
Beberapa menit yang lalu disaat Zero membawa Reiga yang tubuhnya telah tercabik-cabik dan hampir mati lemas, pada saat itu Zero sadar secara tiba-tiba detak jantung Reiga yang tadinya menghlilang muncul kembali dan tubuhnya sedikit demi sedikit pulih dengan kecepatan yang lumayan lama.
“Sialan kau tidak mati rupanya” kata Zero yang man terkejut melihat kemampuan pemulihan milik Reiga.
“Tidak usah banyak bicara….. cepat bawa aku ketengah formasi…. Dengan jumlah energyku yang sekarang tidak mungkin bagiku untuk bisa mengalahkannya” kata Reiga yang mana menyuruh Zero untuk pergi membawanya ketengah formasi.
Dan ketika mereka berjalan dewa batu api dan dewa besi hitam sedang sibuk berjuang untuk menahan Frey yang mana sekarang ini sangat sulit untuk bisa dikalahkan, pelindungnya sangatlah kuat dan juga dapat berubah-ubah menjadi bentuk yang dia inginkan hal inilah yang mana membuat banyak lawannya tidak bisa menglahkannya.
“Apa kau yakin alat ini bisa menembus pelindung tak terkalahkan miliknya itu” kata Zero yang mana langsung meletakkan Reiga yang lemas ditengah formasi.
“Yah dari awal pelindungnya itu bukannya tak terkalahkan, bahkan itu sama sekali bukanlah pelindung” kata Reiga.
“Apaaa??? Jadi itu kalau bukan tehnik pelindung” tanya Zero yang penasaran.
“Itu adalah area hukum miliknya, area yang sangat unik dan spesial areanya dapat melindungi tubuhnya dari segala macam serangan dengan bantuan hukum cahaya yang dipunya dan menyerang lawan disaat yang bersamaan menggunakan hukum api miliknya” kata Reiga.
“Tapi bukannya area miliknya itu terlalu kuat” kata Zero sambil mempersiapkan formasi tersebut, dia juga mengambil beberapa mayat mahluk mistik yang dia simpan dalam bendera hitamp putih miliknya.
“Karena itulah aku bilang areanya itu unik, sebelum ini dia telah meninggalkan sebagian kecil kekuatannya didalam jiwa-jiwa para pengikutnya dan kekuatan itu adalah sebagian kecil arean yang mengandung kekuatan hukum kehidupan, dan dengan kekuatan hukum kehidupan dia dapat menyerap energy kehidupan dari seluruh bawahannya” kata Reiga.
“Aku mengerti dengan kata lain dia membakar energy kehidupan yang diambil dari bawahannya untuk memperkuat area miliknya, dan juga selama dia mengaptifkan area miliknya maka selama itulah dia bisa dengan bebas mengambil energy kehidupan milik bawahannya” kata Zero yang telah mulai paham kekuatan sebenarnya dari dewi cahaya Frey.
“Benar jadi satu-satunya jalan untuk mengalahkannya yaitu dengan cara membatalkan area miliknya dengan menggunakan area hukum kematian milikku, kedua area kami saling berlawanan satu sama lainnya dan ketika bertabrakan yang paling kuatlah yang akan menang sementar yang lemah akan hancur” kata Reiga.
“Dengan kata lain kau mau ada kekuatan melawannya, caramu ini bar-bar sekali” kata Zero dengan senyuman diwajahnya.
Lalu setelah persiapan dan para tumbalnya telah selesai disiapkan Zero kemudian mengaptifkan formasi pilar-pilar hitam tersebut, sebuah asap hitam mulai keluar yang mana asap-asap itu ******* dan menghancurkan mayat-mayat yang ada, asa hitam itu lalu bertambah semakin banyak dan maju menuju arah Reiga. Dengan tarikan nafas yang panjang Reiga menyerap seluruh asap hitam yang ada masuk kedalam tubuhnya, seluruh asap hitam itu mulai meronta-ronta dan mencemari tubuh Reiga, “Buurrnn…” namun Reiga memurnikan seluruh asap hitamm itu menggunakan Unholy Flame yang dia punya dan berhasil menyatukan energynya.
Seluruh luka Reiga lalu sembuh dengan sangat cepat dia kembali seperti semula seakan-akan luka yang dia alami hanyalah ilusi semata, Zero yang melihat hal tersebut merasa terkejut karena bahkan dirinya tidak dapat semudah itu menghapus jejak dari energy milik dewa raja terkuat peringkat ke 10 dewa cahaya Frey. Energy putih cahaya didalam tubuh Reiga lalu dimakan dan ditelan oleh kegelapan dari energy kematian miliknya, api biru kehitaman miliknya juga bertambah semakin kuat semakin besar dan warnanya semakin keruh dan gelap.
“Bagus…. Rasanya luar biasa…. Aku seakan-akan lebih kuat sepuluh kali dari sebelumnya” kata Reiga.
“Bagus kalau begitu sekarag cepat pergi, sebelum dua orang tua itu mati terbunuh” kata Zero.
“Tapi sebelum itu Zero aku ingin kau melakukan sesuatu” kata Reiga.
“Haaah… melakukan apa??” tanya Zero.
Dan sekarang kita kembali kewaktu semulah dimana Reiga menghalangi serangan Frey menggunakan serangan bola api yang dia punya, melihat mahluk aneh yang mirib dengan burung api terbakar kembali dari kematian membuat Frey merasa risau, karena dia sangat yakin ketika dia menyerangnya dengan kekuatan penuhnya sampai nyawanya menghilang barusan.
“Kau bagaimana mungkin kau bisa hidup lagi” kata Frey yang penasaran.
Namun Reiga yang tidak ingin identitasnya terbongkar tetap bungkam dan menyerang Frey dengan ganasnya “Ttrrraaanggss… Trrraaanggss… ttrrraaanggss….” Dia menggunakan paruh, cakar, dan juga api Unholy Flame miliknya. Dan karena serangan Reiga dalam bentuk phoenix iblis sangat sulit untuk ditebak membuat Frey kesusahan untuk menangkis setiap serangannya.
“Sepertinya sudah saatnya aku mengeluarkan segalanya” pikir Reiga.
Dan secara tiba-tiba area kematian milik Reiga yang mana terbentuk dari hukum kematian mulai menyebar, membuat pelindung milik Frey bergetar dan memubaut Frey merasakan rasa sakit yang sangat kuat. Dia merasakan seperti jantungnya diremas oleh sesuatu yang kasat mata, dan semua itu disebabkan karena area miliknya yang dihancurkan sedikit demi sedikit menggunakan area kematian milik Reiga.
“AKU TIDAK AKAN MATI DISINI” teriak Frey yang mana berusaha untuk menyerap energy kehidupan milik Reiga, namun kekuatan hukum kehidupan miliknya dibatalkan karena ketika dua orang memahami hukum yang sama dan jika pemahaman salah satunya tidak melebihi dari lawannya maka akan terjadi pembatalan karena keseimbangan dari pemahaman keduanya.
“Percuma…, sekarang jatuhlah” kata Reiga yang mana menggunakan cakarnya untuk mencengkram wajan Frey, “Buummssshh….” Dan dengan kuatnya dirinya melempar jatuh Frey kebawah.
“Aaaaaggkkkhh……” dan begitu dia terhempas ketanah saat itu jugalah pelindung yang merupakan area miliknya hancur berkeping-keping.
“Sekarang sudah berakhir, skill: Unholy Flame” Reiga lalu mengeluarkan sejumlah besar api biru kehitaman miliknya dan memadatkannya dia mengubah wujudnya menjadi bentuk tombak yang mana dilemparkan kearah jantung Frey.
“Jangan kira aku bisa kalah semudah itu” kata Frey yang mana dengan cepat mengeluarkan sebuah tombak cahaya, “Ttrrrrraaaakkksss….” Dia lalu menghadapi serangan milik Reiga dengan tubuh yang sudah sekarat, namun dengan kekuatannya dia mulai pulih sedikit demi sedikit.
“Sudah berakhir…..” kata Reiga yang mana melihat kearah belakang Frey, dari sana terlihat seseorang dengan tombak besar sedang bersiap untuk menusuk Frey dari belakang.
“Crrrraaassstt….. Aaaaggghhkkk…. Khhuukkk…. D… Dasar badut sialan…” kata Frey yang mana tertusuk tombak dari belakang, dan tombak tersebut menembus langsung kejantungnya.
“Khahahahaha….. seperti yang direncanakan aku berhasil Reiga…” kata Zero.
Sebelumnya pada saat Reiga telah mengisap kekuatan dari formasi kegelapan yang disiapkan oleh dewa batu api, dia mengucapkan sebuah tugas untuk dilakukan oleh Zero.
“Saat aku telah membuat dirinya sekarat dan juga telah menghancurkan pelindungnya itu, aku ingin kau melakukan serangan terakhir padanya dan ingat lakukan dengan cara sembunyi-sembunyi dan pastikan kau mendaratkan seranganmu dijantungnya” kata Reiga.
“Kenapa… apa kau tidak mau mengambil posisi ke 10 dari 100 dewa raja terkuat” kata Zero.
“Itu akan menyusahkanku terutama pasti akan ada yang mengincarku saat aku mendapatkan posisi itu” kata Reiga.
“Hooooh…. Jadi siapa lagi yang kau buat jadi musuh kali ini” tanya Zero yang penasaran.
“Dewa raja terkuat peringkat ke 11, dewa hakim surgawi Ludex” kata Reiga.
“Khahahaha…. Ok-ok jadi kau ingin aku jadi umpannya, baiklah karena ini semua akan menjadi semakin menarik lagi” kata Zero.
Dan sekarang ini dia telah berhasil membunuh Frey yang merupakan seorang dewa raja terkuat peringkat 10 dari 100 dewa raja terkuat, dan namanya telah tercantumkan oleh sistem sebagai orang yang telah membunuh Frey sang dewi cahaya.
“Ping… ping… selamat pada dewa kegilaan Zero karena telah berhasil mengalahkan dewi cahaya Frey, Ping….. ping…. Sekarang Zero dewa raja terkuat peringkat 50 akan dinaikan menjadi peringkat 10 dari seratus dewa raja terkuat, Ping… ping… dikarenakan adanya beberapa error dalam proses pertarungan kota milik dewi cahaya tidak akan diberikan pada Zero dan akan menjadi kota bebas yang mana diperbolehkan dewa raja terkuat manapun untuk mengambilnya” kata Sistem yang mana memberitahu seluruh alam atas mengenai kematian Frey.
Bersambung...............