I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 113 Bertaruh nyawa demi kepercayaan



Azazel adalah seorang yang terlahir dari ras Serafp dia terlahir dengan enam sayap dan dipercaya kalau akan menjadi pemimpin dari para klan Serafp, namun pada saat pembabtisan berkah dari dewi cahaya Frey suatu hal yang mengejutkan terjadi tubuhnya secara alami menolak berkah cahaya dari Frey yang sedang ada disurga. Hal itu membuat Frey murka karena seorang anak yang terlahir dengan enam sayap ternyata juga terlahir dengan element kegelapan ditubuhnya, karena itulah sayapnya dipotong setengahnya bahkan orang tuanya menganggap dirinya tidak ada dan lalu dia dijual pada pedangang budak dari pedanggang budak di jatuh ketangan para vampire dia dan pata teman-temannya yang juga ikut terlahir dengan element kegelapan menjadi makanan bagi para vampire.


 Setiap hari tubuh mereka disayat dan dikeluarkan darah secara paksa dan bahkan diri mereka juga dijadikan percobaan obat-obatan dan sihir milik para vampire, setiap hari bagi Azazel dan kawan-kawannya adalah sebuah neraka setiap malam dia selalu bertanya-tanya pada dirinya “Apakah aku salah terlahir didunia ini??” sebuah


pertanyaan yang sama dia tanyakan berulang-ulang setiap malam. Dan pada saat dia ingin mengakhiri hidupnya sendiri seorang pria tampan dengan wajah pucat dan aura gelap yang pekat muncul didepan kurungan mereka, “Trraannggsskk…” pria itu lalu menghancurkan kurungan mereka dan pada saat itu Azazel melihat sebuah harapan.


 “Trraanggss… trraannggss… trraannggss…” serangan demi serangan dari pedang Rion yang terus menerus menghilang dari hadapannya dapat ditahan oleh Azazel dengan mudahnya, dia menggunakan sayap kelelawarnya yang sensitif terhadap energy.


 “Sialan ini…, bagaimana dia bisa menebak setiap gerakanku seakan-akan dia membaca pikiranku” pikir Rion yang serangan pedangnya dapat ditahan oleh Azazel dengan mudahnya.


 “Wuussshh…” dan lalu Azazel menggunakan keenam sayapnya untuk menyebarkan bulu hitam dari sayapnya, angin dari sayap Azazel lalu menghalangi penglihatan Rion dan juga ketika bulu sayap Azazel menyentuh tubuh Rion “Tsssshh….” Bulunya langsung mencemari tubuh Rion dengan energy kegelapan yang sangat pekat.


 “Aaahhkkk… sialan” kata Rion yang tubuhnya langsung kesakitan ketika menyentuh bulu milik Azazel.


 Bagaikan sebuah racun yang sangat kuat bulu dari sayap Azazel langsung merusak kulit dari setiap mahluk hidup yang menyentuhnya, dan karena angin yang kuat membuat bulu-bulu tersebut tersebar kemana-mana yang membuat Rion kesulitan menghindari bulu-bulu hitam tersebut.


 “Ada apa…, apa cuman seperti ini kemampuan dari calon dewa pedang yang baru” kata Azazel.


 “Jangan sombong, Tehnik pedang penguasa dunia, tehnik ketiga : satu tusukan guncang dunia” Rion lalu menusuk tanah dan mengalirkan energy kedalam tanah.


 Dalam sekejap gempa terbuat akibat tusukan dari pedang Rion gempa itu lalu membuat Azazel harus terbang keangkasa, dialalu menggunakan skill Polute Wings miliknya dan mengubah puluhan bulu hitam menjadi lima pedang hitam. Azazel lalu menembakkan kelima pedang hitam tersebut dengan cepat, pedang hitam itu mengarah ke arah Rion dengan cepat namun.


 “Satu tusukan guncang dunia” dia lalu menusuk kearah pedang-pedang hitam tersebut, dan terjadilah sebuah guncangan besar diudara, “Krrrr…. Krraakk…” seakan-akan langit runtuk kelima pedang itu langsung hancur dan kembali berubah menjadi bulu-bulu hitam.


 Melihat hal itu “Wuussh…” Azazel langsung bergerak dengan cepat kearah belakang Rion, namun Rion menggunakan tehnik pedang keduanya dan langsung menghilang dari pandangan Azazel dan Rion lalu menyerang dari belakang Azazel “Trrranngss…” namun serangan Rion lagi-lagi dapat ditahan oleh Azazel. Kesal karena serangannya dapat dihadang Rion lalu mundur dan mengambil kuda-kuda dan dengan cepat melakukan serangan tusukan kearah Azazel, uara energy didalam serangan tusukan itu terasa sangat kacau dan mengguncang dan Azazel yang dapat merasakan aura tersebut langsung menggunakan kecepatannya dan terbang langsung menjauh 20 meter diatas udara.


 “Buuusshhh…” tusukan itu menyebabkan ledakan udara yang lurus dan apapun yang ada didepan serangan tusukan itu akan terguncang dan hancur menjadi debu.


 “Serangan yang sangat mengerikan, namun sangat disayangkan serangannya mudah ditebak dan sangat lambat” pikir Azazel.


 Azazel yang mulai berhati-hati dengan serangan tusukan dari Rion langsung terbang secara berputar dan saat dia terbang banyak bulu hitam yang mulai berjatuhan, bulu-bulu itu mengandung energy gelap yang sangat pekat yang dapat merusak kulit seperti racun akan menyebar ketika tersentuh. Graamm yang terluka parah disana langsung berlari pergi dari sana dia menjauhi arena itu untuk menghindari dampak dari bulu-bulu hitam tersebut.


 “Persiapannya sekarang sudah lengkap, mari kita akhiri pertarungan ini” kata Azazel yang terbang diatas Rion.


 “Sudah berakhir, formasi instan : ruangan kegelapan, kuburan mahluk tercemar” dengan menggunakan bulu-bulunya dia memancarkan energy gelap yang dapat menghancurkan apapun dan lalu dia menggunakan sayap kelelawar miliknya untuk mengendalikan energy gelap tersebut.


 “WUUUSSSHH….” Dalam jarak 20 meter terebentuk sebuah ruangan yang berpusat pada Azazel sebagai intinya dan Rion yang memasuki ruangan gelap itu langsung kehilangan penglihatannya.


 “Aaaaahh… apa-apaan, DIMANA KAU SIALAN…. KELUAR” kata Rion yang terjatuh dari atas saat formasi milik Azazel diaktifkan.


 Formasi instan milik Azazel adalah sebuah formasi yang dia gunakan untuk menjebak musuhnya masuk kedalam wilayah yang gelap tampa ada satupun cahaya didalamnya, dengan menggunakan bulu hitam sebagai sumber energy kegelapan dan ke 3 sayap kelelawar miliknya sebagai pusat pengendali formasi tersebut dia dapat membuat sebuah formasi selama satu jam yang mana akan membuat musuh yang masuk kedalamnya tidak berdaya. Didalam formasi hitam itu setiap energy yang dikumpulkan akan dilahap oleh kegelapan dan juga perlahan-lahan tubuh dari musuh yang tidak memiliki daya tahan yang kuat terhadap element kegelapan akan mulai rusak dan hancur lalu akan berubah menjadi makanan bagi formasi gelap buatan Azazel.


 “Fuuusshh… sswwwuuss… wwwuusshh…” Rion yang panik berada dalam formasi itu langsung menyerang secara


asal-asalan, dia berusaha menggunakan tehnik pedangnya namun dia sama sekali tidak bisa mengeluarkan energy pedang yang diamiliki.


 “Menyerahlah…, kau sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi” kata Azazel yang berada dalam ruangan gelap.


 “DIAM… DIAM… DASAR SIALAN KELUAR KAU DARI SINI” teriak Rion yang mulai panik.


 “Hahahaha…. siapapun yang telah masuk kedalam ruangan ini itu artinya dia sudah berada didalam tempat peristirahatan terakhirnya dengan kata lain kuburannya, jadi menyerahlah dan terima takdirmu” kata Azazel yang mulai membuat Rion semakin putus asa.


 “AAAAAAHHHHHGGKKKK…….” Rion lalu berteriak ketakutan dan terus mengayunkan pedangnya dia juga mulai berlari mencoba keluar dari dalam formasi milik Azazel.


 Namun Rion tidak tahu kalau dia sebenarnya dibuat berlari secara berputar-putar didalam lingakaran, dan lagi semakin dia banyak bergerak semakin cepat energy gelap masuk kedalam tubuhnya. Putus asa, ketakutan, kesakitan, kesedihan, emosi-emosi itu lalu ditunjukkan oleh Rion secara langsung, mereka yang masuk kedalam ruangan hitam itu pastinya akan menjadi gila bahkan cuman berada beberapa menit.


 Lalu setengah jam kemudian Azazel membuka formasinya dan Graamm yang berada diluar arena melihat sesuatu yang sangat tidak terduga, dan juga para penonton langsung ketakutan ketika dia melihat Rioa yang dimana telah menguasai empat dari lima tehnik dewa pedang mati berdiri dengan kondisi yang sangat menyedihkan yang mana matanya mengeluarkan air mata darah dan mulutnya berbusa.


 “Jadilah orang yang baik dialam sana” kata Azazel yang melihat mayat Rion yang sudah mati dengan menyedihkan.


Bersambung......


Dukung terus novel ini dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya, agar ceritanya semakin bagus dan lebih menarik lagi, Ok......