
Disaat perhatian semua orang di kota Avalon sedang teralihkan oleh pertarungan antara Dagan melawan Adamas, beberapa orang berjubah hitam lalu disiang bolong bergerak secara mengendap-endap mereka lalu menculik beberapa tunawisma yang tinggal dijalanan. Para penculik tersebut menggunakan kemampuan dimensi bayangan yang mana dapat membuat mereka dengan mudah menculik seseorang, dan dalam waktu kurang dari 10 detik sudah 50 orang mereka culik dan bawa kedimensi bayangan.
Disaat yang bersamaan salah satu anak buah Raiya melihat hal tersebut dan langsung mengikuti orang-orang berjubah hitam itu, dengan kemampuan instingnya dia dapat melacak orang-orang yang bahkan masuk kedalam dimensi bayangan. Dan lalu dia mengikuti mereka semua sampai masuk kedalam hutan, dan didalam hutan sana dia mengikuti orang-orang tersebut sampai masuk kedalam gua begitu sampai didalam gua anak buah Raiya langsung mencium aroma darah yang sangat kuat dan juga dia melihat kalau seluruh orang yang diculik tersebut dibunuh dan jantungnya diambil bahkan darahnya dikeringkan.
Melihat hal tersebut dia langsung ingin pergi dari sana dan melaporkan apa yang dia lihat pada Raiya, namun disaat dia ingin meninggalkan tempat tersebut di belakannya sudah berdiri seseorang dewa dari para vampire yang terkenal akan kerakusannya pada darah dan jantung mahluk hidup. Drakula yang melihat penyusup itu langsung “Crraasss…” dengan tangan kirinya dia menusuk tubuhnya dan mengeluarkan jantungnya dengan mudahnya, disaat salah satu dari pengikutnya mati Reiga langsung dapat merasakan jiwanya telah meninggalkan tubuhnya.
“Salah satu dari pengikutku telah mati, dan lagi itu dengan cara dibunuh mari kita lihat jiwanya” kata Reiga, dia lalu menggunakan skillnya untuk memanggil jiwa dari pengikutnya yang mati tersebut.
Dan lalu jiwa itu menunjukkan kalau kematiannya sangat mengenaskan dan bahkan terdapat sisa dari jejak dewa dalam jiwanya, Reiga yang penasaran akan dewa mana yang berani membunuh pengikutnya menggunakan skillnya untuk membaca kenangan dari jiwa tersebut. Dan disanalah Reiga melihat penculikan, gua, darah, dan Drakula yang membunuh pengikutnya.
Mengetahui hal itu membuat Reiga sedikit marah dan lega karena dia mengetahui sebagian besar dari rencana Drakula, dan dengan kekuatannya dia mengirim jiwa dari pengikutnya yang mati itu kealam kematian.
“Raiya apa kau mendengarkanku…” kata Reiga yang berusaha menghubungi Raiya lewa telepati miliknya.
“Ya.. tuanku sangat jelas..” balas Raiya.
“Salah satu anak buahmu yang berjaga dikota telah terbunuh oleh Drakula, tampaknya dia sedang merencanakan
menggunakan sebuah formasi besar dikota avalon ini, ada kemungkinan kalau formasi itu dapat menekan kekuatan dari dewa dan bahkan sangat berbahaya bagi mahluk hidup” kata Reiga.
“Tuanku, apa saya harus membunuh mereka semua ditempat persembunyian mereka??” tanya Raiya.
“Tidak jangan, ini merupakan sebuah kesempatan bagus bagiku untuk bisa mengambil alih tempat ini, aku akan meminjam rencana Drakula yang harus kau lakukan adalah untuk menemukan tempat dimana mereka memasang sumber dari formasi itu, dan untuk jaga-jaga bawa sedikit bantuan” kata Reiga.
“Baik tuan… perintahmu akan segera hamba laksanakan” kata Raiya.
Raiya lalu dengan cepat menyebarkan anak buahnya keseluruh sudut kota Avalon untuk mencari dimana tata letak dari formasi tersebut, mereka dengan cepat langsung menyebar begitu juga Raiya dia juga ikut mencari sumberdari formasi tersebut. Formasi adalah penggabungan antara sihir dan tehknologi yang sangat canggih dimana kalau formasi tersebut diaktifkan maka dalam area tertentu siapapun yang terjebak dalam area tersebut kekuatannya akan dilemahkan dan juga orang yang mengabtifkan formasi akan bebas memilih siapapun yang akan dilemahkan, dalam suatu waktu formasi bahkan dapat membunuh ribuan orang yang terjebak didalamnya tetapi formasi memiliki satu kelemahan yang sangat fatal yaitu inti atau penyuplai kekuatan foramsi tersebut ( mirip seperit batrai ) jika dalam suatu formasi intinya dapat dihancurkan maka setiap yang terkait dalam penggunaan formasi akan menerima serangan balik karena kerusakan formasi tersebut.
Sementara itu Dagan yang saat ini sedang berhadapan dengan Adamas telah mengguncang seluruh pulau akibat
kekuatan mereka, dengan rahangnya yang berapi Dagan menerkam Adamas namun dengan kekuatan dari tangannya dia dapat lepas dari cengkraman mulut Dagan.
“Apa-apaan kekuatannya ini, dia lebih kuat dari sebelumnya” pikir Dagan yang berusaha dengan kuat ingin menghancurkan Adamas dengan mulutnya.
“Raaaaahhh…. Matilah kau” kata Adamas yang lalu menggunakan kakinya untuk menahan mulut Dagan dan
Dagan langsung tertunduk setelah terkena seranga palu tersebut, dan dengan kuatnya Adamas menendang Dagan yang jatuh “BOOMMSSHH…” Dagan terhempas karena kekuatan luar biasa dari Adamas. Dan dibalik debu asap tersebut terlihatlah Adamas yang menggunakan armor batu hitam yang beberapa sisi armor tersebut dipenuhi dengan lumut, armor tersebut terlihat sangat melipat gandakan kekuatan dari Adamas.
“Armor apa itu, armor itu terlihat seperti mengalirkan energy yang sangat banyak kedalam tubuhnya, bahkan luka yang kubuat tadi terlihat sudah akan sembuh” pikir Dagan yang terluka akibat serangan dari Adamas.
Ditengah pertarungan mereka berdua para penonton yang menyaksikan pertarunga tersebut dari colosseum mulai bersemangat karena melihat kehebatan dari Adamas, dan disaat yang sama Adamas lalu mendekati Dagan yang kelihatannya sudah tidak bisa bangkitlagi. Dan disaat Adamas sudah mulai mendekati Dagan “Buussshh…” Dagan lalu menembakkan sebuah bola api kearah Adamas, “Swwuusshh…” lalu dengan palunya dia dapat menyinkirkan bola api tersebut tetapi disaat Adamas melihat kearah Dagan dia sudah tidak melihat dirinya.
“Skill Red Flame : Fiery fist” lalu Dagan secara tiba-tiba muncul dari samping Adamas, dia muncul dari balik semak-semak dan melancarakan serangan tinju disisi armor bagian perut Adamas.
“Sialan… dia menggunakan bola api barusan sebagai pengalih perhatian, dan lalu mengambil kesempatan tersebut untuk berubah kembali kedalam wujud manusianya setelah itu dia menunggu kesempatan dihutan dan melancarkan serangan” pikir Adamas.
“BOOOMMSSHHH…… Wuuussshh…..” dengan tinju dari Dagan dia dapat merusak armor Adamas dan bahkan membuat Adamas terhempas cukup jauh dari dirinya.
“Aku terluka parah… haaah…. haaah… kelihatannya cuman sampai disini saja” kata Dagan yang lalu jatuh dan pingsan ditempatnya.
Melihat Dagan yang terjatuh pingsan sebuah alat penyelamat khusus datang dan membawa dirinya, alat tersebut merupakan sistem penyelamatan yang digunakan penyelenggara untuk menyelamatkan para kontestan yang sudah menyerah atau tidak sadarkan diri. Dan sekarang ini sudah ada 5 peserta yang dikeluarkan dari pulau tersebut dan 10 yang mati terbunuh oleh mahluk buas ataupun peserta yang lainnya.
Dan disaat para penonton tahu kalau Dagan sudah keluar dari pertarungan mereka penasaran akan nasib dari Adamas, dan lalu dibalik debu asap tempat dimana Adamas mendarat terlihatlah dirinya yang sudah terluka parah perutnya yang terkena pukulan dari Dagan terkena luka bakar yang sangat dalam luka tersebut hampir membuat dirinya kehilangan kesadaran.
“Lukaku terlalu dalam, aku harus beristirahat untuk menyembuhkan lukaku” pikir Adamas.
Adamas lalu menggunakan kedua tangannya dan lalu menggali tanah yang dalam, dia lalu mengubur dirinya sendiri didalam tanah tersebut dia berencana untuk tidur didalam tanah sambil menyembuhkan lukanya. Dan disaat yang bersamaan Lucy sedang berlari menuju arah pertarungan Adamas dengan Dagan melihat kalau Dagan yang telah pingsan dibawa oleh artefak keselamatan.
“Dagan kalah, kalau begitu Adamas cuman dia satu-satunya yang memungkinkan dapat mengalahkan Dagan yang berada dalam wujud naganya” pikir Lucy.
Lucy lalu melompat setinggi mungkin untuk mencari keberadaan Adamas namun dia tidak melihatnya dimanapun, dia mencari Adamas sampai malam hari Lucy lalu memutuskan untuk beristirahat diatas pohon yang lebat. Sementara itu para penonton beberapa dari mereka memutuskan untuk pergi dan kembali pulang sementara ada juga yang memilih menetap dibangkunya dan tidur disana, sementara para itu situasi para kontestan yang terjebak dipulau tersebut bermacam-macam adayang beristirahat dengan peliharaannya, ada juga yang memutuskan untuk bekerja sama dan bergiliran dalam istirahat, bahkan ada juga yang tidak bisa tidur karena takut akan diserang oleh mahluk mistik atau kontestan yang lainnya.
Sementara itu para dewa yang berada diatas angkasa tidak membutuhkan tidur jadi ada yang beberapa diantara mereka kembali kekuil mereka untuk sementara dan ada juga yang menggunakan kesempatan itu untuk mengait hubungan dengan dewa yang lainnya, sementara itu Reiga langsung turun kekota Avalon dia menggunakan wujud tidak terlihatnya untuk melihat situasi dalam kota tersebut dan dia langsung dapat melihat secara samar-samar keberadaan dari para pengikut Drakula.
“Bagus-bagus, Drakula kerja yang bagus aku dengan senang hati akan menggunakan rencanamu untuk menguasai kota ini” pikir Reiga yang tersenyum melihat pergerakan pengikut Drakula.
Bersambung.........
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya, selamat hari raya lebaran semuanya mohon maaf lahir dan batin yaaa....