I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 57 Perburuan Iblis



Ditengah kota kerajaan Matahari hitam terlihat tentram dan damai para penduduk disana bahagia dengan keadaan mereka sekarang walaupun beberapa tahun ini mereka telah mengalami perang berkepanjangan tapi mereka hidup dengan makmur berkat kepemimpinan dari tiga penguasa yang ditunjuk langsung oleh Reiga. Namun dihari itu para prajurit baik yang terlihat menggunakan baju baja lengkap maupun yang tidak terlihat berlarian kesana kemari memburu seekor iblis yang sedang berkeliaran dikota mereka.


 Leviatan yang keberadaannya ditemukan oleh beberapa prajurit dengan ganas menghabisi mereka semua “Kraaaattaaak…” bahkan dia dengan mudahnya mematahkan leher seorang prajurit hanya dengan sebelah tangan.


 “Sialan tampaknya mereka sudah mengetahui identitasku, bahkan salah satu dari merek terlihat sedang memanggil bantuan, aku harus segera pergi dari sini” kata Leviatan yang telah membunuh 10 orang prajurit yang berusaha melawannya dan 15 orang penduduk telah dilahap olehnya.


 Di saat yang sama beberapa menit setelah Leviatan pergi dari sana Raiya dan para bawahannya datang kesana.


 “Sial.. kita terlambat” kata Raiya yang melihat para korban Leviatan.


 “Tuan Raiya kelihatannya dia baru pergi dari sini, kita mungkin masih bisa melacaknya” kata salah satu bawahan Raiya.


 “Menyebar cari semua jejaknya dan kalau menemukannya segera beritahu para dewa dan juga kelompok yang lain ingat jangan menyerangnya pastikan saja untuk memperhatikan semua pergerakannya” kata Raiya.


 “Siap…” kata para bawahannya yang dengan cepat langsung menghilang.


 “Tuan Grizz kami telah menemukannya jejaknya berada di kerajaan matahari hitam” kata Raiya yang berusaha menghubungi Grizz lewat telepati.


 Dan didalam hutan agung dipuncak gunung Grizz yang sedang bermeditasi bersama para beruangnya menerima pesan dari Raiya.


 “Bagus aku akan segera kesana” kata Grizz yang menghilang menggunakan tubuh astralnya.


 Grizz dengan cepat langsung terbang kearah kerajaan Matahari hitam.


 “Dewa tombak, dewi pembunuh iblis itu terlihat ada di kerajaan Matahari hitam aku akan segera kesana untuk mengurusnya” kata Grizz yang menghubungi kedua dewa yang lainnya.


 “Apa kau butuh bantuan kami..??” tanya dewa tombak.


 “Tidak hanya jaga saja tempat yang lainnya kalau misalnya dia melarikan diri, maka pasti akan banyak korban yang berjatuhan” kata Grizz.


 “Kami mengerti aku juga akan menyebarkan para pengikutku keberbagai penjuru benua ini, Grizz ingatlah walaupun dia melemah dia tetaplah seorang iblis agung yang kekuatannya bisa saja menyamai dewa kelas atas” kata dewi pembunuh yang memberikan saran pada Grizz.


 “Iya aku tahu itu…” kata Grizz dengan wajah datar.


 Dan begitu Grizz telah sampai di kerajaan Matahari hitam dia dengan cepat langsung mengeluarkan aura alam diseluruh kerajaan dari atas langit dengan ketinggian 2.000 kaki. Aura yang dia keluarkan langsung menyebar dengan menyeluruh meliputi seluruh penjuru kerajaan Matahari hitam.


 Lalu setelah beberapa detik dia menemukan sebuah keanehan yang mana beberapa aura miliknya menghilang secara tidak alami.


 “Ketemu.., walaupun dia tidak sadar tetapi tubuh iblis agung secara tidak sadar mereka dapat menyerap energy disekeliling tubuh mereka dan juga mengubahnya menjadi energy iblis” pikir Grizz yang merasakan energy iblis sedang melahap energy alamnya.


 Setelah menemukan keberadaan dari iblis Leviatan Grizz lalu langsung mengubah tubuhnya menjadi nyata lalu dia dengan cepat terbang kearah Leviatan. Dan disaat dia sampai disana dia menemukan seorang wanita cantik yang sedang berlarian.


 “Kau iblis ya…,” kata Grizz ketika melihat wanita itu.


 “EEeeeh... apa maksudnya saya tidak mengerti dengan ucapan tuan, mungkin anda salah orang” kata wanita itu.


“Jangan berbohong sudah kelihatan dengan jelas aura ditubuhmu itu adalah aura dari enerty iblis dan terlebih lagi tidak ada yang pernah berani bicara denganku seperti itu selain para petinggi pasukan dari pengikut dewa Reiga” kata Grizz.


 "Skill Breath of Death" Leviatan dengan cepat mengeluarkan asap racun dari mulutnya yang menutupi pandangan Grizz.


 “Aku tidak bisa melawannya dengan kondisiku yang sekarang tapi dengan kabut beracun ini aku bisa mengubah lagi wujudku dan kabur dari sini” pikir Leviatan yang sudah bersiap untuk kabur.


 Grizz yang melihat kabut beracun disekitarnya langsung menyebarkan energy alam disekeliling tubuhnya energy itu sangat kuat sampai membuat seluruh asap racun itu menghilang. Para warga yang berada disekitar sana terkena dampak dari asap racun dari Leviatan tetapi ketika energy alam dari tubuh Grizz menyebar racun diudara dan ditubuh para warga langsung dinetralisir dengan cepat.


 “Iblis kurang ajar…, skill energy alam, tinju penghancur” Grizz lalu mengumpulkan energy alam ditinjunya.


 “Boooom…..Braaaaassskksss…” Grizz lalu dengan cepat memberikan pukulan telak pada Leviatan yang membuat dia tercampak hingga jauh.


 “UNTUK SELURUH WARGA KOTA, JIKA KALIAN INGIN HIDUP SEGERA MENGUNGSI DIRUMAH KALIAN MASING-MASING JIKA TIDAK MAKA AKU TIDAK AKAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS NYAWA KALIAN” Grizz lalu berteriak memberikan peringatan pada para warga kota untuk mengunsi.


 Dengan teriakan dari Grizz yang menyebar keseluruh kota para warga langsung berlarian pergi masuk kedalam rumah mereka. Dan dalam hitungan detik kota menjadi sepi seperti tidak berpenghuni.


 “Bagus dengan begini aku bisa bertarung dengan bebas” pikir Grizz yang telah menyiapkan kuda-kuda bertarungnya.


 “Dasar mahluk buas sialan akan kupengga kepalamu dan kupajang kepalamu di depan istanaku” kata Leviatan yang marah.


 Leviatan yang telah kehilangan ketenangan langsung menghirup udara dan memenuhi paru-parunya dengan energy disekitar.


 “Skill Devil Egg...” Leviatan lalu mengeluarkan 10 telur monster dari mulutnya yang berukuran 10 cm.


 Kesepuluh telur monster itu kemudian membesar berubah ukuran menjadi 30 cm. Telur-telur itu lalu menyerap energy disekitarnya dan kemudian.


 “Kraattaks...kraaattaks…kraaattaks…” telur-telur itu menetas dan mengeluarkan monster-monster kecil dan membesar sebesar orang dewasa.


 Para monster itu memiliki ciri fisik ikan yang berupa sisik diseluruh tubuh mereka namu memiliki kepala ular dengan leher yang panjang dan juga mereka mengeluarkan air liur beracun dan asam yang sangat kuat sehingga bisa membuat tanah aspal dijalan meleleh terkena air liurnya.


 “Hehehe sakarang bagaimana, dengan jumlah monster ini kau pasti tidak akan bisa selamat” kata Levitan yang sedikit lemah karena mengeluarkan cukup banyak tenaga memanggil monster-monster itu.


 “Lucu sekali dibandingkan dengan cicak kecil ini aku sudah pernah diserang oleh ratusan mayat yang sangat sulit untuk mati” kata Grizz yang mengenang kembali kenangan akan pertarungannya dengan Reiga.


 “Sombong….. kalian semua maju bunuh dia untukku” kata Leviatan yang memerintahkan para monsternya untuk menyerang Grizz.


 Grizz lalu mengalirkan energy alam dari kedua tangannya lalu.


 “Praaaakkss..” dia menepuk kedua tangannya yang menyebabkan ledakan kejut dari energy alam ditangannya yang membuat 10 monster panggilan Leviatan terdiam kaku akibat kejutan dari energy alam tersebut.


 “Prraaaassskss….Braaaaaassskkss…..Craaaaassskks…Crrooooottsss…” Grizz lalu dengan cepat dan mudah menghabisi para monter itu. Dia menyerangnya dengan pukulan tinju dari kepalan kedua tangannya yang telah diperkuat oleh energy alam dan dengan satu kali tinju tubuh dari para monster itu hancur berkeping-keping.


"Lemah...." kata Grizz yang dengan mudahnya membunuh semua monster Leviatan.


Bersambung...........


berikan dukungan kalian dengan cara like, komen, Gift, dan vote novel ini kalau kalian menyukai cerita didalamnya agar penulis juga semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi Ok...