I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 283 Pertarungan terakhir



Dengan tubuh gelap seperti langit berbintang yang mana sangatlah besar dan juga senjata sabit raksasa yang mana mengeluarkan aura berwarna aorora, Reiga langsung menyerang kearah naga monster darah tersebut menggunakan sabit yang dia punya “Srrasstt… Crraasstt…” setiap serangan dapat memberikan luka yang fatal pada sang naga monster darah, tetapi setiap serangan juga dapat dihindari dengan lincahnya oleh sang naga monster darah tersebut. “Boommsshh… Boommsshh… Boommsshh…” menggunakan lima kepala naga miliknya dia menembakkan nafas naga yang luar biasa kuatnya, dan setiap serangan nafas naga tersebut membuat luka pada tubuh gelap berbintang milik Reiga, tetapi dengan kecepatan instan tubuhnya pulih dengan mudahnya.


“Kalau cuman ini saja masih belum cukup, majulah dengan semua yang kau punya” kata Reiga, dengan tubuh besarnya dia berusaha untuk menggunakan tehnik pedang yang diapunya.


“Srrraassstt…” sebuah sayatan besar dengan aura pedang yang langsung berubah menjadu butiran jarum langsung menyerang kearah naga monste darah, “Buusshh…” namun menggunakan asap merah yang keluar dari matanya langsung membuat tubuhnya menjadi sangat keras “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” setiap serangan dari tebasan sabit Reiga langsung mengenai tubuh naga monster darah tersebut. Tetapi karena kekerasan dari tubuhnya naga monster darah tersebut tetapi dapat bertahan dari serangan yang Reiga lancarkan, melihat kalau naga monster darah tersebut tetap bertahan Reiga langsung melompat tinggi dan menggunakan tehnik pedang keempat miliknya.


“Trraaassskkk…” serangan pedang yang sangat cepat bagaikan ribuan guntur hitam menghantam bumi langsung membuat naga monster darah langsung kaku karena terluka, melihat hal itu Reiga langsung tidak dapat melepaskan kesempatan tersebut “Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt…” serangan sabitan miliknya langsung mengenai beberapa inti dari naga monster darah dan membuat beberapa dari kepala naga yang diapunya terlepas.


“Pedang kematian, tehnik ketiga : mekarnya mawar 7 warna, fersi sabit asal mula” serangan sabit milik Reiga langsung membuat luka yang melukiskan sebuah bunga mawar berwarna aurora yang merupakan 7 warna bercampur menjadi saut dan berubah menjadi sekuntum bunga mawar.


“Krriieeekkk…..” serangan tebasan sabit dari Reiga memberikan luka yang sangat dalam pada naga monster darah tersebut dan ketika mengetahui kalau bawahannya kalah lagi untuk yang kedua kalinya, sang penguasa bintang asing tersebut langsung berusaha untuk menyerang kearah Reiga.


“Buussstthh….” Cahaya merah langsung berusaha untuk menembus admosfir tetapi dihalangi oleh sistem, dan Reiga yang menyadari hal itu langsung terbang keluar admonsfir bersama dengan naga monster darah yang mana telah sekarat.


“Buummsshh…” dengan cepat Reiga langsung terbang kearah langit dan langsung menembus admosfir diatas langit, disana Reiga melihat sesosok wanita dengan wujud yang sangat tidak wajar, wanita tersebut terus menerus berganti-ganti wujudnya dan bahkan wajahnya tidak tetap. Melihat wanita tersebut Reiga langsung mengetahui kalau dirinya adalah sistem yang sering sekali dia jumpai.


“Aku tidak menyangka kalau wujud aslimu adalah seperti ini” kata Reiga yang mana berbicara pada sistem.


“Tuan Reiga jangan terkejut kami adalah sistem, kami adalah ketiga orang yang menjadi satu kesatuan untuk menjaga dunia ini tetap aman” kata Sistem yang membertahu tentang dirinya.


“Jadi begitu aku sepertinya mengerti sedikit tentang dirimu, kalau begitu cahaya merah itu adalah musuh yang menyerang planet kita apa aku benar” kata Reiga yang melihat sebuah percikan cahaya diluar angkasa, cahaya merah tersebut langsung beputar dia luar angkasa lepas seperti sebuah lubang cacing yang mana memaksa untuk menghisap planet Erras.


Reiga lalu mengangkat naga monster darah yang mana setengah sekarat tersebut dan kemudian dia melemparkannya naga monster darah tersebut, “Buuskkhh…” naga monster darah tersebut langsung terlempar kearah pusarang merah tersebut “Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt…” namun sebelum naga monster darah tersebut menyentuh pusaran cahaya merah tersebut. Reiga lalu menunjuk kearah pusaran merah itu seperti seseorang yang sedang menantang dan dari tindakannya itu dia telah membuat marah penguasa planet itu.


“Crraakk… Trraanggss…” menggunakan kekuatannya tangan merah tersebut langsung menghancurkan rantai-rantai yang menahan dirinya itu, dan ketika tangan tersebut sudah sangat dengan dengan Reiga, “Zuunnggss…” tubuh avatar milik Reiga lalu mulai mengecil dan seluruh tubuh mulik Reiga terkumpul dalam satu titik yang mana ada diujung pedang miliknya.


“Pedang kematian, tehnik kedua : tusukan penghancur, satu tusukan hancurkan alam semester” menggunakan puluhan ribu kekuatan hukum menjadi satu kesatuan dalam satu tusukan yang mana langsung diluncurkan kearah tangan merah tersebut.


“Booommsshh…” dengan satu pukulan dari pedang Reiga tangan tersebut mendapatkan luka sedikit parah, namun tidak hancur dan malahan Reiga sendirilah yang terhempas karena tidak bisa menahan kekuatan penghancur dari serangan pedang miliknya tersebut.


“Uhuuk-uhuuk… Uhuuk-uhuuk… ternyata aku tidak bisa menahan kekuatan sebesar ini, tapi kelihatannya aku juga telah memberikan sebuah tanda manis pada tanganmu” kata Reiga yang mana melihat sosok yang ada dibalik putaran cahaya merah tersebut.


“Crraannggss…. Crraannggss…. Crraannggss….” Dan sekali lagi rantai-rantai hitam yang aneh tersebut dengan sendirinya menekan kekuatan dari tangan merah itu, dan membuat orang yang ada dibalik pusaran merah itu dipaksa mundur karena kekuatan miliknya ditekan oleh kekuatan rantai hitam tersebut.


Lalu disuatu tempat dimana sebuah planet merah yang memiliki sebuah cincin raksasa yang menghubungkan lima planet lainnya menjadi satu, disana terdapat para mahluk-mahluk aneh yang hampir mirib dengan mahluk pelahap darah yang menyerang planet Erras. Namun yang berbeda adalah mereka lebih liar dan saling memangsa satu sama lainnya, ketika yang kecil mulai memangsa sesama mahluk yang kecil mereka akan menjadi lebih besar, kemudian dengan cepat langsung mengincar mahluk yang lebih besar lagi dan diantara para mahluk-mahluk pelahap darah raksasa tersebut akan ada yang akan melahap mereka semua dengan mudahnya, “Trraakkss…” tetapi ketika tubuhnya sudah menjadi sangat besar dia akan ditangkap oleh sosok manusia dengan kulit merah dan sisik naga ditubuhnya.


Orang tersebut akan menggunakan kekuatan miliknya untuk membunuh sang mahluk pelahap darah raksasa itu, “Srrasstt… Crrasstt…” dan dengan liarnya mengambil jantungnya untuk disajikan disebuah meja. Jantung yang mana mengandung kekuatan hukum darah monster yang melimpah tersebut akan disajikan pada tuan mereka, dia adalah sesosok pria dengan kulit putih kemerahan dengan sisik-sisik hitam ditubuhnya dan dengan tangan kanan yang terluka karena diserang oleh pedang Reiga, “Crrasstt… Crrauusst…. Glluuppss…” dia kemudian melahap jantung yang disajikan untuk dirinya itu “Shhhss….” Dan dengan seketika tangannya kembali pulih seperti sediakala.


“Planet Erras kah, sudah dua kali aku gagal menaklukan planet kecil itu, dan sudah dua kali mahluk kecil dari planet itu membuatku terluka, hahaha… menarik sekali akan aku tunggu dirimu kau penguasa kecil dari planet Erras untuk dapat naik dan menantangku” kata pria tersebut, dia mengeluarkan aura yang menunjukkan bahwa dia sedang tertarik kepada Reiga dan aura itu membuat seluruh planet tempat dia berdiri bergetar dengan dasyatnya.


Bersambung……


Sebentar lagi season 1 dari novel ini akan tamat dan bagi pembaca setia diharapkan untuk memberikan komentar dan pendapatkan kalian terhadap novel ini, agar season ke 2 menjadi lebih baik lagi dan semakin bagus lagi, Ok semuanya….