengejar Reiga seperti mahluk buas yang mana ingin menghancurkan dirinya. “Trrraaakss… Trrraaakss… Trrraaakss…” namun dengan kekuatan avatarnya Reiga menebas 3 dari 12 bola energy tersebut dan membuat bola-bola energy yang lainnya mundur karena tidak ingin dihancurkan, melihat kalau bola-bola energy tersebut memiliki kesadaran membuat Reiga langsung menggunakan semua kekuatan kematian miliknya untuk memberikan aura dominasi kuat.
Aura dari dominasi Reiga membuat ke 9 bola energy yang tersisa terdiam karena ketakutan akan kematian yang berada dihadapan mereka.
“Kena….” Dan dengan kekuatan dari avatarnya “Wuusshh…” dengan sebuah sabit besar yang dimilik oleh avatar Reiga, dia langsung menebas semua 9 bola energy tersebut sampai tidak ada yang tersisa sedikitpun.
“Trraaaksss….” Kesembilan bola energy tersebut langsung lenyap dalam sekejap karena kekuatan dari sabitan milik Reiga, kekuatan dari hukum milik Reiga langsung menyerap energy dari hukum-hukum yang dikeluarkan oleh Albius.
“Hmm… walaupun sedikit menjijikan, tetapi energy yang dikeluarkan sangatlah kuat aku bisa merasakan energynya mengalir diseluruh tubuhku” kata Reiga yang mana menyerap energy hukum tersebut, avatar milik Reiga lalu mulai menyusut namun bertambah kuat seakan-akan kekuatan didalam tubuhnya memadat dengan sendirinya.
“Gawat dia berhasil meyerap kekuatan kita” kata Ludex.
“Sebaiknya kita pergi dari sini, kekuatan hukum kita tidak bisa menandingin dirinya” kata Albius.
Ludex & Albius yang mana melihat kalau setiap serangan mereka digagalkan mulai berlari kencang dari Reiga, melihat hal tersebut Reiga yang mana telah melihat Ludex & Albius sebagai santapan besar dengan cepatnya langsung mengejar dirinya. Dan dengan sendirinya avatar milik Reiga masuk kedalam pedangnya energy kuat mulai mengamuk didalam pedang Reiga, “KRaaaHH…” menjerit-jerit seperti hidup, “Srrrraaaasssshhhh….” Dan dengan sebuah tebasan kuat dari Reiga avatar yang menyatu kedalam pedang Reiga lalu keluar dan dengan ganasnya mengejar Ludex & Albius.
“Sialan apa itu” kata Ludex yang mana ketakutan melihat avatar Reiga yang mana mengejar mereka berdua.
“Crrrraaaasssttt….. Kttrraaassskk…” dan dengan kekuatan dari avatar tersebut roh, energy, jiwa, dan setiap inci kekuatan yang ada didalam tubuh Ludex & Albius terserap habis oleh avatar milik Reiga, dan dengan sendirinya avatar tersebut menyatu kembali kedalam tubuh Reiga meninggalkan tubuh Ludex & Albius yang mati terserap kering.
Bersambung……