I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 112 Ambisi



Drakula yang telah menambah seluruh kekuatannya dengan seluruh cadangan darah yang ada didalam formasi darah ilahi miliknya, baik kekuatan maupun jumlah energy yang ada ditubuhnya sudah ditingkatkan ketingkatan yang berbeda. Sekarang ini Drakula sudah dapat disetarakan kekuatannya dengan dewa kelas atas, namun ketka Reiga melihat Drakula telah menjadi kuat dia tersenyum seakan dia senang bertemu seorang lawan yang kuat.


 “Maju, tunjukan semua yang kau punya padaku” kata Reiga yang mengacungkan pedangnya kearah Drakula.


 Mari kita mundur sedikit kembali saat sebelum Reiga bertemu dengan Drakula, didalam colesseum dimana ada ribuan orang penonton baik itu dari dalam kota maupun pengunjung dari luar kota sedang berada dalam kepanikan melihat sebuah formasi telah mengurung mereka,  sementara itu Graamm yang tengah menganalisa situasi yang ada langsung mencabut pedangnya “Trraaanggk…” dia lalu menusukkan pedangnya sedikit kelantai dan kemudian kelima tugu pedang raksasa tersebut langsung mengeluarkan energy yang halus dimana tugu pedang tersebut langsung melindungin seluruh penonton yang ada didalam colesseum.


 “Hmmm… masih sempat, dengan kekuatanku yang sekarang aku cuman bisa mengaptifkan formasi pelindung ini selama 3 jam” pikir Graamm.


 Dan lalu secara tiba-tiba datanglah para pengikut Damaskus didepan Graamm, mereka bersama dengan seseorang dari lima saint milik Damaskus yang mana sudah mempelajari salah satu tugu pedang tersebut.


 “Rion…., kenapa kau lama sekali” kata Graamm yang kelihatan kesal melihat orang tersebut datang.


 “Hahaha…. Maaf-maaf aku tadi ada urusan sedikit” kata Rion, dia adalah seorang pemuda dengan rupa yang tampan dan mata yang lembut dengan umur yang tidak sampai 20 tahun dia merupakan seorang saint dewa pedang Damaskus yang paling muda dan berbakat, walaupun tingginya cuman 165 cm dan terlihat lemah dia digadang-gadang akan menjadi orang yang dapat menguasai seluruh tehni pedang milik Damaskus.


 “Palingan kau cuman bermalas-malasan lagi” kata Graamm yang kesal dengan wajah Rion.


Graamm kesal dengan Rion karena dirinya melihat Rion sebagai seorang saingan yang dan seorang pendekar pedang yang sangat berbakat, namun sifat Rion yang lembek dan suka bermalas-malasan membuat Graamm jadi membenci dirinya.


 “Hmmm… tidak kok, kali ini benar aku tadi ada urusan sedikit” kata Rion dengan senyuman tidak biasa, seperti seseorang yang menggunakan senyuman palsu untuk menutupi sesuatu.


 Sementara itu Azazel satu-satunya yang bisa tersisa bisa terbang dari kubuh Reiga yang mengikuti turnamen bela diri, dia yang pertama kali menyadari akan formasi yang diaktifkan langsung dengan cepat terbang kembali kekota Avalon dengan kecepatan yang melebihi kecepatan suara dia dapat masuk kedalam kota tersebut sebelum formasi itu menutup dari dunia luar.


 “Formasi darah, vampire kah….” Pikir Azazel yang melihat formasi yang mengepung kota Avalon.


 Dia langsung terbang menuju arah colesseum karena dia pikir dia dapat mengambil hadiah turnamen saat kekacauan sedang terjadi, namun pada saat dia terbang diatas colesseum dia melihat sebuah pemandangan yang mengejutkan “Crrraassst…” yang mana pedang Rion telah menusuk dada Graamm dari belakang. Dari apa yang dilihat Azazel terlihat jelas kalau Rion menusuk Graamm saat dia sedang lengah.


 “Aaakkhhgg… apa yang kau lakukan bocah kurang ajar” kata Graamm yang menahan pedang Rion.


 “Hmmm…. Tidak ada cuman ingin membunuhmu seperti para saint yang lainnya” kata Rion.


 Mendengar perkataan dari Rion tadi membuat Graamm sadar kalau dia sudah tidak bisa merasakan aura dari ketiga saint yang lainnya.


 “Bocah sialan…. Kau membunuh mereka semua” kata Graamm yang marah.


 “Hahahaha….. kenapa kau marah, kita para saint dewa pedang memang ditakdirkan untuk membunuh satu sama lain demi tehnik pedang masing-masingkan” kata Rion.


 “Srraasst…” dengan kasar Rion lalu mencabut pedangnya dari punggung Graamm, melihat hal itu para pengikut dewa pedang yang lainnya yang ada disana langsung bergerak karena tadi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka takut akan membahayakan nyawa Graamm. Para pengikut dewa pedang yang ada disana lalu mengeluarkan pedang mereka ke dua belas orang tersebut langsung secara bersamaan menyerang kearah Rion.


 “Tehnik pedang penguasa dunia tehnik kedua : dua tebasan lewati waktu” Rion lalu menebas udara dua kali dan dengan energy pedangnya dia dapat menghentikan waktu selama beberapa detik.


 “Tidak mungkin dia sudah sampai ketahap itu” kata Graamm yang terkejut dengan kemampuan berpedang Rion.


 “Kau terkejut, luar biasa bukan ini adalah hadiah yang kudapatkan dari dewa bayangan Drakula” kata Rion yang lalu menunjukkan identitasnya sebagai vampire.


 “Dasar mahluk hina, kau menjual jiwamu sendiri pada dewa lain” kata Graamm yang mengetahui kalau Rion sekarang telah melayani Drakula.


 “Hahahaha…. asal kau tahu bagiku ini bukanlah aib tetepi sebuah kesempatan yang luar bias, dengan membunuh seluruh saint yang ada aku bisa mendapatkan kemampuan berpedang mereka ketika aku meminum darah mereka dan pada saat dewa Drakula telah berhasil menghabisi Damaskus maka aku akan bisa menjadi dewa pedang yang baru, Hahahaha…. bukankah ini hebat ini adalah kesempatan yang diinginkan setiap pendekar pedang untuk berdiri dipuncak jalan berpedang” kata Rion dengan mata yang penuh ambisi.


 “Jadi begitu ya… Hahaha… aku bodoh karena sebelumnya menganggapmu sebagai pendekar jenius sebelumnya, kau cuman pecundang yang hanya bisa menyerang dari belakang, kalau kau menginginkan kemampuanku maka cabut pedangmu dan lawan aku” kata Graamm yang menarik pedangnya, dengan luka tusukan didadanya Graamm berdiri tegak memasang kuda-kudanya dihadapan Rion.


 “Hoi pak tua sudah hentikan saja, sekalipun kau tidak terluka tingkatanmu yang sekarang ini sama sekali tidak mungkin untuk bisa mengalahkanku, karena sekarang aku bukan lagi berada dialam saint melainkan sudah mencapai Demi God” kata Rion.


 “Buuuussmmmhh….” Dan lalu dari atas langit jatuhlah seseorang bersamaan dengan jatuhnya dirinya bulu-bulu hitam lalu menyebar dan berjatuhan dari atas langit.


“Aku sebenarnya tidak ingin ikut campur masalah internal kalian tetapi ada dua hal yang membuatku jijik, pertama vampire menjijikan yang hanya bisa menghisap darah orang lain dan kedua penghianat kotor yang tidak menghargai temannya sendiri” kata Azazel dengan wajah marah.


 “Kau siapa…, berani sekali kau menganggu urusanku” kata Rion.


 “Aku adalah Azazel ras Satans, ingat nama ini vampire hina karena itu adalah nama dari orang yang akan memenggal kepalamu” kata Azazel, dia lalu mengeluarkan keenam sayapnya disebelah kanan tiga sayap malaikat hitam dan disebelah kiri tiga sayap kelelawar raksasa yang mengeluarkan energy kegelapan.


Keenam sayap itu merupakan bukti dari kekuatan yang dia miliki kekuatannya saat ini sudah hampir setara dengan Lucy yang menggunakan tato pendosa, dengan kata laing Demi God dengan kekuatan penuh.


 “Menarik dari aura energy yang kau keluarkan dapat aku lihat bahwa kau juga berada ditahap Demi God, bagus aku bisa mencoba tehnik beberapa tehnikku sekarang” kata Rion.


 “Jangan banyak bicara maju saja nyamuk besar” kata Azazel.


 “Tehnik pedang penguasa dunia tehnik, tehnik pertama : satu tebasa satu kematian” dengan cepat Rion langsung menghilang dari pandangan Azazel.


 Dan pada saat Azazel tidak bisa melihat ataupun merasakan kehadirannya sayap kelelawat miliknya lalu bergerak sendiri “Trraanssskk….” Sayapnya lalu bergerak menahan serangan pedang dari Rion yang menyerang dari atas udara.


 “Lumayan kau bisa menahan serangan pedangku” kata Rion.


 “Cuman trik murahan, apa yang kau harapkan Haaahh…” kata Azazel yang memancing emosi Rion.


Bersambung........


Ayo tetap dukung novel ini dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya, dengan dukungan kalian semua maka novel ini akan semakin bagus dan ceritanya akan semakin menarik lagi, Ok......