I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 35 Hancurkan dari dalam bagian 4



Cahaya dan kegelapan adalah kedua hal yang saling berdekatan tetapi juga saling berlawanan karena jika cahaya dan kegelapan bergabung maka akan melahirkan kekacauan dan bencana. Karena itulah dunia menciptakan 3 pihak dewa putih, hitam, dan abu-abu saling berlawanan putih dan hitam sedangkan abu-abu bertugas untuk menjaga agar tidak saling menyatu. Prinsip dunia inilah yang membuat sebuah insting terlahir dari para dewa ketika dewa hitam dan putih saling bertumu akan muncul sebuah rasa benci dan amarah walaupun itu adalah pertemuan pertama mereka.


Sekarang pertemuan dari dewa putih Lancer dengan dewa hitam Reiga telah terjadi.


“KAU bagaimana bisa menembus penghalangku” kata Lancer yang terkejut dengan kehadiran Reiga.


"Hahaha memangnya kenapa, terserah padaku untuk berpergian kemanapun yang aku mau” kata Reiga.


“Tempat ini adalah wilayahku dan aku sudah memasang beberapa penghalang yang membuat dewa dari fraksi hitam sepertimu tidak akan bisa masuk, tetapi bagaimana mungkin kau bisa masuk kesini” kata Lancer.


“Siapa bilang aku masuk, aku mungkin tidak bisa masuk melewati penghalang tetapi aku bisa dipanggil kedalam penghalang” kata Reiga.


“Apa!! jangan bilang kau membangun kuilmu disini, tetapi tidak mungkin hal itu bisa dilakukan dalam waktu 2-3 hari untuk membangun kuil yang bisa memanggil dewa paling tidak butuh waktu 1 minggu” kata Lancer.


Kuil atau tempat beribadah adalah tempat dimana para umat dapat menghubungi dewa mereka. Biasanya untuk bisa membangun kuil yang bisa memanggil dewa membutuhkan waktu lebih dari satu minggu itu karena butuh waktu untuk mengumpulkan kepercayaan umatnya agar dewa itu bisa membentuk wujud fisik disana. Tetapi didalam kerajaan Sila ada ratusan ribu warga yang tertindas yang berharap untuk diselamtkan dari takdir mereka yang mengenaskan dan disaat itulah nama dewa Reiga muncul memberikan mereka sebuah harapan yang menjadi kunci kedatangan Reiga. Disaat Lancer datang disitulah keadaan dimana ratusan umatnya berdoa kesalamatan yang membuatnya dapat membentuk wujud fisiknya ditempat itu.


“Sudahlah dari pada menjelaskan semua padamu lebih baik kita bertarung sekarang” kata Reiga.


“Cihh maju kau…” kata Lancer yang menyiapkan pedangnya.


“Oooh iya kalian semua jika tidak ingin mati cepat pergi, aku tidak mau umatku mati karena diriku” kata Reiga pada para warga disekitar.


Para warga disana langsung berlari menjauhi mereka disaat yang bersamaan ketika para prajurit dan warga sudah bejarak agak jauh dengan mereka berdua aura keluar dari mereka berdua aura putih dan hitam yang saling bertabrakan satu sama lain yang bahkan merusak bangunan-bangunan sekitarnya.


“Aku biarkan kau maju duluan” kata Reiga.


“Tehnik pedang perak : tebasan agung” Lancer yang mengeluarkan tehniknya.


Aura milik Lancer dikumpulkan dan menyelimuti pedangnya lalu mengeluarkan cahaya megah lalu kemudian dia melancarkan serangan melompat dan menebas dari atas kebawah secara vertical. Tetapi serangan Lancer dapat dipatahkan oleh Reiga dengan santainya dia memperkuat tangan kirinya dengan energy yin hitam dan lalu dia menangkap pedang itu dengan mudahnya seperti orang dewasa yang menindas anak kecil seperti itulah kejadian yang dapat terlihat.


“Cuman itu sajakah kamampuanmu” kata Reiga yang memegang pedang Lancer.


“Kraaatak….traaangk” pedang Lancer kemudian dipatahkan oleh Regia dengan mudahnya dengan tangan kirinya.


“Apa!!” Lancer yang terkejut langsung mudur dan menjaga jarak nya.


“Ada apa?, apa sudah selesai ayo keluarkan lagi seluruh kekuatanmu” kata Reiga yang mengeluarkan aura intimidasi yang bahkan membuat Lancer ketakutan.


“S…SIALAN KAU JANGAN SOMBONG, skill A thousand silver swords, purgatory rain” cahaya dari tubuh Lancer kemudian menembus angkasa.


“Ping..ping menggunakan skill berbayar 10.000 GP akan diambil secara paksa” suara sistem yang muncul di kepala Lancer.


Awan hitampun kemudian muncul dari awan tersebut muncul beberapa titik cahaya perak yang merupakan sebuah pedang perak yang memiliki pangan 95 cm dan lebar 20 cm yang berjumlah ribuan menjatuhi kerajaan Sila.


“Dasar gila kau juga akan membunuh para pengikutmu kau tahu itu” kata Reiga.


“Cih bagus kau membuatku marah sekarang, otoritas tanah hitam diaktifkan ( memanggil 1.000 boneka mayat ) + energy yin hitam ( penguat + pengahancur ) + skill Crazy Docter ( boneka mayat kelas bawah tawon pembusuk ) : Corpse fly party” Reiga yang marah karena sikap Lancer yang mengingatkan dia dengan para vampire yang membuat dia mati terdahulu.


Seribu boneka mayat kemudian muncul disaat bersamaan kemudian mereka semua terbakar oleh api dari energy yin hitam dari api itu memunculkan jutaan tawon hitam yang terbang menghampiri pedang-pendang perak milik Lancer. Para tawon itu kemudian meledakkan dirinya secara bersamaan ketika mendekati pedang perak tersebut


seperti kembang api dilangit yang membuat seluruh pedang perak itu hancur meleleh dan bahkan membuat awan hitam Lancer menghilang dan memunculkan matahari cerah.


“Ini tidak…tidak mungkin bagaimana hal ini mungkin bisa terjadi” kata Lancer yang terkejut kaget.


“Aku tadinya bermaksud cuman ingin memberimu beberapa pelajaran tetapi kau sudah membuatku marah kau


harus membayar hal itu dengan nyawamu” kata Reiga dengan wajah datar tetapi dia mengeluarkan aura pembunuh yang kuat.


Melihat Reiga yang mengeluarkan aura itu membuat Lancer ketakutan dia jatuh dan berlutut disana ketakutannya sudah mendekap sampai keotaknya.


“Tunggu dulu.. tunggu sebentar mari kita bicarakan ini dulu, kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik-baikkan” kata Lancer.


Tetapi Regia tidak peduli dia mendekati Lancer secara perlahan-lahan yang memberikan perasaan horror pada Lancer.


“Tunggu dulu kerajaan ini aku akan memberikannya padamu, aku juga bisa menjadi bawahanmu” kata Lancer.


“Haaah kau bodohya…” kata Reiga.


“????” Lancer yang terkejut dengan perkataan Reiga meresa bingung.


“Ketikau mati aku bisa menghapus seluruh kuilmu dari kerajaan ini lalu aku dapat dengan mudah mengambil


kerajaan ini karena lebih dari separuh populasi di kerajaan ini adala ghoul yang memiliki darahku, dan juga untuk masalah bawahan aku tidak memerlukan orang sepertimu” kata Reiga.


Reiga kemudian mengigat kembali kenangan yang dilalui saat sebelum dia menjdai seorang dewa yang dimana perilaku dari Lancer mengingatkannya pada para vampire yang dulu membuat dia dan seluruh klannya mati sia-sia. Dan dengan aura yang dipenuhi amarah Reiga menunjukkan jarinya tepat dikening Lancer.


“Skilll pelahap” Reiga kemudian mengaptifkan skillnya.


“Craaaaas” kepala Lancer langsung menghilang dilahap oleh skill Reiga meninggalkan tubuhnya yang tidak memiliki kepalan mengeluarkan banyak darah lalu kemudian menghilang.


“Haaaah akhirnya dengan ini satu kerajaan didapatkan” kata Reiga yang sedikit tersenyum lega.


Bersambung...........


tolong berikan like dan komentarnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin bagus


dan juga berikan votenya kalau kalian semua menyukai cerita di novel ini ya....