I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 93 Pemangsa VS Mangsa bagian 2



Pembunuh adalah seorang yang berjuang prinsipnya untuk mengambil nyawa seseorang, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang sangat kotor karena nyawa adalah hal yang tidak bisa digantikan oleh apapun. Namun bagi seorang pembunuh uang, status, dan kehormatan demi hal-hal tersebut mereka siap mengotori tangan mereka sendiri.


 Dan lalu kedua ksatria malam ini sekarang saling bertarung dan mengincar nyawa lawan mereka masing-masing, semua ini mereka lakukan demi tuan mereka kesetian mereka telah membuat mereka menghilangkan perasaannya dan bertarung tampa emosi seperti sebuah alat.


 Raiya yang bersembunyi didalam bayangan dapat dengan cepat menghilangkan hawa keberadaannya, sementara


itu vampire lord yang tidak bisa menemukan keberadaannya berada didalam situasi gawat karena dirinya sudah kehilangan salah satu tangannya yang mana hal itu membuat dirinya sudah kehilangan cukup banyak darah.


 “Sialan orang ini hebat, aku sama sekali tidak merasakan sedikitpun hawa kehadirannya, jika begini terus aku bisa mati sebelum sempat memulihakan tubuhku” pikir vampire lord tersebut yang berusaha mencari keberadaan Raiya.


 Lalu disaat vampire lord itu lengah Raiya muncul dari atas dirinya dan “Srraasshhtt…” dia mencakar wajahnya membuat dirinya kehilangan sebagia besar kemampuan melihatnya, setelah melancarkan serangan tersebut Raiya langsung dengan cepat kembali menghilang.


 “Sialan… sialan…” teriak vampire lord itu sambil menyerang keberbagai arah.


 Serangan dari vampire lord itu sangatlah kuat sampai cukup membuat tanah bergetar karena akibat serangan cakaran dari tangan vampire lord tersebut, namun karena Raiya telah mundur agak jauh darinya membuat serangan tersebut sia-sia.


 “Kelihatannya aku tidak bisa berlama-lama” kata Raiya yang melihat kalau vampire lord itu sudah mulai beregenerasi, darah yang keluar dari tangannya yang putus mulai berhenti keluar luka diwajahnya juga mulai menutup dan dia kembali bisa melihat walaupun pandangannya agak kabur. Raiya yang melihat vampire lord itu mulai pulih langsung dengan cepat melancarkan serangan kearah punggung vampire lord terebut “ Srrassshhtt…”.


 “Skill Blood Lord : Diamond dust” Diserang berkali-kali lalu membuat vampire lord tersebut marah dia lalu menggunakan skillnya untuk mengendalikan darah.


 Darahnya lalu keluar dari tubuhnya dan berubah menjadi abu merah vampire lord lalu menggunakan darah tersebut untuk mengelilingi dirinya, Raiya yang melihat skill tersebut langsung maju menyerang karena dia merasa kalau skill tersebut harus dia hentikan sebelum aktif sepenuhnya.


 Namun Raiya sudah terlambat vampire lord tersebut menggunakan abu merah yang dia buat menggunakan darahnya menyebar keseluruh area dari jarak beberapa ratus meter, Raiya yang tidak bisa menghindari serangan skill tersebut terkena kibasan dari abu merah tersebut.


 “Hmmm… tidak sakait” kata Raiya yang tidak merasakan apapun dari serangan abu merah tersebut.


 “Kena kau” kata vampire lord itu.


 Dia lalu menggerakkan tangan kanannya seakan menarik sesuatu dan disaat yang bersamaan tubuh Raiya bergerak dengan sendirinya dan terbang kearah vampire lord tersebut, Raiya yang terkejut dengan hal itu berusaha dengan kuat untuk menolak kekuatan tarikan tersebut. Tetapi pada saat Raiya sudah berhasil vampire lord tersebut berhasil melacak keberadaan Raiya dan mendatangi dirinya “Booomsshh…” dengan kekuatan tinjunya yang kuat dia menyebabkan ledakan kecil namun Raiya berhasil menghindari serangan tersebut.


 “Kau tidak bisa sembunyi lagi dariku” kata vampire lord tersebut.


 Skill Blood Lord : Diamond dust adalah skill yang membuat dari pengguna berubah menjadi butiran kristal kecil yang sekecil debu, lalu butiran debu tersebut dapat menyebar dalam jarak 30 meter dan memasuki tubuh lawan mereka jika terkena debu. Pada saat debu kristal sudah masuk kedalam tubuh maka pengguna dapat bebas mencari tahu keberadaan lawan dan bahkan dapat mengendalikan tubu lawan mereka jik pengguna memiliki energy yang lebih kuat dari musuh.


 Sekarang ini Raiya sudah tidak bisa bersembunyi lagi karena tubuhnya sudah terdapat tanda dari debu kristal yang dibuat oleh vampire lord, mengetahui kalau lawannya sudah tidak bisa bersembunyi lagi vampire lor itu lalu menyerang Raiya dengan buasnya “Srraasshh… srraasshh… Boommsshh… boommsshh…” cakaran dan tinjua dilancarkan oleh vampire itu. Dia tengah mengamuk karena dari tadi dia telah dilukai oleh Raiya, namun Raiya dengan tenang dapat menghindari semua serangan vampire lord tersebut dan juga karena energy ditbuh Raiya hampir sama kuatnya dengan vampire lord maka tubuhnya tidak bisa dikendalikan oleh vampire lord.


 “Orang ini dia benar-benar gesit, dan lagi tadi aku cuman bisa mengendalikan tubuhnya untuk sementara waktu yang artinya energy ditubuhnya hampir sama kuatnya denganku” pikir vampire lord tersebut yang terus menyerang Raiya.


 “Sudah waktunya aku mengakhiri ini semua” pikir Raiya yang sedari tadi cuman mengetes kekuatan dari vampire tingkatan Lord.


 Dia langsung bergerak dengan cepat gerakannya seakan-akan meninggalkan bayangan yang membuat vampire lord tersebut kebingungan, dan pada saat vampire lord tersebut telah bingung akibat gerakan kaki Raiya secara tiba-tiba “Crraasstt…” Raiya tiba-tiba muncul dari belakang vampire lord tersebut dan dengan cepat menusuk jantung dari vampire lord tersebut.


 “Selesai…” kata Raiya sambil menarik keluar jantung vampire lord tersebut.


 Vampire lord tersebutl langsung mati ditempat dan mayatnya kemudian mengerik seperti lansia yang berumur ratusan tahun, lalu tidak lama kemudian para anak buah Raiya langsung mendatangi Raiya.


 “Situasinya??” tanya Raiya.


 “Semua target telah terbunuh” jawab anak buah Raiya secara bersamaan.


 “Bagus sekarang segera persiapkan mayat-mayat ini dan jadikan persembahan untuk dewa Reiga, sudah cukup lama dia tidak mendapatkan persembahan mayat vampire dia pasti akan sangat senang” kata Raiya.


 Lalu seluruh anggota Raiya langsung menyiapkan sebuah persembahan dan lalu mereka berdoa disuatu berhala kecil berbentuk tengkorak hitam yang memiliki garis akar merah darah, pada saat mereka berdoa sambil menyerahkan persembahan secara ajaib mayat-mayat vampire yang menjadi persembahan tersebut menghilang bersamaan dengan asap hitam.


 Diwaktu yang sama dikuil utama Reiga didalam sana telah bersemedi Reiga didalam kuilnya, dia langsung menerima persembahan dari Raiya dan lalu dia menggunakan skillnya untuk membaca jiwa-jiwa para vampire tersebut.


 “Jadi begitu ya, dewa bayangan ingin mengacaukan turnamen ini, menarik tapi aku tidak yakin dia bisa mengalahkannya” kata Reiga yang telah melihat ingatan dari jiwa para pengikut Drakula.


 Reiga yang dulu memiliki dendam pada ras vampire lalu langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan menelan


para jiwa vampire tersebut, dia sama sekali tidak memiliki keinginan membiarkan ras penghisap darah tersebut untuk bisa pergi kedunia setelah kematian malahan dia memutuskan langsung membawa mereka kenerakan lewat perutnya.


 “Slliippss…, rasanya lumayan enak” kata Reiga.


 Dia lalu melihat keluar kuilnya dan menggunakan mata dewa miliknya untuk mengawasi para pengikutnya yang pergi lewat kapal menuju kota Avalon untuk mengkuti turnamen tersebut.


 “Drakula aku sama sekali tidak peduli dengan apapun yang akan kau lakukan karena bagiku yang sekarang kalian tidak ada bedanya dari nyamuk penghisap darah, tetapi siapapun itu dan apapun itu jika ada yang berani menyentuh orang-orangku maka aku bersumpah akan membunuh dan melahap jiwanya” kata Reiga yang mengeluarkan emosi marah lalu wajah Reiga yang biasanya tampan dan dingin tidak ada perasaan berubah menjadi sangat menakutkan saat dia marah, tidak bisa digambarkan wajahnya seperti apa yang pasti itu adalah wajah dari yang tidak mau dilihat orang-orang karena bagi siapapun yang melihat wajah tersebut maka artinya dia telah melihat wujud dari kata kematian itu sendiri.


Bersambung…………..


Berikan dukungan kalian dengan  cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian semua mneyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, OK....